Konstruksi Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan Rumah di Jogja

Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan

jogjakosntruksi.com – Konstruksi tinggi anak tangga pengaruhi kenyamanan rumah di Jogja. Bangunan bertingkat memiliki konstruksi tangga untuk mencapai lantai atas. Konstruksi tangga saat ini beragam, mulai dari beton, besi, kayu, hingga kaca. Kenyamanan anak tangga merupakan tugas penting arsitek, ketinggian dan jumlah anak tangga ergonomis menjadi penting dalam desain. Jogja sendiri sebagai kota budaya memiliki beberapa desain khas jawa untuk diadaptasi sebagai desain tangga ergonomis dan kaya nilai budaya.

Kenyamanan rumah tidak hanya ditentukan oleh tata letak dan desain interior, tetapi juga oleh detail teknis seperti tinggi anak tangga. Di Jogja, banyak rumah menggunakan tangga untuk menghubungkan lantai satu dengan lantai dua atau lebih. Jika tinggi anak tangga tidak sesuai dengan standar ergonomis, penghuni bisa merasa cepat lelah saat naik turun tangga, bahkan berisiko mengalami cedera.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Tinggi ideal anak tangga orang jogja atau asia umumnya berkisar antara 15–18 cm. Jika lebih tinggi dari itu, penghuni akan merasa lebih sulit melangkah, terutama anak-anak dan lansia. Sebaliknya, jika terlalu rendah, tangga akan terasa kurang efisien karena jumlah anak tangga bertambah, sehingga lebih melelahkan. Oleh karena itu, konstruksi tangga harus memperhatikan keseimbangan antara tinggi dan kedalaman anak tangga agar nyaman digunakan oleh seluruh anggota keluarga.

Konstruksi Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan Rumah di Jogja

Di Jogja, banyak rumah mengadopsi desain tradisional maupun modern yang memiliki perbedaan dalam konstruksi tangga. Rumah-rumah tradisional Jawa, misalnya, cenderung memiliki tangga dengan anak tangga yang lebih landai untuk memberikan kenyamanan lebih. Sementara itu, rumah-rumah modern sering kali memiliki desain tangga yang lebih curam karena keterbatasan ruang. Pemilik rumah perlu mempertimbangkan faktor ini agar tetap mendapatkan desain yang fungsional tanpa mengorbankan kenyamanan.

Selain tinggi anak tangga, material yang digunakan juga berperan penting dalam kenyamanan dan keamanan penghuni. Material seperti kayu memberikan kesan hangat dan tidak licin, sementara keramik atau marmer lebih elegan tetapi bisa menjadi licin jika terkena air. Oleh karena itu, pemilihan material harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keamanan penghuni rumah. Disarankan menggunakan material kesat seperti kayu atau keramik unpolished. Titis menjelaskan “Karena fungsinya sebagai sirkulasi vertikal lebih baik pakai yang tidak licin,” jelasnya.

Secara keseluruhan, tinggi anak tangga yang ideal dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam rumah. Pemilik rumah di Jogja disarankan untuk mempertimbangkan aspek ergonomis ini saat merancang atau merenovasi tangga agar penghuni dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman. Dengan perencanaan yang baik, tangga tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar lantai, tetapi juga menjadi elemen desain yang mendukung kenyamanan rumah secara keseluruhan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Mitigasi Gempa Jogja Dalam Dunia Konstruksi

Mitigasi Gempa Jogja

jogjakonstruksi.com – Mitigasi gempa Jogja dalam dunia konstruksi. Gempa adalah bencana alam yang hingga saat ini tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Indonesia adalah negara kepulauan yang berada di ring of fire, yang akrab dengan gempa vulkanik dan tektonik. Mitigasi gempa terkait dengan konstruksi  sangat dibutuhkan, apalagi di Jogja yang sudah beberapa kali mengalami gempa tektonik sampai vulkanik.

Mitigasi adalah langkah yang dilakukan sebelum bencana terjadi. Gempa bumi adalah salah satu bencana yang tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Yogyakarta adalah daerah yang kerap terjadi gempa bumi. Misalnya gempa yang mengguncang Yogyakarta pada 2006 yang pada saat itu menjadi headline nasional dalam beberapa pekan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Gempa bumi dibagi menjadi beberapa jenis. Paling umum adalah gempa tektonik dan vulkanik. Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi karena patahan atau pergeseran lempeng bumi, sedangkan gempa vulkanik adalah gempa yang dihasilkan dari aktifitas ataupun letusan gunung berapi. Keduanya merupakan bencana yang tidak bisa diprediksi. Gempa vulkanik memungkinkan untuk bisa dideteksi, namun pada kenyataannya gempa vulkanik juga sulit dideteksi, tetapi dapat diperkirakan seiring dengan aktifitas gunung berapi tersebut. 

Mitigasi gempa terhadap konstruksi adalah bagaimana mengantisipasi, menanggulangi, dan mengurangi dampak dari efek gempa yang menimpa konstruksi. Tim Doma, yaitu Erik, menjelaskan bahwam memang rumah dapat menanggung beban gempa sesuai dengan hitungan struktur yang sudah ada, “Rumah yang ambruk akibat gempa tidak langsung ambruk, ada beberapa saat untuk terjadi kegagalan struktur,” jelas Erik.

Mitigasi Gempa Jogja Dalam Dunia Konstruksi

Selain pentingnya mitigasi, penting juga untuk menghitung struktur bangunan yang akan dibangun karena dengan adanya hitungan struktur rumah akan menjadi lebih aman. Hitungan struktur saat ini sangat digunakan guna kepentingan PGB. Tim Doma, Rycko menjelaskan untuk kebutuhan data PBG selain detail gambar juga dibutuhkan hitungan struktur dari SAP dengan perhitungan lengkap, “Hitungan SAP harus ada untuk kebutuhan PBG di Jogja,” paparnya.

Mitigasi dan kesadaran publik akan adanya bencana alam dan keselamatan pada saat terjadinya bencana merupakan hal yang mutlak. Masyarakat, pemerintah, dan swasta harus saling mendukung satu sama lain. Kerjasama yang apik, dapat menigkatkan awas masyarakat dan tingkat edukasi terhadap pentingnya keselamatan nyawa saat terjadinya bencana alam. Lebih, akan mengurangi signifikan korban jiwa akibat bencana alam dan kegagalan konstruksi bangunan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Lift Cor Percepat Pekerjaan Dak Jogja

Lift Cor Percepat Pekerjaan Dak

jogjakonstruksi.com – Konstruksi lift cor percepat pekerjaan dak Jogja. Pekerjaan dak adalah pekerjaan yang memutuhkan tenaga dan material yang besar. Pekerjaannya yang harus monolit mengharuskan pekerjaan plat lantai atau dak selesai dalam satu kali pekerjaan. Masyarakat Indonesia kadang masih memakai cor manual untuk dak atau plat lantai. Melakukan pekerjaan plat lantai secara terpisah dapat membuat tidak monolitnya dak dan dapat memicu kegagalan konstruksi di masa depan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Urbanisasi atau perpindahan penduduk untuk meninggali daerah urban maupun sub-urban di Yogyakarta sangat pesat. Yogyakarta adalah kota dengan pertumbuhan penduduk yang cepat tidak hanya dari pendatang atau pelajar namun juga dari masyarakatnya sendiri. Hal tersebut selaras dan diiringi dengan pertumbuhan hunian yang semakin pesat. Tidak hanya hunian rumah, namun juga pembangunan kos-kosan ataupun kamar sewa semakin tinggi, apalagi di daerah seputar kampus atau sekolah.

sumber: jogjakonstruksi.com

Pembangunan yang pesat ini mendorong percepatan pembangunan pada kategori di atas. Salah satu hal yang mungkin bisa dipercepat adalah metode pengecoran. Readymix adalah salah satu motode pengecoran yang sangat cepat. Namun, penggunaan readymix dirasa masih mahal dan aksesnya yang kemungkinan sulit jika dilakukan di tempat yang tidak bisa diakses oleh moda readymix. Salah satu solusi pengecoran lainnya adalah lift cor.

Sebenarnya apa itu lift cor? lift cor adalah metode yang digunakan untuk melakukan pengecoran dengan menggunakan alat berupa crane, bak, dan rail untuk menaikan beton pada lantai yang diinginkan. Pengunaan lift cor dirasa lebih cepat saat mendistribusikan beton dan menjaga kelecakannya. Titis selaku pelaksana Doma mengatakan bahwa penggunaan lift cor bisa menghemat waktu 30% pada saat melakukan pengecoran, “Lebih cepat dan menghemat biaya,” jelas Titis.

Meskipun banyak keuntungan yang ditawarkan, namun lift cor memiliki beberapa kekurangan di antaranya adalah, lift cor harus menggunakan operator profesional dan perangkaian alat yang cukup memakan waktu. Namun, waktu tersebut sangat tidak sebanding jika dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyusun tangga dan penyangga bambu untuk cor manual.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Pasar Ngasem Jogja Arsitektur Konstruksi dan Sejarahnya

Pasar Ngasem Jogja Ramai Dikunjungi

jogjakonstruksi.com – Pasar Ngasem jogja arsitektur, konstruksi, dan sejarahnya. Pasar Ngasem awalnya adalah pasar yang menjual satwa khususnya burung. Saat ini gunanya dialihkan sebagai pasar dengan banyaknya penjual jajanan pagi dan tujuan sarapan bagi pengunjung Jogja. Pasar yang berada di Jeron Beteng ini telah mengalami banyak ubahan konstruksi.

Terletak di jalan Polowijan No. 11 Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasar ini sudah dibangun bersamaan dengan Tamansari pada saat penjajahan Belanda. Berdiri sejak tahun 1960, dua abad lebih, pasa ini mampu memutarkan ekonomi sekitar Jeron Beteng.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Pasar Ngasem berdiri di atas tanggul air Istana Tamansari. Pada tahun 2007 terdapat ratusan pedagang yang riuh menjual burung peliharaan. Merpati, tekukur, dan burung kicau lainnya. Pasar Ngasem mahsyur akan pasar yang menyediakan berbagai satwa kicau di Jogja pada tahun 2000-an awal.

sumber: dok. istimewa

Memaknai arsitektur dan konstruksinya dapat disimpulkan bahwa pasar ini dibangun untuk mendukung objek wisata Tamansari. Di antaranya adalah memberikan akses mudah bagi pengunjung ke Tamansari, terletak dengan jalur transportasi kota, jalur wisata Keraton, sehingga dapat memanfaatkan jalur sirkulasi yang ada untuk pengendalian sistem sirkulasi.

Arsitektur Konstruksi Pasar Ngasem

Pasar Ngasem tidak menimbulkan dampak negatif terhadap bangunan-bangunan di sekitarnya termasuk tujuan utama objek wisata. Tim Doma yaitu, Ibnu menjelaskan bahwa keberadaan pasar ini sebagai penunjang objek wisata di sekitarnya, “Pasar Ngasem menjadi penunjang Tamansari dan Keraton,” jelasnya. Ibnu menambahkan, dengan sejarah seperti itu memberikan ciri yang dikaitkan dengan adanya suatu kegiatan perdagangan burung yang jadi tonggak sejarah adanya kegiatan jual beli khusus burung juga menjadi cermin karakter dari kegiatan pada masa itu.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasar Ngasem yang lekat dengan kriteria pemanfaatan potensi lingkungan Tamansari di wilayah kecamatan Keraton Yogyakarta dapat berfugsi sebagai pendukung obyek wisata. Sehingga menurut Ibnu harus dikonservasi seperti saat ini, dengan memperluas area dan merubah fungsinya karena pasar hewan saat ini sudah direlokasi ke Pasti di Jalan Bantul. “Sekarang sudah menjadi tujuan wisata sarapan, pasar burung sudah pindah ke Pasti,” jelas Ibnu.

Masjid Syuhada Kotabaru, Masuknya Islam di Kotabaru Jogja

Masjid Syuhada Kotabaru, Masuknya Islam di Kotabaru

jogjakonstruksi.com – Masjid Syuhada Kotabaru, masuknya Islam di Kotabaru Jogja. Masjid Syuhada adalah masjid yang berada di Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Saat in Masjid Syuhada menjadi bangunan warisan budaya dan cagar budaya. Bangunan Masjid ini menjadi simbol masuknya agama Islam dan sejarah di Kotabaru setelah kemerdekaan Indonesia.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Masjid Syuhada dibangun pada 1 Muharam 132H atau pada tanggal 20 September 1952. Dibangun dengan lokasi yang sangat strategis di Jalan I Dewa Nyoman Oka No. 13 Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta. 

Masjid Syuhada saat ini dijadikan bangunan warisan budaya dan cagar budaya yang ditetapkan oleh Gubernur DIY dalam Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 62 Tahun 2013 tentang pelestarian Cagar Budaya dan warisan budaya adalah benda, bangunan, struktur, situs yang perlu dilestarikan keberadaaanya.

Sejarah Masjid Syuhada merupakan tolak ukur masuknya Islam di Kotabaru, setelah elit Belanda pergi dan pendudukan Jepang berhasil diusir rakyat mulai menduduki penuh Kotabaru. Pertempuran Kotabaru yang membuat gugurnya 32 pahlawan pada saat itu, menjadi simbol terbentuknya nama Syuhada. Masjid Syuhada adalah nama yang didasari dari Syahid di mana untuk mengenang jasa pahlawan yang sudah berhasil merebut kembali Kotabaru. Herat sebagai jurnalis senior Jogja berkomentar bahwa Masjid Syuhada memang jadi simbol masuknya Islam di wilayah Kotabaru, “Syuhada adalah pintu masuk islam dan nasionalisme di Kotabaru,” jelasnya.

Presiden Soekarno adalah penggagas sekaligus pemrakarsa yang mendukung pembangunan masjid Syuhada bersama Pakualam VII pada tahun 1952 silam. Masjid ini dibangun dengan tujuan untuk memasukan agama Islam di Kotabaru yang saat itu hanya ada gereja kristen dan katolik. Hingga akhirnya

Masjid Syuhada merupakan bangunan masjid bergaya modern pertama yang dibangun di Yogyakarta. Bangunan masjid ini dibangun dengan arsitek Belanda yang bernama Ir. R Feenstra yang berasal dari N.V Associatie di Djakarta. Herat sebagai jurnalis senior di Jogja mengatakan bahwa kepala pembangunan Masjid Syuhada adalah orang Jogja, “Kepala pekerja Masjid Syuhada pada rilis resmi di data resmi adalah Supono,” tambahnya saat kami lakukan interview di kediamannya di Ngabean.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Salah Pilih Keramik Kamar Mandi (Keramik Polish vs Unpolished)

Salah Pilih Keramik Kamar Mandi

Salah pilih keramik kamar mandi (keramik polish vs unpolished). Dalam dunia konstruksi, pemilihan keramik kamar mandi menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan, terutama dalam memilih antara keramik polish (mengkilap) dan unpolished (tidak mengkilap). Kontraktor dan tenaga ahli konstruksi sering kali memberikan rekomendasi berdasarkan fungsi serta keamanan penggunaan di kamar mandi.

Tim Doma sering mendapati, pertanyaan dari calon owner tentang bagaimana memilih keramik yang cocok. Pemilihan untuk kamar mandi yang notabene bersinggungan langsung dengan air, harus mengutamakan keamanan. Untuk kamar mandi memang seharusnya memakai keramik unpilished yang permukaannya cenderung kasar. Pelaksana Doma Erik mengatakan, “Kamar mandi, memang seharusnya memakai unpolished di sisi lantai. Bahaya kalau licin.”

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Sumber gambar : Istimewa. Yogyakarta, 2025.

Keramik polish memiliki permukaan yang mengkilap karena melalui proses pemolesan tambahan. Jenis ini cocok untuk dinding kamar mandi atau area yang tidak sering terkena air, karena tampilan mengkilapnya memberikan kesan mewah dan lebih mudah dibersihkan dari noda. Namun, permukaannya yang licin bisa berisiko jika digunakan di lantai kamar mandi, terutama dalam kondisi basah.

Disisi lain, keramik unpolished memiliki tekstur yang lebih kasar dan tidak licin, menjadikannya pilihan yang lebih aman untuk lantai kamar mandi. Jenis ini lebih tahan terhadap goresan dan memberikan daya cengkeram yang lebih baik, sehingga mengurangi risiko tergelincir. Walaupun tidak sehalus keramik polish, tampilannya tetap elegan dan cocok untuk konsep kamar mandi minimalis atau natural.

Sumber gambar : Istimewa. Yogyakarta, 2025.

Tim Doma berpendapat, pemilihan keramik kamar mandi harus mempertimbangkan aspek keamanan, fungsi, dan estetika. Untuk kamar mandi rumah tinggal, disarankan menggunakan keramik unpolished pada lantai agar lebih aman, sementara keramik polish dapat digunakan pada dinding untuk meningkatkan tampilan mewah. Dengan kombinasi yang tepat, kamar mandi tidak hanya menjadi lebih aman tetapi juga nyaman dan estetis.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Sahid J-Walk Mall Konsep Green Living Jogja

Sahid J-Walk Mall Konsep Green Living

jogja konstruksi.com – Sahid J-Walk Mall konsep green living Jogja. Sahid Mall yang berada di bilangan Babarsari, Jogja kini nampak sepi. Desain green style living yang diusung sebenarnya cukup unik dan menarik. Sahid J-Walk ini memiliki konsep mixed used pertama di Jogja dengan komplek yang berdiri di lahan dengan luas 8.5000 meter persegi.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Sahid J-Walk dibangun di atas lahan luas di kawasan padat pelajar dan penduduk di bilangan Babarsari, Sleman, DIY. Dibangun pada tahun 2015 silam, bangunan ini menghabiskan anggaran sebangak kurang lebih 650 miliar rupiah. Beberapa bangunan yang menjadi komplek ini antara lain mall, hotel, dan convention hall.

Saat ini, banyak masyarakat Jogja yang berpendapat bahwa mall J-walk kini terlihat sepi. Tenant-tenant yang seharusnya memenuhi wilayah mall kini sudah mulai sepi. Hal ini dikarenakan kurangnya popularitas J-walk dibandingkan dengan mall-mall yang lain yang berada di DIY. Herat selaku masyarakat Yogyakarta dan jurnalis senior berpendapat bahwa popularitas J-walk ini kurang baik di masyarakat golongan menengah, “Saya kurang tau bahkan sangat jarang ke sana kecuali CGV yang murah,” jelasnya.

Desain J-walk sendiri mengusung ide green living atau bisa juga disebut green life style. Pada dasarnya untuk konsep bangunan menggunakan konsep green building, “Green building adalah konsep bangunan dengan efisiensi energi,” jelas Erik.  Green building yang dimaksud adalah bangunan yang sebisa mungkin mengurangi penggunaan energi. Bangunan mall dan kawasan J-walk memiliki orientasi yang memanfaatkan muson dengan menghadap ke utara. Lagi, dengan memanfaatkan bukaan-bukaan yang besar seperti jendela dan pintu-pintu yang mengakibatkan angin dan pencahayaan alami dapat menghemat penggunaan energi listrik hingga 20%-30%, “Bukaan yang besar dapat memanfaatkan udara alami dan pencahayaan alami,” tambah Ibnu.

J-walk ini sangat bagus dari segi desain dan konsep yang diusung. Meskipun saat ini sepi, tidak menutup kemungkinan jika di kemudian hari kawasan ini ramai kembali. Konsep green lifestyle, green living, hingga green building pun mulai digemari. Konsep hemat energi memang sangat didukung, tidak hanya pemerintah lokal namum juga dunia internasional.


Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Pasar Godean Jogja dan Masalah Relokasi Pedagang

Pasar Godean Jogja dan Masalah Relokasi Pedagang

jogjakonstruksi.com – Konstruksi Pasar Godean Jogja dan masalah relokasi pedagang. Pasar Godean telah melakukan revitalisasi besar dan telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan Sri Sultan Hamengku Bowono XI pada 28 Agustus 2024 silam. Saat ini banyak pedagang relokasi yang memutuskan untuk tidak kembali ke Pasar yang telah direnovasi. Bangunan Pasar Godean kini merupakan bangunan dengan perancangan sustainability dan arsitektur nusantara.

Pasar Godean terletak di Jalan Godean tetap di muka jalan Godean. Lokasi yang strategis dan percepatan pertumbuhan dan pemerataan membuat Pasar Godean menjadi pasar yang makin besar. Pasar Godean dirasa sudah tidak mampu menampung semua pedagang dan pengunjung pada waktu yang bersamaan. Lalu, pada 2023 silam wacana revitalisasi pasar godean mulai digalakkan. Tak butuh waktu lama ditahun yang sama, revitalisasi Pasar Godean sudah dumulai. Pembangunan yang ditaksir menelan anggaran sebanyak 89 miliar itu diperkirakan rampung pada Juli 2024.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Peresmian Pasar Godean sudah dilakukan pada 28 Agustus 2024 lalu. Presiden Joko Widodo bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama dengan Bupati Sleman Bu Kustini yang langsung meresmikan Pasar Godean tersebut. Kendati demikian, setelah peresmian tersebut pedagang yang direlokasi sementara enggan untuk pindah. Relokasi sementara ini berjarak satu kilometer ke Barat dari pasar Godean. Herat selalu Jurnalis senior dan kerap mengunjungi pasar bercerita, “Pedagang belum mau pindah, ada kesepakatan setelah lebaran 2025 ini,” jelasnya.

Enggannya pindah para pedagang ini disinyalir karena keraguan akan lahan parkir dan lokasi yang belum ditentukan sepenuhnya. Herat menambahkan ada keraguan akan luasan lahan parkir yang dianggap belum bisa menampung pengunjung yang akan datang, “Mereka takut untuk ke sana (Pasar Induk Godean) karena lahan parkirnya kurang,” tambah Herat. Meskipun begitu, sampai saat ini pembangunan lahan parkir dan relokasi kembali terencana dilakukan setelah lebaran 2025.

Bangunan Pasar Godean sendiri mengusung tema arsitektur lokal nusantara. Konsep yang diusung adalah sustainability building dan arsitektur nusantara. Keindahan Pasar Induk Godean dapat dilihat saat melintasi jalan Godean, posisi pasar ini berada di utara jalan Godean. Desain yang mengusung muatan lokal setempat dapat dilihat dari fasad pagar bumi di bagian depan dan atap yang digunakan. Pada pagar bumi dan atap menggunakan unsur Jawa dan kekratonan Yogyakarta. Atap menggunakan atap bertumpuk dan pagar bumi khas kekratonan Yogyakarta. Arsitektur berkelanjutan pun tak kalah jika dilihat dari desain dengan bukaan yang luas dan atap yang tinggi yang membuat Pasar Godean menjadi pasar dengan pemanfaatan udara dan pencahayaan alami yang baik. Herat menambahkan, “Pasar ini bagus dan nantinya akan jadi ikon di Godean.”

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Sampah Menumpuk di Teras Malioboro Jangan Buang Sembarangan Ada Bank Sampah

Jangan Buang Sembarangan Ada Bank Sampah

jogjakonstruksi.com – Sampah menumpuk di Teras Malioboro jangan buang sembarangan ada bank sampah. Masyarakat Jogja beberapa waktu terakhir kerap menjumpai masalah terkait sampah. Bukan sampah Masyarakat dalam arti harfiah, namun sampah sesungguhnya. Terakhir terakam gawai netizen ada tumpukan sampah di teras dua Malioboro. Masalah sampah tentunya membuat masyarakat Jogja cukup menggelengkan kepala. Masalah serupa terjadi tahun lalu yakni, tutupnya TPA piyungan karena sudah overload. kini, ada Bank Sampah yang merupakan solusi cerdas pemerintah berkolaborasi dengan masyarakat guna menyudahi masalah ini.

Masyarakat Jogja khususnya kini dihadapkan dengan masalah mengenai sampah. Sederhana namun sulit diatasi jelas Herat ketika mendengar isu ini “Masalah sampah memang sudah ada sejak dahulu, dan sampai saat ini belum ada solusi pintas, susah susah gampang.” jelasnya. Sampah yang diproduksi masyarakat Jogja perhari disinyalir mencapai 600 Ton. Masalah tersebut menjadi semakin keruh kendati tempat pembuangan akhir atau TPA di Piyungan sudah setahun ini tutup.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Tempat pembuangan akhir di Piyungan sudah melebihi kapasitasnya dan resmi dinayatakan tutup pada Mei 2024 silam. TPA Piyungan adalah tempat pembuangan akhir untuk wilayah Jogja Kota, Sleman, dan Bantul (Kartamantul) dengan output terakumulasi diperkirakan mencapai 600 ton perhari. TPA ini sudah overload sejak 2012 lalu namun tetap dipaksakan beroprasi sampai 2024 silam. Herat sebagai masyarakat Jogja menceritakan mengenai TPA Piyungan yang dipaksa beroprasi meski overload. “Sudah over sejak 2012 beritanya seperti itu, namun sampai 2024 masih dipaksa.” tambahnya. 

Sampah menumpuk di Teras Malioboro jangan buang sembarangan ada bank sampah. Tutupnya TPA di Piyungan diikuti dengan berbagai masalah sampah yang timbul di Jogja, Sleman, dan Bantul. Baru-baru ini terdapat tumpukan sampah yang terekam smartphone netizen di bilangan Malioboro Yogyakarta (17/2/2025) yang membuat gempar warga net. Hal serupa juga banyak terjadi di kecamatan-kecamatan lain seperti di Mlati dan sekitarnya.’

Solusi dari Pemerintah dan pengamat lingkungan adalah dengan membuat bank sampah pada masing-masing RW di Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul. Bank sampah adalah solusi panjang untuk sekaligus mengedukasi masyarakat untuk mengolah sampah. Ibnu salah satu pengelola bank sampah di kota yogyakarta berpendapat bahwa program ini menguntungkan banyak pihak, “Bank sampah di sini selain distribusi juga untuk pengolahan limbah,” jelasnya.

pemilahan sampah organik dan anorganik yang dimaksud adalah dengan memisahkan sampah yang bisa didaur ulang dan tidak bisa didaur ulang

Solusi ini terbukti efektif, karena pada 2023 dan 2024 Kecamatan Wirobrajan dapat mengurangi jumlah sampah anorganiknya. Bank Sampah sudah dimulai sejak 2022 “keaktifan masyarakat juga dibutuhkan untuk memilah sampahnya sendiri.” jelas Ibnu. Permasalahan sampah di Yogyakarta juga dipengaruhi dari aspek masyarakatnya. Kesadaran Masyarakat akan pengolahan sampah mandiri dan mengurangi produksi sampah juga penting.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Eksplorasi Kotabaru Banyak Bangunan Tua Bersejarah

Eksplorasi Kotabaru Banyak Bangunan Tua Bersejarah

jogjakonstruksi.com – Eksplorasi kotabaru, banyak bangunan tua bersejarah. Kotabaru adalah kelurahan yang terletak di kecamatan Gondokusuman, Kota yogyakarta. Sejarah Kotabaru lekat dengan zaman penjajahan Belanda dan Jepang, yang menjadikan kota baru sebagai lokasi para petinggi Belanda. Bangunan pendukung pada saat itu hingga saat ini masih eksis dan menjadi daya tarik Kotabaru.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Kelurahan Kotabaru berada di kecamatan Gondokusuman. Saat ini menjadi kawasan heritage dan penopang keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini tercantum pada perdais (peraturan daerah istimewa DIY).

Kotabaru memiliki sejarah yang cukup menarik untuk kita telisik lebih jauh. Pada mulanya Kotabaru didesain dengan konsep garden city. Garden city adalah konsep pengenbangan distrik yang memprioritaskan taman pada lingkungannya. 

Kotabaru pada sebelum kemerdekaan digunakan sebagai tempat tinggal elit eksklusif oleh petinggi Belanda. Tata kota yang berdasarkan konsep garden city pun, tak luput dari rencana pembangunan fasilitas bangunan pendukung. Di antaranya adalah Algemeene Middelbare School (AMS) kini menjadi Padmanaba SMA 3 Yogyakarta, Christeljike MULO School kini menjadi SMA BopkriI, Norma School kini menjadi SMP 5 Yogyakarta. 

Fasilitas kesehatan dan keagamaan juga sangat diperhatikan. Yakni, Rumah Sakit Petronella kini menjadi rumah sakit Bethesda. Gereja Kristwen dan disusul Gereja Katholik kini menjadi Gereja Kotabaru. 

Setelah Belanda meninggalkan Indonesia pada 1942, Kotabaru menjadi sedikit berubah. Awalnya menjadi kawasan elit dan tempat hunian eksklusif, kini banyak diubah menjadi wilayah militer dan arsenal Jepang. Gereja Kotabaru pada saat itu menjadi gudang senjata pasukan militer Jepang.

Pemerintah, masyarakat, dan swasta diharapkan ikut peduli dan mawas terhadap kondisi Kotabaru saat ini. Hal itu karena dilatarbelakangi gedung bersejarah saat ini yang masih kokoh berdiri, makin sedikit jumlahnya. Herat sebagai jurnalis senior Jogja mengatakan “Tinggal 45 persen kata dinas.”

Saat ini, Kotabaru menjadi cagar budaya kota Yogyakarta, dan termasuk kawasan penyokong Keistimewaan. Bangunan seperti Padmanaba, SMA Bopkri, Gereja Kotabaru, hingga masjid Syuhada pun menjadi bangunan bersejarah yang memiliki nilai historik unik.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti 

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855