Perbedaan Tukang Konstruksi Dalam Negeri dan Luar Negeri

Tukang Konstruksi Dalam Negeri dan Dalam Negeri

jogjakonstruksi.com – Perbedaan tukang konstruksi dalam negeri dan luar negeri. Tukang konstruksi, atau tenaga kerja di bidang pembangunan, adalah profesi yang mendunia. Selain di Indonesia, pekerjaan ini juga ada di luar negeri. Profesi seperti mandor tukang, tukang batu, tukang kayu, dan tukang besi sering terdengar dalam proyek konstruksi atau pembangunan. Namun, terdapat perbedaan signifikan antara tukang konstruksi dalam negeri dan luar negeri.

Tenaga kerja konstruksi atau lebih familiar dengan nama tukang merupakan pekerjaan tertua yang ada. Kegiatan membangun bangunan, dan membuat sesuatu patung merupakan sejarah dari tukang batu. Pekerjaan yang didominasi oleh kaum adam ini tersebar ke seluruh penjuru dunia, negara Indonesia merupakan salah satunya. Namun, meskipun sama dalam hal predikat pekerjaan sebagai tenaga konstruksi, tukang dalam negeri dan luar negeri memiliki banyak perbedaan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Perbedaan tukang dalam negeri dan luar negeri yang paling terlihat adalah dari unsur tabiat saat bekerja. Tukang luar negeri sangat mematuhi peraturan dan himbauan tenaga ahli. Sedangkan, mirisnya tukang dalam negeri kita seperti kurang memperhatikan peraturan dan himbauan tenaga ahli di lapangan. Hal ini dapat terlihat dari lokasi pekerjaan yang tidak rapi dan seragam K3 yang disediakan enggan digunakan. Asuransi, tukang luar negeri menggunakan asuransi dengan cover penuh penggunaan K3, sedangkan tukang lokal masih abai dalam asurasi keselamatan ataupun kesehatan kerja.

Sumber: dok. pribadi

Lebih lagi, menurut Erik salah satu tenaga ahli Doma mengatakan bahwa perilaku tukang seperti ini karena sudah menjadi budaya dan kurangnya campur tangan ahli dalam kegiatan K3 sejak dahulu. “Karena memang sejak dahulu perhatian terhadap K3 kurang, dan terbawa sampai saat ini,” jelas Erik.

Perbedaan Tukang Konstruksi

Hirarki tukang di Indoneisa sebenarnya juga cukup menarik, dari atas adalah mandor lalu kepala tukang dilanjutkan oleh tukang dan pembantu tukang. Mandor adalah pemimpin tukang dalam suatu proyek, di bawahnya menyusul kepala tukang yang bertanggung jawab akan pekerjaan satu bahan atau bagian tertentu. Tukang adalah pekerja yang mengerjakan satu bahan atau bagian tertentu, yang material pakainya dilayani oleh pembantu tukang. Hirariki seperti ini cukup baik, namun jika kita berkaca dari tukang luar negeri mereka memakai tukang dengan kompetensinya masing-masing dalam melakukan suatu pekerjaan.

Selain itu, jika kita membahas mengenai kompetensi perbedaan lain yang cukup signifikan adalah taraf pendidikan. Menyedihkan, namun pekerjaan tukang dalam negeri masih dipandang rendah dan memiliki stigma negatif di masyarakat. Mendasar pada hal itu, tukang di Indonesia rata-ratanya adalah pekerja dengan pendidikan di bawah sekolah dasar. Berbeda dengan tukang luar negeri yang sudah memiliki kompetensi khusus dan vokasi yang jelas.

Peran pemerintah dan swasta sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja konstruksi di Indonesia. Erik menjelaskan bahwa jika tukang sudah mendapat kompetensi yang layak, hasil infrastruktur akan menjadi lebih baik di masa depan. “Kita perbaiki dari tenaga (tukang), kalau tenaga ahli sudah sangat banyak yang bagus,” jelas Erik. Pendidikan K3 adalah peranan vital dalam menjaga lingkungan kerja terutama tukang bangunan yang memiliki pekerjaan dengan risiko paling tinggi di Indonesia.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Rumah dengan Konstruksi Kayu di Jogja

Rumah dengan Konstruksi Kayu

jogjakonstruksi.com – Rumah dengan konstruksi kayu di Jogja. Konstruksi dengan bahan kayu di Jogja semakin diminati karena nilai estetika, serta kesan alami yang dihadirkannya dan budaya di Jogja. Rumah dengan bahan kayu sendiri merupakan rumah yang diusung kekratonan Yogyakarta. Konstruksi kayu sendiri unik serta mencitrakan arsitektur Nusantara yang khas khususnya Jawa.

Kayu sebagai bahan utama memiliki keunggulan seperti daya tahan yang baik, kemampuan isolasi termal yang membuat rumah tetap sejuk, serta fleksibilitas dalam desain. Dewasa ini, konstruksi rumah dengan bahan kayu mulai diminati. Selain dari sisi arsitektural kini desain klasik juga menjadi primadona di Indonesia.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Penerapannya di Jogja, banyak rumah kayu saat ini dibangun dengan gaya tradisional seperti rumah Joglo kekratonan. Memiliki kekhasan dengan tiang-tiang besar dan atap limasan, atau rumah panggung yang mengadaptasi kearifan lokal dalam menghadapi kondisi lingkungan. Selain itu, penggunaan kayu dalam konstruksi rumah juga lebih ramah lingkungan jika didukung dengan pemilihan bahan dari sumber yang berkelanjutan. Herat sebagai salah satu masyarakat Jogja yang memiliki rumah dengan konstruksi kayu mengatakan senang dengan rumah kayu yang dimilikinya karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang diadopsi dari Kekrtatonan Yogyakarta, “(Rumah kayu) bagus historis dan mengadopsi dari kraton,” tambahnya.

sumber: facebook.com/Rumah Idaman

Rumah dengan konstruksi kayu di Jogja. Banyak pengrajin dan kontraktor lokal di Jogja yang memiliki keahlian dalam membangun rumah kayu. Baik dengan desain klasik maupun modern yang lebih minimalis. Rizky tim Doma menjelaskan bahwa kayu memerlukan perawatan khusus untuk mencegah serangan rayap dan kelembaban berlebih. Hal ini dapat menjadi yang dapat merusak struktur kayu di rumah. Dengan perencanaan yang matang serta pemilihan jenis kayu berkualitas seperti jati, ulin, atau merbau, rumah kayu di Jogja dapat menjadi pilihan hunian yang nyaman, unik, dan bernilai tinggi dalam jangka panjang, “Harus diperhatikan mengenai perawatan dan pemilihan kualitas dan macam kayu dengan grade terbaik, mengingat Jogja merupakan daerah tropi,” jelasnya.

Konstruksi Kayu di Jogja

Rumah kayu memiliki arsitektur yang sangat unik dan indah. Rumah kayu cenderung memiliki warna alami dan dominan warna kayu matang yang menyejukkan. Erik tenaga ahli Doma menjelaskan, estetika rumah kayu tidak terbatas tergantung bagaimana sang arsitek mengolah desain rumah kayu tersebut. Klasik sampai modern kayu dapat fleksible diterapkan pada desain tersebut. “Bahan kayu dapat digunakan dengan konsep desain apa saja bagaimana tergantung pemilihan tata ruang dan layoutnya,” pungkasnya.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Bangun Hemat Desain dan Konstruksi Rumah Tumbuh di Jogja

Bangun Hemat Desain dan Konstruksi Rumah Tumbuh

jogjakonstruksi.com – Bangun hemat desain dan konstruksi rumah tumbuh di Jogja. Membangun rumah dengan metode rumah tumbuh adalah solusi paling hemat untuk saat ini. Dengan membangun rumah secara bertahap sesuai kebutuhan pemilik rumah, metode rumah tumbuh cocok diterapkan di Jogja, terutama di kawasan sub urban. 

Metode rumah tumbuh menjadi solusi paling murah saat ini karena memungkinkan pembangunan rumah secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan finansial pemiliknya. Metode ini, dapat membangun rumah dalam tahap awal yang sederhana dan fungsional. Kemudian, menambah ruang atau lantai seiring dengan bertambahnya anggota keluarga atau peningkatan kondisi ekonomi.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Metode rumah tumbuh mengurangi beban biaya besar di awal dan memungkinkan alokasi dana secara lebih fleksibel. Selain itu, rumah tumbuh juga memberikan kebebasan dalam desain, sehingga pemilik dapat menyesuaikan pembangunan dengan preferensi dan gaya hidup mereka. Dengan biaya yang lebih terjangkau dan fleksibilitas dalam perencanaan, rumah tumbuh menjadi pilihan ideal. Pembangunan ini cocok bagi mereka yang ingin memiliki hunian sendiri tanpa tekanan finansial yang besar.

sumber: rumah123.com/Istimewa

Dari segi arsitektur, rumah tumbuh dapat dirancang dengan struktur yang memungkinkan perluasan vertikal maupun horizontal tanpa mengganggu fungsi utama bangunan. Selain itu, pemilihan material dan desain dapat disesuaikan agar tetap estetis dan efisien dalam biaya. Dengan pendekatan ini, rumah tumbuh tidak hanya menjadi solusi ekonomis tetapi juga mencerminkan karakter dan kebutuhan spesifik penghuninya.

Rumah Tumbuh di Jogja

Rumah tumbuh di Jogja menjadi solusi hunian yang fleksibel dan terjangkau, terutama bagi keluarga muda dan pekerja dengan anggaran terbatas. Dengan harga tanah yang terus meroket, metode ini memungkinkan membangun secara bertahap sesuai dengan kemampuan finansial dan kebutuhan yang berkembang. Di Jogja, banyak arsitek dan kontraktor seperti Doma mulai menawarkan desain rumah tumbuh yang adaptif. Mengutamakan sirkulasi udara yang baik, penggunaan material lokal, serta kemudahan dalam ekspansi vertikal maupun horizontal merupakan unsur utama rumah tumbuh. Erik mengatakan rumah tumbuh adalah opsi terbaik untuk masyarakat Jogja untuk saat ini. “Rumah tumbuh cocok untuk masyarakat Jogja di 2025 ini, kita juga sering bangun,” pungkasnya.

Selain itu, budaya dan lingkungan Jogja yang kental dengan nilai kebersamaan juga mempengaruhi desain rumah tumbuh, di mana ruang-ruang komunal tetap diperhatikan dalam pengembangannya. Dengan konsep ini, rumah tumbuh menjadi pilihan ideal bagi masyarakat Jogja yang ingin memiliki hunian fungsional tanpa harus mengeluarkan biaya besar sekaligus.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan Rumah di Jogja

Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan

jogjakosntruksi.com – Konstruksi tinggi anak tangga pengaruhi kenyamanan rumah di Jogja. Bangunan bertingkat memiliki konstruksi tangga untuk mencapai lantai atas. Konstruksi tangga saat ini beragam, mulai dari beton, besi, kayu, hingga kaca. Kenyamanan anak tangga merupakan tugas penting arsitek, ketinggian dan jumlah anak tangga ergonomis menjadi penting dalam desain. Jogja sendiri sebagai kota budaya memiliki beberapa desain khas jawa untuk diadaptasi sebagai desain tangga ergonomis dan kaya nilai budaya.

Kenyamanan rumah tidak hanya ditentukan oleh tata letak dan desain interior, tetapi juga oleh detail teknis seperti tinggi anak tangga. Di Jogja, banyak rumah menggunakan tangga untuk menghubungkan lantai satu dengan lantai dua atau lebih. Jika tinggi anak tangga tidak sesuai dengan standar ergonomis, penghuni bisa merasa cepat lelah saat naik turun tangga, bahkan berisiko mengalami cedera.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Tinggi ideal anak tangga orang jogja atau asia umumnya berkisar antara 15–18 cm. Jika lebih tinggi dari itu, penghuni akan merasa lebih sulit melangkah, terutama anak-anak dan lansia. Sebaliknya, jika terlalu rendah, tangga akan terasa kurang efisien karena jumlah anak tangga bertambah, sehingga lebih melelahkan. Oleh karena itu, konstruksi tangga harus memperhatikan keseimbangan antara tinggi dan kedalaman anak tangga agar nyaman digunakan oleh seluruh anggota keluarga.

Konstruksi Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan Rumah di Jogja

Di Jogja, banyak rumah mengadopsi desain tradisional maupun modern yang memiliki perbedaan dalam konstruksi tangga. Rumah-rumah tradisional Jawa, misalnya, cenderung memiliki tangga dengan anak tangga yang lebih landai untuk memberikan kenyamanan lebih. Sementara itu, rumah-rumah modern sering kali memiliki desain tangga yang lebih curam karena keterbatasan ruang. Pemilik rumah perlu mempertimbangkan faktor ini agar tetap mendapatkan desain yang fungsional tanpa mengorbankan kenyamanan.

Selain tinggi anak tangga, material yang digunakan juga berperan penting dalam kenyamanan dan keamanan penghuni. Material seperti kayu memberikan kesan hangat dan tidak licin, sementara keramik atau marmer lebih elegan tetapi bisa menjadi licin jika terkena air. Oleh karena itu, pemilihan material harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keamanan penghuni rumah. Disarankan menggunakan material kesat seperti kayu atau keramik unpolished. Titis menjelaskan “Karena fungsinya sebagai sirkulasi vertikal lebih baik pakai yang tidak licin,” jelasnya.

Secara keseluruhan, tinggi anak tangga yang ideal dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam rumah. Pemilik rumah di Jogja disarankan untuk mempertimbangkan aspek ergonomis ini saat merancang atau merenovasi tangga agar penghuni dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman. Dengan perencanaan yang baik, tangga tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar lantai, tetapi juga menjadi elemen desain yang mendukung kenyamanan rumah secara keseluruhan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Mitigasi Gempa Jogja Dalam Dunia Konstruksi

Mitigasi Gempa Jogja

jogjakonstruksi.com – Mitigasi gempa Jogja dalam dunia konstruksi. Gempa adalah bencana alam yang hingga saat ini tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Indonesia adalah negara kepulauan yang berada di ring of fire, yang akrab dengan gempa vulkanik dan tektonik. Mitigasi gempa terkait dengan konstruksi  sangat dibutuhkan, apalagi di Jogja yang sudah beberapa kali mengalami gempa tektonik sampai vulkanik.

Mitigasi adalah langkah yang dilakukan sebelum bencana terjadi. Gempa bumi adalah salah satu bencana yang tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Yogyakarta adalah daerah yang kerap terjadi gempa bumi. Misalnya gempa yang mengguncang Yogyakarta pada 2006 yang pada saat itu menjadi headline nasional dalam beberapa pekan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Gempa bumi dibagi menjadi beberapa jenis. Paling umum adalah gempa tektonik dan vulkanik. Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi karena patahan atau pergeseran lempeng bumi, sedangkan gempa vulkanik adalah gempa yang dihasilkan dari aktifitas ataupun letusan gunung berapi. Keduanya merupakan bencana yang tidak bisa diprediksi. Gempa vulkanik memungkinkan untuk bisa dideteksi, namun pada kenyataannya gempa vulkanik juga sulit dideteksi, tetapi dapat diperkirakan seiring dengan aktifitas gunung berapi tersebut. 

Mitigasi gempa terhadap konstruksi adalah bagaimana mengantisipasi, menanggulangi, dan mengurangi dampak dari efek gempa yang menimpa konstruksi. Tim Doma, yaitu Erik, menjelaskan bahwam memang rumah dapat menanggung beban gempa sesuai dengan hitungan struktur yang sudah ada, “Rumah yang ambruk akibat gempa tidak langsung ambruk, ada beberapa saat untuk terjadi kegagalan struktur,” jelas Erik.

Mitigasi Gempa Jogja Dalam Dunia Konstruksi

Selain pentingnya mitigasi, penting juga untuk menghitung struktur bangunan yang akan dibangun karena dengan adanya hitungan struktur rumah akan menjadi lebih aman. Hitungan struktur saat ini sangat digunakan guna kepentingan PGB. Tim Doma, Rycko menjelaskan untuk kebutuhan data PBG selain detail gambar juga dibutuhkan hitungan struktur dari SAP dengan perhitungan lengkap, “Hitungan SAP harus ada untuk kebutuhan PBG di Jogja,” paparnya.

Mitigasi dan kesadaran publik akan adanya bencana alam dan keselamatan pada saat terjadinya bencana merupakan hal yang mutlak. Masyarakat, pemerintah, dan swasta harus saling mendukung satu sama lain. Kerjasama yang apik, dapat menigkatkan awas masyarakat dan tingkat edukasi terhadap pentingnya keselamatan nyawa saat terjadinya bencana alam. Lebih, akan mengurangi signifikan korban jiwa akibat bencana alam dan kegagalan konstruksi bangunan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Lift Cor Percepat Pekerjaan Dak Jogja

Lift Cor Percepat Pekerjaan Dak

jogjakonstruksi.com – Konstruksi lift cor percepat pekerjaan dak Jogja. Pekerjaan dak adalah pekerjaan yang memutuhkan tenaga dan material yang besar. Pekerjaannya yang harus monolit mengharuskan pekerjaan plat lantai atau dak selesai dalam satu kali pekerjaan. Masyarakat Indonesia kadang masih memakai cor manual untuk dak atau plat lantai. Melakukan pekerjaan plat lantai secara terpisah dapat membuat tidak monolitnya dak dan dapat memicu kegagalan konstruksi di masa depan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Urbanisasi atau perpindahan penduduk untuk meninggali daerah urban maupun sub-urban di Yogyakarta sangat pesat. Yogyakarta adalah kota dengan pertumbuhan penduduk yang cepat tidak hanya dari pendatang atau pelajar namun juga dari masyarakatnya sendiri. Hal tersebut selaras dan diiringi dengan pertumbuhan hunian yang semakin pesat. Tidak hanya hunian rumah, namun juga pembangunan kos-kosan ataupun kamar sewa semakin tinggi, apalagi di daerah seputar kampus atau sekolah.

sumber: jogjakonstruksi.com

Pembangunan yang pesat ini mendorong percepatan pembangunan pada kategori di atas. Salah satu hal yang mungkin bisa dipercepat adalah metode pengecoran. Readymix adalah salah satu motode pengecoran yang sangat cepat. Namun, penggunaan readymix dirasa masih mahal dan aksesnya yang kemungkinan sulit jika dilakukan di tempat yang tidak bisa diakses oleh moda readymix. Salah satu solusi pengecoran lainnya adalah lift cor.

Sebenarnya apa itu lift cor? lift cor adalah metode yang digunakan untuk melakukan pengecoran dengan menggunakan alat berupa crane, bak, dan rail untuk menaikan beton pada lantai yang diinginkan. Pengunaan lift cor dirasa lebih cepat saat mendistribusikan beton dan menjaga kelecakannya. Titis selaku pelaksana Doma mengatakan bahwa penggunaan lift cor bisa menghemat waktu 30% pada saat melakukan pengecoran, “Lebih cepat dan menghemat biaya,” jelas Titis.

Meskipun banyak keuntungan yang ditawarkan, namun lift cor memiliki beberapa kekurangan di antaranya adalah, lift cor harus menggunakan operator profesional dan perangkaian alat yang cukup memakan waktu. Namun, waktu tersebut sangat tidak sebanding jika dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyusun tangga dan penyangga bambu untuk cor manual.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Pasar Ngasem Jogja Arsitektur Konstruksi dan Sejarahnya

Pasar Ngasem Jogja Ramai Dikunjungi

jogjakonstruksi.com – Pasar Ngasem jogja arsitektur, konstruksi, dan sejarahnya. Pasar Ngasem awalnya adalah pasar yang menjual satwa khususnya burung. Saat ini gunanya dialihkan sebagai pasar dengan banyaknya penjual jajanan pagi dan tujuan sarapan bagi pengunjung Jogja. Pasar yang berada di Jeron Beteng ini telah mengalami banyak ubahan konstruksi.

Terletak di jalan Polowijan No. 11 Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasar ini sudah dibangun bersamaan dengan Tamansari pada saat penjajahan Belanda. Berdiri sejak tahun 1960, dua abad lebih, pasa ini mampu memutarkan ekonomi sekitar Jeron Beteng.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Pasar Ngasem berdiri di atas tanggul air Istana Tamansari. Pada tahun 2007 terdapat ratusan pedagang yang riuh menjual burung peliharaan. Merpati, tekukur, dan burung kicau lainnya. Pasar Ngasem mahsyur akan pasar yang menyediakan berbagai satwa kicau di Jogja pada tahun 2000-an awal.

sumber: dok. istimewa

Memaknai arsitektur dan konstruksinya dapat disimpulkan bahwa pasar ini dibangun untuk mendukung objek wisata Tamansari. Di antaranya adalah memberikan akses mudah bagi pengunjung ke Tamansari, terletak dengan jalur transportasi kota, jalur wisata Keraton, sehingga dapat memanfaatkan jalur sirkulasi yang ada untuk pengendalian sistem sirkulasi.

Arsitektur Konstruksi Pasar Ngasem

Pasar Ngasem tidak menimbulkan dampak negatif terhadap bangunan-bangunan di sekitarnya termasuk tujuan utama objek wisata. Tim Doma yaitu, Ibnu menjelaskan bahwa keberadaan pasar ini sebagai penunjang objek wisata di sekitarnya, “Pasar Ngasem menjadi penunjang Tamansari dan Keraton,” jelasnya. Ibnu menambahkan, dengan sejarah seperti itu memberikan ciri yang dikaitkan dengan adanya suatu kegiatan perdagangan burung yang jadi tonggak sejarah adanya kegiatan jual beli khusus burung juga menjadi cermin karakter dari kegiatan pada masa itu.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasar Ngasem yang lekat dengan kriteria pemanfaatan potensi lingkungan Tamansari di wilayah kecamatan Keraton Yogyakarta dapat berfugsi sebagai pendukung obyek wisata. Sehingga menurut Ibnu harus dikonservasi seperti saat ini, dengan memperluas area dan merubah fungsinya karena pasar hewan saat ini sudah direlokasi ke Pasti di Jalan Bantul. “Sekarang sudah menjadi tujuan wisata sarapan, pasar burung sudah pindah ke Pasti,” jelas Ibnu.

GAPEKSINDO Sukses Gelar Workshop Pengenaan Sanksi SBU

Workshop Pengenaan Sanksi SBU

jogjakonstruksi.com – GAPEKSINDO sukses gelar workshop pengenaan sanksi SBU. DPD GAPEKSINDO Prov. D.I. Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas penyedia jasa konstruksi mulai dari SBU, PANCEK KPK, DAN SIMPK pada 18 Januari 2025. Workshop pertama menghadirkan pembicara Ir. Fitri Hadiprabowo sebagai praktisi jasa konstruksi, yang mempresentasikan mengenai pengenaan sanksi administratif SBU dan LSBU.

Workshop ini terbagi menjadi tiga bagian bahasan utama yakni, Pengenaan Sanksi Administrasi SBU, PANCEK KPK, dan SIMPK. Pada Selasa, 18 Februari 2025 yang bertempat di ruang meeting Citra Cakra, The Malioboro Hotel. Ir. Fitri memberikan paparan mengenai mekanisme perpanjangan dan pengenaan sanksi keterlambatan perpanjangan. Pemaparan yang diikuti oleh berbagai pertanyaan ini memberikan wawasan luas kepada seluruh penyedia jasa konstruksi di DIY mengenai detail mekanisme perpanjangan dan sanksi SBU. Paparan ini mendapat respon positif dari semua peserta yang sebagian besar berasar dari kalangan penyedia jasa konstruksi di DIY.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Perpanjangan SBU dan sanksi ini sangat penting karena banyak sertifikat badan usaha yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pada PP No. 6 Tahun 2021 dan PP No. 14 tahun 2021 terkait adanya rangkap jabatan pada badan usaha untuk tenaga kerja tetap yang tidak dilaporkan penggantinya dan terlambat melakukan pemenuhan persyaratan minimal jumlah peralatan utama serta Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) seperti yang dikutip pada putusan menteri PUPR BK. 10-Mn/75 pada 1 Februari 2024.

Pembicara pada sesi pertama, Ir. Fitri menekankan bahwa hal ini sangat penting untuk dipahami dan diterapkan kepada seluruh penyedia jasa konstruksi di DIY. Legalitas dan administrasi merupakan aspek fundamental dalam penegakan hukum dan kekuatan hukum proyek, “Legalitas sangat penting untuk dipahami semua penyedia jasa konstruksi atau kontraktor,” jelasnya.

Gapeksindo berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman secara mendasar di sektor konstruksi di DIY. Dengan terselenggaranya workshop ini diharapkan standar mengenai legalitas dan yang berkaitan dengan LSBU semakin meningkat.

Salah satu peserta dari Doma yaitu Agus Pomo Wicaksono, S.T. mengatakan bahwa kegiatan semacam ini harus terus dilakukan agar semua perusahaan mendapat pemahaman yang detail dan terintegritas, “Harus ada lagi agar semua perusahaan termasuk Doma menjadi sadar akan pentingnya legalitas,” pungkasnya.

Doma sebagai salah satu penyedia jasa konstruksi di DIY berkomitmen akan mengikuti semua peraturan dan perundang-undangan yang ada. Peraturan dan legalitas merukapakan hal yang baik dan termasuk bentuk menaati hukum di Indonesia. Agus Pomo selaku Direktur Doma menegaskan agar selalu berpartisipasi dalam workshop ataupun sosialisasi serupa di masa depan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Bekali Kontraktor Jogja GAPEKSINDO Beri Workshop PANCEK KPK dan SIMPK

GAPEKSINDO Adakan Workshop PANCEK KPK dan SIMPK

jogjakonstruksi.com – Bekali kontraktor Jogja GAPEKSINDO beri workshop PANCEK KPK dan SIMPK. DPD GAPEKSINDO Prov. D.I. Yogyakarta menunjukan kembali dedikasi dan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dan kapabilitas kepada penyedia jasa konstruksi atau kontraktor di wilayah DIY. Dengan mengadakan workshop dan sosialisasi bertema “Workshop dan Sosialisasi Pengenaan Sanksi SBU, PANCEK KPK, DAN SIMPK” pada tanggal 18 Januari 2025. Dalam workshop kedua ini mengenai Panduan Cegah Korupsi (Pancek) KPK dan SIMPK (Sistem Informasi Material dan Peralatan Konstruksi). Menghadirkan Pembicara Roro Wide Sulistyowati sebagai Kasatgas Direktorat Antikorupsi Badan Usaha Kedeputian Pencegahan & Monitoring KPK. Sesi kedua dengan Yudha Kurniawan, S.T. sebagai praktisi jasa konstruksi.

Workshop ini terbagi menjadi tiga bagian bahasan utama yakni, Pengenaan Sanksi Administrasi SBU, PANCEK KPK, dan SIMPK. Pada Selasa, 18 Februari 2025 yang bertempat di ruang meeting Citra Cakra, The Malioboro Hotel memberikan paparan mengenai panduan pencegahan korupsi sebagai instrumen sistem manajemen anti penyuapan. Kemudian, Yudha Kurniawan, S.T. memberikan pemaparan mengenai sistem informasi material peralatan konstruksi.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Pemaparan yang diikuti oleh berbagai penyedia jasa konstruksi di D.I. Yogyakarta ini diharapkan memberikan pemahaman secara menyeluruh kepada penyedia jasa konstruksi di DIY mengenai detail PANCEK KPK dan Sistem Informasi material peralatan konstruksi. Paparan ini mendapat respon positif dari semua peserta, yang ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan kepada kedua narasumber. PANCEK KPK yang bertujuan untuk mencegah penyuapan, digitalisasi cegah korupsi dalam dunia konstruksi, dan evaluasi berikut pelaksanaannya, “Pemaparan semacam ini sangat penting untuk diketahui semua elemen khususnya yang bersinggungan langsung dengan pengadaan barang dan jasa di DIY,” jelas Roro Wide Sulistyowati dalam akhir pemaparannya.

Menyambung Pancek KPK disusul oleh, SIMPK yang disampaikan oleh Yudha Kurniawan, S.T. yang memberikan penekanan kepada mekanisme pengenaan sanksi administratif. Pemaparan kedua ini diharapkan mampu menjadikan penyedia jasa konstruksi di DIY dapat menyesuaikan proses bisnis pencatatan sumber daya peralatan dalam mendukung pengadaan barang atau jasa konstruksi di Kementerian Pekerjaan Umum. Yudha menjelaskan, “Mulai dari keputusan pemerintah, pelaksanaan hingga sanksi administrasi harus diketahui semua anggota GAPEKSINDO,” 

Bekali Kontraktor Jogja GAPEKSINDO Beri Workshop PANCEK KPK dan SIMPK

GAPEKSINDO berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan positif semacam ini di masa depan guna meningkatkan literasi dan pemahaman penyedia jasa konstruksi dan peserta pengadaan barang dan jasa DIY. Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan pemahaman PANCEK dan SIMPK dapat dipahami lebih mendetai oleh para peserta. Salah satu anggota aktif GAPEKSINDO sekaligus pesertad dari Doma ataua jogja konstruksi yaitu Agus Pomo Wicaksono, S.T. mengatakan bahwa kegiatan sangat bagus dan dapat meningkatkan pemahaman akan peraturan terbaru dari pemerintah, serta meningkatkan silaturahim antar penyedia jasa konstruksi di DIY. “Bagus dan jelas, saya jadi paham alur dan apa yang menjadi aturan pemerintah terbaru untuk penyedia jasa konstruksi.” jelasnya.

Doma sebagai salah satu penyedia jasa konstruksi di DIY berkomitmen akan mengikuti semua peraturan dan perundang-undangan yang ada. Peraturan dan legalitas merupakan hal yang wajib diikuti dan termasuk menaati hukum yang berlaku di Indonesia. Agus Pomo selaku Direktur Doma menegaskan untuk selalu berpartisipasi dalam workshop ataupun sosialisasi serupa di masa depan. “Bentuk mengikuti apa yang tertuang di peraturan pemerintahan dan bentuk menjadi warga negara yang baik.” tambahnya.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Masjid Syuhada Kotabaru, Masuknya Islam di Kotabaru Jogja

Masjid Syuhada Kotabaru, Masuknya Islam di Kotabaru

jogjakonstruksi.com – Masjid Syuhada Kotabaru, masuknya Islam di Kotabaru Jogja. Masjid Syuhada adalah masjid yang berada di Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Saat in Masjid Syuhada menjadi bangunan warisan budaya dan cagar budaya. Bangunan Masjid ini menjadi simbol masuknya agama Islam dan sejarah di Kotabaru setelah kemerdekaan Indonesia.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Masjid Syuhada dibangun pada 1 Muharam 132H atau pada tanggal 20 September 1952. Dibangun dengan lokasi yang sangat strategis di Jalan I Dewa Nyoman Oka No. 13 Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta. 

Masjid Syuhada saat ini dijadikan bangunan warisan budaya dan cagar budaya yang ditetapkan oleh Gubernur DIY dalam Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 62 Tahun 2013 tentang pelestarian Cagar Budaya dan warisan budaya adalah benda, bangunan, struktur, situs yang perlu dilestarikan keberadaaanya.

Sejarah Masjid Syuhada merupakan tolak ukur masuknya Islam di Kotabaru, setelah elit Belanda pergi dan pendudukan Jepang berhasil diusir rakyat mulai menduduki penuh Kotabaru. Pertempuran Kotabaru yang membuat gugurnya 32 pahlawan pada saat itu, menjadi simbol terbentuknya nama Syuhada. Masjid Syuhada adalah nama yang didasari dari Syahid di mana untuk mengenang jasa pahlawan yang sudah berhasil merebut kembali Kotabaru. Herat sebagai jurnalis senior Jogja berkomentar bahwa Masjid Syuhada memang jadi simbol masuknya Islam di wilayah Kotabaru, “Syuhada adalah pintu masuk islam dan nasionalisme di Kotabaru,” jelasnya.

Presiden Soekarno adalah penggagas sekaligus pemrakarsa yang mendukung pembangunan masjid Syuhada bersama Pakualam VII pada tahun 1952 silam. Masjid ini dibangun dengan tujuan untuk memasukan agama Islam di Kotabaru yang saat itu hanya ada gereja kristen dan katolik. Hingga akhirnya

Masjid Syuhada merupakan bangunan masjid bergaya modern pertama yang dibangun di Yogyakarta. Bangunan masjid ini dibangun dengan arsitek Belanda yang bernama Ir. R Feenstra yang berasal dari N.V Associatie di Djakarta. Herat sebagai jurnalis senior di Jogja mengatakan bahwa kepala pembangunan Masjid Syuhada adalah orang Jogja, “Kepala pekerja Masjid Syuhada pada rilis resmi di data resmi adalah Supono,” tambahnya saat kami lakukan interview di kediamannya di Ngabean.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855