Selokan Mataram Cagar Budaya Konstruksi Atasi Krisis Air Jogja

Selokan Mataram Cagar Budaya Konstruksi

jogjakonstruksi.com – Selokan Mataram cagar budaya konstruksi atasi krisis air di Jogja. Sejarah Selokan Mataram tak lepas dari penjajahan Jepang dan digdaya Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Selain sebagai percabangan sungai, selokan mataram juga mengusung ketahanan pangan masyarakat Jogja kala itu. Saat ini, selokan Mataram menjadi cagar budaya provinsi dan peranannya yang vital dalam distribusi air di Jogja.

Selokan Mataram memiliki sejarah yang panjang dan sangat lekat dengan masyarakat Jogja. Dibangun pada 1944 saat masa pendudukan Jepang. Selokan yang membentang sepanjang 34.5 kilometer tersebut terletak di antara dua provinsi yakni Jawa Tengah dan DIY. Selokan ini juga menghubungkan dua sungai besar yakni sungai Progo yang berada di Ngluwar dan sungai Opak yang berada di Kalasan. Titis sebagai Tim Doma sekaligus bermukim di Magelang menjelaskan, “Hulunya berada di Ngluwar Magelang dan hilirnya berada di Kalasan Sungai Opak,” jelasnya.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Selokan ini dibangun pada masa pendudukan Jepang pada tahun Juli 1944 dan selesai pada Juli 1945. Pada tahun itu Sri Sultan Hamengku Buwono IX berhasil meyakinkan pihak Jepang bahwa daerahnya atau DIY tidak bisa mencukupi kebutuhan pangan secara penuh. Diplomasi Sultan Hemengku Buwono yang berhasil membuat Jepang mau memberikan dana bantuan untuk pembuatan Selokan Mataram. 

Tujuan Selokan Mataram kala itu dibagi menjadi dua tujuan utama. Yakni, membangun saluran dan pintu air untuk mengatur air hujan dari daerah tergenang. Membangun saluran-saluran untuk mengalirkan air dari Sungai Progo ke daerah kering di Jogja.

Pembangunan Selokan Mataram dipimpin oleh Ir. KRT Martonegoro dari pohak Jogja dan Ir. Hiromatsu dari pihak Jepang. Pembangunan Selokan Mataram disinyalir menghabiskan dana sebensar 1.4 Gulden dan melibatkan 2.8 juta pekerja yang diberi upah. Karena banyaknya pekerja yang terlibat, maka itu juga alasan sultan untuk tidak mengirim pekerja romusha.

Selokan Mataram terus memberikan manfaat kepada masyarakat Yogyakarta. Selokan ini mampu mengaliri sekitar 15.800 hektar lahan pertanian terutama persawahan. Bahkan saat 1990 an Selokan Mataram juga digunakan masyarakat sebagai wadah perikanan.

Menilik bahwa Selokan Mataram tidak bisa dilepaskan dari budaya dan sejarah Yogyakarta, maka pada tahun 2010 Selokan Mataram ditetapkan menjadi cagar budaya. Diatur dalam undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang cagar budaya. Dewasa ini melalui Keputusan Gubernur Nomor 231/KEP/2021 menetapkan Selokan Mataram menjadi cagar budaya tingkat provinsi. 

Masyarakat harus lebih bangga dan menghargai sejarah dan cagar budaya misalnya Selokan Mataram ini. Herat sebagai jurnalis senior menambahkan keprihatinan akan banyaknya warga yang masih ada membuang sampah di sekitaran Selokan Mataram, “Sepatutnya kita warga Jogja menjaga kelestarian dan keindahan Selokan Mataram yang penuh dengan perjuangan ini,” pungkasnya.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Eksplorasi Kotabaru Banyak Bangunan Tua Bersejarah

Eksplorasi Kotabaru Banyak Bangunan Tua Bersejarah

jogjakonstruksi.com – Eksplorasi kotabaru, banyak bangunan tua bersejarah. Kotabaru adalah kelurahan yang terletak di kecamatan Gondokusuman, Kota yogyakarta. Sejarah Kotabaru lekat dengan zaman penjajahan Belanda dan Jepang, yang menjadikan kota baru sebagai lokasi para petinggi Belanda. Bangunan pendukung pada saat itu hingga saat ini masih eksis dan menjadi daya tarik Kotabaru.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Kelurahan Kotabaru berada di kecamatan Gondokusuman. Saat ini menjadi kawasan heritage dan penopang keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini tercantum pada perdais (peraturan daerah istimewa DIY).

Kotabaru memiliki sejarah yang cukup menarik untuk kita telisik lebih jauh. Pada mulanya Kotabaru didesain dengan konsep garden city. Garden city adalah konsep pengenbangan distrik yang memprioritaskan taman pada lingkungannya. 

Kotabaru pada sebelum kemerdekaan digunakan sebagai tempat tinggal elit eksklusif oleh petinggi Belanda. Tata kota yang berdasarkan konsep garden city pun, tak luput dari rencana pembangunan fasilitas bangunan pendukung. Di antaranya adalah Algemeene Middelbare School (AMS) kini menjadi Padmanaba SMA 3 Yogyakarta, Christeljike MULO School kini menjadi SMA BopkriI, Norma School kini menjadi SMP 5 Yogyakarta. 

Fasilitas kesehatan dan keagamaan juga sangat diperhatikan. Yakni, Rumah Sakit Petronella kini menjadi rumah sakit Bethesda. Gereja Kristwen dan disusul Gereja Katholik kini menjadi Gereja Kotabaru. 

Setelah Belanda meninggalkan Indonesia pada 1942, Kotabaru menjadi sedikit berubah. Awalnya menjadi kawasan elit dan tempat hunian eksklusif, kini banyak diubah menjadi wilayah militer dan arsenal Jepang. Gereja Kotabaru pada saat itu menjadi gudang senjata pasukan militer Jepang.

Pemerintah, masyarakat, dan swasta diharapkan ikut peduli dan mawas terhadap kondisi Kotabaru saat ini. Hal itu karena dilatarbelakangi gedung bersejarah saat ini yang masih kokoh berdiri, makin sedikit jumlahnya. Herat sebagai jurnalis senior Jogja mengatakan “Tinggal 45 persen kata dinas.”

Saat ini, Kotabaru menjadi cagar budaya kota Yogyakarta, dan termasuk kawasan penyokong Keistimewaan. Bangunan seperti Padmanaba, SMA Bopkri, Gereja Kotabaru, hingga masjid Syuhada pun menjadi bangunan bersejarah yang memiliki nilai historik unik.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti 

Mengenal Skafolding untuk Konstruksi di Jogja

Mengenal Skafolding untuk Konstruksi

jogjakonstruksi.com – Mengenal skafolding untuk konstruksi di Jogja. Skafolding banyak dipakai pada pekerjaan konstruksi ringan hingga berat. Bambu masih banyak digunakan, tapi skafolding lebih diminati dewasa ini. Selain penggunaanya yang memudahkan pekerjaan di ketinggian, memakai skafolding juga lebih aman dan cepat.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Sejarah skafolding (scaffolding) berawal sejak ribuan tahun yang lalu, digunakan dalam konstruksi bangunan besar, seperti piramida di Mesir kuno. Pada masa itu, skafolding terbuat dari bahan alami seperti kayu atau bambu yang digunakan untuk mendukung pekerja dan material bangunan selama proses pembangunan.

Guna skafolding pada konstruksi sangat penting untuk mendukung pekerja dalam melakukan pekerjaan di ketinggian, seperti pembangunan gedung bertingkat atau perbaikan bangunan. Skafolding memberikan akses yang aman dan stabil bagi pekerja, serta ruang untuk menempatkan peralatan dan material. Selain itu, skafolding juga berfungsi untuk memastikan kelancaran dan efisiensi proses konstruksi dengan menyediakan platform yang memungkinkan pekerja bergerak dengan mudah. 

Skafolding memiliki beberapa jenis yang digunakan sesuai dengan kebutuhan proyek konstruksi. skafolding berdiri (frame scaffold), yang sering digunakan untuk pekerjaan di luar ruangan, terdiri dari rangka logam berbentuk kotak atau panel dan platform kerja di atasnya. Jenis ini mudah dipasang dan sangat stabil, meskipun tidak cocok untuk area sempit. Skafolding tiang (tube and clamp scaffold) menggunakan pipa-pipa logam yang disambungkan dengan klamp (kunci), memberikan fleksibilitas untuk berbagai konfigurasi. Ini sering dipakai untuk pekerjaan di tempat yang membutuhkan bentuk skafolding khusus. Selain itu, ada scaffolding modul yang dirancang untuk efisiensi, dengan komponen-komponen yang dapat disusun untuk membentuk berbagai struktur.

Warna skafolding biasanya tergantung pada bahan dan fungsi, seperti warna hijau atau biru yang sering digunakan pada skafolding berbahan baja. Warna hijau biasanya berbahan alumunium sebagai pembeda dengan struktur lainnya dan melindunginya dari korosi atau kerusakan.

Mengenal skafolding untuk konstruksi di jogja sangat penting. Penggunaan skafolding yang tepat dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja. Penggunaan skafolding dan mempercepat penyelesaian proyek, menjadikannya elemen vital dalam proyek konstruksi yang melibatkan struktur tinggi atau sulit dijangkau.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja City Mall Pusat Belanja Penuh Interior Budaya Jawa

Jogja City Mall  Penuh Interior Budaya Jawa

jogjakonstruksi.com – Jogja City Mall pusat belanja penuh interior budaya jawa. JCM singkatan dari Jogja City Mall berlokasikan di Jalan Magelang km 5.8 Sleman. Selesai dibangun pada tahun 2013 dan diresmikan langsung oleh Sultan Hamengku Buwono X. Pemiliknya yang asli Jogja, diharapkan menjadi perubahan sentra belanja di DIY.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

JCM terletak di Kecamatan Mlati, Jalan Magelang km 5.8 berdekatan dengan flyover Jombor yang berada di bagian utaranya. JCM menjadi salah satu di antara sentra belanja yang terletak di dalam ringroad Jogja. Lokasinya yang strategis tidak membuat JCM menjadi kekurangan lahan. Lagi, JCM bersebelahan langsung dengan Sahid Rich Hotel. Dengan luasan 18.975 m² dan total 101.531 m² dengan tujuh lantai, di antaranya L2, L1, UG, GF, LGM, P1, dan P2.

Lahan parkir JCM memiliki daya tampung yang terbilang besar untuk mall di wilayah Jogja dengan kapasitas maksimum kendaraan roda empat sekitar 1200 dan kendaraan roda dua 1300. Saat artikel ini dibuat rerata pengunjung JCM per harinya sekitar 5000 orang. Pengunjung yang konsisten ini didukung oleh tenant-tenant yang berkualias dan event-event yang hadir tidak harinya mulai dari event swasta hingga event resmi milik pemerintah daerah.

JCM didesain dengan mencampurkan arsitektur Romawi dan Jawa. Pada fasad, sangat terasa bila mall ini sangat kental dengan kesan Romawi yang dibawa. Pilar yang besar dan berjumlah tujuh belas ini sangat pas dan sesuai berada di fasad, menambah kesan megah dan mewah. Di sisi lain interior pada JCM mengusung interior jawa tepatnya kekratonan Yogyakarta.

JCM mengusung interior, dengan budaya Jawa Yogyakarta. Di mana menggunakan tegel-tegel kunci dan railing khas kekratonan Yogyakarta. Perpaduan desain ini sangat apik dan proporsional. Fasad dengan arsitektural romawi yang didominan abu-abu dan interior jawa yang mengombinasikan warna abu-abu hijau khas keraton sangat pas.

Desain ini sangat pas untuk warga Jogja yang kental akan masyarakat yang menjunjung tinggi budaya lokal, “Perpaduan modernisasi tapi tidak meninggalkan budaya lokal, bagus!,” jelas Herat, jurnalis senior Yogyakarta saat kami wawancarai. 

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja Ramai Truk Angkut Tabung Raksasa Ternyata Alat Konstruksi

Truk Angkut Tabung Raksasa Ternyata Alat Konstruksi

jogjakosntruksi.com – Jogja ramai truk angkut tabung raksasa ternyata alat konstruksi. Media sosial dan penduduk Jogja digemparkan oleh truk raksasa yang lewat ringroad pada Sabtu malam (15/02/2025), Kejadian ini terekam netizen di bilangan ringroad Jogja, dan diunggah banyak pada media sosial. Faktanya, muatan raksasa truk ini adalah autoclave yang merupakan peralatan konstruksi.

Facebook, Instagram, X, hingga TikTok ramai mengenai berita akan angkutan raksasa truk yang melewati ringroad Jogja. Banyak spekulasi yang terjadi dalam komen netizen pada media sosial. Dari mulai rudal balistik, hingga senjata nuklir. Rekaman salah satu netizen yang diunggah di platform X pada Sabtu malam (15/2/2025) menjadi ramai karena ukuran dari truk dan muatannya yang sangat besar dan panjang yang menyerupai roket. Salah satu netizen dan jurnalis senior Herat mengatakan perlu mengetahui lebih detail dan pengaruhnya pada lalu lintas, “Saya belum tau tapi sudah lihat di Facebook,” kata Herat.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Truk ini bergerak pada malam hari, karena ukuran yang besar membuatnya akan menghambat lalu lintas jika di siang hari. Herat menambahkan, “Malam karena jika siang akan menghambat, lalu lintas,” pungkasnya. Ukuran muatan truk yang mencapai 40 meter ini membuat pergerakan truk menjadi lambat dan harus berhati-hati. Terbutki sampai Minggu pagi (16/2/2025) truk masih berada di Jalan Solo. Muatan raksasa itu ternyata adalah autoclave.

Sebenarnya apa itu autoclave. Autoclave adalah alat untuk mengoven bata ringan atau hebel pada dunia konstruksi. Kondisi material campur yang sudah dicetak kemudian dioven dalam tekanan tertentu. Hebel atau bata ringan adalah material yang kerap digunakan saat ini. Material partisi pengganti bata merah ini dirasa lebih mudah aplikasinya dan menghemat waktu pemasangan dibandingkan dengan bata. Tidak menggunakan semen sebagai perekat, bata ringan menggunakan lem khusus sebagai perekatnya. Selimut dinding atau plester aci pun berbeda, Erik sebagai pelaksana lapangan Doma menjelaskan “Selimut Hebel tidak menggunakan semen, tapi menggunakan mortar,” jelasnya. 

Autoclave sendiri yang diangkut menggunakan truk panjang ini, disinyalir akan dibawa ke Banjarnegara untuk produksi atau fabrikasi bata ringan atau hebel disana. Karena maraknya penggunaan bata ringan atau hebel ini dapat disimpulkan bahwa permintaan pada material ini tinggi karena produksinya pun ditingkatkan. Ibnu sebagai salah satu engineer Doma menjelaskan, “Supply demand, disimpulkan kalau produksi ditambah berarti pasar suka. Penggunaan hebel memang lebih murah dan cepat jika dilihat dari konstruksi modern ini.”

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Untungnya Punya Halaman Depan dan Belakang Jogja Konstruksi

Halaman Depan dan Belakang

Untungnya Punya Halaman Depan dan Belakang Jogja Konstruksi. Pada beberapa bulan terakhir, Tim Doma banyak mendapat proyek mengenai pembangunan rumah disertai taman. Meliputi proyek besar maupun kecil, personal maupun umum. Proyek halaman depan dan belakang, baik itu renovasi ataupun membangun, baru ini menjadi konsen para owner. Kesadaran void dalam rumah mulai diminati dewasa ini baik luas maupun sempit yang bisa kita artikan juga sebagai taman dalam rumah.

Halaman depan dan belakang rumah memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Halaman depan biasanya dirancang untuk memberikan kesan pertama kepada tamu, sehingga sering kali lebih estetis dan fungsional untuk menyambut orang. Elemen seperti taman bunga, jalan setapak menuju pintu masuk, atau lampu hias sering ditemukan di halaman depan. Sementara itu, halaman belakang cenderung lebih privat dan digunakan untuk keluarga atau pribadi, seperti area bermain anak, tempat atau berkumpul. Halaman belakang juga sering menjadi ruang untuk aktivitas santai, seperti barbekyu atau berkebun, yang tidak ingin terlihat langsung oleh publik.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Sumber gambar : Ibnu CH. Bali, 2020.

Menurut arsitek dan desainer lanskap, halaman depan berfungsi sebagai perpanjangan dari fasad rumah, mencerminkan kepribadian pemilik dan meningkatkan nilai estetika properti. Halaman belakang, sebaliknya, lebih bersifat utilitarian dan intim. Ahli lanskap, John Brookes, dalam bukunya The Small Garden, menyebutkan halaman belakang seharusnya “ruang pribadi yang nyaman untuk penghuni rumah.”

Disisi Lain halaman depan “Mewakili hubungan rumah dengan lingkungan sekitar.” Tim Doma, Ibnu menambahkan “Konsep pembangunan ruang publik dan privat sangat terasa di Bali.” Mendukung itu KDH atau koefisiensi dasar hijau terbantu dengan adanya konsep halaman depan dan belakang. “Halaman depan dan belakang, bisa kita artikan secara lebih sempit ke dalam bentuk taman.” pungkas Ibnu.

Sumber gambar : Ibnu CH. Bali, 2020.

Pemerintah sendiri menerapkan KDH untuk perizinan PBG. Untuk hunian rumah tinggal KDH setidaknya harus memenuhi standar yang ditetapkan Pemkot Kota dan Kabupaten. Ibnu menjelaskan KDH atau koefisiesi dasar hijau berbeda tiap daerah. Ibnu menjelaskan “Koefisien dasar hijau kota Yogyakarta kalau tidak salah 10% dari luas tanah ya. Koefisien dasar hijau (KDH) di Sleman berbeda lagi nilainya 30% dari luas tanah.” imbuhnya.

KDH yang akan diterapkan menjadi halaman depan maupun belakang, memiliki fungsi yang baik karena mendukung rencana pemerintah serta menjadikan nilai plus bagi properti apalagi di Yogyakarta. Tim profesional seperti Tim Doma sangat mau membantu masyarakat Jogja mewujudkan gagasan nasional ini.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja Konstruksi, Penggunaan Glassblock Pada Rumah

Penggunaan Glassblock Pada Rumah

Jogja Konstruksi, Penggunaan Glassblock Pada Rumah. Glassblock atau balok kaca adalah material bangunan berbentuk balok atau kotak yang terbuat dari kaca tebal. Glassblock biasanya digunakan untuk dinding atau sekat dalam bangunan, dengan tujuan memberikan pencahayaan alami sambil tetap menjaga privasi. Permukaannya yang buram dan bertekstur memungkinkan cahaya masuk, namun masih dapat membatasi pandangan langsung sehingga orang di kedua sisi dinding tidak bisa melihat dengan jelas.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Selain fungsinya dalam pencahayaan, glassblock juga memiliki kemampuan isolasi panas dan suara yang cukup baik. Material ini sering digunakan dalam desain interior dan eksterior rumah, seperti di kamar mandi, dapur, lorong, atau bahkan fasad bangunan. Guna untuk menciptakan tampilan modern dan elega, banyak orang memilih menggunakan glassblock atau roster. Glassblock tersedia dalam berbagai ukuran, warna, dan tekstur. Manufaktur berbeda ini memberikan fleksibilitas dalam desain, meskipun pemasangannya memerlukan teknik khusus karena sifat kaca yang rapuh dan tidak fleksibel.]

Glassblock mampu menghadirkan pencahayaan alami ke dalam ruangan tanpa mengurangi privasi, sehingga cocok untuk area seperti kamar mandi, atau dapur. Selain itu, material ini memberikan sentuhan estetika modern dan elegan, serta memiliki kemampuan isolasi suara dan panas yang cukup baik. Erik sebagai pelaksana Doma berpendapat “Pakai glassblock menjadi alternatif dari penggunaan kaca blast.”

Jogja Konstruksi, Penggunaan Glassblock Pada Rumah

Namun, di sisi lain, penggunaan glassblock juga memiliki beberapa kekurangan. Proses pemasangannya memerlukan keahlian khusus, sehingga bisa meningkatkan biaya tenaga kerja. Selain itu, glassblock memiliki keterbatasan dalam desain karena tidak bisa dipotong sesuai kebutuhan, 

Yang terakhir, beratnya yang cukup signifikan dapat memengaruhi struktur bangunan. Oleh karena itu, biasanya tim Doma harus menimbang manfaat estetika dan fungsionalitas glassblock dengan potensi tantangan teknis dan biaya tambahan sebelum memutuskan untuk menggunakannya dalam proyek rumah. Erik menjelaskan “Keinginan owner merupakan prioritas, namun jika itu bersinggungan dengan keamanan maka kita selalu memberikan opsi terbaik yang bisa diterima kedua belah pihak.”

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Seremoni Peletakan Batu Pertama Rumah Laili Jogja Konstruksi

Seremoni Peletakan Batu Pertama Rumah Laili Jogja Konstruksi

Seremoni Peletakan Batu Pertama Rumah Laili

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Simbol Awal yang Baik

Peletakan batu pertama melambangkan awal resmi dari proyek pembangunan. Ini merupakan momen simbolis yang menandakan permulaan perjalanan menuju terciptanya rumah atau bangunan yang direncanakan.

  • Harapan dan Doa: Seremoni ini sering diiringi dengan doa atau ritual, tergantung pada budaya atau kepercayaan setempat, untuk memohon kelancaran, keamanan, dan keberkahan dari Allah selama proses pembangunan.
  • Tradisi dan Nilai Budaya: Dalam beberapa budaya, upacara ini dianggap penting untuk menghormati alam, leluhur, atau kekuatan spiritual yang dipercayai menjaga proyek tersebut.

Penyampaian Komitmen

Seremoni ini menunjukkan komitmen semua pihak yang terlibat dalam pembangunan, termasuk pemilik rumah, kontraktor, dan arsitek.

  • Peresmian Awal: Seremoni ini sering dianggap sebagai tanda resmi dimulainya proyek oleh semua pihak yang bekerja sama.
  • Motivasi Tim: Memberikan semangat dan motivasi kepada para pekerja untuk menjalankan proyek dengan baik.

Publisitas dan Dokumentasi

Dalam proyek pembangunan besar, peletakan batu pertama sering dimanfaatkan sebagai momen publik untuk mengumumkan proyek tersebut. Doma sendiri selalu meliput dengan profesional seremoni peletakan pembangunan pertama di setiap proyek yang dibangun.

  • Media dan Publikasi: Proyek besar sering melibatkan media dalam acara ini, sehingga menarik perhatian masyarakat atau calon pembeli (jika proyek bersifat komersial).
  • Dokumentasi Sejarah: Seremoni ini menjadi bagian dari sejarah proyek, yang nantinya dapat dikenang oleh pemilik rumah dan semua yang terlbat.

Penyatuan Persepsi Lingkungan

Upacara ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara semua pihak yang terlibat, termasuk pemilik, kontraktor, pekerja, dan masyarakat sekitar.

  • Kerja Sama dan Sinergi: Momen ini menciptakan atmosfer positif dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama.

Menguatkan Identitas Proyek

Bagi proyek perumahan komersial atau berskala besar, peletakan batu pertama sering digunakan untuk mempertegas identitas proyek, seperti lokasi, konsep, atau tujuan pembangunan.

  • Kepercayaan Investor atau Pemilik: Memberikan keyakinan kepada pemilik atau investor bahwa proyek berjalan sesuai rencana.
  • Citra Profesional: Menunjukkan profesionalisme penyelenggara proyek di hadapan masyarakat atau klien.
    • Bagi proyek perumahan komersial atau berskala besar, peletakan batu pertama sering digunakan untuk mempertegas identitas proyek, seperti lokasi, konsep, atau tujuan pembangunan.

Pomo, selaku Tim Doma yang hadir secara langsung pada peletakan batu pertama, menyampaikan “Kami berharap, dengan dimulainya proyek ini, proses pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai dengan kualitas yang diinginkan, sehingga bisa memberikan hasil yang memuaskan bagi semua pihak yang terlibat.”

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Kesimpulan

Jogja Konstruksi, Pentingnya Resapan Air Saat Musim Kemarau

Pentingnya Resapan Air Saat Musim Kemarau

Jogja Konstruksi, pentingnya resapan air saat musim kemarau. Kebutuhan rumah di Yogyakarta semakin meningkat. Meningkatnya jumlah hunian ini tentu akan membuat resapan air akan semakin menurun. Pekerja konstruksi seperti Doma menyadari akan hal itu. Sumur resapan adalah salah satu langkah paling mudah untuk menanggulangi hal tersebut. Pada kesempatan kali ini Tim Doma akan menjelaskan bahwa pentingnya resapan air di rumah, terutama saat musim kemarau.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Sumur resapan merupakan teknologi sederhana yang bisa membantu mengembalikan keseimbangan air tanah. Tidak hanya untuk menghindari banjir saat hujan, fungsi sumur resapan menjadi lebih kompleks dewasa ini. Selain menjaga keseimbangan lingkungan dan cadangan air tanah sumur resapan menjadi salah satu faktor penting saat musim kemarau. Selama musim kemarau, ketersediaan air tanah cenderung menurun karena kurangnya curah hujan. Sistem resapan air, seperti sumur resapan atau biopori, membantu air hujan meresap ke dalam tanah, yang akan memperbaharui pasokan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari.

Resapan air yang baik akan mengurangi genangan air saat hujan, yang biasanya terjadi di daerah perkotaan yang padat bangunan. Meskipun saat musim kemarau, manfaatnya adalah menghindari kerusakan infrastruktur yang dapat terjadi akibat genangan berulang. Tidak hanya dinding berjamur air yang menggenang bisa menjadi faktor serius kerusakan rumah.

Di daerah dengan banyak pembangunan seperti Yogyakarta, resapan air dapat mencegah erosi tanah. Air yang mengalir secara alami melalui tanah akan mengurangi beban pada saluran drainase dan mengurangi kemungkinan tanah longsor atau kerusakan lainnya.

Mendukung hal tersebut Ibnu berkomentar “Lebih baik masuk ke resapan dari pada ke komunal, lebih bermanfaat dan tidak membebani komunal.” Beberapa daerah, termasuk Yogyakarta, sudah mewajibkan pembangunan sistem resapan air di setiap rumah atau bangunan baru. Hal ini untuk mendukung kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak urbanisasi terhadap ekosistem lokal. “Sudah ada peraturannya, kita harus ikuti itu untuk kebaikan bersama.” imbuh Ibnu.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Memanfaatkan Material Bekas, Memang Bisa? Jogja Konstruksi

Memanfaatkan Material Bekas, Memang Bisa?

Memanfaatkan material bekas, memang bisa? Jogja Konstruksi. Dalam dunia konstruksi, pemanfaatan material bekas semakin populer sebagai solusi ramah lingkungan dan ekonomis. Banyak kontraktor dan tenaga ahli di bidang konstruksi menyarankan penggunaan material bekas untuk mengurangi limbah serta menekan biaya pembangunan. Material seperti kayu, batu bata, kaca, hingga baja bekas sering kali masih memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan kembali dengan sedikit pengolahan.

Menurut para ahli konstruksi, seperti yang sering dibahas dalam konsep sustainable building, material bekas bisa dimanfaatkan tanpa mengurangi kekuatan dan estetika bangunan. Misalnya, kayu dari bangunan lama dapat diolah kembali menjadi furnitur atau lantai, sementara batu bata bekas bisa digunakan kembali untuk dinding. Selain itu, penggunaan material bekas juga membantu mengurangi kebutuhan bahan baru, yang berarti lebih sedikit eksploitasi sumber daya alam.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Para tenaga ahli konstruksi merekomendasikan pemilihan dan pengolahan material bekas secara cermat agar tetap memenuhi standar keamanan dan estetika. Kayu bekas, misalnya, dapat diolah kembali menjadi lantai atau furnitur, sementara batu bata dari bangunan lama bisa digunakan kembali untuk dinding. Selain itu, penggunaan material bekas juga memberikan karakter unik pada rumah, menciptakan desain yang lebih artistik dan berkesan. Dengan perencanaan yang tepat, membangun rumah dari material bekas bukan hanya memungkinkan, tetapi juga menjadi solusi berkelanjutan dalam industri konstruksi.

Di Jogja, tren konstruksi dengan material bekas semakin berkembang. Tim Doma Risky menjelaskan “Bongkaran rumah yang masih bisa dipakai akan kami pakai lagi”. Banyak proyek yang mengusung konsep ramah lingkungan dan memanfaatkan bahan daur ulang untuk menciptakan bangunan yang unik sekaligus berkelanjutan. Oleh karena itu, memanfaatkan material bekas bukan hanya mungkin, tetapi juga menjadi langkah cerdas dalam dunia konstruksi modern.”

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855