Mengapa Butuh Lebih Banyak Bangunan Tahan Gempa
Mengapa butuh lebih banyak bangunan tahan gempa jogja konstruksi. Perusahaan konstruksi seperti Doma sangat memperhatikan faktor keamanan. salah satunya adalah keamanan kegagalan konstruksi seperti terdampak gempa. Bangunan tahan gempa menjadi fokus tersendiri dan tantangan bagi tim Doma kedepannya. Bangunan tahan gempa menjadi penting saat ini karena dampak gempa bumi dapat menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur, kehilangan nyawa, dan ekonomi. Pentingnya bangunan tahan gempa di Indonesia tidak bisa dianggap enteng, mengingat kondisi geografis Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik (Pacific ring fire). Indonesia rentan terhadap aktivitas seismik yang tinggi, termasuk gempa bumi, karena terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama. Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.
Indonesia sering mengalami gempa bumi besar, seperti gempa Aceh (2004), Yogyakarta (2006), Palu-Donggala (2018), dan Cianjur (2022). Tanpa bangunan tahan gempa, kerusakan akibat bencana ini dapat menjadi lebih parah, baik dalam hal korban jiwa maupun kerugian material. Indonesia memiliki populasi besar yang tersebar di pulau-pulau dengan banyak kota besar. Dalam kawasan urban seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, gempa bumi dapat mengakibatkan bencana besar jika bangunan tidak dirancang untuk menahan guncangan.
Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Kahar S dosen UNS dan Ahli Mitigasi kepada tim doma menjelaskan ” Kesadaran dan edukasi tentang pentingnya bangunan tahan gempa masih kurang di kalangan masyarakat umum.” Pada sesi perkuliahan mitigasi bencana dan berfokus pada penanggulangan pasca gempa Lombok 2018 bersama mahasiswa Kahar S menambahkan “Melibatkan masyarakat dalam pelatihan mitigasi bencana dan memastikan bahwa mereka memahami pentingnya memilih atau membangun rumah tahan gempa.” Diskusi tentang bangunan tahan gempa sangat relevan, terutama di negara seperti Indonesia yang rentan terhadap gempa bumi.

Rumah Dome salah satu teknologi/desain rumah tahan gempa
Indonesia telah mengadopsi standar bangunan tahan gempa melalui Peraturan Gempa Indonesia (SNI 1726:2019). Standar ini dirancang untuk memastikan bangunan mampu menahan gempa yang mungkin terjadi berdasarkan zona risiko seismik di Indonesia. Indonesia memiliki potensi dalam mengembangkan teknologi lokal untuk konstruksi tahan gempa. Seperti penggunaan bahan bangunan lokal yang ringan dan fleksibel, serta penerapan teknologi modern seperti sistem isolasi dasar dan peredam energi.
Butuh Lebih Banyak Bangunan Tahan Gempa
Dengan latar belakang ini, tahan gempa bukan hanya tanggung jawab moral bagi para arsitek, insinyur, dan pengembang. Tetapi juga kebutuhan mutlak untuk melindungi masyarakat Indonesia dari bencana yang tidak terhindarkan. Meningkatkan kesadaran, melatih tenaga kerja konstruksi, dan mematuhi regulasi adalah langkah-langkah penting untuk mencapainya. Gunakan Jasa Konstruksi seperti Doma Living House untuk memastikan dan meminimalisir kerusakan rumah fatal akibat gempa. Tenaga profesional seperti Doma mampu menghitung dan memperhitungkan struktur yang efisien dan aman.
Penulis: Ibnu Candra Hakim
Editor: Sanditha Setya Wisaksanti




