Perbedaan Tukang Konstruksi Dalam Negeri dan Luar Negeri

Tukang Konstruksi Dalam Negeri dan Dalam Negeri

jogjakonstruksi.com – Perbedaan tukang konstruksi dalam negeri dan luar negeri. Tukang konstruksi, atau tenaga kerja di bidang pembangunan, adalah profesi yang mendunia. Selain di Indonesia, pekerjaan ini juga ada di luar negeri. Profesi seperti mandor tukang, tukang batu, tukang kayu, dan tukang besi sering terdengar dalam proyek konstruksi atau pembangunan. Namun, terdapat perbedaan signifikan antara tukang konstruksi dalam negeri dan luar negeri.

Tenaga kerja konstruksi atau lebih familiar dengan nama tukang merupakan pekerjaan tertua yang ada. Kegiatan membangun bangunan, dan membuat sesuatu patung merupakan sejarah dari tukang batu. Pekerjaan yang didominasi oleh kaum adam ini tersebar ke seluruh penjuru dunia, negara Indonesia merupakan salah satunya. Namun, meskipun sama dalam hal predikat pekerjaan sebagai tenaga konstruksi, tukang dalam negeri dan luar negeri memiliki banyak perbedaan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Perbedaan tukang dalam negeri dan luar negeri yang paling terlihat adalah dari unsur tabiat saat bekerja. Tukang luar negeri sangat mematuhi peraturan dan himbauan tenaga ahli. Sedangkan, mirisnya tukang dalam negeri kita seperti kurang memperhatikan peraturan dan himbauan tenaga ahli di lapangan. Hal ini dapat terlihat dari lokasi pekerjaan yang tidak rapi dan seragam K3 yang disediakan enggan digunakan. Asuransi, tukang luar negeri menggunakan asuransi dengan cover penuh penggunaan K3, sedangkan tukang lokal masih abai dalam asurasi keselamatan ataupun kesehatan kerja.

Sumber: dok. pribadi

Lebih lagi, menurut Erik salah satu tenaga ahli Doma mengatakan bahwa perilaku tukang seperti ini karena sudah menjadi budaya dan kurangnya campur tangan ahli dalam kegiatan K3 sejak dahulu. “Karena memang sejak dahulu perhatian terhadap K3 kurang, dan terbawa sampai saat ini,” jelas Erik.

Perbedaan Tukang Konstruksi

Hirarki tukang di Indoneisa sebenarnya juga cukup menarik, dari atas adalah mandor lalu kepala tukang dilanjutkan oleh tukang dan pembantu tukang. Mandor adalah pemimpin tukang dalam suatu proyek, di bawahnya menyusul kepala tukang yang bertanggung jawab akan pekerjaan satu bahan atau bagian tertentu. Tukang adalah pekerja yang mengerjakan satu bahan atau bagian tertentu, yang material pakainya dilayani oleh pembantu tukang. Hirariki seperti ini cukup baik, namun jika kita berkaca dari tukang luar negeri mereka memakai tukang dengan kompetensinya masing-masing dalam melakukan suatu pekerjaan.

Selain itu, jika kita membahas mengenai kompetensi perbedaan lain yang cukup signifikan adalah taraf pendidikan. Menyedihkan, namun pekerjaan tukang dalam negeri masih dipandang rendah dan memiliki stigma negatif di masyarakat. Mendasar pada hal itu, tukang di Indonesia rata-ratanya adalah pekerja dengan pendidikan di bawah sekolah dasar. Berbeda dengan tukang luar negeri yang sudah memiliki kompetensi khusus dan vokasi yang jelas.

Peran pemerintah dan swasta sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja konstruksi di Indonesia. Erik menjelaskan bahwa jika tukang sudah mendapat kompetensi yang layak, hasil infrastruktur akan menjadi lebih baik di masa depan. “Kita perbaiki dari tenaga (tukang), kalau tenaga ahli sudah sangat banyak yang bagus,” jelas Erik. Pendidikan K3 adalah peranan vital dalam menjaga lingkungan kerja terutama tukang bangunan yang memiliki pekerjaan dengan risiko paling tinggi di Indonesia.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Rumah dengan Konstruksi Kayu di Jogja

Rumah dengan Konstruksi Kayu

jogjakonstruksi.com – Rumah dengan konstruksi kayu di Jogja. Konstruksi dengan bahan kayu di Jogja semakin diminati karena nilai estetika, serta kesan alami yang dihadirkannya dan budaya di Jogja. Rumah dengan bahan kayu sendiri merupakan rumah yang diusung kekratonan Yogyakarta. Konstruksi kayu sendiri unik serta mencitrakan arsitektur Nusantara yang khas khususnya Jawa.

Kayu sebagai bahan utama memiliki keunggulan seperti daya tahan yang baik, kemampuan isolasi termal yang membuat rumah tetap sejuk, serta fleksibilitas dalam desain. Dewasa ini, konstruksi rumah dengan bahan kayu mulai diminati. Selain dari sisi arsitektural kini desain klasik juga menjadi primadona di Indonesia.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Penerapannya di Jogja, banyak rumah kayu saat ini dibangun dengan gaya tradisional seperti rumah Joglo kekratonan. Memiliki kekhasan dengan tiang-tiang besar dan atap limasan, atau rumah panggung yang mengadaptasi kearifan lokal dalam menghadapi kondisi lingkungan. Selain itu, penggunaan kayu dalam konstruksi rumah juga lebih ramah lingkungan jika didukung dengan pemilihan bahan dari sumber yang berkelanjutan. Herat sebagai salah satu masyarakat Jogja yang memiliki rumah dengan konstruksi kayu mengatakan senang dengan rumah kayu yang dimilikinya karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang diadopsi dari Kekrtatonan Yogyakarta, “(Rumah kayu) bagus historis dan mengadopsi dari kraton,” tambahnya.

sumber: facebook.com/Rumah Idaman

Rumah dengan konstruksi kayu di Jogja. Banyak pengrajin dan kontraktor lokal di Jogja yang memiliki keahlian dalam membangun rumah kayu. Baik dengan desain klasik maupun modern yang lebih minimalis. Rizky tim Doma menjelaskan bahwa kayu memerlukan perawatan khusus untuk mencegah serangan rayap dan kelembaban berlebih. Hal ini dapat menjadi yang dapat merusak struktur kayu di rumah. Dengan perencanaan yang matang serta pemilihan jenis kayu berkualitas seperti jati, ulin, atau merbau, rumah kayu di Jogja dapat menjadi pilihan hunian yang nyaman, unik, dan bernilai tinggi dalam jangka panjang, “Harus diperhatikan mengenai perawatan dan pemilihan kualitas dan macam kayu dengan grade terbaik, mengingat Jogja merupakan daerah tropi,” jelasnya.

Konstruksi Kayu di Jogja

Rumah kayu memiliki arsitektur yang sangat unik dan indah. Rumah kayu cenderung memiliki warna alami dan dominan warna kayu matang yang menyejukkan. Erik tenaga ahli Doma menjelaskan, estetika rumah kayu tidak terbatas tergantung bagaimana sang arsitek mengolah desain rumah kayu tersebut. Klasik sampai modern kayu dapat fleksible diterapkan pada desain tersebut. “Bahan kayu dapat digunakan dengan konsep desain apa saja bagaimana tergantung pemilihan tata ruang dan layoutnya,” pungkasnya.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Bangun Hemat Desain dan Konstruksi Rumah Tumbuh di Jogja

Bangun Hemat Desain dan Konstruksi Rumah Tumbuh

jogjakonstruksi.com – Bangun hemat desain dan konstruksi rumah tumbuh di Jogja. Membangun rumah dengan metode rumah tumbuh adalah solusi paling hemat untuk saat ini. Dengan membangun rumah secara bertahap sesuai kebutuhan pemilik rumah, metode rumah tumbuh cocok diterapkan di Jogja, terutama di kawasan sub urban. 

Metode rumah tumbuh menjadi solusi paling murah saat ini karena memungkinkan pembangunan rumah secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan finansial pemiliknya. Metode ini, dapat membangun rumah dalam tahap awal yang sederhana dan fungsional. Kemudian, menambah ruang atau lantai seiring dengan bertambahnya anggota keluarga atau peningkatan kondisi ekonomi.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Metode rumah tumbuh mengurangi beban biaya besar di awal dan memungkinkan alokasi dana secara lebih fleksibel. Selain itu, rumah tumbuh juga memberikan kebebasan dalam desain, sehingga pemilik dapat menyesuaikan pembangunan dengan preferensi dan gaya hidup mereka. Dengan biaya yang lebih terjangkau dan fleksibilitas dalam perencanaan, rumah tumbuh menjadi pilihan ideal. Pembangunan ini cocok bagi mereka yang ingin memiliki hunian sendiri tanpa tekanan finansial yang besar.

sumber: rumah123.com/Istimewa

Dari segi arsitektur, rumah tumbuh dapat dirancang dengan struktur yang memungkinkan perluasan vertikal maupun horizontal tanpa mengganggu fungsi utama bangunan. Selain itu, pemilihan material dan desain dapat disesuaikan agar tetap estetis dan efisien dalam biaya. Dengan pendekatan ini, rumah tumbuh tidak hanya menjadi solusi ekonomis tetapi juga mencerminkan karakter dan kebutuhan spesifik penghuninya.

Rumah Tumbuh di Jogja

Rumah tumbuh di Jogja menjadi solusi hunian yang fleksibel dan terjangkau, terutama bagi keluarga muda dan pekerja dengan anggaran terbatas. Dengan harga tanah yang terus meroket, metode ini memungkinkan membangun secara bertahap sesuai dengan kemampuan finansial dan kebutuhan yang berkembang. Di Jogja, banyak arsitek dan kontraktor seperti Doma mulai menawarkan desain rumah tumbuh yang adaptif. Mengutamakan sirkulasi udara yang baik, penggunaan material lokal, serta kemudahan dalam ekspansi vertikal maupun horizontal merupakan unsur utama rumah tumbuh. Erik mengatakan rumah tumbuh adalah opsi terbaik untuk masyarakat Jogja untuk saat ini. “Rumah tumbuh cocok untuk masyarakat Jogja di 2025 ini, kita juga sering bangun,” pungkasnya.

Selain itu, budaya dan lingkungan Jogja yang kental dengan nilai kebersamaan juga mempengaruhi desain rumah tumbuh, di mana ruang-ruang komunal tetap diperhatikan dalam pengembangannya. Dengan konsep ini, rumah tumbuh menjadi pilihan ideal bagi masyarakat Jogja yang ingin memiliki hunian fungsional tanpa harus mengeluarkan biaya besar sekaligus.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan Rumah di Jogja

Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan

jogjakosntruksi.com – Konstruksi tinggi anak tangga pengaruhi kenyamanan rumah di Jogja. Bangunan bertingkat memiliki konstruksi tangga untuk mencapai lantai atas. Konstruksi tangga saat ini beragam, mulai dari beton, besi, kayu, hingga kaca. Kenyamanan anak tangga merupakan tugas penting arsitek, ketinggian dan jumlah anak tangga ergonomis menjadi penting dalam desain. Jogja sendiri sebagai kota budaya memiliki beberapa desain khas jawa untuk diadaptasi sebagai desain tangga ergonomis dan kaya nilai budaya.

Kenyamanan rumah tidak hanya ditentukan oleh tata letak dan desain interior, tetapi juga oleh detail teknis seperti tinggi anak tangga. Di Jogja, banyak rumah menggunakan tangga untuk menghubungkan lantai satu dengan lantai dua atau lebih. Jika tinggi anak tangga tidak sesuai dengan standar ergonomis, penghuni bisa merasa cepat lelah saat naik turun tangga, bahkan berisiko mengalami cedera.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Tinggi ideal anak tangga orang jogja atau asia umumnya berkisar antara 15–18 cm. Jika lebih tinggi dari itu, penghuni akan merasa lebih sulit melangkah, terutama anak-anak dan lansia. Sebaliknya, jika terlalu rendah, tangga akan terasa kurang efisien karena jumlah anak tangga bertambah, sehingga lebih melelahkan. Oleh karena itu, konstruksi tangga harus memperhatikan keseimbangan antara tinggi dan kedalaman anak tangga agar nyaman digunakan oleh seluruh anggota keluarga.

Konstruksi Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan Rumah di Jogja

Di Jogja, banyak rumah mengadopsi desain tradisional maupun modern yang memiliki perbedaan dalam konstruksi tangga. Rumah-rumah tradisional Jawa, misalnya, cenderung memiliki tangga dengan anak tangga yang lebih landai untuk memberikan kenyamanan lebih. Sementara itu, rumah-rumah modern sering kali memiliki desain tangga yang lebih curam karena keterbatasan ruang. Pemilik rumah perlu mempertimbangkan faktor ini agar tetap mendapatkan desain yang fungsional tanpa mengorbankan kenyamanan.

Selain tinggi anak tangga, material yang digunakan juga berperan penting dalam kenyamanan dan keamanan penghuni. Material seperti kayu memberikan kesan hangat dan tidak licin, sementara keramik atau marmer lebih elegan tetapi bisa menjadi licin jika terkena air. Oleh karena itu, pemilihan material harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keamanan penghuni rumah. Disarankan menggunakan material kesat seperti kayu atau keramik unpolished. Titis menjelaskan “Karena fungsinya sebagai sirkulasi vertikal lebih baik pakai yang tidak licin,” jelasnya.

Secara keseluruhan, tinggi anak tangga yang ideal dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam rumah. Pemilik rumah di Jogja disarankan untuk mempertimbangkan aspek ergonomis ini saat merancang atau merenovasi tangga agar penghuni dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman. Dengan perencanaan yang baik, tangga tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar lantai, tetapi juga menjadi elemen desain yang mendukung kenyamanan rumah secara keseluruhan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

GAPEKSINDO Sukses Gelar Workshop Pengenaan Sanksi SBU

Workshop Pengenaan Sanksi SBU

jogjakonstruksi.com – GAPEKSINDO sukses gelar workshop pengenaan sanksi SBU. DPD GAPEKSINDO Prov. D.I. Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas penyedia jasa konstruksi mulai dari SBU, PANCEK KPK, DAN SIMPK pada 18 Januari 2025. Workshop pertama menghadirkan pembicara Ir. Fitri Hadiprabowo sebagai praktisi jasa konstruksi, yang mempresentasikan mengenai pengenaan sanksi administratif SBU dan LSBU.

Workshop ini terbagi menjadi tiga bagian bahasan utama yakni, Pengenaan Sanksi Administrasi SBU, PANCEK KPK, dan SIMPK. Pada Selasa, 18 Februari 2025 yang bertempat di ruang meeting Citra Cakra, The Malioboro Hotel. Ir. Fitri memberikan paparan mengenai mekanisme perpanjangan dan pengenaan sanksi keterlambatan perpanjangan. Pemaparan yang diikuti oleh berbagai pertanyaan ini memberikan wawasan luas kepada seluruh penyedia jasa konstruksi di DIY mengenai detail mekanisme perpanjangan dan sanksi SBU. Paparan ini mendapat respon positif dari semua peserta yang sebagian besar berasar dari kalangan penyedia jasa konstruksi di DIY.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Perpanjangan SBU dan sanksi ini sangat penting karena banyak sertifikat badan usaha yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pada PP No. 6 Tahun 2021 dan PP No. 14 tahun 2021 terkait adanya rangkap jabatan pada badan usaha untuk tenaga kerja tetap yang tidak dilaporkan penggantinya dan terlambat melakukan pemenuhan persyaratan minimal jumlah peralatan utama serta Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) seperti yang dikutip pada putusan menteri PUPR BK. 10-Mn/75 pada 1 Februari 2024.

Pembicara pada sesi pertama, Ir. Fitri menekankan bahwa hal ini sangat penting untuk dipahami dan diterapkan kepada seluruh penyedia jasa konstruksi di DIY. Legalitas dan administrasi merupakan aspek fundamental dalam penegakan hukum dan kekuatan hukum proyek, “Legalitas sangat penting untuk dipahami semua penyedia jasa konstruksi atau kontraktor,” jelasnya.

Gapeksindo berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman secara mendasar di sektor konstruksi di DIY. Dengan terselenggaranya workshop ini diharapkan standar mengenai legalitas dan yang berkaitan dengan LSBU semakin meningkat.

Salah satu peserta dari Doma yaitu Agus Pomo Wicaksono, S.T. mengatakan bahwa kegiatan semacam ini harus terus dilakukan agar semua perusahaan mendapat pemahaman yang detail dan terintegritas, “Harus ada lagi agar semua perusahaan termasuk Doma menjadi sadar akan pentingnya legalitas,” pungkasnya.

Doma sebagai salah satu penyedia jasa konstruksi di DIY berkomitmen akan mengikuti semua peraturan dan perundang-undangan yang ada. Peraturan dan legalitas merukapakan hal yang baik dan termasuk bentuk menaati hukum di Indonesia. Agus Pomo selaku Direktur Doma menegaskan agar selalu berpartisipasi dalam workshop ataupun sosialisasi serupa di masa depan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Masjid Syuhada Kotabaru, Masuknya Islam di Kotabaru Jogja

Masjid Syuhada Kotabaru, Masuknya Islam di Kotabaru

jogjakonstruksi.com – Masjid Syuhada Kotabaru, masuknya Islam di Kotabaru Jogja. Masjid Syuhada adalah masjid yang berada di Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Saat in Masjid Syuhada menjadi bangunan warisan budaya dan cagar budaya. Bangunan Masjid ini menjadi simbol masuknya agama Islam dan sejarah di Kotabaru setelah kemerdekaan Indonesia.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Masjid Syuhada dibangun pada 1 Muharam 132H atau pada tanggal 20 September 1952. Dibangun dengan lokasi yang sangat strategis di Jalan I Dewa Nyoman Oka No. 13 Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta. 

Masjid Syuhada saat ini dijadikan bangunan warisan budaya dan cagar budaya yang ditetapkan oleh Gubernur DIY dalam Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 62 Tahun 2013 tentang pelestarian Cagar Budaya dan warisan budaya adalah benda, bangunan, struktur, situs yang perlu dilestarikan keberadaaanya.

Sejarah Masjid Syuhada merupakan tolak ukur masuknya Islam di Kotabaru, setelah elit Belanda pergi dan pendudukan Jepang berhasil diusir rakyat mulai menduduki penuh Kotabaru. Pertempuran Kotabaru yang membuat gugurnya 32 pahlawan pada saat itu, menjadi simbol terbentuknya nama Syuhada. Masjid Syuhada adalah nama yang didasari dari Syahid di mana untuk mengenang jasa pahlawan yang sudah berhasil merebut kembali Kotabaru. Herat sebagai jurnalis senior Jogja berkomentar bahwa Masjid Syuhada memang jadi simbol masuknya Islam di wilayah Kotabaru, “Syuhada adalah pintu masuk islam dan nasionalisme di Kotabaru,” jelasnya.

Presiden Soekarno adalah penggagas sekaligus pemrakarsa yang mendukung pembangunan masjid Syuhada bersama Pakualam VII pada tahun 1952 silam. Masjid ini dibangun dengan tujuan untuk memasukan agama Islam di Kotabaru yang saat itu hanya ada gereja kristen dan katolik. Hingga akhirnya

Masjid Syuhada merupakan bangunan masjid bergaya modern pertama yang dibangun di Yogyakarta. Bangunan masjid ini dibangun dengan arsitek Belanda yang bernama Ir. R Feenstra yang berasal dari N.V Associatie di Djakarta. Herat sebagai jurnalis senior di Jogja mengatakan bahwa kepala pembangunan Masjid Syuhada adalah orang Jogja, “Kepala pekerja Masjid Syuhada pada rilis resmi di data resmi adalah Supono,” tambahnya saat kami lakukan interview di kediamannya di Ngabean.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Salah Pilih Keramik Kamar Mandi (Keramik Polish vs Unpolished)

Salah Pilih Keramik Kamar Mandi

Salah pilih keramik kamar mandi (keramik polish vs unpolished). Dalam dunia konstruksi, pemilihan keramik kamar mandi menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan, terutama dalam memilih antara keramik polish (mengkilap) dan unpolished (tidak mengkilap). Kontraktor dan tenaga ahli konstruksi sering kali memberikan rekomendasi berdasarkan fungsi serta keamanan penggunaan di kamar mandi.

Tim Doma sering mendapati, pertanyaan dari calon owner tentang bagaimana memilih keramik yang cocok. Pemilihan untuk kamar mandi yang notabene bersinggungan langsung dengan air, harus mengutamakan keamanan. Untuk kamar mandi memang seharusnya memakai keramik unpilished yang permukaannya cenderung kasar. Pelaksana Doma Erik mengatakan, “Kamar mandi, memang seharusnya memakai unpolished di sisi lantai. Bahaya kalau licin.”

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Sumber gambar : Istimewa. Yogyakarta, 2025.

Keramik polish memiliki permukaan yang mengkilap karena melalui proses pemolesan tambahan. Jenis ini cocok untuk dinding kamar mandi atau area yang tidak sering terkena air, karena tampilan mengkilapnya memberikan kesan mewah dan lebih mudah dibersihkan dari noda. Namun, permukaannya yang licin bisa berisiko jika digunakan di lantai kamar mandi, terutama dalam kondisi basah.

Disisi lain, keramik unpolished memiliki tekstur yang lebih kasar dan tidak licin, menjadikannya pilihan yang lebih aman untuk lantai kamar mandi. Jenis ini lebih tahan terhadap goresan dan memberikan daya cengkeram yang lebih baik, sehingga mengurangi risiko tergelincir. Walaupun tidak sehalus keramik polish, tampilannya tetap elegan dan cocok untuk konsep kamar mandi minimalis atau natural.

Sumber gambar : Istimewa. Yogyakarta, 2025.

Tim Doma berpendapat, pemilihan keramik kamar mandi harus mempertimbangkan aspek keamanan, fungsi, dan estetika. Untuk kamar mandi rumah tinggal, disarankan menggunakan keramik unpolished pada lantai agar lebih aman, sementara keramik polish dapat digunakan pada dinding untuk meningkatkan tampilan mewah. Dengan kombinasi yang tepat, kamar mandi tidak hanya menjadi lebih aman tetapi juga nyaman dan estetis.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Sahid J-Walk Mall Konsep Green Living Jogja

Sahid J-Walk Mall Konsep Green Living

jogja konstruksi.com – Sahid J-Walk Mall konsep green living Jogja. Sahid Mall yang berada di bilangan Babarsari, Jogja kini nampak sepi. Desain green style living yang diusung sebenarnya cukup unik dan menarik. Sahid J-Walk ini memiliki konsep mixed used pertama di Jogja dengan komplek yang berdiri di lahan dengan luas 8.5000 meter persegi.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Sahid J-Walk dibangun di atas lahan luas di kawasan padat pelajar dan penduduk di bilangan Babarsari, Sleman, DIY. Dibangun pada tahun 2015 silam, bangunan ini menghabiskan anggaran sebangak kurang lebih 650 miliar rupiah. Beberapa bangunan yang menjadi komplek ini antara lain mall, hotel, dan convention hall.

Saat ini, banyak masyarakat Jogja yang berpendapat bahwa mall J-walk kini terlihat sepi. Tenant-tenant yang seharusnya memenuhi wilayah mall kini sudah mulai sepi. Hal ini dikarenakan kurangnya popularitas J-walk dibandingkan dengan mall-mall yang lain yang berada di DIY. Herat selaku masyarakat Yogyakarta dan jurnalis senior berpendapat bahwa popularitas J-walk ini kurang baik di masyarakat golongan menengah, “Saya kurang tau bahkan sangat jarang ke sana kecuali CGV yang murah,” jelasnya.

Desain J-walk sendiri mengusung ide green living atau bisa juga disebut green life style. Pada dasarnya untuk konsep bangunan menggunakan konsep green building, “Green building adalah konsep bangunan dengan efisiensi energi,” jelas Erik.  Green building yang dimaksud adalah bangunan yang sebisa mungkin mengurangi penggunaan energi. Bangunan mall dan kawasan J-walk memiliki orientasi yang memanfaatkan muson dengan menghadap ke utara. Lagi, dengan memanfaatkan bukaan-bukaan yang besar seperti jendela dan pintu-pintu yang mengakibatkan angin dan pencahayaan alami dapat menghemat penggunaan energi listrik hingga 20%-30%, “Bukaan yang besar dapat memanfaatkan udara alami dan pencahayaan alami,” tambah Ibnu.

J-walk ini sangat bagus dari segi desain dan konsep yang diusung. Meskipun saat ini sepi, tidak menutup kemungkinan jika di kemudian hari kawasan ini ramai kembali. Konsep green lifestyle, green living, hingga green building pun mulai digemari. Konsep hemat energi memang sangat didukung, tidak hanya pemerintah lokal namum juga dunia internasional.


Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Pasar Godean Jogja dan Masalah Relokasi Pedagang

Pasar Godean Jogja dan Masalah Relokasi Pedagang

jogjakonstruksi.com – Konstruksi Pasar Godean Jogja dan masalah relokasi pedagang. Pasar Godean telah melakukan revitalisasi besar dan telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan Sri Sultan Hamengku Bowono XI pada 28 Agustus 2024 silam. Saat ini banyak pedagang relokasi yang memutuskan untuk tidak kembali ke Pasar yang telah direnovasi. Bangunan Pasar Godean kini merupakan bangunan dengan perancangan sustainability dan arsitektur nusantara.

Pasar Godean terletak di Jalan Godean tetap di muka jalan Godean. Lokasi yang strategis dan percepatan pertumbuhan dan pemerataan membuat Pasar Godean menjadi pasar yang makin besar. Pasar Godean dirasa sudah tidak mampu menampung semua pedagang dan pengunjung pada waktu yang bersamaan. Lalu, pada 2023 silam wacana revitalisasi pasar godean mulai digalakkan. Tak butuh waktu lama ditahun yang sama, revitalisasi Pasar Godean sudah dumulai. Pembangunan yang ditaksir menelan anggaran sebanyak 89 miliar itu diperkirakan rampung pada Juli 2024.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Peresmian Pasar Godean sudah dilakukan pada 28 Agustus 2024 lalu. Presiden Joko Widodo bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama dengan Bupati Sleman Bu Kustini yang langsung meresmikan Pasar Godean tersebut. Kendati demikian, setelah peresmian tersebut pedagang yang direlokasi sementara enggan untuk pindah. Relokasi sementara ini berjarak satu kilometer ke Barat dari pasar Godean. Herat selalu Jurnalis senior dan kerap mengunjungi pasar bercerita, “Pedagang belum mau pindah, ada kesepakatan setelah lebaran 2025 ini,” jelasnya.

Enggannya pindah para pedagang ini disinyalir karena keraguan akan lahan parkir dan lokasi yang belum ditentukan sepenuhnya. Herat menambahkan ada keraguan akan luasan lahan parkir yang dianggap belum bisa menampung pengunjung yang akan datang, “Mereka takut untuk ke sana (Pasar Induk Godean) karena lahan parkirnya kurang,” tambah Herat. Meskipun begitu, sampai saat ini pembangunan lahan parkir dan relokasi kembali terencana dilakukan setelah lebaran 2025.

Bangunan Pasar Godean sendiri mengusung tema arsitektur lokal nusantara. Konsep yang diusung adalah sustainability building dan arsitektur nusantara. Keindahan Pasar Induk Godean dapat dilihat saat melintasi jalan Godean, posisi pasar ini berada di utara jalan Godean. Desain yang mengusung muatan lokal setempat dapat dilihat dari fasad pagar bumi di bagian depan dan atap yang digunakan. Pada pagar bumi dan atap menggunakan unsur Jawa dan kekratonan Yogyakarta. Atap menggunakan atap bertumpuk dan pagar bumi khas kekratonan Yogyakarta. Arsitektur berkelanjutan pun tak kalah jika dilihat dari desain dengan bukaan yang luas dan atap yang tinggi yang membuat Pasar Godean menjadi pasar dengan pemanfaatan udara dan pencahayaan alami yang baik. Herat menambahkan, “Pasar ini bagus dan nantinya akan jadi ikon di Godean.”

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Sampah Menumpuk di Teras Malioboro Jangan Buang Sembarangan Ada Bank Sampah

Jangan Buang Sembarangan Ada Bank Sampah

jogjakonstruksi.com – Sampah menumpuk di Teras Malioboro jangan buang sembarangan ada bank sampah. Masyarakat Jogja beberapa waktu terakhir kerap menjumpai masalah terkait sampah. Bukan sampah Masyarakat dalam arti harfiah, namun sampah sesungguhnya. Terakhir terakam gawai netizen ada tumpukan sampah di teras dua Malioboro. Masalah sampah tentunya membuat masyarakat Jogja cukup menggelengkan kepala. Masalah serupa terjadi tahun lalu yakni, tutupnya TPA piyungan karena sudah overload. kini, ada Bank Sampah yang merupakan solusi cerdas pemerintah berkolaborasi dengan masyarakat guna menyudahi masalah ini.

Masyarakat Jogja khususnya kini dihadapkan dengan masalah mengenai sampah. Sederhana namun sulit diatasi jelas Herat ketika mendengar isu ini “Masalah sampah memang sudah ada sejak dahulu, dan sampai saat ini belum ada solusi pintas, susah susah gampang.” jelasnya. Sampah yang diproduksi masyarakat Jogja perhari disinyalir mencapai 600 Ton. Masalah tersebut menjadi semakin keruh kendati tempat pembuangan akhir atau TPA di Piyungan sudah setahun ini tutup.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Tempat pembuangan akhir di Piyungan sudah melebihi kapasitasnya dan resmi dinayatakan tutup pada Mei 2024 silam. TPA Piyungan adalah tempat pembuangan akhir untuk wilayah Jogja Kota, Sleman, dan Bantul (Kartamantul) dengan output terakumulasi diperkirakan mencapai 600 ton perhari. TPA ini sudah overload sejak 2012 lalu namun tetap dipaksakan beroprasi sampai 2024 silam. Herat sebagai masyarakat Jogja menceritakan mengenai TPA Piyungan yang dipaksa beroprasi meski overload. “Sudah over sejak 2012 beritanya seperti itu, namun sampai 2024 masih dipaksa.” tambahnya. 

Sampah menumpuk di Teras Malioboro jangan buang sembarangan ada bank sampah. Tutupnya TPA di Piyungan diikuti dengan berbagai masalah sampah yang timbul di Jogja, Sleman, dan Bantul. Baru-baru ini terdapat tumpukan sampah yang terekam smartphone netizen di bilangan Malioboro Yogyakarta (17/2/2025) yang membuat gempar warga net. Hal serupa juga banyak terjadi di kecamatan-kecamatan lain seperti di Mlati dan sekitarnya.’

Solusi dari Pemerintah dan pengamat lingkungan adalah dengan membuat bank sampah pada masing-masing RW di Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul. Bank sampah adalah solusi panjang untuk sekaligus mengedukasi masyarakat untuk mengolah sampah. Ibnu salah satu pengelola bank sampah di kota yogyakarta berpendapat bahwa program ini menguntungkan banyak pihak, “Bank sampah di sini selain distribusi juga untuk pengolahan limbah,” jelasnya.

pemilahan sampah organik dan anorganik yang dimaksud adalah dengan memisahkan sampah yang bisa didaur ulang dan tidak bisa didaur ulang

Solusi ini terbukti efektif, karena pada 2023 dan 2024 Kecamatan Wirobrajan dapat mengurangi jumlah sampah anorganiknya. Bank Sampah sudah dimulai sejak 2022 “keaktifan masyarakat juga dibutuhkan untuk memilah sampahnya sendiri.” jelas Ibnu. Permasalahan sampah di Yogyakarta juga dipengaruhi dari aspek masyarakatnya. Kesadaran Masyarakat akan pengolahan sampah mandiri dan mengurangi produksi sampah juga penting.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855