Jogja Konstruksi, Memilih Keramik Untuk Tangga Memang Ada Bedanya?

Memilih Keramik Untuk Tangga

Jogja Konstruksi, memilih keramik untuk tangga memang ada bedanya? Tim Doma telah banyak membangun rumah di Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak hanya bangunan individu tetapi juga bangunan publik. Tangga sebagai elemen penting dalam rumah atau bangunan tingkat memiliki peran vital. Membangun tangga di luar atau dlam memiliki beberpa penyesuaian mulai dari elevasi hingga pilihan keramik atau lantainya. Pemilihan keramik untuk tangga merupakan aspek penting dalam desain dan keamanan bangunan. Tangga adalah salah satu elemen yang sering digunakan, sehingga material keramik yang dipilih harus memenuhi kriteria estetika, fungsionalitas, dan keselamatan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Kriteria pemilihan keramik untuk tangga, mengutamakan keamanan seperti anti slip. Pilih keramik yang memiliki permukaan kasar atau bertekstur untuk mencegah risiko tergelincir, terutama jika tangga sering terkena air. Pomo menjelaskan “Gunakan keramik bertekstur atau dengan finishing matte untuk area tangga luar atau basah.” Pastikan juga keramik memiliki ketahanan yang cukup untuk menahan beban berat dan lalu lintas tinggi. Pilih keramik dengan kekuatan tinggi, seperti yang memiliki spesifikasi PEI (Porcelain Enamel Institute) rating tinggi. lanjut, Pomo “Untuk tangga dengan lalu lintas tinggi, gunakan keramik berdaya tahan tinggi seperti jenis porselen.”

Keramik Untuk Tangga Memang Ada Bedanya?

Tim Doma sendiri banyak melakukan pekerjaan konstruksi tangga yang melibatkan desain arsitektural modern maupun kontemporer. Praktis ini melibatkan ukuran dan corak atau warna pemakaian lantai yang beragam. Ukuran Keramik. Pomo menegaskan “Gunakan keramik 30×60 cm untuk tangga lebar agar tampilan lebih elegan dan tidak terlalu banyak sambungan.” Pilih ukuran keramik yang sesuai dengan dimensi anak tangga dan bordes agar pemasangan lebih rapi dan meminimalkan potongan keramik. Pilih warna dan pola keramik yang sesuai dengan tema atau desain interior ruangan. Warna netral atau motif kayu sering digunakan untuk menciptakan kesan hangat dan alami. Pomo melanjutkan “Tangga rumah modern biasanya menggunakan keramik berwarna abu-abu atau dengan motif batu alam.”

Jogja Konstruksi, memilih keramik untuk tangga memang ada bedanya? Menjawab itu, memilih keramik untuk tangga harus mempertimbangkan aspek keamanan, daya tahan, dan estetika. Pilih keramik yang sesuai dengan kebutuhan penggunaan dan tambahkan elemen keamanan seperti step nosing untuk hasil yang optimal. “Dengan pemilihan yang tepat, tangga tidak hanya fungsional tetapi juga menjadi elemen estetis dalam desain bangunan.” lugas Pomo.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja Konstruksi, Apa Manajemen Kontruksi dan Pentingnya?

Apa Manajemen Kontruksi dan Pentingnya?

Jogja Konstruksi, apa manajemen kontruksi dan pentingnya. Manajemen konstruksi adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian proyek konstruksi. Bertujuan agar selesai sesuai waktu, anggaran, dan kualitas yang diinginkan. Manajemen ini melibatkan banyak pihak, seperti pemilik proyek, kontraktor, subkontraktor, arsitek, dan insinyur, serta mencakup berbagai aspek teknis dan administratif.

Perusahaan konstruksi seperti Doma sangat mengedepankan efisiensi. Efisiensi yang dimaksud adalah dengan menerapkan dan memastikan manajemen konstruksi yang tepat. Manajemen konstruksi selalu diutamakan Tim Doma. K3 sampai dokumen pendukung lain adalah unsur penting manajemen konstruksi.

Lagi menkon atau manajemen konstruksi adalah disiplin ilmu yang bertujuan untuk mengelola seluruh proses proyek konstruksi, dari perencanaan awal hingga penyelesaian. Fokus utama adalah untuk menyelesaikan proyek tepat waktu, sesuai anggaran, dan dengan kualitas yang diharapkan.

Ahli manajemen konstruksi harus memiliki kemampuan untuk merencanakan, mengorganisasi, melaksanakan, dan mengendalikan berbagai aspek proyek, termasuk waktu, biaya, kualitas, sumber daya, risiko, dan keselamatan kerja. Dengan memanfaatkan teknologi modern seperti Building Information Modeling (BIM) dan software manajemen proyek, para profesional di bidang ini dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, sekaligus meminimalkan risiko serta dampak lingkungan. Keberhasilan dalam manajemen konstruksi tidak hanya diukur dari penyelesaian tepat waktu dan sesuai anggaran, tetapi juga dari terciptanya hasil yang memenuhi standar mutu, memberikan manfaat jangka panjang, dan berkontribusi positif bagi masyarakat serta lingkungan. Titis menjelaskan “Menkon itu harus ada, dan merupakan track dari jalannya proyek”.

Meskipun manajemen konstruksi memiliki peran vital dalam keberhasilan proyek, terdapat beberapa kekurangan yang sering dihadapi. Salah satunya adalah kurangnya koordinasi antar tim, yang dapat menyebabkan miskomunikasi dan keterlambatan jadwal. Selain itu, kesalahan dalam estimasi biaya atau waktu sering kali mengakibatkan pembengkakan anggaran dan proyek melewati batas waktu yang ditentukan. Tantangan lainnya adalah kurangnya pemahaman terhadap risiko dan mitigasinya, yang dapat memperburuk situasi saat terjadi perubahan tak terduga di lapangan. Penggunaan teknologi yang tidak optimal atau ketergantungan pada metode tradisional juga dapat menghambat efisiensi dan produktivitas. Titis menambahkan, “Manajemen konstruksi yang lemah sering gagal menangani dampak lingkungan dan K3, yang berpotensi merugikan proyek.”

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Perlu diperhatikan Saat Membangun Kos Jogja Konstruksi

Yang Perlu Anda diperhatikan Saat Membangun Kos-Kosan

Perlu diperhatikan saat membangun kos Jogja Konstruksi. Bangunan kos atau yang kerap kita sebut kos-kosan adalah proyek yang sangat sering sekali dikerjakan Doma Living House. Bangunan kos yang dikerjakan Doma sendiri merupakan bangunan umum yang sepenuhnya dikelola oleh individu atau keluarga. Dalam setahun sendiri, bangunan kos yang dikerjakan Doma pernah mencapai hampir empat unit. Membangun kos di Jogja memerlukan perhatian khusus pada beberapa aspek karena Jogja memiliki karakteristik unik sebagai kota pendidikan, budaya, dan pariwisata. Yogyakarta adalah kota pelajar sejak tahun 1960 yang mana memiliki populasi dan masyarakat yang beragam, terutama mahasiswa. Pada tahun 1990 sampai dengan 2015 rumah penulis merupakan kos putri untuk mahasiswa UMY dan sekitarnya. Bisnis kos sangat menjanjikan untuk investasi dan menempatkan posisi properti luas di Yogyakarta

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Dalam membangun kos, desain adalah hal utama yang harus diperhatikan. Ruang yang fungsional adalah salah satunya dengan desain ruangan efisien, nyaman, dan cukup luas untuk kebutuhan penghuni. Menyediakan ventilasi yang baik dan pencahayaan alami untuk kenyamanan dan kesehatan. Sebagai bangunan umum dan memiliki sifat semi publik maka desain harus menyediakan fasilitas umum seperti dapur umum, ruang tamu, area parkir, atau taman kecil. Desain juga harus disesuaikan dengan ukuran dan kebutuhan primer masing-masing penghuni. Gender peruntukan kos putri atau putra pastinya akan berbeda. “Kita harus sesuaikan dengan yang akan menempati nantinya.” ungkap Pomo dalam interview kami.

Selanjutnya adalah legalitas dan perizinan. Pentingnya bangunan yang diperuntukan untuk usaha, seperti kos ini akan sangat berbeda dari segi administrasi. Pastikan memiliki izin usaha dan sertifikat tanah yang jelas. Semua hal ini bisa dikerjakan oleh tim Doma. IMB (Izin Mendirikan Bangunan) Sesuaikan desain bangunan dengan aturan zonasi di wilayah Jogja. Juga, IMB untuk bangunan kos akan sangat berbeda dari hunian biasa. pembuatan IMB pun sangat membutuhkan peran kontraktor karena detil tenis yang harus disesuaikan dengan daerah Jogja dan PUPR. Terakhir adalah pajak Ketahui kewajiban pajak seperti Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari kos anda.

Tertarik memiliki kos di Yogyakarta dengan prospek yang menjanjikan? hubungi Doma Living House, survey dan konsultasi gratis untuk rencana bangunan kosmu.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Mengapa Butuh Lebih Banyak Bangunan Tahan Gempa Jogja Konstruksi

Mengapa Butuh Lebih Banyak Bangunan Tahan Gempa

Mengapa butuh lebih banyak bangunan tahan gempa jogja konstruksi. Perusahaan konstruksi seperti Doma sangat memperhatikan faktor keamanan. salah satunya adalah keamanan kegagalan konstruksi seperti terdampak gempa. Bangunan tahan gempa menjadi fokus tersendiri dan tantangan bagi tim Doma kedepannya. Bangunan tahan gempa menjadi penting saat ini karena dampak gempa bumi dapat menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur, kehilangan nyawa, dan ekonomi. Pentingnya bangunan tahan gempa di Indonesia tidak bisa dianggap enteng, mengingat kondisi geografis Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik (Pacific ring fire). Indonesia rentan terhadap aktivitas seismik yang tinggi, termasuk gempa bumi, karena terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama. Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

Indonesia sering mengalami gempa bumi besar, seperti gempa Aceh (2004), Yogyakarta (2006), Palu-Donggala (2018), dan Cianjur (2022). Tanpa bangunan tahan gempa, kerusakan akibat bencana ini dapat menjadi lebih parah, baik dalam hal korban jiwa maupun kerugian material. Indonesia memiliki populasi besar yang tersebar di pulau-pulau dengan banyak kota besar. Dalam kawasan urban seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, gempa bumi dapat mengakibatkan bencana besar jika bangunan tidak dirancang untuk menahan guncangan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Kahar S dosen UNS dan Ahli Mitigasi kepada tim doma menjelaskan ” Kesadaran dan edukasi tentang pentingnya bangunan tahan gempa masih kurang di kalangan masyarakat umum.” Pada sesi perkuliahan mitigasi bencana dan berfokus pada penanggulangan pasca gempa Lombok 2018 bersama mahasiswa Kahar S menambahkan “Melibatkan masyarakat dalam pelatihan mitigasi bencana dan memastikan bahwa mereka memahami pentingnya memilih atau membangun rumah tahan gempa.” Diskusi tentang bangunan tahan gempa sangat relevan, terutama di negara seperti Indonesia yang rentan terhadap gempa bumi.

Rumah Dome salah satu teknologi/desain rumah tahan gempa

Indonesia telah mengadopsi standar bangunan tahan gempa melalui Peraturan Gempa Indonesia (SNI 1726:2019). Standar ini dirancang untuk memastikan bangunan mampu menahan gempa yang mungkin terjadi berdasarkan zona risiko seismik di Indonesia. Indonesia memiliki potensi dalam mengembangkan teknologi lokal untuk konstruksi tahan gempa. Seperti penggunaan bahan bangunan lokal yang ringan dan fleksibel, serta penerapan teknologi modern seperti sistem isolasi dasar dan peredam energi.

Butuh Lebih Banyak Bangunan Tahan Gempa

Dengan latar belakang ini, tahan gempa bukan hanya tanggung jawab moral bagi para arsitek, insinyur, dan pengembang. Tetapi juga kebutuhan mutlak untuk melindungi masyarakat Indonesia dari bencana yang tidak terhindarkan. Meningkatkan kesadaran, melatih tenaga kerja konstruksi, dan mematuhi regulasi adalah langkah-langkah penting untuk mencapainya. Gunakan Jasa Konstruksi seperti Doma Living House untuk memastikan dan meminimalisir kerusakan rumah fatal akibat gempa. Tenaga profesional seperti Doma mampu menghitung dan memperhitungkan struktur yang efisien dan aman.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Apakah Manfaat Green Building? Jogja Konstruksi

Apakah Manfaat Green Building?

Apakah Manfaat Green Building? Jogja Konstruksi. Green Building atau bangunan hijau adalah konsep pembangunan yang berfokus pada efisiensi penggunaan sumber daya, pengurangan dampak lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup penghuni. Konsep ini mencakup berbagai aspek desain, konstruksi, dan pengoperasian bangunan dengan tujuan menciptakan keberlanjutan lingkungan. Tujuan Utama Green Building menggunakan material yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.

Mengurangi jejak karbon (carbon footprint) meminimalkan emisi karbon selama pembangunan dan pengoperasian bangunan. Menghemat energi dan air menggunakan teknologi hemat energi dan air untuk mengurangi konsumsi sumber daya. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan penghuni. Menciptakan lingkungan yang sehat dengan kualitas udara, pencahayaan alami, dan kenyamanan termal yang optimal. Mendukung keberlanjutan lingkungan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Bangunan hijau sendiri masih tergolong baru di Indonesia. Sertifikat bangunan hijau yang biasa disingkat BGH sendiri memang belum dimiliki banyak orang. Tim Doma Living House di sisi lain, sudah memiliki satu orang yang memiliki sertifikat BGH Muda 7. Salah satu faktor penting yang utama dalam BGH adalah hemat energi. Memanfaatkan teknologi hemat energi seperti pencahayaan LED, perangkat hemat listrik, dan penggunaan energi terbarukan. Ibnu menjelaskan “Desain jendela besar untuk memaksimalkan cahaya alami dan mengurangi kebutuhan listrik.” Bangunan dirancang untuk memanfaatkan energi secara optimal, seperti penggunaan sistem pencahayaan LED, panel surya, atau desain ventilasi alami. Ibnu menambahkan “Menggunakan kaca rendah emisi (low-E glass) untuk mengurangi panas masuk ke dalam bangunan, sehingga menghemat energi pendingin ruangan.”

Ibnu menjelaskan meskipun banyak keuntungan, tapi tantangan dalam implementasi bangunan hijau ternyata juga cukup banyak. Biaya yang tergolong mahal di awal, ketidaksadaran kontraktor lokal dan kurangnya ketersediaan material karena merupakan metoda dan pendekatan baru, apalagi penerapannya merupakan hal baru di Indonesia. Ibnu mengatakan “Teknologi hijau seperti panel surya atau sistem daur ulang air cenderung mahal di awal, lalu tidak semua pemilik proyek atau kontraktor memahami manfaat bangunan hijau, dan mungkin material ramah lingkungan dan teknologi hijau masih terbatas di beberapa wilayah.” pungkasnya.

Green building apa itu? pentingkah? Jogja Konstruksi. Menjawab itu Ibnu menjelaskan bangunan hijau adalah solusi inovatif untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan. Memaksimalkan energi dan beberapa tujuan di atas yang bertujuan untuk meningkatkan sustainability goal nasional maupun daerah. “Dengan memanfaatkan teknologi modern, material ramah lingkungan, dan desain yang efisien, bangunan hijau tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penghuninya.” imbuh Ibnu.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Tim Jogja Konstruksi Menjelaskan Pentingnya K3 di Lapangan

Pentingnya K3 di Lapangan

Tim Jogja Konstruksi Menjelaskan Pentingnya K3 di Lapangan. Pada awal tahun 2025 ini Tim Doma mendapati proyek renovasi Kos Muslimah di daerah Sewon, Bantul. Projek ini dikerjakan dari awal Januari sampai dengan akhir Januari 2025. Renovasi membutuhkan ketelitian dan keamaan yang sangat tinggi karena membongkar eksisting bangunan cukup memakan waktu dan tenaga. Ketidakcermatan tenaga atau pekerja menjadi momok pelaku konstruksi di Indonesia. Minimnya edukasi menjadi faktor utama dalam banyaknya kasus kecelakaan kerja yang terjadi, terlebih di dunia kontruksi.

Keselamatan, Kesehatan, Kerja (K3) merupakan aspek fundamental dalam dunia konstruksi, bertujuan untuk melindungi pekerja, lingkungan, serta mencegah kecelakaan atau kerugian selama proses pembangunan. Tim konstruksi memahami bahwa K3 tidak hanya tentang mematuhi aturan, tetapi juga menciptakan budaya kerja yang aman dan produktif. K3 adalah peran utama dalam melindungi pekerja konstruksi. Erik selaku Pelaksana Doma berpendapat, “Dengan memakai helm dan sabuk pengaman, risiko cedera kepala atau jatuh dari ketinggian bisa berkurang drastis.” Pekerjaan konstruksi melibatkan risiko tinggi seperti jatuh dari ketinggian, tertimpa material, atau terpapar bahan berbahaya. Penerapan K3 membantu meminimalkan risiko tersebut.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Menjamin Keselamatan pekerja, paparan debu, bahan kimia, atau kerja fisik berat dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang pekerja. Program K3 melibatkan langkah-langkah untuk melindungi mereka. Erik manambahkan, “Pekerja harus menggunakan masker dan alat pelindung diri (APD) saat bekerja di lingkungan berdebu atau beracun misalnya.” Lanjut Erik menjelaskan “Jika proyek tidak mematuhi K3, bisa dikenai denda atau bahkan dihentikan oleh pemerintah.” Di Indonesia, penerapan K3 diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan PP No. 50 Tahun 2012. Pelanggaran terhadap regulasi ini bisa berujung pada sanksi hukum.

Menunjukan reputasi profesional Doma Living House. Proyek yang memprioritaskan K3 menunjukkan komitmen terhadap keselamatan, meningkatkan kepercayaan klien dan masyarakat. “Doma, konstruksi yang selalu mematuhi K3 karena kita bertanggung jawab akan keselamatan pekerja.”

K3 adalah pilar utama dalam setiap proyek konstruksi. Dengan menerapkan K3, Tim Doma tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga memastikan kelancaran proyek dan menciptakan kepercayaan publik. Keselamatan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar dalam dunia konstruksi.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja Konstruksi, Urug itu Buruk?

Urug itu Buruk?

Jogja Konstruksi, Urug itu Buruk? Tanah urug atau urug dalam dunia konstruksi dapat memiliki sifat baik atau buruk tergantung pada tujuan penggunaannya dan kualitas tanah itu sendiri. Jika dijelaskan dari sudut pandang tim konstruksi, urug adalah material tanah yang digunakan untuk mengisi, meratakan, atau meninggikan area pada proyek konstruksi. Jika menggunakan tanah berkualitas baik (misalnya tanah merah atau campuran pasir), dapat memperkuat dasar pondasi dan mengurangi risiko ambles. Juga, Jika proses pengurukan dan pemadatan tidak dilakukan dengan benar, tanah bisa bergerak atau amblas saat menopang struktur di atasnya. Untuk pemadatan tanah, Tim Doma Living House menggunakan alat seperti stamper atau vibro untuk memastikan tanah tidak mudah ambles.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Beberapa jenis tanah urug, seperti tanah lempung, sulit menyerap atau mengalirkan air sehingga mudah mengakibatkan genangan. Tim Jogja Konstruksi juga berdiskusi mengenai urug di lapangan proyek Laili. Bayu mengatakan “Cek dulu tanah urugnya, jangan sampai ada sampah atau bahan organik.” menyetujui pernyataan Bayu, Tahta menambahkan “Tanah ini terlalu lembek, sepertinya kita butuh campuran pasir untuk stabilitas.” Bayu menambahkan “Setuju, lalu kita padatkan per lapisan agar hasilnya tidak amblas.”

Dengan kata lain, tanah urug itu adalah “Alat bantu” untuk menyiapkan permukaan tanah agar sesuai kebutuhan konstruksi. Tanah urug bisa baik atau buruk tergantung pada kualitasnya dan cara penggunaannya. Dalam konstruksi, memilih tanah urug yang sesuai spesifikasi dan melakukan pemadatan dengan benar adalah kunci keberhasilan. Jika kualitas tanah urug tidak ideal, biasanya tim konstruksi akan mencampurnya dengan material tambahan. Material tambahan yang dimaksud seperti pasir atau batu kerikil untuk meningkatkan performanya.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja Konstruksi Pastikan Ukuran Dimensi Beton Pas dan Efisien

Jogja Konstruksi Pastikan Ukuran Dimensi Beton Pas dan Efisien

Ukuran Dimensi Beton Pas dan Efisien

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Kolom

  • Prinsip utama: Dimensi kolom bergantung pada beban yang harus ditopang (beban hidup, beban mati, dan gempa jika relevan).
  • Dimensi optimal:
    • Rumah 1-2 lantai:
      • Kolom standar 20 cm x 20 cm dengan beton K-225 hingga K-250.
      • Tulangan: 4D12 (4 batang diameter 12 mm) dan sengkang Ø8-150 mm.
    • Bangunan 3-5 lantai:
      • Kolom standar 30 cm x 30 cm dengan beton K-250 hingga K-300.
      • Tulangan: Minimal 6D16 dan sengkang Ø10-100 mm di area kritis.
  • Tips efisiensi:
    • Hindari overdesign (dimensi terlalu besar).
    • Gunakan analisis struktural untuk menentukan beban aktual.
    • Sesuaikan dimensi kolom di lantai atas (biasanya lebih kecil jika beban lebih ringan).

Balok

  • Prinsip utama: Tinggi balok harus cukup untuk menahan momen lentur, sementara lebarnya ditentukan agar stabil.
  • Dimensi optimal:
    • Rumah 1-2 lantai:
      • 20 cm x 30 cm (b x h) untuk bentang hingga 4 meter.
      • Beton K-225 hingga K-250 dengan tulangan 2D12 di atas, 2D12 di bawah, dan sengkang Ø8-150 mm.
    • Bentang lebih dari 4 meter atau bangunan bertingkat:
      • Dimensi 25 cm x 40 cm atau disesuaikan dengan perhitungan.
  • Tips efisiensi:
    • Sesuaikan dimensi dengan panjang bentang.
    • Gunakan balok komposit (balok bekerja bersama pelat beton) untuk mengurangi dimensi.

Pelat Lantai

  • Prinsip utama: Ketebalan pelat ditentukan oleh beban dan jarak antar balok.
  • Dimensi optimal:
    • Rumah 1-2 lantai:
      • Tebal pelat 12 cm dengan beton K-225 dan tulangan Ø10-200 mm (dua arah).
    • Bangunan komersial atau bertingkat:
      • Tebal pelat 15 cm atau lebih dengan tulangan Ø12-150 mm.
  • Tips efisiensi:
    • Gunakan pelat one-way (satu arah) jika bentang lebih pendek, karena lebih hemat tulangan.
    • Pertimbangkan slab pracetak untuk efisiensi material dan tenaga kerja.

Pondasi

  • Prinsip utama: Dimensi pondasi bergantung pada daya dukung tanah (bearing capacity).
  • Dimensi optimal:
    • Pondasi foot plat untuk rumah 1-2 lantai:
      • Ukuran minimum 80 cm x 80 cm x 20 cm dengan beton K-250.
      • Tulangan Ø10-150 mm.
    • Bangunan bertingkat:
      • Gunakan pondasi tapak dengan dimensi lebih besar atau pondasi tiang pancang sesuai analisis.

Efisiensi Material Adalah Pekerjaan Professional

  1. Gunakan software analisis struktur: Agar perhitungan lebih akurat dan material tidak berlebihan.
  2. Material berkualitas baik: Kualitas beton dan tulangan yang sesuai spesifikasi mengurangi kebutuhan dimensi besar.
  3. Pengawasan ketat: Pastikan adukan beton sesuai desain mutu (K-225, K-250, dll).
  4. Sesuaikan dengan lokasi dan risiko gempa: Bangunan di zona gempa mungkin membutuhkan tambahan dimensi untuk keamanan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Konstruksi Arsitektur Jawa Masjid Gedhe Kauman Jogja

Arsitektur Jawa Masjid Gedhe Kauman Jogja

jogjakonstruksi.com – Konstruksi Arsitektur Jawa Masjid Gedhe kauman Jogja. Masjid Gedhe Kauman berada di Kauman Yogyakarta. Lokasinya bersebelahan langsung dengan Alun-alun Utara Kesultanan Yogyakarta. Masjid ini memiliki gaya arsitektur dengan kombinasi jawa-islam. Kombinasi desain ini dipengaruhi oleh Kerajaan Mataram yang saat itu berada di daerah Yogyakarta. Masyarakat dan pemerintah harus berperan aktif dalam menjaga simbol keharmonisasian agama dan budaya ini.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Masjid Gedhe Kauman berada pada Jl. Kauman, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid ini terletak dijantung kota Jogja yang berdekatan dengan Malioboro dan alun-alun utara. Membuatnya menjadi destinasi wisata nagi para pelancong yang sedang berwisata di Jogja. Jika kalian berada di alun-alun utara, maka kalian bisa melihat ini jika kalian menghadap ke Barat.

Masjid Gedhe Kauman dibangun atas prakarsa Sri Sultan Hamengku Buwono I dan Penghulu Kraton Kyai Fakih Ibrahim Diponingrat pada 29 Mei 1774 M atau dalam catatan Kraton pada 6 Robiul Awal 1187 H. Kyai Wiryo Kusumo yang ditunjuk sebagai arsitek dari Masjid Gedhe ini. “Pada masa itu masjid ini adalah yang paling “gede” di Jogja, maka dari itu masjid ini dinamai Masjid Gedhe dan Kauman adalah lokasi masjid ini.” jelas Erik.

Kyai Wiryo Kusumo, adalah seorang arsitek yang berasal dari Jawa dan menempuh pendidikan di Belanda. Arsitek ini mencampurkan antara arsitektur Islam dan arsitektur Jawa yang lekat pada masa itu. Ibnu yang pernah melakukan interview dengan pihak keraton menjelaskan “Vastuvidya yang artinya ilmu bangunan yang dimaknai tata bumi, tata gedung, dan tata perancangan. Ilmu merancang bangunan ini diterapkan di Masjid Gedhe.” jelas Ibnu.

Arsitektur Masjid Gedhe Jawa Islam

Invented budaya jawa dan Islam yang ada di Masjid Gedhe terlihat dari desain arsitekturnya. Ibnu menjelaskan “Dimana denahnya berbentuk persegi empat pejal, atap yang bertumpang, mempunyai serambi depan dan samping, dikelilingi oleh kolam, dan memiliki tembok tinggi di sekelilingnya.” 

Gaya atsitektural Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, sebagaimana masjid di daerah jawa lainnya, membawa pengaruh ataupun terpengaruh ileh Kerajaan Mataram. Kerajaan Mataram diketahui kerajaan yang berlandaskan Islam dan diwariskan kepada kesultanan Yogyakarta dan Surakarta.

Masjid Gedhe Kauman telah menjadi cagar budaya saat ini. Pada tahun 2020 lalu masjid ini telah resmi menjadi cagar budaya peringat provinsi oleh keputusan Gubernur DIY. Peran Masyarakat dan pemerintah sangat penting untuk menjaga situs cagar budaya ini karena karakteristik dan sejarahnya yang kental dengan perpaduan budaya dan agama islam di Yogyakarta.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Kenapa Titik Nol Dijadikan Pusat Wisata Jogja?

Titik Nol Dijadikan Pusat Wisata Jogja?

jogjakonstruksi.com – Kenapa Titik Nol Dijadikan Pusat Wisata Jogja? Titik Nol merupakan penamaan wilayah di bagian simpang empat dekat dengan Kraton Yogyakarta. Titik Nol memiliki sejarah yang sangat melekat dengan Keraton Yogyakarta dan landscape Jogja. Kini, titik nol menjadi destinasi wajib bagi wisatawan lokal hingga mancanegara saat mengunjungi Yogyakarta. Perawatan secara berkala mengenai fasilitas di seputaran titik nol  juga kerap dilakukan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Titik nol saat ini masih belum sepenuhnya diketahui oleh wisatawan yang mengunjungi Jogja. Wisatawan masih banyak yang beranggapan bahwa titik nol adalah Keraton Jogja, Alun-alun, ataupun Tugu Jogja. Hal ini tidak mengherankan karena memang tidak ada nama resmi mengenai titik nol Jogja.

Penamaan titik nol saat ini adalah buntut panjang dari sejarah yang ada di Yogyakarta. Nama ini diambil karena saat itu pada tahun 1970 hingga 1980 ada air mancur pada lokasi ini. Adapula yang menyebutkan bahwa titik nol merupakan garis imejiner garis vertikal utara-selatan, pertemuan antara keraton Yogyakarta, Gunung Merapi, dan Laut Selatan. 

Menurut beberapa warga titik nol adalah pertemuan dari Jalan Khiayi Ahmad Dahlan di Barat, Jalan Malioboro di Utara, Jalan Panembahan Senopati disisi Timur, dan Jalan pengurakan di sisi Selatan. Herat sebagai jurnalis senior pada era 90 an menerangkan “Memang perempatan itu (titik nol) pertemuan jalan besar dan ramai sedari dulu.” Jelas Herat.

Wisatawan lokal maupun mancanegara memadati titik nol hampir dua puluh empat jam. Alasan yang memprakarsai adalah karena aksesnya yang dekat dengan beberapa objek wisata. Titik nol berada di Utara Kraton Yogyakarta, Selatan Jalan Malioboro, Timur Taman Pintar, serta diapit oleh dua gedung Belanda yakni gedung BNI dan Kantor Pos. 

Perawatan secara berkala juga dilakukan oleh pemerintah. Kuatnya daya tarik titik nol Jogja menyebabkan pemerintah kota dan daerah fokus berbenah untuk perawatan daerah ini. Selain menjadi tempat berkumpul titik nol juga menjadi lahan basah untuk pedagang kaki lima di Jogja. “Selain meningkatkan devisa daerah, titik nol juga menjadi devisa masyarakat sekitar.” Tambah Herat saat kami wawancarai.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855