Jangan Buang Sembarangan Ada Bank Sampah
jogjakonstruksi.com – Sampah menumpuk di Teras Malioboro jangan buang sembarangan ada bank sampah. Masyarakat Jogja beberapa waktu terakhir kerap menjumpai masalah terkait sampah. Bukan sampah Masyarakat dalam arti harfiah, namun sampah sesungguhnya. Terakhir terakam gawai netizen ada tumpukan sampah di teras dua Malioboro. Masalah sampah tentunya membuat masyarakat Jogja cukup menggelengkan kepala. Masalah serupa terjadi tahun lalu yakni, tutupnya TPA piyungan karena sudah overload. kini, ada Bank Sampah yang merupakan solusi cerdas pemerintah berkolaborasi dengan masyarakat guna menyudahi masalah ini.
Masyarakat Jogja khususnya kini dihadapkan dengan masalah mengenai sampah. Sederhana namun sulit diatasi jelas Herat ketika mendengar isu ini “Masalah sampah memang sudah ada sejak dahulu, dan sampai saat ini belum ada solusi pintas, susah susah gampang.” jelasnya. Sampah yang diproduksi masyarakat Jogja perhari disinyalir mencapai 600 Ton. Masalah tersebut menjadi semakin keruh kendati tempat pembuangan akhir atau TPA di Piyungan sudah setahun ini tutup.
Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House
Tempat pembuangan akhir di Piyungan sudah melebihi kapasitasnya dan resmi dinayatakan tutup pada Mei 2024 silam. TPA Piyungan adalah tempat pembuangan akhir untuk wilayah Jogja Kota, Sleman, dan Bantul (Kartamantul) dengan output terakumulasi diperkirakan mencapai 600 ton perhari. TPA ini sudah overload sejak 2012 lalu namun tetap dipaksakan beroprasi sampai 2024 silam. Herat sebagai masyarakat Jogja menceritakan mengenai TPA Piyungan yang dipaksa beroprasi meski overload. “Sudah over sejak 2012 beritanya seperti itu, namun sampai 2024 masih dipaksa.” tambahnya.

Sampah menumpuk di Teras Malioboro jangan buang sembarangan ada bank sampah. Tutupnya TPA di Piyungan diikuti dengan berbagai masalah sampah yang timbul di Jogja, Sleman, dan Bantul. Baru-baru ini terdapat tumpukan sampah yang terekam smartphone netizen di bilangan Malioboro Yogyakarta (17/2/2025) yang membuat gempar warga net. Hal serupa juga banyak terjadi di kecamatan-kecamatan lain seperti di Mlati dan sekitarnya.’
Solusi dari Pemerintah dan pengamat lingkungan adalah dengan membuat bank sampah pada masing-masing RW di Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul. Bank sampah adalah solusi panjang untuk sekaligus mengedukasi masyarakat untuk mengolah sampah. Ibnu salah satu pengelola bank sampah di kota yogyakarta berpendapat bahwa program ini menguntungkan banyak pihak, “Bank sampah di sini selain distribusi juga untuk pengolahan limbah,” jelasnya.
pemilahan sampah organik dan anorganik yang dimaksud adalah dengan memisahkan sampah yang bisa didaur ulang dan tidak bisa didaur ulang
Solusi ini terbukti efektif, karena pada 2023 dan 2024 Kecamatan Wirobrajan dapat mengurangi jumlah sampah anorganiknya. Bank Sampah sudah dimulai sejak 2022 “keaktifan masyarakat juga dibutuhkan untuk memilah sampahnya sendiri.” jelas Ibnu. Permasalahan sampah di Yogyakarta juga dipengaruhi dari aspek masyarakatnya. Kesadaran Masyarakat akan pengolahan sampah mandiri dan mengurangi produksi sampah juga penting.
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Sanditha Setya Wisaksanti



