jogjakonstruksi.com – Vietnam susul banjir Aceh Sumut apakah alih lahan jadi bangunan penyebabnya. Banjir besar yang melanda Aceh dan Sumatera Utara kini disusul oleh banjir serupa di Vietnam. Ini memunculkan kembali pertanyaan mengenai apakah alih fungsi lahan menjadi bangunan turut memperburuk situasi ini.
Ahli dan akademisi menilai bahwa perubahan tata ruang tanpa memperhatikan daya dukung alam membuat wilayah semakin rentan. Lagi, kebutuhan akan konstruksi yang lebih bijak dan selaras dengan lingkungan dianggap kian mendesak.
Faktor Banjir Sumut Aceh dan Vietnam
Peristiwa banjir yang hampir beruntun di dua kawasan Asia Tenggara itu menguatkan kekhawatiran publik. Pola curah hujan tinggi nan ekstrem tak lagi dapat ditanggulangi oleh kondisi lingkungan yang telah mengalami banyak tekanan akibat pembangunan yang kurang terencana. Di Aceh dan Sumut, genangan tinggi serta rusaknya tanggul membuat ribuan warga mengungsi. Sementara, di Vietnam bagian utara, luapan sungai terjadi hanya beberapa hari setelah hujan lebat mengguyur tanpa henti. Situasi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa faktor manusia turut memperparah kondisi yang seharusnya dapat diminimalisir.
Dikutip dari narasi, pakar menyebutkan bahwa hilangnya daerah resapan akibat meningkatnya pembangunan permukiman dan infrastruktur sebabkan air hujan tak lagi dapat meresap secara alami ke dalam tanah. Ketika tutupan vegetasi digantikan oleh beton dan aspal, volume limpasan jalur permukaan meningkat drastis. Ini menjadikan debit air yang mengalir ke sungai menjadi lebih besar dan lebih cepat dari pada terserap soil. Akibatnya, sungai yang kapasitasnya tetap tidak mampu menerima beban tambahan tersebut dan meluap dalam waktu singkat. Hal semacam ini diperparah oleh lemahnya pengawasan terhadap izin pembangunan serta kurangnya analisis risiko bencana dalam proses perencanaan.
Perencanaan Pembangunan dan Konstruksi Berkelanjutan Hindari Banjir seperti di Vietnam
Banyak akademisi menekankan pentingnya penerapan teknik konstruksi berbasis ekologi. Sistem seperti penggunaan drainase berkelanjutan, ruang terbuka hijau sebagai area serapan, dan desain ikuti kontur lahan. Selain itu, penerapan konsep kota spons yang telah diadopsi sejumlah negara memungkinkan air hujan tertahan serta terdistribusi secara bertahap. Selain itu, juga agar sistem lanjut yang tidak menimbulkan lonjakan debit akibat limpasan langsung dari hujan.
Vietnam susul banjir Aceh Sumut apakah alih lahan jadi bangunan penyebabnya. Regulasi yang lebih ketat, audit tata ruang berkala, serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan komunitas lokal dipandang sebagai langkah krusial agar bencana berulang dapat dikurangi secara signifikan. Dengan pendekatan konstruksi yang lebih bijak, kawasan rawan banjir di Aceh, Sumut, maupun Vietnam berpotensi memiliki ketahanan lebih baik pada masa mendatang.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika









