Kontur Jogja Cocok Untuk Orientasi Konstruksi Bangunan Utara Selatan

Kontur Jogja

jogjakonstruksi.com – Kontur Jogja cocok untuk Orientasi konstruksi bangunan utara selatan. Yogyakarta memiliki kontur unik, dengan Gunung Merapi yang terletak di bagian utara dan jajaran pegunungan di selatan. Meskipun wilayah selatan menanjak, kontur ini tidak terlalu ekstrim, sehingga secara keseluruhan wilayah DIY terasa landai. Keunikan tersebut memungkinkan penerapan konsep arsitektur hijau, seperti sirkulasi udara alami, secara lebih maksimal pada bangunan-bangunan di Yogyakarta.

Daerah Istimewa Yogyakarta, atau kerap kita sapa dengan nama Jogja adalah Salah satu provinsi di Indonesia. Provinsi ini memiliki satu kota madya dan empat kabupaten. Jogja adalah kota, lalu Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunung Kidul adalah kabupaten yang mengapit Kota Jogja. Provinsi ini adalah daerah istimewa karena sejarahnya dalam kemerdekaan Indonesia. Selain dikenal sebagai kota pelajar, Jogja juga acap dengan sejarah dan tujuan wisata.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Jogja menjadi tujuan wisata bukan hanya keramahan warganya, namun juga karena suasana daerah yang terasa sejuk dan asri. Hal tersebut bukan suatu kebetulan, karena Jogja memiliki ketinggian sangat ideal yakni 112 mdpl. Ketinggian ini sangat ideal untuk suatu wilayah urban karena akan memiliki suhu dan tingkat kelembapan yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah. Membuat Jogja menjadi kota yang nyaman untuk dihuni dan ditinggali untuk waktu yang lama.

Sumber: Rumah123

Kontur Jogja memiliki sifat menanjak dan menurun yang stagnan. Utara akan lebih tinggi dibanding Selatan, Pakem itu yang tertanam pada masyarakat Jogja. Ketinggian yang ideal dan kontur yang stagnan membuat Jogja menjadi daerah yang sangat mumpuni untuk sifat bangunan modern. Erik menjelaskan kontur ini tidak akan terasa jika dirasakan, harus menggunakan alat ukur dan perhitungan kontur panjang. “Tidak akan terasa karena jalan apsti dibuat selandai mungkin, tapi jika diukur panjang maka akan terlihat jika daerah semakin ke utara akan semakin tinggi,” pungkas Erik.

Kontur Jogja Cocok Untuk Orientasi Konstruksi Bangunan Utara Selatan

Sifat kontur dan ketinggian ideal ini, menciptakan hunian yang memiliki orientasi selatan dan utara menjadi opsi paling baik di Jogja. Memanfaatkan angin muson yang terjadi tiap tahun, dapat mendukung desain arsitektur hijau dan efisiensi energi yang lebih maksimal. Dengan memanfaatkan angin secara maksimal diharapkan pemakaian air conditioner menjadi dapat diminimalisir bahan dieliminasi.

Lagi, orientasi bangunan utara selatan juga dapat memaksimalkan pencahayaan matahari dan mengurangi termal dari cahaya matahari dengan sumbu barat dan timur. Pun, dengan memanfaatkan cahaya dapat mengurangi penggunaan energi untuk lampu pada siang hari. Termal yang menurun karena panas cahaya matahari juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan air conditioner. Menarik punya rumah di Jogja, kan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Interior Keraton Jogja Menarik Jadi Referensi Hunianmu

Interior Kraton Jogja

jogjakonstruksi.com – Konstruksi interior Keraton Jogja menarik jadi referensi hunianmu. Keraton Jogja yang terletak di pusat kota Jogja selain menjadi cagar budaya, tempat wisata, namun juga menjadi hunian keluarga kerajaan Sultan Hamengku Buwono X saat ini. Terdiri dari serangkaian ruang-ruang terbuka di dalam Keraton yang disebut plataran. Dominasi warna hijau Keraton dan warna alam seperti cokelat menambah kesan interior Jawa yang kental.

Keraton Yogyakarta, berada di sentral kota Yogyakarta. Setiap warga Jogja dan wisatawan pasti tak asing dengan hunian kesultanan Yogyakarta ini. Beralamatkan di jalan Rotowijayan 1 Yogyakarta, bangunan megah ini dapat langsung dilihat dari jalan Malioboro dan Alun-alun utara Yogyakarta.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Walaupun Yogyakarta secara resmi sudah menjadi bagian NKRI pada tahun 1945, komplek bangunan Keraton Yogyakarta saat ini masih ada dan masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan keluarganya. Juga, menjadi tempat menjalankan tradisi kesultanan dan kebudayaan hingga saat ini.

Saat ini, Keraton menjadi tempat wisata bagi para wisatawan. Pengunjung dapat menikmati bangunan dan interiornya yang sangat unik. Herat sebagai warga Jogja sekaligus jurnalis senior menjelaskan, Keraton boleh dikunjungi dengan retribusi dan menjadi tempat wisata museum dan belajar mengenai arsitektur jawa. “Boleh dikunjungi, Ada retribusinya selain menjadi museum juga menjadi tempat menimba ilmu berbagai rumpun keilmuan,” jelasnya.

Bicara mengenai interior kita wajib mengetahui kekenatalan arsitektur Jawa yang ada pada bangunan Keraton Jogja. Bangunan Keraton ini terbagi dari dua tipologi, yaitu bangsal dan gedhong. Bangsal adalah bangunan tanpa dinding, struktur penyangganya adalah kolom dan tiang. Sedangkan, gendhong adalah bangunan dengan dinding di sekelilingnya dengan bahan batu alam dan batu bata.

Bangunan bangsal dan gedhong ini, memiliki sisi interior yang amat unik, dengan disusun menggunakan material dominan kayu. Kayu sendiri menjadi struktur hingga partisi pada bangunan gedhong dan bangsal. Mulai dari kolom, balok, hingga struktur atap didominasi menggunakan kayu. Warna juga tak kalah luput dari interior arsitek Jawa Ini, yang mana menggunakan warna hijau keraton, abu-abu, cokelat, dan emas yang dominan pada pengecatan kayu dan bagian bangunan lainnya.

Konstruksi Interior Keraton Jogja Menarik Jadi Referensi Hunianmu

Interior Keraton sangat menarik untuk diadaptasi di hunian rumah tinggal dengan menambahakan unsur warna di atas kita bisa membuat hunian kita memiliki citra Keraton Yogyakarta. Ibnu sebagai tenaga ahli doma berpendapat bahwa memberikan warna dan ornamen kecil dapat mengubah interior hunian menjadi memiliki rasa Keraton. “Beri aksen warna seperti hijau keraton dan abu-abu, berasa menjadi Keraton. Mungkin bisa ditambahi ornamen kecil seperti lampu gantung dan interior pendukung berbagan kayu,” jelas Ibnu.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Plengkung Gading Jogja Resmi Ditutup Ada Konstruksi Apa?

Plengkung Gading Jogja Resmi Ditutup

jogjakosntruksi.com –  Plengkung gading jogja resmi ditutup, ada konstruksi apa?. Plengkung Gading, salah satu konstruksi bersejarah yang menghubungkan Alun-Alun Selatan dengan kawasan Gading di Yogyakarta, resmi ditutup. Penutupan ini dilakukan untuk peremajaan konstruksi agar situs cagar budaya yang juga dikenal sebagai Plengkung Nirbaya tetap lestari dan terjaga sebagai warisan sejarah.

Plengkung Gading adalah salah satu bangunan atau konstruksiyang terdapat di Jogja. Terdapat empat plengkung dulunya. Saat ini hanya ada tiga plengkung, karena dua plengkung termasuk salah satunya Plengkung Gading sudah ditutup. Plengkung sendiri merupakan bagaian dari beteng yang mengelilingi kraton dan alun-alun Jogja. Herat sebagai jurnalis senior menjelaskan bahwa plengkung merupakan bangunan sejarah dan penghubung kraton dan luar “plengkung seperti terowongan kecil dan sebagai lubang tembus beteng” jelas Herat.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami.

sumber: DetikNews

Plengkung Gading, Wijilan, Ngabean merupakan cagar budaya yang dimiliki oleh Kota Yogyakarta. Sejarah Plengkung Gading sendiri sangat menarik dan lekat dengan perkembangan kekratonan Yogyakarta dan Kota Yogyakarta itu sendiri. Plengkung Gading adalah beteng keliling di sekitar Kraton Jogja, Dibangun pada mas pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755 hingga 1792. Plengkung Gading menjadi salah satu pintu masuk ke alun-alun selatan hingga saat ini. Herat sebagai jurnalis senior mengatakan, bagian atas plengkung digunakan sebagai pos jaga prajurit dan memantai apa-apa saja yang masuk ke kraton. “Dulu sebagai pos jaga dan jadi pusat pemantauan masuk keluar kraton,” jelasnya.

Dikutip dari situs resmi Kemendikbud, pada tahun 1934, dinas purbakala dari Belanda yang bernama Dr. F.D.K. Bosch melakukan upaya rekonstruksi terhadap bangunan atau cagar budaya berupa candi di DIY dan Jawa Tengah. Dr. Bosch kemudian mengusulkan kepada gubernur Jogja, yang saat itu menajbat adalah orang Belanda bernama, Johannes Bijleveld untuk menyelamatkan dan meremajakan plengkung yang ada di sekitar keraton.

Upaya peremajaan, kembali dilakukan pada 15 Maret lalu. Kini, plengkung Gading resmi ditutup dan saat ini pekerjaan konstruis masih berlangsung pada sisi selatan dan utara plengkung. Upaya revitalisasi ini adalah upaya kesekian kalinya untuk menyelamatkan cagar budaya ini. Plengkung yang dirasa saat ini dapat membahayakan pengguna jalan harus ditutup sesegera mungkin. Herat menjelaskan bahwa saat ini akses dari selatan untuk menuju alun-alun selatan yogyakarta masih bisa diakses dari sisi barat dan timur. “kita bisa masuk lewat tamansari dan wijilan,” jelasnya. Sekaligus sebagai masyarakat Jogja, Herat mendukung betul upaya pemerintah untuk melestarikan cagar budaya ini.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Perbedaan Tukang Konstruksi Dalam Negeri dan Luar Negeri

Tukang Konstruksi Dalam Negeri dan Dalam Negeri

jogjakonstruksi.com – Perbedaan tukang konstruksi dalam negeri dan luar negeri. Tukang konstruksi, atau tenaga kerja di bidang pembangunan, adalah profesi yang mendunia. Selain di Indonesia, pekerjaan ini juga ada di luar negeri. Profesi seperti mandor tukang, tukang batu, tukang kayu, dan tukang besi sering terdengar dalam proyek konstruksi atau pembangunan. Namun, terdapat perbedaan signifikan antara tukang konstruksi dalam negeri dan luar negeri.

Tenaga kerja konstruksi atau lebih familiar dengan nama tukang merupakan pekerjaan tertua yang ada. Kegiatan membangun bangunan, dan membuat sesuatu patung merupakan sejarah dari tukang batu. Pekerjaan yang didominasi oleh kaum adam ini tersebar ke seluruh penjuru dunia, negara Indonesia merupakan salah satunya. Namun, meskipun sama dalam hal predikat pekerjaan sebagai tenaga konstruksi, tukang dalam negeri dan luar negeri memiliki banyak perbedaan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Perbedaan tukang dalam negeri dan luar negeri yang paling terlihat adalah dari unsur tabiat saat bekerja. Tukang luar negeri sangat mematuhi peraturan dan himbauan tenaga ahli. Sedangkan, mirisnya tukang dalam negeri kita seperti kurang memperhatikan peraturan dan himbauan tenaga ahli di lapangan. Hal ini dapat terlihat dari lokasi pekerjaan yang tidak rapi dan seragam K3 yang disediakan enggan digunakan. Asuransi, tukang luar negeri menggunakan asuransi dengan cover penuh penggunaan K3, sedangkan tukang lokal masih abai dalam asurasi keselamatan ataupun kesehatan kerja.

Sumber: dok. pribadi

Lebih lagi, menurut Erik salah satu tenaga ahli Doma mengatakan bahwa perilaku tukang seperti ini karena sudah menjadi budaya dan kurangnya campur tangan ahli dalam kegiatan K3 sejak dahulu. “Karena memang sejak dahulu perhatian terhadap K3 kurang, dan terbawa sampai saat ini,” jelas Erik.

Perbedaan Tukang Konstruksi

Hirarki tukang di Indoneisa sebenarnya juga cukup menarik, dari atas adalah mandor lalu kepala tukang dilanjutkan oleh tukang dan pembantu tukang. Mandor adalah pemimpin tukang dalam suatu proyek, di bawahnya menyusul kepala tukang yang bertanggung jawab akan pekerjaan satu bahan atau bagian tertentu. Tukang adalah pekerja yang mengerjakan satu bahan atau bagian tertentu, yang material pakainya dilayani oleh pembantu tukang. Hirariki seperti ini cukup baik, namun jika kita berkaca dari tukang luar negeri mereka memakai tukang dengan kompetensinya masing-masing dalam melakukan suatu pekerjaan.

Selain itu, jika kita membahas mengenai kompetensi perbedaan lain yang cukup signifikan adalah taraf pendidikan. Menyedihkan, namun pekerjaan tukang dalam negeri masih dipandang rendah dan memiliki stigma negatif di masyarakat. Mendasar pada hal itu, tukang di Indonesia rata-ratanya adalah pekerja dengan pendidikan di bawah sekolah dasar. Berbeda dengan tukang luar negeri yang sudah memiliki kompetensi khusus dan vokasi yang jelas.

Peran pemerintah dan swasta sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja konstruksi di Indonesia. Erik menjelaskan bahwa jika tukang sudah mendapat kompetensi yang layak, hasil infrastruktur akan menjadi lebih baik di masa depan. “Kita perbaiki dari tenaga (tukang), kalau tenaga ahli sudah sangat banyak yang bagus,” jelas Erik. Pendidikan K3 adalah peranan vital dalam menjaga lingkungan kerja terutama tukang bangunan yang memiliki pekerjaan dengan risiko paling tinggi di Indonesia.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Rumah dengan Konstruksi Kayu di Jogja

Rumah dengan Konstruksi Kayu

jogjakonstruksi.com – Rumah dengan konstruksi kayu di Jogja. Konstruksi dengan bahan kayu di Jogja semakin diminati karena nilai estetika, serta kesan alami yang dihadirkannya dan budaya di Jogja. Rumah dengan bahan kayu sendiri merupakan rumah yang diusung kekratonan Yogyakarta. Konstruksi kayu sendiri unik serta mencitrakan arsitektur Nusantara yang khas khususnya Jawa.

Kayu sebagai bahan utama memiliki keunggulan seperti daya tahan yang baik, kemampuan isolasi termal yang membuat rumah tetap sejuk, serta fleksibilitas dalam desain. Dewasa ini, konstruksi rumah dengan bahan kayu mulai diminati. Selain dari sisi arsitektural kini desain klasik juga menjadi primadona di Indonesia.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Penerapannya di Jogja, banyak rumah kayu saat ini dibangun dengan gaya tradisional seperti rumah Joglo kekratonan. Memiliki kekhasan dengan tiang-tiang besar dan atap limasan, atau rumah panggung yang mengadaptasi kearifan lokal dalam menghadapi kondisi lingkungan. Selain itu, penggunaan kayu dalam konstruksi rumah juga lebih ramah lingkungan jika didukung dengan pemilihan bahan dari sumber yang berkelanjutan. Herat sebagai salah satu masyarakat Jogja yang memiliki rumah dengan konstruksi kayu mengatakan senang dengan rumah kayu yang dimilikinya karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang diadopsi dari Kekrtatonan Yogyakarta, “(Rumah kayu) bagus historis dan mengadopsi dari kraton,” tambahnya.

sumber: facebook.com/Rumah Idaman

Rumah dengan konstruksi kayu di Jogja. Banyak pengrajin dan kontraktor lokal di Jogja yang memiliki keahlian dalam membangun rumah kayu. Baik dengan desain klasik maupun modern yang lebih minimalis. Rizky tim Doma menjelaskan bahwa kayu memerlukan perawatan khusus untuk mencegah serangan rayap dan kelembaban berlebih. Hal ini dapat menjadi yang dapat merusak struktur kayu di rumah. Dengan perencanaan yang matang serta pemilihan jenis kayu berkualitas seperti jati, ulin, atau merbau, rumah kayu di Jogja dapat menjadi pilihan hunian yang nyaman, unik, dan bernilai tinggi dalam jangka panjang, “Harus diperhatikan mengenai perawatan dan pemilihan kualitas dan macam kayu dengan grade terbaik, mengingat Jogja merupakan daerah tropi,” jelasnya.

Konstruksi Kayu di Jogja

Rumah kayu memiliki arsitektur yang sangat unik dan indah. Rumah kayu cenderung memiliki warna alami dan dominan warna kayu matang yang menyejukkan. Erik tenaga ahli Doma menjelaskan, estetika rumah kayu tidak terbatas tergantung bagaimana sang arsitek mengolah desain rumah kayu tersebut. Klasik sampai modern kayu dapat fleksible diterapkan pada desain tersebut. “Bahan kayu dapat digunakan dengan konsep desain apa saja bagaimana tergantung pemilihan tata ruang dan layoutnya,” pungkasnya.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Bangun Hemat Desain dan Konstruksi Rumah Tumbuh di Jogja

Bangun Hemat Desain dan Konstruksi Rumah Tumbuh

jogjakonstruksi.com – Bangun hemat desain dan konstruksi rumah tumbuh di Jogja. Membangun rumah dengan metode rumah tumbuh adalah solusi paling hemat untuk saat ini. Dengan membangun rumah secara bertahap sesuai kebutuhan pemilik rumah, metode rumah tumbuh cocok diterapkan di Jogja, terutama di kawasan sub urban. 

Metode rumah tumbuh menjadi solusi paling murah saat ini karena memungkinkan pembangunan rumah secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan finansial pemiliknya. Metode ini, dapat membangun rumah dalam tahap awal yang sederhana dan fungsional. Kemudian, menambah ruang atau lantai seiring dengan bertambahnya anggota keluarga atau peningkatan kondisi ekonomi.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Metode rumah tumbuh mengurangi beban biaya besar di awal dan memungkinkan alokasi dana secara lebih fleksibel. Selain itu, rumah tumbuh juga memberikan kebebasan dalam desain, sehingga pemilik dapat menyesuaikan pembangunan dengan preferensi dan gaya hidup mereka. Dengan biaya yang lebih terjangkau dan fleksibilitas dalam perencanaan, rumah tumbuh menjadi pilihan ideal. Pembangunan ini cocok bagi mereka yang ingin memiliki hunian sendiri tanpa tekanan finansial yang besar.

sumber: rumah123.com/Istimewa

Dari segi arsitektur, rumah tumbuh dapat dirancang dengan struktur yang memungkinkan perluasan vertikal maupun horizontal tanpa mengganggu fungsi utama bangunan. Selain itu, pemilihan material dan desain dapat disesuaikan agar tetap estetis dan efisien dalam biaya. Dengan pendekatan ini, rumah tumbuh tidak hanya menjadi solusi ekonomis tetapi juga mencerminkan karakter dan kebutuhan spesifik penghuninya.

Rumah Tumbuh di Jogja

Rumah tumbuh di Jogja menjadi solusi hunian yang fleksibel dan terjangkau, terutama bagi keluarga muda dan pekerja dengan anggaran terbatas. Dengan harga tanah yang terus meroket, metode ini memungkinkan membangun secara bertahap sesuai dengan kemampuan finansial dan kebutuhan yang berkembang. Di Jogja, banyak arsitek dan kontraktor seperti Doma mulai menawarkan desain rumah tumbuh yang adaptif. Mengutamakan sirkulasi udara yang baik, penggunaan material lokal, serta kemudahan dalam ekspansi vertikal maupun horizontal merupakan unsur utama rumah tumbuh. Erik mengatakan rumah tumbuh adalah opsi terbaik untuk masyarakat Jogja untuk saat ini. “Rumah tumbuh cocok untuk masyarakat Jogja di 2025 ini, kita juga sering bangun,” pungkasnya.

Selain itu, budaya dan lingkungan Jogja yang kental dengan nilai kebersamaan juga mempengaruhi desain rumah tumbuh, di mana ruang-ruang komunal tetap diperhatikan dalam pengembangannya. Dengan konsep ini, rumah tumbuh menjadi pilihan ideal bagi masyarakat Jogja yang ingin memiliki hunian fungsional tanpa harus mengeluarkan biaya besar sekaligus.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan Rumah di Jogja

Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan

jogjakosntruksi.com – Konstruksi tinggi anak tangga pengaruhi kenyamanan rumah di Jogja. Bangunan bertingkat memiliki konstruksi tangga untuk mencapai lantai atas. Konstruksi tangga saat ini beragam, mulai dari beton, besi, kayu, hingga kaca. Kenyamanan anak tangga merupakan tugas penting arsitek, ketinggian dan jumlah anak tangga ergonomis menjadi penting dalam desain. Jogja sendiri sebagai kota budaya memiliki beberapa desain khas jawa untuk diadaptasi sebagai desain tangga ergonomis dan kaya nilai budaya.

Kenyamanan rumah tidak hanya ditentukan oleh tata letak dan desain interior, tetapi juga oleh detail teknis seperti tinggi anak tangga. Di Jogja, banyak rumah menggunakan tangga untuk menghubungkan lantai satu dengan lantai dua atau lebih. Jika tinggi anak tangga tidak sesuai dengan standar ergonomis, penghuni bisa merasa cepat lelah saat naik turun tangga, bahkan berisiko mengalami cedera.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Tinggi ideal anak tangga orang jogja atau asia umumnya berkisar antara 15–18 cm. Jika lebih tinggi dari itu, penghuni akan merasa lebih sulit melangkah, terutama anak-anak dan lansia. Sebaliknya, jika terlalu rendah, tangga akan terasa kurang efisien karena jumlah anak tangga bertambah, sehingga lebih melelahkan. Oleh karena itu, konstruksi tangga harus memperhatikan keseimbangan antara tinggi dan kedalaman anak tangga agar nyaman digunakan oleh seluruh anggota keluarga.

Konstruksi Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan Rumah di Jogja

Di Jogja, banyak rumah mengadopsi desain tradisional maupun modern yang memiliki perbedaan dalam konstruksi tangga. Rumah-rumah tradisional Jawa, misalnya, cenderung memiliki tangga dengan anak tangga yang lebih landai untuk memberikan kenyamanan lebih. Sementara itu, rumah-rumah modern sering kali memiliki desain tangga yang lebih curam karena keterbatasan ruang. Pemilik rumah perlu mempertimbangkan faktor ini agar tetap mendapatkan desain yang fungsional tanpa mengorbankan kenyamanan.

Selain tinggi anak tangga, material yang digunakan juga berperan penting dalam kenyamanan dan keamanan penghuni. Material seperti kayu memberikan kesan hangat dan tidak licin, sementara keramik atau marmer lebih elegan tetapi bisa menjadi licin jika terkena air. Oleh karena itu, pemilihan material harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keamanan penghuni rumah. Disarankan menggunakan material kesat seperti kayu atau keramik unpolished. Titis menjelaskan “Karena fungsinya sebagai sirkulasi vertikal lebih baik pakai yang tidak licin,” jelasnya.

Secara keseluruhan, tinggi anak tangga yang ideal dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam rumah. Pemilik rumah di Jogja disarankan untuk mempertimbangkan aspek ergonomis ini saat merancang atau merenovasi tangga agar penghuni dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman. Dengan perencanaan yang baik, tangga tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar lantai, tetapi juga menjadi elemen desain yang mendukung kenyamanan rumah secara keseluruhan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Mitigasi Gempa Jogja Dalam Dunia Konstruksi

Mitigasi Gempa Jogja

jogjakonstruksi.com – Mitigasi gempa Jogja dalam dunia konstruksi. Gempa adalah bencana alam yang hingga saat ini tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Indonesia adalah negara kepulauan yang berada di ring of fire, yang akrab dengan gempa vulkanik dan tektonik. Mitigasi gempa terkait dengan konstruksi  sangat dibutuhkan, apalagi di Jogja yang sudah beberapa kali mengalami gempa tektonik sampai vulkanik.

Mitigasi adalah langkah yang dilakukan sebelum bencana terjadi. Gempa bumi adalah salah satu bencana yang tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Yogyakarta adalah daerah yang kerap terjadi gempa bumi. Misalnya gempa yang mengguncang Yogyakarta pada 2006 yang pada saat itu menjadi headline nasional dalam beberapa pekan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Gempa bumi dibagi menjadi beberapa jenis. Paling umum adalah gempa tektonik dan vulkanik. Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi karena patahan atau pergeseran lempeng bumi, sedangkan gempa vulkanik adalah gempa yang dihasilkan dari aktifitas ataupun letusan gunung berapi. Keduanya merupakan bencana yang tidak bisa diprediksi. Gempa vulkanik memungkinkan untuk bisa dideteksi, namun pada kenyataannya gempa vulkanik juga sulit dideteksi, tetapi dapat diperkirakan seiring dengan aktifitas gunung berapi tersebut. 

Mitigasi gempa terhadap konstruksi adalah bagaimana mengantisipasi, menanggulangi, dan mengurangi dampak dari efek gempa yang menimpa konstruksi. Tim Doma, yaitu Erik, menjelaskan bahwam memang rumah dapat menanggung beban gempa sesuai dengan hitungan struktur yang sudah ada, “Rumah yang ambruk akibat gempa tidak langsung ambruk, ada beberapa saat untuk terjadi kegagalan struktur,” jelas Erik.

Mitigasi Gempa Jogja Dalam Dunia Konstruksi

Selain pentingnya mitigasi, penting juga untuk menghitung struktur bangunan yang akan dibangun karena dengan adanya hitungan struktur rumah akan menjadi lebih aman. Hitungan struktur saat ini sangat digunakan guna kepentingan PGB. Tim Doma, Rycko menjelaskan untuk kebutuhan data PBG selain detail gambar juga dibutuhkan hitungan struktur dari SAP dengan perhitungan lengkap, “Hitungan SAP harus ada untuk kebutuhan PBG di Jogja,” paparnya.

Mitigasi dan kesadaran publik akan adanya bencana alam dan keselamatan pada saat terjadinya bencana merupakan hal yang mutlak. Masyarakat, pemerintah, dan swasta harus saling mendukung satu sama lain. Kerjasama yang apik, dapat menigkatkan awas masyarakat dan tingkat edukasi terhadap pentingnya keselamatan nyawa saat terjadinya bencana alam. Lebih, akan mengurangi signifikan korban jiwa akibat bencana alam dan kegagalan konstruksi bangunan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Lift Cor Percepat Pekerjaan Dak Jogja

Lift Cor Percepat Pekerjaan Dak

jogjakonstruksi.com – Konstruksi lift cor percepat pekerjaan dak Jogja. Pekerjaan dak adalah pekerjaan yang memutuhkan tenaga dan material yang besar. Pekerjaannya yang harus monolit mengharuskan pekerjaan plat lantai atau dak selesai dalam satu kali pekerjaan. Masyarakat Indonesia kadang masih memakai cor manual untuk dak atau plat lantai. Melakukan pekerjaan plat lantai secara terpisah dapat membuat tidak monolitnya dak dan dapat memicu kegagalan konstruksi di masa depan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Urbanisasi atau perpindahan penduduk untuk meninggali daerah urban maupun sub-urban di Yogyakarta sangat pesat. Yogyakarta adalah kota dengan pertumbuhan penduduk yang cepat tidak hanya dari pendatang atau pelajar namun juga dari masyarakatnya sendiri. Hal tersebut selaras dan diiringi dengan pertumbuhan hunian yang semakin pesat. Tidak hanya hunian rumah, namun juga pembangunan kos-kosan ataupun kamar sewa semakin tinggi, apalagi di daerah seputar kampus atau sekolah.

sumber: jogjakonstruksi.com

Pembangunan yang pesat ini mendorong percepatan pembangunan pada kategori di atas. Salah satu hal yang mungkin bisa dipercepat adalah metode pengecoran. Readymix adalah salah satu motode pengecoran yang sangat cepat. Namun, penggunaan readymix dirasa masih mahal dan aksesnya yang kemungkinan sulit jika dilakukan di tempat yang tidak bisa diakses oleh moda readymix. Salah satu solusi pengecoran lainnya adalah lift cor.

Sebenarnya apa itu lift cor? lift cor adalah metode yang digunakan untuk melakukan pengecoran dengan menggunakan alat berupa crane, bak, dan rail untuk menaikan beton pada lantai yang diinginkan. Pengunaan lift cor dirasa lebih cepat saat mendistribusikan beton dan menjaga kelecakannya. Titis selaku pelaksana Doma mengatakan bahwa penggunaan lift cor bisa menghemat waktu 30% pada saat melakukan pengecoran, “Lebih cepat dan menghemat biaya,” jelas Titis.

Meskipun banyak keuntungan yang ditawarkan, namun lift cor memiliki beberapa kekurangan di antaranya adalah, lift cor harus menggunakan operator profesional dan perangkaian alat yang cukup memakan waktu. Namun, waktu tersebut sangat tidak sebanding jika dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyusun tangga dan penyangga bambu untuk cor manual.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Pasar Ngasem Jogja Arsitektur Konstruksi dan Sejarahnya

Pasar Ngasem Jogja Ramai Dikunjungi

jogjakonstruksi.com – Pasar Ngasem jogja arsitektur, konstruksi, dan sejarahnya. Pasar Ngasem awalnya adalah pasar yang menjual satwa khususnya burung. Saat ini gunanya dialihkan sebagai pasar dengan banyaknya penjual jajanan pagi dan tujuan sarapan bagi pengunjung Jogja. Pasar yang berada di Jeron Beteng ini telah mengalami banyak ubahan konstruksi.

Terletak di jalan Polowijan No. 11 Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasar ini sudah dibangun bersamaan dengan Tamansari pada saat penjajahan Belanda. Berdiri sejak tahun 1960, dua abad lebih, pasa ini mampu memutarkan ekonomi sekitar Jeron Beteng.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Pasar Ngasem berdiri di atas tanggul air Istana Tamansari. Pada tahun 2007 terdapat ratusan pedagang yang riuh menjual burung peliharaan. Merpati, tekukur, dan burung kicau lainnya. Pasar Ngasem mahsyur akan pasar yang menyediakan berbagai satwa kicau di Jogja pada tahun 2000-an awal.

sumber: dok. istimewa

Memaknai arsitektur dan konstruksinya dapat disimpulkan bahwa pasar ini dibangun untuk mendukung objek wisata Tamansari. Di antaranya adalah memberikan akses mudah bagi pengunjung ke Tamansari, terletak dengan jalur transportasi kota, jalur wisata Keraton, sehingga dapat memanfaatkan jalur sirkulasi yang ada untuk pengendalian sistem sirkulasi.

Arsitektur Konstruksi Pasar Ngasem

Pasar Ngasem tidak menimbulkan dampak negatif terhadap bangunan-bangunan di sekitarnya termasuk tujuan utama objek wisata. Tim Doma yaitu, Ibnu menjelaskan bahwa keberadaan pasar ini sebagai penunjang objek wisata di sekitarnya, “Pasar Ngasem menjadi penunjang Tamansari dan Keraton,” jelasnya. Ibnu menambahkan, dengan sejarah seperti itu memberikan ciri yang dikaitkan dengan adanya suatu kegiatan perdagangan burung yang jadi tonggak sejarah adanya kegiatan jual beli khusus burung juga menjadi cermin karakter dari kegiatan pada masa itu.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasar Ngasem yang lekat dengan kriteria pemanfaatan potensi lingkungan Tamansari di wilayah kecamatan Keraton Yogyakarta dapat berfugsi sebagai pendukung obyek wisata. Sehingga menurut Ibnu harus dikonservasi seperti saat ini, dengan memperluas area dan merubah fungsinya karena pasar hewan saat ini sudah direlokasi ke Pasti di Jalan Bantul. “Sekarang sudah menjadi tujuan wisata sarapan, pasar burung sudah pindah ke Pasti,” jelas Ibnu.

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855