Mengenal Skafolding untuk Konstruksi di Jogja

Mengenal Skafolding untuk Konstruksi

jogjakonstruksi.com – Mengenal skafolding untuk konstruksi di Jogja. Skafolding banyak dipakai pada pekerjaan konstruksi ringan hingga berat. Bambu masih banyak digunakan, tapi skafolding lebih diminati dewasa ini. Selain penggunaanya yang memudahkan pekerjaan di ketinggian, memakai skafolding juga lebih aman dan cepat.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Sejarah skafolding (scaffolding) berawal sejak ribuan tahun yang lalu, digunakan dalam konstruksi bangunan besar, seperti piramida di Mesir kuno. Pada masa itu, skafolding terbuat dari bahan alami seperti kayu atau bambu yang digunakan untuk mendukung pekerja dan material bangunan selama proses pembangunan.

Guna skafolding pada konstruksi sangat penting untuk mendukung pekerja dalam melakukan pekerjaan di ketinggian, seperti pembangunan gedung bertingkat atau perbaikan bangunan. Skafolding memberikan akses yang aman dan stabil bagi pekerja, serta ruang untuk menempatkan peralatan dan material. Selain itu, skafolding juga berfungsi untuk memastikan kelancaran dan efisiensi proses konstruksi dengan menyediakan platform yang memungkinkan pekerja bergerak dengan mudah. 

Skafolding memiliki beberapa jenis yang digunakan sesuai dengan kebutuhan proyek konstruksi. skafolding berdiri (frame scaffold), yang sering digunakan untuk pekerjaan di luar ruangan, terdiri dari rangka logam berbentuk kotak atau panel dan platform kerja di atasnya. Jenis ini mudah dipasang dan sangat stabil, meskipun tidak cocok untuk area sempit. Skafolding tiang (tube and clamp scaffold) menggunakan pipa-pipa logam yang disambungkan dengan klamp (kunci), memberikan fleksibilitas untuk berbagai konfigurasi. Ini sering dipakai untuk pekerjaan di tempat yang membutuhkan bentuk skafolding khusus. Selain itu, ada scaffolding modul yang dirancang untuk efisiensi, dengan komponen-komponen yang dapat disusun untuk membentuk berbagai struktur.

Warna skafolding biasanya tergantung pada bahan dan fungsi, seperti warna hijau atau biru yang sering digunakan pada skafolding berbahan baja. Warna hijau biasanya berbahan alumunium sebagai pembeda dengan struktur lainnya dan melindunginya dari korosi atau kerusakan.

Mengenal skafolding untuk konstruksi di jogja sangat penting. Penggunaan skafolding yang tepat dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja. Penggunaan skafolding dan mempercepat penyelesaian proyek, menjadikannya elemen vital dalam proyek konstruksi yang melibatkan struktur tinggi atau sulit dijangkau.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja Ramai Truk Angkut Tabung Raksasa Ternyata Alat Konstruksi

Truk Angkut Tabung Raksasa Ternyata Alat Konstruksi

jogjakosntruksi.com – Jogja ramai truk angkut tabung raksasa ternyata alat konstruksi. Media sosial dan penduduk Jogja digemparkan oleh truk raksasa yang lewat ringroad pada Sabtu malam (15/02/2025), Kejadian ini terekam netizen di bilangan ringroad Jogja, dan diunggah banyak pada media sosial. Faktanya, muatan raksasa truk ini adalah autoclave yang merupakan peralatan konstruksi.

Facebook, Instagram, X, hingga TikTok ramai mengenai berita akan angkutan raksasa truk yang melewati ringroad Jogja. Banyak spekulasi yang terjadi dalam komen netizen pada media sosial. Dari mulai rudal balistik, hingga senjata nuklir. Rekaman salah satu netizen yang diunggah di platform X pada Sabtu malam (15/2/2025) menjadi ramai karena ukuran dari truk dan muatannya yang sangat besar dan panjang yang menyerupai roket. Salah satu netizen dan jurnalis senior Herat mengatakan perlu mengetahui lebih detail dan pengaruhnya pada lalu lintas, “Saya belum tau tapi sudah lihat di Facebook,” kata Herat.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Truk ini bergerak pada malam hari, karena ukuran yang besar membuatnya akan menghambat lalu lintas jika di siang hari. Herat menambahkan, “Malam karena jika siang akan menghambat, lalu lintas,” pungkasnya. Ukuran muatan truk yang mencapai 40 meter ini membuat pergerakan truk menjadi lambat dan harus berhati-hati. Terbutki sampai Minggu pagi (16/2/2025) truk masih berada di Jalan Solo. Muatan raksasa itu ternyata adalah autoclave.

Sebenarnya apa itu autoclave. Autoclave adalah alat untuk mengoven bata ringan atau hebel pada dunia konstruksi. Kondisi material campur yang sudah dicetak kemudian dioven dalam tekanan tertentu. Hebel atau bata ringan adalah material yang kerap digunakan saat ini. Material partisi pengganti bata merah ini dirasa lebih mudah aplikasinya dan menghemat waktu pemasangan dibandingkan dengan bata. Tidak menggunakan semen sebagai perekat, bata ringan menggunakan lem khusus sebagai perekatnya. Selimut dinding atau plester aci pun berbeda, Erik sebagai pelaksana lapangan Doma menjelaskan “Selimut Hebel tidak menggunakan semen, tapi menggunakan mortar,” jelasnya. 

Autoclave sendiri yang diangkut menggunakan truk panjang ini, disinyalir akan dibawa ke Banjarnegara untuk produksi atau fabrikasi bata ringan atau hebel disana. Karena maraknya penggunaan bata ringan atau hebel ini dapat disimpulkan bahwa permintaan pada material ini tinggi karena produksinya pun ditingkatkan. Ibnu sebagai salah satu engineer Doma menjelaskan, “Supply demand, disimpulkan kalau produksi ditambah berarti pasar suka. Penggunaan hebel memang lebih murah dan cepat jika dilihat dari konstruksi modern ini.”

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Apa Itu Semen Portland dan Jenisnya, Jogja Konstruksi

Apa Itu Semen Portland dan Jenisnya

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Nama “Portland” berasal dari kemiripan warna dan kualitasnya dengan batu portland, sebuah batu kapur alami yang ditemukan di Pulau Portland, Inggris.

Jenis-jenis Semen Portland

Semen portland memiliki beberapa jenis berdasarkan standar internasional seperti ASTM C150 dan SNI, yang disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi. Berikut adalah jenis-jenisnya:

  1. Semen Portland Tipe 1 (Ordinary Portland Cement)
    • Digunakan untuk konstruksi umum yang tidak memerlukan sifat khusus, seperti bangunan perumahan, jalan raya, dan trotoar.
    • Tidak cocok untuk lingkungan yang mengandung sulfat/belerang tinggi atau kondisi ekstrim.
  2. Semen Portland Tipe 2 (Moderate Sulfate Resistances)
    • Dirancang untuk ketahanan sedang terhadap sulfat.
    • Cocok untuk konstruksi di lingkungan dengan kandungan sulfat rendah hingga sedang, seperti tanah atau air yang sedikit asam.
  3. Semen Portland Tipe 3 (High Early Strength Cement)
    • Memiliki kekuatan awal yang tinggi, memungkinkan struktur cepat selesai.
    • Biasanya digunakan untuk proyek yang membutuhkan waktu pengerasan cepat, seperti perbaikan darurat.
  4. Semen Portland Tipe 4 (Low Heat of Hydration Cement)
    • Dirancang untuk menghasilkan panas hidrasi rendah.
    • Cocok untuk struktur besar seperti bendungan beton, guna mengurangi risiko retak akibat panas.
  5. Semen Portland Tipe 5 (High Sulfate Resistance Cement)
    • Memiliki ketahanan tinggi terhadap sulfat.
    • Digunakan di lingkungan dengan kandungan sulfat tinggi, seperti air laut atau tanah sulfat.

Varian Khusus Semen Portland Tergantung Jenis Konstruksi

Selain tipe-tipe di atas, ada varian lain yang dikembangkan untuk kebutuhan khusus, seperti:

  • Semen Portland Pozzolan: Dicampur dengan bahan pozzolan (misalnya abu vulkanik) untuk meningkatkan ketahanan kimia dan kekuatan jangka panjang.
  • Semen Portland Komposit: Mengandung bahan tambahan seperti slag atau fly ash untuk mengurangi emisi karbon dan biaya produksi.

Keunggulan Semen Portland

  • Ketersediaan luas di pasaran.
  • Mudah digunakan dalam berbagai jenis proyek konstruksi.
  • Memiliki sifat fisik yang stabil dan daya tahan yang baik.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Untungnya Punya Halaman Depan dan Belakang Jogja Konstruksi

Halaman Depan dan Belakang

Untungnya Punya Halaman Depan dan Belakang Jogja Konstruksi. Pada beberapa bulan terakhir, Tim Doma banyak mendapat proyek mengenai pembangunan rumah disertai taman. Meliputi proyek besar maupun kecil, personal maupun umum. Proyek halaman depan dan belakang, baik itu renovasi ataupun membangun, baru ini menjadi konsen para owner. Kesadaran void dalam rumah mulai diminati dewasa ini baik luas maupun sempit yang bisa kita artikan juga sebagai taman dalam rumah.

Halaman depan dan belakang rumah memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Halaman depan biasanya dirancang untuk memberikan kesan pertama kepada tamu, sehingga sering kali lebih estetis dan fungsional untuk menyambut orang. Elemen seperti taman bunga, jalan setapak menuju pintu masuk, atau lampu hias sering ditemukan di halaman depan. Sementara itu, halaman belakang cenderung lebih privat dan digunakan untuk keluarga atau pribadi, seperti area bermain anak, tempat atau berkumpul. Halaman belakang juga sering menjadi ruang untuk aktivitas santai, seperti barbekyu atau berkebun, yang tidak ingin terlihat langsung oleh publik.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Sumber gambar : Ibnu CH. Bali, 2020.

Menurut arsitek dan desainer lanskap, halaman depan berfungsi sebagai perpanjangan dari fasad rumah, mencerminkan kepribadian pemilik dan meningkatkan nilai estetika properti. Halaman belakang, sebaliknya, lebih bersifat utilitarian dan intim. Ahli lanskap, John Brookes, dalam bukunya The Small Garden, menyebutkan halaman belakang seharusnya “ruang pribadi yang nyaman untuk penghuni rumah.”

Disisi Lain halaman depan “Mewakili hubungan rumah dengan lingkungan sekitar.” Tim Doma, Ibnu menambahkan “Konsep pembangunan ruang publik dan privat sangat terasa di Bali.” Mendukung itu KDH atau koefisiensi dasar hijau terbantu dengan adanya konsep halaman depan dan belakang. “Halaman depan dan belakang, bisa kita artikan secara lebih sempit ke dalam bentuk taman.” pungkas Ibnu.

Sumber gambar : Ibnu CH. Bali, 2020.

Pemerintah sendiri menerapkan KDH untuk perizinan PBG. Untuk hunian rumah tinggal KDH setidaknya harus memenuhi standar yang ditetapkan Pemkot Kota dan Kabupaten. Ibnu menjelaskan KDH atau koefisiesi dasar hijau berbeda tiap daerah. Ibnu menjelaskan “Koefisien dasar hijau kota Yogyakarta kalau tidak salah 10% dari luas tanah ya. Koefisien dasar hijau (KDH) di Sleman berbeda lagi nilainya 30% dari luas tanah.” imbuhnya.

KDH yang akan diterapkan menjadi halaman depan maupun belakang, memiliki fungsi yang baik karena mendukung rencana pemerintah serta menjadikan nilai plus bagi properti apalagi di Yogyakarta. Tim profesional seperti Tim Doma sangat mau membantu masyarakat Jogja mewujudkan gagasan nasional ini.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Seremoni Peletakan Batu Pertama Rumah Laili Jogja Konstruksi

Seremoni Peletakan Batu Pertama Rumah Laili Jogja Konstruksi

Seremoni Peletakan Batu Pertama Rumah Laili

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Simbol Awal yang Baik

Peletakan batu pertama melambangkan awal resmi dari proyek pembangunan. Ini merupakan momen simbolis yang menandakan permulaan perjalanan menuju terciptanya rumah atau bangunan yang direncanakan.

  • Harapan dan Doa: Seremoni ini sering diiringi dengan doa atau ritual, tergantung pada budaya atau kepercayaan setempat, untuk memohon kelancaran, keamanan, dan keberkahan dari Allah selama proses pembangunan.
  • Tradisi dan Nilai Budaya: Dalam beberapa budaya, upacara ini dianggap penting untuk menghormati alam, leluhur, atau kekuatan spiritual yang dipercayai menjaga proyek tersebut.

Penyampaian Komitmen

Seremoni ini menunjukkan komitmen semua pihak yang terlibat dalam pembangunan, termasuk pemilik rumah, kontraktor, dan arsitek.

  • Peresmian Awal: Seremoni ini sering dianggap sebagai tanda resmi dimulainya proyek oleh semua pihak yang bekerja sama.
  • Motivasi Tim: Memberikan semangat dan motivasi kepada para pekerja untuk menjalankan proyek dengan baik.

Publisitas dan Dokumentasi

Dalam proyek pembangunan besar, peletakan batu pertama sering dimanfaatkan sebagai momen publik untuk mengumumkan proyek tersebut. Doma sendiri selalu meliput dengan profesional seremoni peletakan pembangunan pertama di setiap proyek yang dibangun.

  • Media dan Publikasi: Proyek besar sering melibatkan media dalam acara ini, sehingga menarik perhatian masyarakat atau calon pembeli (jika proyek bersifat komersial).
  • Dokumentasi Sejarah: Seremoni ini menjadi bagian dari sejarah proyek, yang nantinya dapat dikenang oleh pemilik rumah dan semua yang terlbat.

Penyatuan Persepsi Lingkungan

Upacara ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara semua pihak yang terlibat, termasuk pemilik, kontraktor, pekerja, dan masyarakat sekitar.

  • Kerja Sama dan Sinergi: Momen ini menciptakan atmosfer positif dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama.

Menguatkan Identitas Proyek

Bagi proyek perumahan komersial atau berskala besar, peletakan batu pertama sering digunakan untuk mempertegas identitas proyek, seperti lokasi, konsep, atau tujuan pembangunan.

  • Kepercayaan Investor atau Pemilik: Memberikan keyakinan kepada pemilik atau investor bahwa proyek berjalan sesuai rencana.
  • Citra Profesional: Menunjukkan profesionalisme penyelenggara proyek di hadapan masyarakat atau klien.
    • Bagi proyek perumahan komersial atau berskala besar, peletakan batu pertama sering digunakan untuk mempertegas identitas proyek, seperti lokasi, konsep, atau tujuan pembangunan.

Pomo, selaku Tim Doma yang hadir secara langsung pada peletakan batu pertama, menyampaikan “Kami berharap, dengan dimulainya proyek ini, proses pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai dengan kualitas yang diinginkan, sehingga bisa memberikan hasil yang memuaskan bagi semua pihak yang terlibat.”

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Kesimpulan

Memanfaatkan Material Bekas, Memang Bisa? Jogja Konstruksi

Memanfaatkan Material Bekas, Memang Bisa?

Memanfaatkan material bekas, memang bisa? Jogja Konstruksi. Dalam dunia konstruksi, pemanfaatan material bekas semakin populer sebagai solusi ramah lingkungan dan ekonomis. Banyak kontraktor dan tenaga ahli di bidang konstruksi menyarankan penggunaan material bekas untuk mengurangi limbah serta menekan biaya pembangunan. Material seperti kayu, batu bata, kaca, hingga baja bekas sering kali masih memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan kembali dengan sedikit pengolahan.

Menurut para ahli konstruksi, seperti yang sering dibahas dalam konsep sustainable building, material bekas bisa dimanfaatkan tanpa mengurangi kekuatan dan estetika bangunan. Misalnya, kayu dari bangunan lama dapat diolah kembali menjadi furnitur atau lantai, sementara batu bata bekas bisa digunakan kembali untuk dinding. Selain itu, penggunaan material bekas juga membantu mengurangi kebutuhan bahan baru, yang berarti lebih sedikit eksploitasi sumber daya alam.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Para tenaga ahli konstruksi merekomendasikan pemilihan dan pengolahan material bekas secara cermat agar tetap memenuhi standar keamanan dan estetika. Kayu bekas, misalnya, dapat diolah kembali menjadi lantai atau furnitur, sementara batu bata dari bangunan lama bisa digunakan kembali untuk dinding. Selain itu, penggunaan material bekas juga memberikan karakter unik pada rumah, menciptakan desain yang lebih artistik dan berkesan. Dengan perencanaan yang tepat, membangun rumah dari material bekas bukan hanya memungkinkan, tetapi juga menjadi solusi berkelanjutan dalam industri konstruksi.

Di Jogja, tren konstruksi dengan material bekas semakin berkembang. Tim Doma Risky menjelaskan “Bongkaran rumah yang masih bisa dipakai akan kami pakai lagi”. Banyak proyek yang mengusung konsep ramah lingkungan dan memanfaatkan bahan daur ulang untuk menciptakan bangunan yang unik sekaligus berkelanjutan. Oleh karena itu, memanfaatkan material bekas bukan hanya mungkin, tetapi juga menjadi langkah cerdas dalam dunia konstruksi modern.”

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja Konstruksi, Memilih Keramik Untuk Tangga Memang Ada Bedanya?

Memilih Keramik Untuk Tangga

Jogja Konstruksi, memilih keramik untuk tangga memang ada bedanya? Tim Doma telah banyak membangun rumah di Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak hanya bangunan individu tetapi juga bangunan publik. Tangga sebagai elemen penting dalam rumah atau bangunan tingkat memiliki peran vital. Membangun tangga di luar atau dlam memiliki beberpa penyesuaian mulai dari elevasi hingga pilihan keramik atau lantainya. Pemilihan keramik untuk tangga merupakan aspek penting dalam desain dan keamanan bangunan. Tangga adalah salah satu elemen yang sering digunakan, sehingga material keramik yang dipilih harus memenuhi kriteria estetika, fungsionalitas, dan keselamatan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Kriteria pemilihan keramik untuk tangga, mengutamakan keamanan seperti anti slip. Pilih keramik yang memiliki permukaan kasar atau bertekstur untuk mencegah risiko tergelincir, terutama jika tangga sering terkena air. Pomo menjelaskan “Gunakan keramik bertekstur atau dengan finishing matte untuk area tangga luar atau basah.” Pastikan juga keramik memiliki ketahanan yang cukup untuk menahan beban berat dan lalu lintas tinggi. Pilih keramik dengan kekuatan tinggi, seperti yang memiliki spesifikasi PEI (Porcelain Enamel Institute) rating tinggi. lanjut, Pomo “Untuk tangga dengan lalu lintas tinggi, gunakan keramik berdaya tahan tinggi seperti jenis porselen.”

Keramik Untuk Tangga Memang Ada Bedanya?

Tim Doma sendiri banyak melakukan pekerjaan konstruksi tangga yang melibatkan desain arsitektural modern maupun kontemporer. Praktis ini melibatkan ukuran dan corak atau warna pemakaian lantai yang beragam. Ukuran Keramik. Pomo menegaskan “Gunakan keramik 30×60 cm untuk tangga lebar agar tampilan lebih elegan dan tidak terlalu banyak sambungan.” Pilih ukuran keramik yang sesuai dengan dimensi anak tangga dan bordes agar pemasangan lebih rapi dan meminimalkan potongan keramik. Pilih warna dan pola keramik yang sesuai dengan tema atau desain interior ruangan. Warna netral atau motif kayu sering digunakan untuk menciptakan kesan hangat dan alami. Pomo melanjutkan “Tangga rumah modern biasanya menggunakan keramik berwarna abu-abu atau dengan motif batu alam.”

Jogja Konstruksi, memilih keramik untuk tangga memang ada bedanya? Menjawab itu, memilih keramik untuk tangga harus mempertimbangkan aspek keamanan, daya tahan, dan estetika. Pilih keramik yang sesuai dengan kebutuhan penggunaan dan tambahkan elemen keamanan seperti step nosing untuk hasil yang optimal. “Dengan pemilihan yang tepat, tangga tidak hanya fungsional tetapi juga menjadi elemen estetis dalam desain bangunan.” lugas Pomo.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja Konstruksi, Apa Manajemen Kontruksi dan Pentingnya?

Apa Manajemen Kontruksi dan Pentingnya?

Jogja Konstruksi, apa manajemen kontruksi dan pentingnya. Manajemen konstruksi adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian proyek konstruksi. Bertujuan agar selesai sesuai waktu, anggaran, dan kualitas yang diinginkan. Manajemen ini melibatkan banyak pihak, seperti pemilik proyek, kontraktor, subkontraktor, arsitek, dan insinyur, serta mencakup berbagai aspek teknis dan administratif.

Perusahaan konstruksi seperti Doma sangat mengedepankan efisiensi. Efisiensi yang dimaksud adalah dengan menerapkan dan memastikan manajemen konstruksi yang tepat. Manajemen konstruksi selalu diutamakan Tim Doma. K3 sampai dokumen pendukung lain adalah unsur penting manajemen konstruksi.

Lagi menkon atau manajemen konstruksi adalah disiplin ilmu yang bertujuan untuk mengelola seluruh proses proyek konstruksi, dari perencanaan awal hingga penyelesaian. Fokus utama adalah untuk menyelesaikan proyek tepat waktu, sesuai anggaran, dan dengan kualitas yang diharapkan.

Ahli manajemen konstruksi harus memiliki kemampuan untuk merencanakan, mengorganisasi, melaksanakan, dan mengendalikan berbagai aspek proyek, termasuk waktu, biaya, kualitas, sumber daya, risiko, dan keselamatan kerja. Dengan memanfaatkan teknologi modern seperti Building Information Modeling (BIM) dan software manajemen proyek, para profesional di bidang ini dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, sekaligus meminimalkan risiko serta dampak lingkungan. Keberhasilan dalam manajemen konstruksi tidak hanya diukur dari penyelesaian tepat waktu dan sesuai anggaran, tetapi juga dari terciptanya hasil yang memenuhi standar mutu, memberikan manfaat jangka panjang, dan berkontribusi positif bagi masyarakat serta lingkungan. Titis menjelaskan “Menkon itu harus ada, dan merupakan track dari jalannya proyek”.

Meskipun manajemen konstruksi memiliki peran vital dalam keberhasilan proyek, terdapat beberapa kekurangan yang sering dihadapi. Salah satunya adalah kurangnya koordinasi antar tim, yang dapat menyebabkan miskomunikasi dan keterlambatan jadwal. Selain itu, kesalahan dalam estimasi biaya atau waktu sering kali mengakibatkan pembengkakan anggaran dan proyek melewati batas waktu yang ditentukan. Tantangan lainnya adalah kurangnya pemahaman terhadap risiko dan mitigasinya, yang dapat memperburuk situasi saat terjadi perubahan tak terduga di lapangan. Penggunaan teknologi yang tidak optimal atau ketergantungan pada metode tradisional juga dapat menghambat efisiensi dan produktivitas. Titis menambahkan, “Manajemen konstruksi yang lemah sering gagal menangani dampak lingkungan dan K3, yang berpotensi merugikan proyek.”

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Mengapa Butuh Lebih Banyak Bangunan Tahan Gempa Jogja Konstruksi

Mengapa Butuh Lebih Banyak Bangunan Tahan Gempa

Mengapa butuh lebih banyak bangunan tahan gempa jogja konstruksi. Perusahaan konstruksi seperti Doma sangat memperhatikan faktor keamanan. salah satunya adalah keamanan kegagalan konstruksi seperti terdampak gempa. Bangunan tahan gempa menjadi fokus tersendiri dan tantangan bagi tim Doma kedepannya. Bangunan tahan gempa menjadi penting saat ini karena dampak gempa bumi dapat menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur, kehilangan nyawa, dan ekonomi. Pentingnya bangunan tahan gempa di Indonesia tidak bisa dianggap enteng, mengingat kondisi geografis Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik (Pacific ring fire). Indonesia rentan terhadap aktivitas seismik yang tinggi, termasuk gempa bumi, karena terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama. Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

Indonesia sering mengalami gempa bumi besar, seperti gempa Aceh (2004), Yogyakarta (2006), Palu-Donggala (2018), dan Cianjur (2022). Tanpa bangunan tahan gempa, kerusakan akibat bencana ini dapat menjadi lebih parah, baik dalam hal korban jiwa maupun kerugian material. Indonesia memiliki populasi besar yang tersebar di pulau-pulau dengan banyak kota besar. Dalam kawasan urban seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, gempa bumi dapat mengakibatkan bencana besar jika bangunan tidak dirancang untuk menahan guncangan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Kahar S dosen UNS dan Ahli Mitigasi kepada tim doma menjelaskan ” Kesadaran dan edukasi tentang pentingnya bangunan tahan gempa masih kurang di kalangan masyarakat umum.” Pada sesi perkuliahan mitigasi bencana dan berfokus pada penanggulangan pasca gempa Lombok 2018 bersama mahasiswa Kahar S menambahkan “Melibatkan masyarakat dalam pelatihan mitigasi bencana dan memastikan bahwa mereka memahami pentingnya memilih atau membangun rumah tahan gempa.” Diskusi tentang bangunan tahan gempa sangat relevan, terutama di negara seperti Indonesia yang rentan terhadap gempa bumi.

Rumah Dome salah satu teknologi/desain rumah tahan gempa

Indonesia telah mengadopsi standar bangunan tahan gempa melalui Peraturan Gempa Indonesia (SNI 1726:2019). Standar ini dirancang untuk memastikan bangunan mampu menahan gempa yang mungkin terjadi berdasarkan zona risiko seismik di Indonesia. Indonesia memiliki potensi dalam mengembangkan teknologi lokal untuk konstruksi tahan gempa. Seperti penggunaan bahan bangunan lokal yang ringan dan fleksibel, serta penerapan teknologi modern seperti sistem isolasi dasar dan peredam energi.

Butuh Lebih Banyak Bangunan Tahan Gempa

Dengan latar belakang ini, tahan gempa bukan hanya tanggung jawab moral bagi para arsitek, insinyur, dan pengembang. Tetapi juga kebutuhan mutlak untuk melindungi masyarakat Indonesia dari bencana yang tidak terhindarkan. Meningkatkan kesadaran, melatih tenaga kerja konstruksi, dan mematuhi regulasi adalah langkah-langkah penting untuk mencapainya. Gunakan Jasa Konstruksi seperti Doma Living House untuk memastikan dan meminimalisir kerusakan rumah fatal akibat gempa. Tenaga profesional seperti Doma mampu menghitung dan memperhitungkan struktur yang efisien dan aman.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Apakah Manfaat Green Building? Jogja Konstruksi

Apakah Manfaat Green Building?

Apakah Manfaat Green Building? Jogja Konstruksi. Green Building atau bangunan hijau adalah konsep pembangunan yang berfokus pada efisiensi penggunaan sumber daya, pengurangan dampak lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup penghuni. Konsep ini mencakup berbagai aspek desain, konstruksi, dan pengoperasian bangunan dengan tujuan menciptakan keberlanjutan lingkungan. Tujuan Utama Green Building menggunakan material yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.

Mengurangi jejak karbon (carbon footprint) meminimalkan emisi karbon selama pembangunan dan pengoperasian bangunan. Menghemat energi dan air menggunakan teknologi hemat energi dan air untuk mengurangi konsumsi sumber daya. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan penghuni. Menciptakan lingkungan yang sehat dengan kualitas udara, pencahayaan alami, dan kenyamanan termal yang optimal. Mendukung keberlanjutan lingkungan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Bangunan hijau sendiri masih tergolong baru di Indonesia. Sertifikat bangunan hijau yang biasa disingkat BGH sendiri memang belum dimiliki banyak orang. Tim Doma Living House di sisi lain, sudah memiliki satu orang yang memiliki sertifikat BGH Muda 7. Salah satu faktor penting yang utama dalam BGH adalah hemat energi. Memanfaatkan teknologi hemat energi seperti pencahayaan LED, perangkat hemat listrik, dan penggunaan energi terbarukan. Ibnu menjelaskan “Desain jendela besar untuk memaksimalkan cahaya alami dan mengurangi kebutuhan listrik.” Bangunan dirancang untuk memanfaatkan energi secara optimal, seperti penggunaan sistem pencahayaan LED, panel surya, atau desain ventilasi alami. Ibnu menambahkan “Menggunakan kaca rendah emisi (low-E glass) untuk mengurangi panas masuk ke dalam bangunan, sehingga menghemat energi pendingin ruangan.”

Ibnu menjelaskan meskipun banyak keuntungan, tapi tantangan dalam implementasi bangunan hijau ternyata juga cukup banyak. Biaya yang tergolong mahal di awal, ketidaksadaran kontraktor lokal dan kurangnya ketersediaan material karena merupakan metoda dan pendekatan baru, apalagi penerapannya merupakan hal baru di Indonesia. Ibnu mengatakan “Teknologi hijau seperti panel surya atau sistem daur ulang air cenderung mahal di awal, lalu tidak semua pemilik proyek atau kontraktor memahami manfaat bangunan hijau, dan mungkin material ramah lingkungan dan teknologi hijau masih terbatas di beberapa wilayah.” pungkasnya.

Green building apa itu? pentingkah? Jogja Konstruksi. Menjawab itu Ibnu menjelaskan bangunan hijau adalah solusi inovatif untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan. Memaksimalkan energi dan beberapa tujuan di atas yang bertujuan untuk meningkatkan sustainability goal nasional maupun daerah. “Dengan memanfaatkan teknologi modern, material ramah lingkungan, dan desain yang efisien, bangunan hijau tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penghuninya.” imbuh Ibnu.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855