Urug itu Buruk?
Jogja Konstruksi, Urug itu Buruk? Tanah urug atau urug dalam dunia konstruksi dapat memiliki sifat baik atau buruk tergantung pada tujuan penggunaannya dan kualitas tanah itu sendiri. Jika dijelaskan dari sudut pandang tim konstruksi, urug adalah material tanah yang digunakan untuk mengisi, meratakan, atau meninggikan area pada proyek konstruksi. Jika menggunakan tanah berkualitas baik (misalnya tanah merah atau campuran pasir), dapat memperkuat dasar pondasi dan mengurangi risiko ambles. Juga, Jika proses pengurukan dan pemadatan tidak dilakukan dengan benar, tanah bisa bergerak atau amblas saat menopang struktur di atasnya. Untuk pemadatan tanah, Tim Doma Living House menggunakan alat seperti stamper atau vibro untuk memastikan tanah tidak mudah ambles.
Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Beberapa jenis tanah urug, seperti tanah lempung, sulit menyerap atau mengalirkan air sehingga mudah mengakibatkan genangan. Tim Jogja Konstruksi juga berdiskusi mengenai urug di lapangan proyek Laili. Bayu mengatakan “Cek dulu tanah urugnya, jangan sampai ada sampah atau bahan organik.” menyetujui pernyataan Bayu, Tahta menambahkan “Tanah ini terlalu lembek, sepertinya kita butuh campuran pasir untuk stabilitas.” Bayu menambahkan “Setuju, lalu kita padatkan per lapisan agar hasilnya tidak amblas.”
Dengan kata lain, tanah urug itu adalah “Alat bantu” untuk menyiapkan permukaan tanah agar sesuai kebutuhan konstruksi. Tanah urug bisa baik atau buruk tergantung pada kualitasnya dan cara penggunaannya. Dalam konstruksi, memilih tanah urug yang sesuai spesifikasi dan melakukan pemadatan dengan benar adalah kunci keberhasilan. Jika kualitas tanah urug tidak ideal, biasanya tim konstruksi akan mencampurnya dengan material tambahan. Material tambahan yang dimaksud seperti pasir atau batu kerikil untuk meningkatkan performanya.
Penulis: Ibnu Candra Hakim
Editor: Sanditha Setya Wisaksanti




