Jogja Konstruksi, Mengenal Teknik Split Level

Mengenal Teknik Split Level

Jogja Konstruksi mengenal teknik split level. Konsep split level semakin populer dalam konstruksi di Yogyakarta, terutama untuk rumah dan bangunan di lahan terbatas atau berkontur. Split level adalah teknik desain yang membagi bangunan menjadi beberapa tingkat. Membagi yang tidak sejajar secara langsung, melainkan dengan perbedaan ketinggian lantai antar ruang. Teknik ini banyak digunakan untuk menciptakan ruang yang lebih dinamis dan efisien. Desain yang cocok digunakan terutama di daerah berbukit seperti di kawasan Kaliurang atau Imogiri.

Selain memberikan kesan lebih luas pada rumah, desain split level juga memungkinkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang lebih baik. Dengan berkembangnya tren arsitektur modern dan kebutuhan akan ruang yang fungsional, split level menjadi solusi inovatif bagi masyarakat Jogja. Desain yang memungkinkan memanfaatkan lahan secara optimal tanpa kehilangan estetika. Namun pada pembangunan pada hunian yang memliki split level rumah memiliki beberpa lantai yang pembagi. Pada lansia desain ini kurang ramah karena memiliki bebrapa anak tangga yang membagi level.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Tim Doma menjelaskan, konsep pembangunan split level menjadi topik utama diskusi di kantor. Tim membahas tantangan teknis dalam konstruksi model ini, terutama dalam hal perencanaan struktur pondasi dan kestabilan bangunan. Salah satu poin penting adalah bagaimana menyesuaikan desain dengan kontur tanah agar bangunan tetap kuat dan efisien tanpa memerlukan banyak pekerjaan pemotongan atau pengurukan lahan.

Selain itu, mereka juga mendiskusikan efisiensi biaya dan material yang diperlukan. Karena split level memiliki perbedaan ketinggian antar ruang, pemilihan material struktur seperti beton bertulang dan dinding penahan tanah menjadi perhatian utama. Sistem drainase juga dibahas untuk mencegah masalah kelembaban atau rembesan air di bagian bawah bangunan.

Di sisi desain, diperlukan arsitek untuk memastikan bahwa rumah split level tetap memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang optimal. Dengan diskusi ini, diharapkan proyek pembangunan split level dapat berjalan lancar, menggabungkan estetika, fungsionalitas, dan kekuatan konstruksi yang maksimal.

Meskipun desain split level memiliki banyak keunggulan, ada beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum menerapkannya. Primernya adalah akses yang kurang ramah untuk lansia dan difabel. Hal ini, karena memiliki banyak perbedaan ketinggian ruangan, desain ini bisa menjadi kurang nyaman bagi lansia, penyandang disabilitas, atau anak kecil yang kesulitan menaiki tangga.

Sekundernya adalah biaya konstruksi lebih mahal. Dibandingkan dengan desain rumah satu atau dua lantai, split level memerlukan pondasi yang lebih kompleks. Tidak hanya itu, sering kali butuh dinding penahan tanah, yang dapat meningkatkan biaya pembangunan. Terakhir, sulit untuk merenovasi atau mengubah Tata Ruang. Hal ini dikarena struktur split level dirancang dengan perbedaan ketinggian antar ruang, menambah atau mengubah tata letak bangunan bisa menjadi lebih sulit dibandingkan rumah dengan lantai yang sejajar.

Meskipun memiliki beberapa kekurangan, rumah split level tetap menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin memanfaatkan lahan berkontur secara maksimal dengan desain yang unik dan fungsional.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855