Kontur Jogja
jogjakonstruksi.com – Kontur Jogja cocok untuk Orientasi konstruksi bangunan utara selatan. Yogyakarta memiliki kontur unik, dengan Gunung Merapi yang terletak di bagian utara dan jajaran pegunungan di selatan. Meskipun wilayah selatan menanjak, kontur ini tidak terlalu ekstrim, sehingga secara keseluruhan wilayah DIY terasa landai. Keunikan tersebut memungkinkan penerapan konsep arsitektur hijau, seperti sirkulasi udara alami, secara lebih maksimal pada bangunan-bangunan di Yogyakarta.
Daerah Istimewa Yogyakarta, atau kerap kita sapa dengan nama Jogja adalah Salah satu provinsi di Indonesia. Provinsi ini memiliki satu kota madya dan empat kabupaten. Jogja adalah kota, lalu Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunung Kidul adalah kabupaten yang mengapit Kota Jogja. Provinsi ini adalah daerah istimewa karena sejarahnya dalam kemerdekaan Indonesia. Selain dikenal sebagai kota pelajar, Jogja juga acap dengan sejarah dan tujuan wisata.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Jogja menjadi tujuan wisata bukan hanya keramahan warganya, namun juga karena suasana daerah yang terasa sejuk dan asri. Hal tersebut bukan suatu kebetulan, karena Jogja memiliki ketinggian sangat ideal yakni 112 mdpl. Ketinggian ini sangat ideal untuk suatu wilayah urban karena akan memiliki suhu dan tingkat kelembapan yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah. Membuat Jogja menjadi kota yang nyaman untuk dihuni dan ditinggali untuk waktu yang lama.

Kontur Jogja memiliki sifat menanjak dan menurun yang stagnan. Utara akan lebih tinggi dibanding Selatan, Pakem itu yang tertanam pada masyarakat Jogja. Ketinggian yang ideal dan kontur yang stagnan membuat Jogja menjadi daerah yang sangat mumpuni untuk sifat bangunan modern. Erik menjelaskan kontur ini tidak akan terasa jika dirasakan, harus menggunakan alat ukur dan perhitungan kontur panjang. “Tidak akan terasa karena jalan apsti dibuat selandai mungkin, tapi jika diukur panjang maka akan terlihat jika daerah semakin ke utara akan semakin tinggi,” pungkas Erik.
Kontur Jogja Cocok Untuk Orientasi Konstruksi Bangunan Utara Selatan
Sifat kontur dan ketinggian ideal ini, menciptakan hunian yang memiliki orientasi selatan dan utara menjadi opsi paling baik di Jogja. Memanfaatkan angin muson yang terjadi tiap tahun, dapat mendukung desain arsitektur hijau dan efisiensi energi yang lebih maksimal. Dengan memanfaatkan angin secara maksimal diharapkan pemakaian air conditioner menjadi dapat diminimalisir bahan dieliminasi.
Lagi, orientasi bangunan utara selatan juga dapat memaksimalkan pencahayaan matahari dan mengurangi termal dari cahaya matahari dengan sumbu barat dan timur. Pun, dengan memanfaatkan cahaya dapat mengurangi penggunaan energi untuk lampu pada siang hari. Termal yang menurun karena panas cahaya matahari juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan air conditioner. Menarik punya rumah di Jogja, kan.
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Sanditha Setya Wisaksanti




