Salah Pilih Keramik Kamar Mandi (Keramik Polish vs Unpolished)

Salah Pilih Keramik Kamar Mandi

Salah pilih keramik kamar mandi (keramik polish vs unpolished). Dalam dunia konstruksi, pemilihan keramik kamar mandi menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan, terutama dalam memilih antara keramik polish (mengkilap) dan unpolished (tidak mengkilap). Kontraktor dan tenaga ahli konstruksi sering kali memberikan rekomendasi berdasarkan fungsi serta keamanan penggunaan di kamar mandi.

Tim Doma sering mendapati, pertanyaan dari calon owner tentang bagaimana memilih keramik yang cocok. Pemilihan untuk kamar mandi yang notabene bersinggungan langsung dengan air, harus mengutamakan keamanan. Untuk kamar mandi memang seharusnya memakai keramik unpilished yang permukaannya cenderung kasar. Pelaksana Doma Erik mengatakan, “Kamar mandi, memang seharusnya memakai unpolished di sisi lantai. Bahaya kalau licin.”

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Sumber gambar : Istimewa. Yogyakarta, 2025.

Keramik polish memiliki permukaan yang mengkilap karena melalui proses pemolesan tambahan. Jenis ini cocok untuk dinding kamar mandi atau area yang tidak sering terkena air, karena tampilan mengkilapnya memberikan kesan mewah dan lebih mudah dibersihkan dari noda. Namun, permukaannya yang licin bisa berisiko jika digunakan di lantai kamar mandi, terutama dalam kondisi basah.

Disisi lain, keramik unpolished memiliki tekstur yang lebih kasar dan tidak licin, menjadikannya pilihan yang lebih aman untuk lantai kamar mandi. Jenis ini lebih tahan terhadap goresan dan memberikan daya cengkeram yang lebih baik, sehingga mengurangi risiko tergelincir. Walaupun tidak sehalus keramik polish, tampilannya tetap elegan dan cocok untuk konsep kamar mandi minimalis atau natural.

Sumber gambar : Istimewa. Yogyakarta, 2025.

Tim Doma berpendapat, pemilihan keramik kamar mandi harus mempertimbangkan aspek keamanan, fungsi, dan estetika. Untuk kamar mandi rumah tinggal, disarankan menggunakan keramik unpolished pada lantai agar lebih aman, sementara keramik polish dapat digunakan pada dinding untuk meningkatkan tampilan mewah. Dengan kombinasi yang tepat, kamar mandi tidak hanya menjadi lebih aman tetapi juga nyaman dan estetis.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Sahid J-Walk Mall Konsep Green Living Jogja

Sahid J-Walk Mall Konsep Green Living

jogja konstruksi.com – Sahid J-Walk Mall konsep green living Jogja. Sahid Mall yang berada di bilangan Babarsari, Jogja kini nampak sepi. Desain green style living yang diusung sebenarnya cukup unik dan menarik. Sahid J-Walk ini memiliki konsep mixed used pertama di Jogja dengan komplek yang berdiri di lahan dengan luas 8.5000 meter persegi.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Sahid J-Walk dibangun di atas lahan luas di kawasan padat pelajar dan penduduk di bilangan Babarsari, Sleman, DIY. Dibangun pada tahun 2015 silam, bangunan ini menghabiskan anggaran sebangak kurang lebih 650 miliar rupiah. Beberapa bangunan yang menjadi komplek ini antara lain mall, hotel, dan convention hall.

Saat ini, banyak masyarakat Jogja yang berpendapat bahwa mall J-walk kini terlihat sepi. Tenant-tenant yang seharusnya memenuhi wilayah mall kini sudah mulai sepi. Hal ini dikarenakan kurangnya popularitas J-walk dibandingkan dengan mall-mall yang lain yang berada di DIY. Herat selaku masyarakat Yogyakarta dan jurnalis senior berpendapat bahwa popularitas J-walk ini kurang baik di masyarakat golongan menengah, “Saya kurang tau bahkan sangat jarang ke sana kecuali CGV yang murah,” jelasnya.

Desain J-walk sendiri mengusung ide green living atau bisa juga disebut green life style. Pada dasarnya untuk konsep bangunan menggunakan konsep green building, “Green building adalah konsep bangunan dengan efisiensi energi,” jelas Erik.  Green building yang dimaksud adalah bangunan yang sebisa mungkin mengurangi penggunaan energi. Bangunan mall dan kawasan J-walk memiliki orientasi yang memanfaatkan muson dengan menghadap ke utara. Lagi, dengan memanfaatkan bukaan-bukaan yang besar seperti jendela dan pintu-pintu yang mengakibatkan angin dan pencahayaan alami dapat menghemat penggunaan energi listrik hingga 20%-30%, “Bukaan yang besar dapat memanfaatkan udara alami dan pencahayaan alami,” tambah Ibnu.

J-walk ini sangat bagus dari segi desain dan konsep yang diusung. Meskipun saat ini sepi, tidak menutup kemungkinan jika di kemudian hari kawasan ini ramai kembali. Konsep green lifestyle, green living, hingga green building pun mulai digemari. Konsep hemat energi memang sangat didukung, tidak hanya pemerintah lokal namum juga dunia internasional.


Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Pasar Godean Jogja dan Masalah Relokasi Pedagang

Pasar Godean Jogja dan Masalah Relokasi Pedagang

jogjakonstruksi.com – Konstruksi Pasar Godean Jogja dan masalah relokasi pedagang. Pasar Godean telah melakukan revitalisasi besar dan telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan Sri Sultan Hamengku Bowono XI pada 28 Agustus 2024 silam. Saat ini banyak pedagang relokasi yang memutuskan untuk tidak kembali ke Pasar yang telah direnovasi. Bangunan Pasar Godean kini merupakan bangunan dengan perancangan sustainability dan arsitektur nusantara.

Pasar Godean terletak di Jalan Godean tetap di muka jalan Godean. Lokasi yang strategis dan percepatan pertumbuhan dan pemerataan membuat Pasar Godean menjadi pasar yang makin besar. Pasar Godean dirasa sudah tidak mampu menampung semua pedagang dan pengunjung pada waktu yang bersamaan. Lalu, pada 2023 silam wacana revitalisasi pasar godean mulai digalakkan. Tak butuh waktu lama ditahun yang sama, revitalisasi Pasar Godean sudah dumulai. Pembangunan yang ditaksir menelan anggaran sebanyak 89 miliar itu diperkirakan rampung pada Juli 2024.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Peresmian Pasar Godean sudah dilakukan pada 28 Agustus 2024 lalu. Presiden Joko Widodo bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama dengan Bupati Sleman Bu Kustini yang langsung meresmikan Pasar Godean tersebut. Kendati demikian, setelah peresmian tersebut pedagang yang direlokasi sementara enggan untuk pindah. Relokasi sementara ini berjarak satu kilometer ke Barat dari pasar Godean. Herat selalu Jurnalis senior dan kerap mengunjungi pasar bercerita, “Pedagang belum mau pindah, ada kesepakatan setelah lebaran 2025 ini,” jelasnya.

Enggannya pindah para pedagang ini disinyalir karena keraguan akan lahan parkir dan lokasi yang belum ditentukan sepenuhnya. Herat menambahkan ada keraguan akan luasan lahan parkir yang dianggap belum bisa menampung pengunjung yang akan datang, “Mereka takut untuk ke sana (Pasar Induk Godean) karena lahan parkirnya kurang,” tambah Herat. Meskipun begitu, sampai saat ini pembangunan lahan parkir dan relokasi kembali terencana dilakukan setelah lebaran 2025.

Bangunan Pasar Godean sendiri mengusung tema arsitektur lokal nusantara. Konsep yang diusung adalah sustainability building dan arsitektur nusantara. Keindahan Pasar Induk Godean dapat dilihat saat melintasi jalan Godean, posisi pasar ini berada di utara jalan Godean. Desain yang mengusung muatan lokal setempat dapat dilihat dari fasad pagar bumi di bagian depan dan atap yang digunakan. Pada pagar bumi dan atap menggunakan unsur Jawa dan kekratonan Yogyakarta. Atap menggunakan atap bertumpuk dan pagar bumi khas kekratonan Yogyakarta. Arsitektur berkelanjutan pun tak kalah jika dilihat dari desain dengan bukaan yang luas dan atap yang tinggi yang membuat Pasar Godean menjadi pasar dengan pemanfaatan udara dan pencahayaan alami yang baik. Herat menambahkan, “Pasar ini bagus dan nantinya akan jadi ikon di Godean.”

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Sampah Menumpuk di Teras Malioboro Jangan Buang Sembarangan Ada Bank Sampah

Jangan Buang Sembarangan Ada Bank Sampah

jogjakonstruksi.com – Sampah menumpuk di Teras Malioboro jangan buang sembarangan ada bank sampah. Masyarakat Jogja beberapa waktu terakhir kerap menjumpai masalah terkait sampah. Bukan sampah Masyarakat dalam arti harfiah, namun sampah sesungguhnya. Terakhir terakam gawai netizen ada tumpukan sampah di teras dua Malioboro. Masalah sampah tentunya membuat masyarakat Jogja cukup menggelengkan kepala. Masalah serupa terjadi tahun lalu yakni, tutupnya TPA piyungan karena sudah overload. kini, ada Bank Sampah yang merupakan solusi cerdas pemerintah berkolaborasi dengan masyarakat guna menyudahi masalah ini.

Masyarakat Jogja khususnya kini dihadapkan dengan masalah mengenai sampah. Sederhana namun sulit diatasi jelas Herat ketika mendengar isu ini “Masalah sampah memang sudah ada sejak dahulu, dan sampai saat ini belum ada solusi pintas, susah susah gampang.” jelasnya. Sampah yang diproduksi masyarakat Jogja perhari disinyalir mencapai 600 Ton. Masalah tersebut menjadi semakin keruh kendati tempat pembuangan akhir atau TPA di Piyungan sudah setahun ini tutup.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Tempat pembuangan akhir di Piyungan sudah melebihi kapasitasnya dan resmi dinayatakan tutup pada Mei 2024 silam. TPA Piyungan adalah tempat pembuangan akhir untuk wilayah Jogja Kota, Sleman, dan Bantul (Kartamantul) dengan output terakumulasi diperkirakan mencapai 600 ton perhari. TPA ini sudah overload sejak 2012 lalu namun tetap dipaksakan beroprasi sampai 2024 silam. Herat sebagai masyarakat Jogja menceritakan mengenai TPA Piyungan yang dipaksa beroprasi meski overload. “Sudah over sejak 2012 beritanya seperti itu, namun sampai 2024 masih dipaksa.” tambahnya. 

Sampah menumpuk di Teras Malioboro jangan buang sembarangan ada bank sampah. Tutupnya TPA di Piyungan diikuti dengan berbagai masalah sampah yang timbul di Jogja, Sleman, dan Bantul. Baru-baru ini terdapat tumpukan sampah yang terekam smartphone netizen di bilangan Malioboro Yogyakarta (17/2/2025) yang membuat gempar warga net. Hal serupa juga banyak terjadi di kecamatan-kecamatan lain seperti di Mlati dan sekitarnya.’

Solusi dari Pemerintah dan pengamat lingkungan adalah dengan membuat bank sampah pada masing-masing RW di Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul. Bank sampah adalah solusi panjang untuk sekaligus mengedukasi masyarakat untuk mengolah sampah. Ibnu salah satu pengelola bank sampah di kota yogyakarta berpendapat bahwa program ini menguntungkan banyak pihak, “Bank sampah di sini selain distribusi juga untuk pengolahan limbah,” jelasnya.

pemilahan sampah organik dan anorganik yang dimaksud adalah dengan memisahkan sampah yang bisa didaur ulang dan tidak bisa didaur ulang

Solusi ini terbukti efektif, karena pada 2023 dan 2024 Kecamatan Wirobrajan dapat mengurangi jumlah sampah anorganiknya. Bank Sampah sudah dimulai sejak 2022 “keaktifan masyarakat juga dibutuhkan untuk memilah sampahnya sendiri.” jelas Ibnu. Permasalahan sampah di Yogyakarta juga dipengaruhi dari aspek masyarakatnya. Kesadaran Masyarakat akan pengolahan sampah mandiri dan mengurangi produksi sampah juga penting.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Selokan Mataram Cagar Budaya Konstruksi Atasi Krisis Air Jogja

Selokan Mataram Cagar Budaya Konstruksi

jogjakonstruksi.com – Selokan Mataram cagar budaya konstruksi atasi krisis air di Jogja. Sejarah Selokan Mataram tak lepas dari penjajahan Jepang dan digdaya Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Selain sebagai percabangan sungai, selokan mataram juga mengusung ketahanan pangan masyarakat Jogja kala itu. Saat ini, selokan Mataram menjadi cagar budaya provinsi dan peranannya yang vital dalam distribusi air di Jogja.

Selokan Mataram memiliki sejarah yang panjang dan sangat lekat dengan masyarakat Jogja. Dibangun pada 1944 saat masa pendudukan Jepang. Selokan yang membentang sepanjang 34.5 kilometer tersebut terletak di antara dua provinsi yakni Jawa Tengah dan DIY. Selokan ini juga menghubungkan dua sungai besar yakni sungai Progo yang berada di Ngluwar dan sungai Opak yang berada di Kalasan. Titis sebagai Tim Doma sekaligus bermukim di Magelang menjelaskan, “Hulunya berada di Ngluwar Magelang dan hilirnya berada di Kalasan Sungai Opak,” jelasnya.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Selokan ini dibangun pada masa pendudukan Jepang pada tahun Juli 1944 dan selesai pada Juli 1945. Pada tahun itu Sri Sultan Hamengku Buwono IX berhasil meyakinkan pihak Jepang bahwa daerahnya atau DIY tidak bisa mencukupi kebutuhan pangan secara penuh. Diplomasi Sultan Hemengku Buwono yang berhasil membuat Jepang mau memberikan dana bantuan untuk pembuatan Selokan Mataram. 

Tujuan Selokan Mataram kala itu dibagi menjadi dua tujuan utama. Yakni, membangun saluran dan pintu air untuk mengatur air hujan dari daerah tergenang. Membangun saluran-saluran untuk mengalirkan air dari Sungai Progo ke daerah kering di Jogja.

Pembangunan Selokan Mataram dipimpin oleh Ir. KRT Martonegoro dari pohak Jogja dan Ir. Hiromatsu dari pihak Jepang. Pembangunan Selokan Mataram disinyalir menghabiskan dana sebensar 1.4 Gulden dan melibatkan 2.8 juta pekerja yang diberi upah. Karena banyaknya pekerja yang terlibat, maka itu juga alasan sultan untuk tidak mengirim pekerja romusha.

Selokan Mataram terus memberikan manfaat kepada masyarakat Yogyakarta. Selokan ini mampu mengaliri sekitar 15.800 hektar lahan pertanian terutama persawahan. Bahkan saat 1990 an Selokan Mataram juga digunakan masyarakat sebagai wadah perikanan.

Menilik bahwa Selokan Mataram tidak bisa dilepaskan dari budaya dan sejarah Yogyakarta, maka pada tahun 2010 Selokan Mataram ditetapkan menjadi cagar budaya. Diatur dalam undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang cagar budaya. Dewasa ini melalui Keputusan Gubernur Nomor 231/KEP/2021 menetapkan Selokan Mataram menjadi cagar budaya tingkat provinsi. 

Masyarakat harus lebih bangga dan menghargai sejarah dan cagar budaya misalnya Selokan Mataram ini. Herat sebagai jurnalis senior menambahkan keprihatinan akan banyaknya warga yang masih ada membuang sampah di sekitaran Selokan Mataram, “Sepatutnya kita warga Jogja menjaga kelestarian dan keindahan Selokan Mataram yang penuh dengan perjuangan ini,” pungkasnya.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Eksplorasi Kotabaru Banyak Bangunan Tua Bersejarah

Eksplorasi Kotabaru Banyak Bangunan Tua Bersejarah

jogjakonstruksi.com – Eksplorasi kotabaru, banyak bangunan tua bersejarah. Kotabaru adalah kelurahan yang terletak di kecamatan Gondokusuman, Kota yogyakarta. Sejarah Kotabaru lekat dengan zaman penjajahan Belanda dan Jepang, yang menjadikan kota baru sebagai lokasi para petinggi Belanda. Bangunan pendukung pada saat itu hingga saat ini masih eksis dan menjadi daya tarik Kotabaru.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Kelurahan Kotabaru berada di kecamatan Gondokusuman. Saat ini menjadi kawasan heritage dan penopang keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini tercantum pada perdais (peraturan daerah istimewa DIY).

Kotabaru memiliki sejarah yang cukup menarik untuk kita telisik lebih jauh. Pada mulanya Kotabaru didesain dengan konsep garden city. Garden city adalah konsep pengenbangan distrik yang memprioritaskan taman pada lingkungannya. 

Kotabaru pada sebelum kemerdekaan digunakan sebagai tempat tinggal elit eksklusif oleh petinggi Belanda. Tata kota yang berdasarkan konsep garden city pun, tak luput dari rencana pembangunan fasilitas bangunan pendukung. Di antaranya adalah Algemeene Middelbare School (AMS) kini menjadi Padmanaba SMA 3 Yogyakarta, Christeljike MULO School kini menjadi SMA BopkriI, Norma School kini menjadi SMP 5 Yogyakarta. 

Fasilitas kesehatan dan keagamaan juga sangat diperhatikan. Yakni, Rumah Sakit Petronella kini menjadi rumah sakit Bethesda. Gereja Kristwen dan disusul Gereja Katholik kini menjadi Gereja Kotabaru. 

Setelah Belanda meninggalkan Indonesia pada 1942, Kotabaru menjadi sedikit berubah. Awalnya menjadi kawasan elit dan tempat hunian eksklusif, kini banyak diubah menjadi wilayah militer dan arsenal Jepang. Gereja Kotabaru pada saat itu menjadi gudang senjata pasukan militer Jepang.

Pemerintah, masyarakat, dan swasta diharapkan ikut peduli dan mawas terhadap kondisi Kotabaru saat ini. Hal itu karena dilatarbelakangi gedung bersejarah saat ini yang masih kokoh berdiri, makin sedikit jumlahnya. Herat sebagai jurnalis senior Jogja mengatakan “Tinggal 45 persen kata dinas.”

Saat ini, Kotabaru menjadi cagar budaya kota Yogyakarta, dan termasuk kawasan penyokong Keistimewaan. Bangunan seperti Padmanaba, SMA Bopkri, Gereja Kotabaru, hingga masjid Syuhada pun menjadi bangunan bersejarah yang memiliki nilai historik unik.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti 

Mengenal Skafolding untuk Konstruksi di Jogja

Mengenal Skafolding untuk Konstruksi

jogjakonstruksi.com – Mengenal skafolding untuk konstruksi di Jogja. Skafolding banyak dipakai pada pekerjaan konstruksi ringan hingga berat. Bambu masih banyak digunakan, tapi skafolding lebih diminati dewasa ini. Selain penggunaanya yang memudahkan pekerjaan di ketinggian, memakai skafolding juga lebih aman dan cepat.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Sejarah skafolding (scaffolding) berawal sejak ribuan tahun yang lalu, digunakan dalam konstruksi bangunan besar, seperti piramida di Mesir kuno. Pada masa itu, skafolding terbuat dari bahan alami seperti kayu atau bambu yang digunakan untuk mendukung pekerja dan material bangunan selama proses pembangunan.

Guna skafolding pada konstruksi sangat penting untuk mendukung pekerja dalam melakukan pekerjaan di ketinggian, seperti pembangunan gedung bertingkat atau perbaikan bangunan. Skafolding memberikan akses yang aman dan stabil bagi pekerja, serta ruang untuk menempatkan peralatan dan material. Selain itu, skafolding juga berfungsi untuk memastikan kelancaran dan efisiensi proses konstruksi dengan menyediakan platform yang memungkinkan pekerja bergerak dengan mudah. 

Skafolding memiliki beberapa jenis yang digunakan sesuai dengan kebutuhan proyek konstruksi. skafolding berdiri (frame scaffold), yang sering digunakan untuk pekerjaan di luar ruangan, terdiri dari rangka logam berbentuk kotak atau panel dan platform kerja di atasnya. Jenis ini mudah dipasang dan sangat stabil, meskipun tidak cocok untuk area sempit. Skafolding tiang (tube and clamp scaffold) menggunakan pipa-pipa logam yang disambungkan dengan klamp (kunci), memberikan fleksibilitas untuk berbagai konfigurasi. Ini sering dipakai untuk pekerjaan di tempat yang membutuhkan bentuk skafolding khusus. Selain itu, ada scaffolding modul yang dirancang untuk efisiensi, dengan komponen-komponen yang dapat disusun untuk membentuk berbagai struktur.

Warna skafolding biasanya tergantung pada bahan dan fungsi, seperti warna hijau atau biru yang sering digunakan pada skafolding berbahan baja. Warna hijau biasanya berbahan alumunium sebagai pembeda dengan struktur lainnya dan melindunginya dari korosi atau kerusakan.

Mengenal skafolding untuk konstruksi di jogja sangat penting. Penggunaan skafolding yang tepat dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja. Penggunaan skafolding dan mempercepat penyelesaian proyek, menjadikannya elemen vital dalam proyek konstruksi yang melibatkan struktur tinggi atau sulit dijangkau.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja City Mall Pusat Belanja Penuh Interior Budaya Jawa

Jogja City Mall  Penuh Interior Budaya Jawa

jogjakonstruksi.com – Jogja City Mall pusat belanja penuh interior budaya jawa. JCM singkatan dari Jogja City Mall berlokasikan di Jalan Magelang km 5.8 Sleman. Selesai dibangun pada tahun 2013 dan diresmikan langsung oleh Sultan Hamengku Buwono X. Pemiliknya yang asli Jogja, diharapkan menjadi perubahan sentra belanja di DIY.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

JCM terletak di Kecamatan Mlati, Jalan Magelang km 5.8 berdekatan dengan flyover Jombor yang berada di bagian utaranya. JCM menjadi salah satu di antara sentra belanja yang terletak di dalam ringroad Jogja. Lokasinya yang strategis tidak membuat JCM menjadi kekurangan lahan. Lagi, JCM bersebelahan langsung dengan Sahid Rich Hotel. Dengan luasan 18.975 m² dan total 101.531 m² dengan tujuh lantai, di antaranya L2, L1, UG, GF, LGM, P1, dan P2.

Lahan parkir JCM memiliki daya tampung yang terbilang besar untuk mall di wilayah Jogja dengan kapasitas maksimum kendaraan roda empat sekitar 1200 dan kendaraan roda dua 1300. Saat artikel ini dibuat rerata pengunjung JCM per harinya sekitar 5000 orang. Pengunjung yang konsisten ini didukung oleh tenant-tenant yang berkualias dan event-event yang hadir tidak harinya mulai dari event swasta hingga event resmi milik pemerintah daerah.

JCM didesain dengan mencampurkan arsitektur Romawi dan Jawa. Pada fasad, sangat terasa bila mall ini sangat kental dengan kesan Romawi yang dibawa. Pilar yang besar dan berjumlah tujuh belas ini sangat pas dan sesuai berada di fasad, menambah kesan megah dan mewah. Di sisi lain interior pada JCM mengusung interior jawa tepatnya kekratonan Yogyakarta.

JCM mengusung interior, dengan budaya Jawa Yogyakarta. Di mana menggunakan tegel-tegel kunci dan railing khas kekratonan Yogyakarta. Perpaduan desain ini sangat apik dan proporsional. Fasad dengan arsitektural romawi yang didominan abu-abu dan interior jawa yang mengombinasikan warna abu-abu hijau khas keraton sangat pas.

Desain ini sangat pas untuk warga Jogja yang kental akan masyarakat yang menjunjung tinggi budaya lokal, “Perpaduan modernisasi tapi tidak meninggalkan budaya lokal, bagus!,” jelas Herat, jurnalis senior Yogyakarta saat kami wawancarai. 

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja Ramai Truk Angkut Tabung Raksasa Ternyata Alat Konstruksi

Truk Angkut Tabung Raksasa Ternyata Alat Konstruksi

jogjakosntruksi.com – Jogja ramai truk angkut tabung raksasa ternyata alat konstruksi. Media sosial dan penduduk Jogja digemparkan oleh truk raksasa yang lewat ringroad pada Sabtu malam (15/02/2025), Kejadian ini terekam netizen di bilangan ringroad Jogja, dan diunggah banyak pada media sosial. Faktanya, muatan raksasa truk ini adalah autoclave yang merupakan peralatan konstruksi.

Facebook, Instagram, X, hingga TikTok ramai mengenai berita akan angkutan raksasa truk yang melewati ringroad Jogja. Banyak spekulasi yang terjadi dalam komen netizen pada media sosial. Dari mulai rudal balistik, hingga senjata nuklir. Rekaman salah satu netizen yang diunggah di platform X pada Sabtu malam (15/2/2025) menjadi ramai karena ukuran dari truk dan muatannya yang sangat besar dan panjang yang menyerupai roket. Salah satu netizen dan jurnalis senior Herat mengatakan perlu mengetahui lebih detail dan pengaruhnya pada lalu lintas, “Saya belum tau tapi sudah lihat di Facebook,” kata Herat.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Truk ini bergerak pada malam hari, karena ukuran yang besar membuatnya akan menghambat lalu lintas jika di siang hari. Herat menambahkan, “Malam karena jika siang akan menghambat, lalu lintas,” pungkasnya. Ukuran muatan truk yang mencapai 40 meter ini membuat pergerakan truk menjadi lambat dan harus berhati-hati. Terbutki sampai Minggu pagi (16/2/2025) truk masih berada di Jalan Solo. Muatan raksasa itu ternyata adalah autoclave.

Sebenarnya apa itu autoclave. Autoclave adalah alat untuk mengoven bata ringan atau hebel pada dunia konstruksi. Kondisi material campur yang sudah dicetak kemudian dioven dalam tekanan tertentu. Hebel atau bata ringan adalah material yang kerap digunakan saat ini. Material partisi pengganti bata merah ini dirasa lebih mudah aplikasinya dan menghemat waktu pemasangan dibandingkan dengan bata. Tidak menggunakan semen sebagai perekat, bata ringan menggunakan lem khusus sebagai perekatnya. Selimut dinding atau plester aci pun berbeda, Erik sebagai pelaksana lapangan Doma menjelaskan “Selimut Hebel tidak menggunakan semen, tapi menggunakan mortar,” jelasnya. 

Autoclave sendiri yang diangkut menggunakan truk panjang ini, disinyalir akan dibawa ke Banjarnegara untuk produksi atau fabrikasi bata ringan atau hebel disana. Karena maraknya penggunaan bata ringan atau hebel ini dapat disimpulkan bahwa permintaan pada material ini tinggi karena produksinya pun ditingkatkan. Ibnu sebagai salah satu engineer Doma menjelaskan, “Supply demand, disimpulkan kalau produksi ditambah berarti pasar suka. Penggunaan hebel memang lebih murah dan cepat jika dilihat dari konstruksi modern ini.”

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Apa Itu Semen Portland dan Jenisnya, Jogja Konstruksi

Apa Itu Semen Portland dan Jenisnya

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Nama “Portland” berasal dari kemiripan warna dan kualitasnya dengan batu portland, sebuah batu kapur alami yang ditemukan di Pulau Portland, Inggris.

Jenis-jenis Semen Portland

Semen portland memiliki beberapa jenis berdasarkan standar internasional seperti ASTM C150 dan SNI, yang disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi. Berikut adalah jenis-jenisnya:

  1. Semen Portland Tipe 1 (Ordinary Portland Cement)
    • Digunakan untuk konstruksi umum yang tidak memerlukan sifat khusus, seperti bangunan perumahan, jalan raya, dan trotoar.
    • Tidak cocok untuk lingkungan yang mengandung sulfat/belerang tinggi atau kondisi ekstrim.
  2. Semen Portland Tipe 2 (Moderate Sulfate Resistances)
    • Dirancang untuk ketahanan sedang terhadap sulfat.
    • Cocok untuk konstruksi di lingkungan dengan kandungan sulfat rendah hingga sedang, seperti tanah atau air yang sedikit asam.
  3. Semen Portland Tipe 3 (High Early Strength Cement)
    • Memiliki kekuatan awal yang tinggi, memungkinkan struktur cepat selesai.
    • Biasanya digunakan untuk proyek yang membutuhkan waktu pengerasan cepat, seperti perbaikan darurat.
  4. Semen Portland Tipe 4 (Low Heat of Hydration Cement)
    • Dirancang untuk menghasilkan panas hidrasi rendah.
    • Cocok untuk struktur besar seperti bendungan beton, guna mengurangi risiko retak akibat panas.
  5. Semen Portland Tipe 5 (High Sulfate Resistance Cement)
    • Memiliki ketahanan tinggi terhadap sulfat.
    • Digunakan di lingkungan dengan kandungan sulfat tinggi, seperti air laut atau tanah sulfat.

Varian Khusus Semen Portland Tergantung Jenis Konstruksi

Selain tipe-tipe di atas, ada varian lain yang dikembangkan untuk kebutuhan khusus, seperti:

  • Semen Portland Pozzolan: Dicampur dengan bahan pozzolan (misalnya abu vulkanik) untuk meningkatkan ketahanan kimia dan kekuatan jangka panjang.
  • Semen Portland Komposit: Mengandung bahan tambahan seperti slag atau fly ash untuk mengurangi emisi karbon dan biaya produksi.

Keunggulan Semen Portland

  • Ketersediaan luas di pasaran.
  • Mudah digunakan dalam berbagai jenis proyek konstruksi.
  • Memiliki sifat fisik yang stabil dan daya tahan yang baik.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855