Apakah Manfaat Green Building? Jogja Konstruksi

Apakah Manfaat Green Building?

Apakah Manfaat Green Building? Jogja Konstruksi. Green Building atau bangunan hijau adalah konsep pembangunan yang berfokus pada efisiensi penggunaan sumber daya, pengurangan dampak lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup penghuni. Konsep ini mencakup berbagai aspek desain, konstruksi, dan pengoperasian bangunan dengan tujuan menciptakan keberlanjutan lingkungan. Tujuan Utama Green Building menggunakan material yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.

Mengurangi jejak karbon (carbon footprint) meminimalkan emisi karbon selama pembangunan dan pengoperasian bangunan. Menghemat energi dan air menggunakan teknologi hemat energi dan air untuk mengurangi konsumsi sumber daya. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan penghuni. Menciptakan lingkungan yang sehat dengan kualitas udara, pencahayaan alami, dan kenyamanan termal yang optimal. Mendukung keberlanjutan lingkungan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Bangunan hijau sendiri masih tergolong baru di Indonesia. Sertifikat bangunan hijau yang biasa disingkat BGH sendiri memang belum dimiliki banyak orang. Tim Doma Living House di sisi lain, sudah memiliki satu orang yang memiliki sertifikat BGH Muda 7. Salah satu faktor penting yang utama dalam BGH adalah hemat energi. Memanfaatkan teknologi hemat energi seperti pencahayaan LED, perangkat hemat listrik, dan penggunaan energi terbarukan. Ibnu menjelaskan “Desain jendela besar untuk memaksimalkan cahaya alami dan mengurangi kebutuhan listrik.” Bangunan dirancang untuk memanfaatkan energi secara optimal, seperti penggunaan sistem pencahayaan LED, panel surya, atau desain ventilasi alami. Ibnu menambahkan “Menggunakan kaca rendah emisi (low-E glass) untuk mengurangi panas masuk ke dalam bangunan, sehingga menghemat energi pendingin ruangan.”

Ibnu menjelaskan meskipun banyak keuntungan, tapi tantangan dalam implementasi bangunan hijau ternyata juga cukup banyak. Biaya yang tergolong mahal di awal, ketidaksadaran kontraktor lokal dan kurangnya ketersediaan material karena merupakan metoda dan pendekatan baru, apalagi penerapannya merupakan hal baru di Indonesia. Ibnu mengatakan “Teknologi hijau seperti panel surya atau sistem daur ulang air cenderung mahal di awal, lalu tidak semua pemilik proyek atau kontraktor memahami manfaat bangunan hijau, dan mungkin material ramah lingkungan dan teknologi hijau masih terbatas di beberapa wilayah.” pungkasnya.

Green building apa itu? pentingkah? Jogja Konstruksi. Menjawab itu Ibnu menjelaskan bangunan hijau adalah solusi inovatif untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan. Memaksimalkan energi dan beberapa tujuan di atas yang bertujuan untuk meningkatkan sustainability goal nasional maupun daerah. “Dengan memanfaatkan teknologi modern, material ramah lingkungan, dan desain yang efisien, bangunan hijau tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penghuninya.” imbuh Ibnu.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Tim Jogja Konstruksi Menjelaskan Pentingnya K3 di Lapangan

Pentingnya K3 di Lapangan

Tim Jogja Konstruksi Menjelaskan Pentingnya K3 di Lapangan. Pada awal tahun 2025 ini Tim Doma mendapati proyek renovasi Kos Muslimah di daerah Sewon, Bantul. Projek ini dikerjakan dari awal Januari sampai dengan akhir Januari 2025. Renovasi membutuhkan ketelitian dan keamaan yang sangat tinggi karena membongkar eksisting bangunan cukup memakan waktu dan tenaga. Ketidakcermatan tenaga atau pekerja menjadi momok pelaku konstruksi di Indonesia. Minimnya edukasi menjadi faktor utama dalam banyaknya kasus kecelakaan kerja yang terjadi, terlebih di dunia kontruksi.

Keselamatan, Kesehatan, Kerja (K3) merupakan aspek fundamental dalam dunia konstruksi, bertujuan untuk melindungi pekerja, lingkungan, serta mencegah kecelakaan atau kerugian selama proses pembangunan. Tim konstruksi memahami bahwa K3 tidak hanya tentang mematuhi aturan, tetapi juga menciptakan budaya kerja yang aman dan produktif. K3 adalah peran utama dalam melindungi pekerja konstruksi. Erik selaku Pelaksana Doma berpendapat, “Dengan memakai helm dan sabuk pengaman, risiko cedera kepala atau jatuh dari ketinggian bisa berkurang drastis.” Pekerjaan konstruksi melibatkan risiko tinggi seperti jatuh dari ketinggian, tertimpa material, atau terpapar bahan berbahaya. Penerapan K3 membantu meminimalkan risiko tersebut.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Menjamin Keselamatan pekerja, paparan debu, bahan kimia, atau kerja fisik berat dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang pekerja. Program K3 melibatkan langkah-langkah untuk melindungi mereka. Erik manambahkan, “Pekerja harus menggunakan masker dan alat pelindung diri (APD) saat bekerja di lingkungan berdebu atau beracun misalnya.” Lanjut Erik menjelaskan “Jika proyek tidak mematuhi K3, bisa dikenai denda atau bahkan dihentikan oleh pemerintah.” Di Indonesia, penerapan K3 diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan PP No. 50 Tahun 2012. Pelanggaran terhadap regulasi ini bisa berujung pada sanksi hukum.

Menunjukan reputasi profesional Doma Living House. Proyek yang memprioritaskan K3 menunjukkan komitmen terhadap keselamatan, meningkatkan kepercayaan klien dan masyarakat. “Doma, konstruksi yang selalu mematuhi K3 karena kita bertanggung jawab akan keselamatan pekerja.”

K3 adalah pilar utama dalam setiap proyek konstruksi. Dengan menerapkan K3, Tim Doma tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga memastikan kelancaran proyek dan menciptakan kepercayaan publik. Keselamatan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar dalam dunia konstruksi.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja Konstruksi, Urug itu Buruk?

Urug itu Buruk?

Jogja Konstruksi, Urug itu Buruk? Tanah urug atau urug dalam dunia konstruksi dapat memiliki sifat baik atau buruk tergantung pada tujuan penggunaannya dan kualitas tanah itu sendiri. Jika dijelaskan dari sudut pandang tim konstruksi, urug adalah material tanah yang digunakan untuk mengisi, meratakan, atau meninggikan area pada proyek konstruksi. Jika menggunakan tanah berkualitas baik (misalnya tanah merah atau campuran pasir), dapat memperkuat dasar pondasi dan mengurangi risiko ambles. Juga, Jika proses pengurukan dan pemadatan tidak dilakukan dengan benar, tanah bisa bergerak atau amblas saat menopang struktur di atasnya. Untuk pemadatan tanah, Tim Doma Living House menggunakan alat seperti stamper atau vibro untuk memastikan tanah tidak mudah ambles.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Beberapa jenis tanah urug, seperti tanah lempung, sulit menyerap atau mengalirkan air sehingga mudah mengakibatkan genangan. Tim Jogja Konstruksi juga berdiskusi mengenai urug di lapangan proyek Laili. Bayu mengatakan “Cek dulu tanah urugnya, jangan sampai ada sampah atau bahan organik.” menyetujui pernyataan Bayu, Tahta menambahkan “Tanah ini terlalu lembek, sepertinya kita butuh campuran pasir untuk stabilitas.” Bayu menambahkan “Setuju, lalu kita padatkan per lapisan agar hasilnya tidak amblas.”

Dengan kata lain, tanah urug itu adalah “Alat bantu” untuk menyiapkan permukaan tanah agar sesuai kebutuhan konstruksi. Tanah urug bisa baik atau buruk tergantung pada kualitasnya dan cara penggunaannya. Dalam konstruksi, memilih tanah urug yang sesuai spesifikasi dan melakukan pemadatan dengan benar adalah kunci keberhasilan. Jika kualitas tanah urug tidak ideal, biasanya tim konstruksi akan mencampurnya dengan material tambahan. Material tambahan yang dimaksud seperti pasir atau batu kerikil untuk meningkatkan performanya.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Solusi Dinding Retak Jogja Konstruksi

Solusi Dinding Retak

Solusi dinding retak Jogja Konstruksi. Tim Doma sering menerima perbaikan keretakan baik rumah yang sudah lama maupun rumah baru. Dinding retak merupakan masalah umum dalam konstruksi yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pergerakan tanah, kualitas material yang kurang baik, atau penyusutan bangunan. Kontraktor dan tenaga ahli konstruksi menyarankan solusi yang sesuai berdasarkan jenis retakan yang terjadi. Untuk retakan kecil atau rambut (hairline crack), perbaikan bisa dilakukan dengan mengisi celah menggunakan plamir atau sealer khusus sebelum mengecat ulang. Namun, jika retakan lebih besar dan dalam, diperlukan tindakan lebih serius seperti injeksi semen atau epoxy untuk memperkuat struktur dinding. Para ahli juga menyarankan pemeriksaan terhadap pondasi dan struktur bangunan guna mencegah retak bertambah parah.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Menurut Pomo, retakan pada dinding dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama retak rambut (hairline crack) dan retak struktural. Retak rambut, yang biasanya tipis dan dangkal, umumnya disebabkan oleh penyusutan plester atau cat yang kurang elastis. Solusinya adalah dengan mengaplikasikan plamir atau semen elastis sebelum pengecatan ulang.

Sementara itu, retak struktural yang lebih besar dan dalam bisa menjadi tanda pergerakan pondasi atau kegagalan struktur. Para kontraktor menyarankan pemeriksaan menyeluruh terhadap pondasi dan rangka bangunan sebelum melakukan perbaikan. Solusi yang direkomendasikan meliputi penambalan dan injeksi, pemasangan besi angkur untuk memperkuat dinding, serta perbaikan sistem drainase jika retakan disebabkan oleh pergerakan tanah. Pomo menjelaskan “Keretakan harus disurvey oleh tenaga ahli, seperti kami. Karena bisa jadi retak berat dan membutuhkan perbaikan segera.”

Dalam diskusi ini, Tim Doma juga menekankan pentingnya pemilihan material yang berkualitas dan teknik pengerjaan yang tepat sejak awal pembangunan. Dengan pendekatan yang benar, masalah dinding retak bisa dicegah dan diperbaiki, sehingga bangunan tetap kokoh dan aman dalam jangka panjang.

Dalam dunia konstruksi, keretakan dinding menjadi masalah yang sering terjadi dan perlu segera diatasi agar tidak berkembang menjadi kerusakan struktural yang lebih serius. Dengan penanganan yang tepat, dinding bisa kembali kuat dan aman tanpa risiko kerusakan lebih lanjut.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Arsitektur Jawa Masjid Gedhe Kauman Jogja

Arsitektur Jawa Masjid Gedhe Kauman Jogja

jogjakonstruksi.com – Konstruksi Arsitektur Jawa Masjid Gedhe kauman Jogja. Masjid Gedhe Kauman berada di Kauman Yogyakarta. Lokasinya bersebelahan langsung dengan Alun-alun Utara Kesultanan Yogyakarta. Masjid ini memiliki gaya arsitektur dengan kombinasi jawa-islam. Kombinasi desain ini dipengaruhi oleh Kerajaan Mataram yang saat itu berada di daerah Yogyakarta. Masyarakat dan pemerintah harus berperan aktif dalam menjaga simbol keharmonisasian agama dan budaya ini.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Masjid Gedhe Kauman berada pada Jl. Kauman, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid ini terletak dijantung kota Jogja yang berdekatan dengan Malioboro dan alun-alun utara. Membuatnya menjadi destinasi wisata nagi para pelancong yang sedang berwisata di Jogja. Jika kalian berada di alun-alun utara, maka kalian bisa melihat ini jika kalian menghadap ke Barat.

Masjid Gedhe Kauman dibangun atas prakarsa Sri Sultan Hamengku Buwono I dan Penghulu Kraton Kyai Fakih Ibrahim Diponingrat pada 29 Mei 1774 M atau dalam catatan Kraton pada 6 Robiul Awal 1187 H. Kyai Wiryo Kusumo yang ditunjuk sebagai arsitek dari Masjid Gedhe ini. “Pada masa itu masjid ini adalah yang paling “gede” di Jogja, maka dari itu masjid ini dinamai Masjid Gedhe dan Kauman adalah lokasi masjid ini.” jelas Erik.

Kyai Wiryo Kusumo, adalah seorang arsitek yang berasal dari Jawa dan menempuh pendidikan di Belanda. Arsitek ini mencampurkan antara arsitektur Islam dan arsitektur Jawa yang lekat pada masa itu. Ibnu yang pernah melakukan interview dengan pihak keraton menjelaskan “Vastuvidya yang artinya ilmu bangunan yang dimaknai tata bumi, tata gedung, dan tata perancangan. Ilmu merancang bangunan ini diterapkan di Masjid Gedhe.” jelas Ibnu.

Arsitektur Masjid Gedhe Jawa Islam

Invented budaya jawa dan Islam yang ada di Masjid Gedhe terlihat dari desain arsitekturnya. Ibnu menjelaskan “Dimana denahnya berbentuk persegi empat pejal, atap yang bertumpang, mempunyai serambi depan dan samping, dikelilingi oleh kolam, dan memiliki tembok tinggi di sekelilingnya.” 

Gaya atsitektural Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, sebagaimana masjid di daerah jawa lainnya, membawa pengaruh ataupun terpengaruh ileh Kerajaan Mataram. Kerajaan Mataram diketahui kerajaan yang berlandaskan Islam dan diwariskan kepada kesultanan Yogyakarta dan Surakarta.

Masjid Gedhe Kauman telah menjadi cagar budaya saat ini. Pada tahun 2020 lalu masjid ini telah resmi menjadi cagar budaya peringat provinsi oleh keputusan Gubernur DIY. Peran Masyarakat dan pemerintah sangat penting untuk menjaga situs cagar budaya ini karena karakteristik dan sejarahnya yang kental dengan perpaduan budaya dan agama islam di Yogyakarta.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Kenapa Titik Nol Dijadikan Pusat Wisata Jogja?

Titik Nol Dijadikan Pusat Wisata Jogja?

jogjakonstruksi.com – Kenapa Titik Nol Dijadikan Pusat Wisata Jogja? Titik Nol merupakan penamaan wilayah di bagian simpang empat dekat dengan Kraton Yogyakarta. Titik Nol memiliki sejarah yang sangat melekat dengan Keraton Yogyakarta dan landscape Jogja. Kini, titik nol menjadi destinasi wajib bagi wisatawan lokal hingga mancanegara saat mengunjungi Yogyakarta. Perawatan secara berkala mengenai fasilitas di seputaran titik nol  juga kerap dilakukan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Titik nol saat ini masih belum sepenuhnya diketahui oleh wisatawan yang mengunjungi Jogja. Wisatawan masih banyak yang beranggapan bahwa titik nol adalah Keraton Jogja, Alun-alun, ataupun Tugu Jogja. Hal ini tidak mengherankan karena memang tidak ada nama resmi mengenai titik nol Jogja.

Penamaan titik nol saat ini adalah buntut panjang dari sejarah yang ada di Yogyakarta. Nama ini diambil karena saat itu pada tahun 1970 hingga 1980 ada air mancur pada lokasi ini. Adapula yang menyebutkan bahwa titik nol merupakan garis imejiner garis vertikal utara-selatan, pertemuan antara keraton Yogyakarta, Gunung Merapi, dan Laut Selatan. 

Menurut beberapa warga titik nol adalah pertemuan dari Jalan Khiayi Ahmad Dahlan di Barat, Jalan Malioboro di Utara, Jalan Panembahan Senopati disisi Timur, dan Jalan pengurakan di sisi Selatan. Herat sebagai jurnalis senior pada era 90 an menerangkan “Memang perempatan itu (titik nol) pertemuan jalan besar dan ramai sedari dulu.” Jelas Herat.

Wisatawan lokal maupun mancanegara memadati titik nol hampir dua puluh empat jam. Alasan yang memprakarsai adalah karena aksesnya yang dekat dengan beberapa objek wisata. Titik nol berada di Utara Kraton Yogyakarta, Selatan Jalan Malioboro, Timur Taman Pintar, serta diapit oleh dua gedung Belanda yakni gedung BNI dan Kantor Pos. 

Perawatan secara berkala juga dilakukan oleh pemerintah. Kuatnya daya tarik titik nol Jogja menyebabkan pemerintah kota dan daerah fokus berbenah untuk perawatan daerah ini. Selain menjadi tempat berkumpul titik nol juga menjadi lahan basah untuk pedagang kaki lima di Jogja. “Selain meningkatkan devisa daerah, titik nol juga menjadi devisa masyarakat sekitar.” Tambah Herat saat kami wawancarai.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Ubah Pekarangan Rumah Jadi Sumber Pangan Keluarga Jogja Konstruksi

Ubah Pekarangan Rumah Jadi Sumber Pangan Keluarga

Ubah Pekarangan Rumah Jadi Sumber Pangan Keluarga Di tengah urbanisasi yang semakin pesat, terlebih lagi tantangan global mengenai ketahanan pangan. Penting bagi setiap keluarga mencari alternatif dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Salah satu cara yang mulai banyak diterapkan adalah dengan mengubah pekarangan rumah menjadi sumber pangan keluarga. Selain mendukung ketahanan pangan, ini juga menjadi langkah bijak dalam pemanfaatan ruang secara efisien.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Pekarangan merupakan sebidang tanah dengan batas-batas tertentu yang terdapat di sekitar tempat tinggal. Sebidang tanah ini bisa dimanfaatkan untuk diubah menjadi sumber pangan keluarga dengan menanam tanaman tahunan maupun tanaman pangan semusim. Namun, saat ini masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan pekarangan dengan optimal, karena seringkali dianggap sebagai area kosong dan terbatas tanpa adanya manfaat. Padahal hanya dengan perencanaan dan kreativitas setiap keluarga bisa berkontribusi untuk mengubah pekarangan sebagai sumber pangan yang bisa memberikan hasil nyata.

Namun perlu diingat, fakta di lapangan menunjukkan jika mengubah pekarangan menjadi sumber pangan tidak semudah itu. Perlu perencanaan matang karena penataan bentuk dan pola pekarangan itu berbeda-beda. Luas tanah, ketinggian tempat dari permukaan laut (elevasi), dan keadaan iklim perlu diperhatikan. “Jika dalam dunia konstruksi, desain dan arsitektural menjadi faktor penentu agar pekarangan bisa terealisasikan. Tim Doma bisa membantu mewujudkan area kosong di sekitar rumah menjadi pekarangan yang fungsional.” jelas Ibnu.

Tanaman pangan seperti sayuran, buah-buahan, atau rempah-rempah bisa tumbuh subur di pekarangan rumah apabila mendapatkan perawatan yang baik. Perlu diingat bahwa pancaran sinar matahari itu penting dan pastikan bisa masuk ke halaman rumah. Lalu, ketersediaan air dan juga pupuk perlu diperhatikan agar tanaman pangan bisa tumbuh subur. Para ahli menekankan bahwa setiap keluarga diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki termasuk pekarangan dalam menyediakan pangan bagi keluarga.

Untuk itu, mengubah pekarangan rumah menjadi sumber pangan tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sehari-hari, tetapi juga menciptakan rumah yang lebih efisien dan mandiri. Tanpa perlu lahan luas, setiap keluarga bisa merasakan kepuasaan dan kebahagiaan dengan hasil panen yang dilakukan.

Penulis : Sanditha Setya Wisaksanti

Editor : Ibnu Candra Hakim

Jogja Konstruksi, Mengenal Teknik Split Level

Mengenal Teknik Split Level

Jogja Konstruksi mengenal teknik split level. Konsep split level semakin populer dalam konstruksi di Yogyakarta, terutama untuk rumah dan bangunan di lahan terbatas atau berkontur. Split level adalah teknik desain yang membagi bangunan menjadi beberapa tingkat. Membagi yang tidak sejajar secara langsung, melainkan dengan perbedaan ketinggian lantai antar ruang. Teknik ini banyak digunakan untuk menciptakan ruang yang lebih dinamis dan efisien. Desain yang cocok digunakan terutama di daerah berbukit seperti di kawasan Kaliurang atau Imogiri.

Selain memberikan kesan lebih luas pada rumah, desain split level juga memungkinkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang lebih baik. Dengan berkembangnya tren arsitektur modern dan kebutuhan akan ruang yang fungsional, split level menjadi solusi inovatif bagi masyarakat Jogja. Desain yang memungkinkan memanfaatkan lahan secara optimal tanpa kehilangan estetika. Namun pada pembangunan pada hunian yang memliki split level rumah memiliki beberpa lantai yang pembagi. Pada lansia desain ini kurang ramah karena memiliki bebrapa anak tangga yang membagi level.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Tim Doma menjelaskan, konsep pembangunan split level menjadi topik utama diskusi di kantor. Tim membahas tantangan teknis dalam konstruksi model ini, terutama dalam hal perencanaan struktur pondasi dan kestabilan bangunan. Salah satu poin penting adalah bagaimana menyesuaikan desain dengan kontur tanah agar bangunan tetap kuat dan efisien tanpa memerlukan banyak pekerjaan pemotongan atau pengurukan lahan.

Selain itu, mereka juga mendiskusikan efisiensi biaya dan material yang diperlukan. Karena split level memiliki perbedaan ketinggian antar ruang, pemilihan material struktur seperti beton bertulang dan dinding penahan tanah menjadi perhatian utama. Sistem drainase juga dibahas untuk mencegah masalah kelembaban atau rembesan air di bagian bawah bangunan.

Di sisi desain, diperlukan arsitek untuk memastikan bahwa rumah split level tetap memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang optimal. Dengan diskusi ini, diharapkan proyek pembangunan split level dapat berjalan lancar, menggabungkan estetika, fungsionalitas, dan kekuatan konstruksi yang maksimal.

Meskipun desain split level memiliki banyak keunggulan, ada beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum menerapkannya. Primernya adalah akses yang kurang ramah untuk lansia dan difabel. Hal ini, karena memiliki banyak perbedaan ketinggian ruangan, desain ini bisa menjadi kurang nyaman bagi lansia, penyandang disabilitas, atau anak kecil yang kesulitan menaiki tangga.

Sekundernya adalah biaya konstruksi lebih mahal. Dibandingkan dengan desain rumah satu atau dua lantai, split level memerlukan pondasi yang lebih kompleks. Tidak hanya itu, sering kali butuh dinding penahan tanah, yang dapat meningkatkan biaya pembangunan. Terakhir, sulit untuk merenovasi atau mengubah Tata Ruang. Hal ini dikarena struktur split level dirancang dengan perbedaan ketinggian antar ruang, menambah atau mengubah tata letak bangunan bisa menjadi lebih sulit dibandingkan rumah dengan lantai yang sejajar.

Meskipun memiliki beberapa kekurangan, rumah split level tetap menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin memanfaatkan lahan berkontur secara maksimal dengan desain yang unik dan fungsional.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja Konstruksi, Seperti apa Septic Tank yang Benar?

Seperti apa Septic Tank yang Benar?

Jogja Konstruksi, Seperti apa Septic Tank yang Benar? Dalam dunia konstruksi, septic tank merupakan sistem pengolahan limbah yang berfungsi untuk menampung dan menguraikan kotoran dari toilet. Ini dilakukan sebelum disalurkan ke resapan atau saluran pembuangan. Tim Doma menekankan pentingnya desain septic tank yang tepat agar tidak mencemari lingkungan dan air tanah. Mengingat banyaknya daerah dengan kontur tanah berpori di Jogja dan sekitarnya yang dapat terdampak.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Septic tank yang baik harus memiliki dua atau tiga ruang utama. Ruang penampungan awal untuk mengendapkan limbah padat, ruang kedua untuk proses penguraian oleh bakteri anaerob, dan ruang terakhir untuk menyalurkan air limbah yang telah terurai ke bidang resapan. Tim doma menyarankan material yang kedap air, seperti beton bertulang atau fiberglass, untuk mencegah kebocoran yang dapat mencemari lingkungan. Lokasi pemasangan harus memperhitungkan jarak aman dari sumber air bersih, minimal 10 meter dari sumur agar kualitas air tanah tetap terjaga. Erik menjelaskan “Harus sesuai dengan desain dan prosedur yang ada.”

Septik tank yang tidak menggunakan beton memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan, terutama dalam hal daya tahan dan keamanan. Material seperti plastik atau fiberglass cenderung lebih rentan terhadap tekanan tanah dan perubahan lingkungan, sehingga memiliki risiko kebocoran yang lebih tinggi dibandingkan beton. Kebocoran ini dapat mencemari tanah dan sumber air di sekitarnya, yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Septik tank non-beton juga memiliki kapasitas beban yang lebih terbatas. Membuatnya kurang cocok untuk area dengan lalu lintas berat atau tanah yang kurang stabil. Meskipun lebih ringan dan mudah dipasang, masa pakainya lebih pendek. Sehingga memerlukan penggantian atau perbaikan lebih sering, yang pada akhirnya bisa meningkatkan biaya dalam jangka panjang. Oleh karena itu, untuk penggunaan yang lebih tahan lama dan aman, septik tank berbahan beton tetap menjadi pilihan yang lebih disarankan.

Dengan perencanaan yang tepat, septic tank dapat berfungsi secara optimal dalam mengolah limbah rumah tangga tanpa merusak lingkungan, serta memenuhi standar kesehatan dan sanitasi di Jogja.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Penerapan Open Space di Jogja

Penerapan Open Space di Jogja

Penerapan open space di Jogja. Open space di Jogja merupakan area terbuka yang dirancang untuk berbagai fungsi. Mulai dari ruang hijau, taman kota, hingga area publik yang dapat digunakan untuk aktivitas sosial, budaya, dan rekreasi. Kontraktor dan tenaga ahli seperti Tim Doma dalam bidang tata ruang dan konstruksi memainkan peran penting meliputi dalam perencanaan dan pembangunan open space ini agar tetap selaras dengan konsep keberlanjutan dan estetika kota.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Di Jogja, ruang terbuka seperti Alun-Alun Kidul, Taman Sari, dan kawasan pedestrian Malioboro menjadi contoh nyata bagaimana desain yang baik mampu menciptakan ruang publik yang nyaman. Tidak hanya nyaman tapi juga fungsional, dan ramah lingkungan. Para ahli juga mempertimbangkan faktor seperti sirkulasi udara, vegetasi, serta aksesibilitas. Desain yang aman bagi semua kalangan agar open space dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Perkembangan open space di Yogyakarta sangat dipengaruhi oleh arsitektur dan budaya lokal yang khas. Sebagai kota dengan warisan budaya yang kuat, Yogyakarta mempertahankan ruang-ruang terbuka. Ruang terbuka seperti Alun-Alun Utara dan Selatan, yang sejak zaman Kesultanan berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya.

Seiring waktu, konsep open space terus berkembang dengan mengadopsi elemen arsitektur modern tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional. Misalnya, taman-taman kota seperti Taman Pintar dan Titik Nol Kilometer dirancang dengan mempertimbangkan aspek estetika, keberlanjutan, serta fungsi sosial. Budaya masyarakat yang masih kental dengan konsep kebersamaan juga memengaruhi bagaimana open space digunakan.

Di sisi lain, tantangan utama yang dibahas dalam diskusi adalah alih fungsi lahan dan urbanisasi yang semakin pesat. Hal ini dapat mengancam keberadaan open space. Oleh karenanya, beberapa pakar mengusulkan kebijakan yang lebih ketat dalam perencanaan kota. Regulasi yang melindungi ruang hijau serta penerapan konsep smart city yang ramah lingkungan. Selain itu, Tim Doma Ibnu menambahkan “Partisipasi masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan ruang terbuka juga menjadi perhatian penting.” Keberlanjutan open space sangat bergantung pada kesadaran dan keterlibatan warga. Dengan adanya diskusi yang terus berkembang, diharapkan open space di Yogyakarta dapat tetap menjadi ruang yang inklusif, fungsional, dan berkontribusi pada kualitas hidup masyarakat.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855