Lagi Rumah Subsidi Mengecil Bijaksana atau Bencana

jogjakonstruksi.com – Lagi rumah subsidi mengecil bijaksana atau bencana. Ukuran rumah subsidi di negeri ini semula 18 meter persegi, kini kembali menyusut menjadi 14 meter persegi. Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan besar di publik, apa yang terjadi dan apakah ukuran baru ini masih ideal untuk masyarakat berpenghasilan rendah?

Susutnya Kebijakan untuk Rumah Subsidi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat secara resmi mengumumkan perubahan standar minimum luas rumah subsidi. Jika sebelumnya, rumah subsidi memiliki luas 18 meter persegi untuk tipe 21, kini ukuran minimum ditetapkan menjadi hanya 14 meter persegi. Penyesuaian ini merupakan bagian dari kebijakan terbaru untuk efisiensi lahan dan biaya konstruksi nasional.

Sumber: detikcom

Kembali banyak masyarakat yang mempertanyakan alasan dibalik penyusutan ini. Di platform X misalnya, berbagai kalangan menyuarakan kekhawatiran mengenai kenyamanan dan kelayakan hunian yang semakin terbatas luasnya. Beberapa pengamat dan ahli perumahan pun mempertanyakan urgensi dan dampaknya terhadap kualitas hidup penghuni.

Kebijakan Untuk Publik Tanpa Jejak Pendapat Publik Polemik Rumah Subsidi

Pemerintah beralasan bahwa keterbatasan lahan di kawasan padat serta kenaikan harga bahan konstruksi mendorong perubahan kebijakan ini. Dengan mengurangi ukuran luasan rumah, pengembang dapat menjaga harga tetap terjangkau. Pun, juga sambil mempercepat pembangunan unit-unit baru yang mulai dipersiapkan. Meski demikian, keputusan ini tidak lepas dari kritik pedas atas kurangnya konsultasi publik pra produksi.

Banyak pihak termasuk ahli dan akademisi meragukan tingkat ideal rumah 14 meter persegi sebagai hunian jangka panjang. Ukuran yang sangat terbatas membuat penghuni sulit memiliki ruang gerak yang laik. Lagi, bagi keluarga kecil dan berencana menambah anggota keluarga baru dirasa sangat tidak memungkinkan. Aktivitas harian seperti memasak, ibadah, belajar anak, atau menerima tamu menjadi tantangan rumit tersendiri dalam ruang tak ideal ini.

Pemerhati Kritik Kebijakan Baru Pemerintah Soal Rumah Subsidi

Sejumlah ahli dalam dunia konstruksi dan pemerhati perumahan desak pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan ini. Mereka menekankan bahwa rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga sarana tumbuh kembang keluarga. Ukuran hunian harus sejalan dengan standar kelayakan hidup, bukan semata efisiensi anggaran.

Lagi rumah subsidi mengecil bijaksana atau bencana. Kontraktor di Jogja, Ibnu berpendapat bahwa rumah adalah awal mula personal space terbentuk. Penggunaan ruang pertama seperti rumah akan menentukan bagaimana orang tersebut membentuk personal spacenya di lingkungan luar. “Rumah yang tidak ideal sangat mempengaruhi personal space orang tersebut, kita harus memperhatikan kebutuhannya juga,” jelas Ibnu.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika

Konstruksi Masjid Jogokariyan Jogja Tampung 1000 Jamaah

jogjakonstruksi.com – Konstruksi Masjid Jogokariyan Jogja tampung 1000 jamaah. Mengenal konstruksi 3 lantai Masjid Jogokariyan yang terus berjalan, jadi tren positif yang signifikan. Masjid yang berada di kawasan strategis Kota Jogja ini dirancang untuk menampung hingga 1000 jamaah. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan ruang ibadah bagi warga dan pengunjung dari berbagai daerah yang berkunjung secara periodik di Jogokariyan.

3 Lantai Bantu Tampung Jamaah Lebih Banyak

Konstruksi 3 lantai Masjid Jogokariyan Jogja ini merupakan bentuk respon atas perkembangan jumlah jamaah yang kian meningkat. Dengan kapasitas tampung mencapai 1000 jamaah, harapannya masjid ini mampu menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial yang representatif di wilayah Yogyakarta.

Sumber: Jurnal Islam

Menurut Herat takmir Masjid Jogokariyan, desain arsitektur bangunan memadukan unsur tradisional dan modern. Setiap lantai difungsikan secara optimal: lantai dasar untuk shalat lima waktu, lantai dua untuk kajian dan kegiatan pendidikan, serta lantai tiga sebagai ruang serbaguna untuk kebutuhan masyarakat.

Masjid Jogokariyan Pusat Dakwah Baru Di Kota Budaya

Pembangunan Masjid Jogokariyan Jogja ini melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat melalui donasi dan gotong royong. Herat mengatakan, “Konstruksi 3 lantai Masjid Jogokariyan, tampung capai 1000 jamaah, ini bukan hanya proyek fisik konstruksi, tapi juga semangat umat yang membantu.”

Harapannya, masjid ini akan semakin memperkuat peran sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan masyarakat di tengah Kota Jogja. Sekaligus, menjadi simbol kemajuan fasilitas keagamaan yang inklusif dan berbudaya. Konstruksi Masjid Jogokariyan Jogja tampung 1000 jamaah. Ibnu menambahkan, Masjid Jogokariyan kini telah menjadi salah satu destinasi keagamaan di Jogja bagi Umat Muslim di Indonesia. Posisinya menjadikan salah satu masjid di Kota Jogja dengan perkembangan yang signifikan setiap tahunnya. “Di kota pendidikan dan budaya ini tumbuh satu masjid yang dibangun dari umat dan untuk umat itu sangat unik,” ujar Ibnu.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika

Urban Farming Kelurahan Bausasran Hijau Tengah Kota Jogja

jogjakonstruksi.com – Urban farming Kelurahan Sayur Bausasran Hijau tengah Kota Jogja. Kelurahan Sayur Bausasran, yang terletak di tengah Kota Yogyakarta, menjadi contoh keberhasilan urban farming atau pertanian dalam kota. Melalui pemanfaatan lahan sempit dan teknologi sederhana pertanian, warga berhasil menciptakan lingkungan hijau yang produktif dan mandiri secara pangan sekunder.

Program Dari Masyarakat Untuk Masyarakat

Kelurahan Bausasran kini dikenal sebagai salah satu percontohan urban farming di Yogyakarta. Di tengah padatnya permukiman Kota Jogja, warga memanfaatkan pekarangan rumah dan gang-gang sempit. Pemanfaatan ini menyebar hingga ke dinding dan menerapkan metode vertikal untuk menanam berbagai jenis sayuran, seperti kangkung, bayam, cabai, dan selada.

Sumber: Panen Talks

Program ini digagas oleh warga setempat bekerja sama dengan kelurahan dan komunitas pecinta lingkungan. Dengan prinsipnya yaitu gotong royong, warga Bausasran menyulap kampung mereka menjadi kawasan hijau yang asri dan produktif pangan.

Menurut Ketua RW setempat yaitu Pomo, urban farming tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan hari-hari, tetapi juga meningkatkan kepedulian lingkungan dan mempererat sosial antarwarga. “Dulu gang sempit dan nonproduktif. Sekarang bisa jadi sumber sayur setiap hari,” ujarnya.

Inspirasi Kelurahan Lain di Kota Yogyakarta

Selain menanam sayur, warga juga mempraktikkan pengelolaan sampah organik menjadi kompos. Pupuk kompos ini, nantinya akan digunakan untuk menyuburkan tanaman sayuran. Sanditha berpendapat, mereka juga memanfaatkan teknologi hidroponik dan vertikultur untuk mengatasi keterbatasan lahan, serta pupuknya didapat dari olahan mandiri. “Masyarakat Cokro seperti Pak Pomo memang memanfaatkan lahan untuk sayuran dengan metode hidroponik dan vertikultur, pupuknya juga olahan sendiri,” jelas Sanditha.

Dengan semangat gotong royong, Kelurahan Bausasran membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah hambatan untuk mewujudkan kemandirian pangan dan kelestarian lingkungan di tengah kota. Sekaligus menjadi kegiatan yang menyatukan masyarakat dengan hubungan sosial karena gotong royong.

Urban farming Kelurahan Sayur Bausasran Hijau tengah Kota Jogja. Keberhasilan Kelurahan Bausasran menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Jogja untuk mengembangkan pertanian dan pangan mandiri kota. Sebagai solusi hijau, sehat, dan mandiri di tengah tantangan urbanisasi yang kian menjepit.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika

Mahasiswa di Jogja Harus Pahami Ruang Komunal di Kos

jogjakonstruksi.com – Mahasiswa di Jogja harus pahami ruang komunal di kos. Tata tertib tempat tinggal memang penting, tetapi mahasiswa kos di Jogja juga harus paham fungsi ruang komunal. Cegah konflik antar penghuni akibat salah persepsi hingga pelanggaran batas privasi kenyamanan. Ruang komunal sebagai pusat interaksi sosial, tempat berbagi informasi, hingga wadah solidaritas sosial antar penghuni perlu lebih diperhatikan oleh mahasiswa di Jogja.

Arsitektur Mengatur Kenyamanan dengan Ukuran Hitung dan Empiris dalam Ruang Komunal

Mahasiswa yang tinggal di kos tak hanya perlu memahami tata tertib kos yang berlaku, tetapi juga penting untuk memahami fungsi ruang komunal atau ruang bersama. Kerap kali mahasiswa baru hanya berfokus pada peraturan kamar pribadi miliknya atau penghuni lain. Namun, lupa jika terdapat ruang-ruang bersama yang memerlukan perhatian. Hal tersebut secara tidak langsung memunculkan sikap saling menghargai sesama pengguna kos. Terlebih jika diadopsi di Jogja yang memiliki banyak Universitas dan banyak hunian kos disekitarnya.

Sumber: Rukita

Ruang komunal di kos sering kali menjadi pusat interaksi sosial antar pengguna, tempat berbagi informasi, hingga wadah solidaritas antar penghuni. Tempat seperti dapur, ruang tamu, atau halaman depan sering digunakan bersama dan dapat menjadi ajang membangun gandeng positif. Tak jarang interaksi sesama pengguna wanita terjadi di dapur kos karena kegiatan pengolahan pangan atau memasak.

Minimalisir Konflik Penataan Arsitektur Mudahkan Pengguna dalam Ruang Komunal di Kos

Tanpa pemahaman yang baik, potensi konflik antar penghuni bisa meningkat karena salah persepsi atau pelanggaran batas kenyamanan. Misalnya, menggunakan ruang bersama untuk kegiatan pribadi secara berlebihan atau tidak menjaga kebersihan. Ini dapat menimbulkan ketegangan antar penghuni kos karena pada dasaranya ruang komunal porsinya digunakan bersamaan dan bergantian secara merata antara penghuni kos.

Oleh karena itu, edukasi tentang etika dan fungsi ruang bersama perlu lebih diperhatikan oleh mahasiswa rantau. Pemilik kos dan pengelola dapat membantu dengan membuat aturan yang jelas. Dengan cara edukatif dan mensosialisasikan pentingnya ruang komunal sebagai tempat hidup bersama, bukan hanya fasilitas tambahan. Ibnu menjelaskan, ruang komunal adalah salah satu teras keakraban antar penghuni. Penggunaan ruang komunal bersama akan lebih menguatkan ikatan place and space antar penghuni. “Ruang komunal adalah ruang yang digunakan bersama dan menjadi wadah kebersamaan meskipun nantinya bisa digunakan pribadi secara bergantian,” jelas Ibnu.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika

Genteng Solar Panel Revolusi Energi China Indonesia Bisa Adopsi

Genteng Solar Panel Tiongkok Revolusi Atap Rumah

jogjakonstruksi.com – Genteng solar panel revolusi energi China Indonesia bisa adopsi. China tengah mengawal transformasi besar penerapan energi hijau melalui penggunaan genteng solar panel. Mulai diterapkan secara terstruktur dan masif di sektor perumahan. Inovasi ini bukan hanya menjawab tantangan krisis energi, tetapi juga menciptakan solusi desain arsitektural yang ramah lingkungan. Lalu, bagaimana peluang dan tantangan penerapan teknologi serupa di Indonesia yang memiliki potensi energi matahari sangat besar.

Tantangan energi hijau di Indonesia menjadi pertanyaan dan terus menuai pro dan kontra. Masyarakat dan pemerintah seakan tidak sejalan dengan cita-cita transformasi energi. Padahal, peran pemerintah sangat vital mendukung keberlanjutan dan keuntungan dalam penerapan energi terbarukan ini.

Perpaduan Inovasi, Estetika, dan Efisien Genteng Solar Panel China

Genteng solar panel berbeda dengan panel surya tradisional yang selama ini kita tahu. Dibuat dari bahan fotovoltaik yang terintegrasi dengan keramik atau kaca yang tahan panas dan cuaca. Bahan untuk genteng ini juga mampu bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan dan keadaan yang mendesak seperti bencana alam. Keunggulan utamanya terletak pada efisiensi penggunaan ruang karena tidak memerlukan struktur tambahan seperti solar panel konvensional dan pada keindahan desainnya yang menyatu dengan arsitektur rumah. Menyatunya dengan material rumah seperti atap juga menambah citra desain dan budaya yang tidak berubah, tetapi memodifikasinya secara harfiah demi guna bangunan itu sendiri.

Sumber: detikfinance

Perusahaan-perusahaan besar di Tiongkok seperti BYD dan Longi Solar berlomba mengembangkan desain genteng yang tidak hanya tahan lama, tetapi juga lebih mudah dijangkau kantong warga China. Harga produksinya kini mulai menurun seiring peningkatan skala produksi dan skala bahan mentah, menjadikan teknologi ini semakin terjangkau bagi masyarakat kelas menengah.

Genteng Solar Panel di Indonesia Negara dengan Paparan Surya Sepanjang Tahun

Indonesia, sebagai negara tropis yang terletak di khatulistiwa mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Negara ini sangat memiliki potensi energi surya yang sangat besar. Sayangnya, pemanfaatan teknologi tenaga matahari ini masih terbatas, dan dominasi energi fosil yang masih kuat. Saat ini, panel surya masih dianggap sebagai alternatif mahal dan rumit untuk diadopsi di sektor perumahan.

Padahal, genteng solar panel bisa menjadi solusi ideal untuk hunian di kota besar seperti Jogja hingga kawasan pedesaan. Dengan jumlah rumah tangga yang terus bertambah dan kebutuhan listrik yang meningkat, teknologi ini dapat memberikan pasokan energi yang stabil dan mandiri. Juga menjadi alternatif energi terbarukan dan sekaligus mengurangi ketergantungan pada jaringan PLN yang kerap mengalami gangguan.

Masa Depan Genteng Solar Panel Tantangan, Dorongan, dan Kesadaran Indonesia Revolusi Energi

Genteng solar panel revolusi energi China Indonesia bisa adopsi. Meski potensinya besar, penerapan genteng solar panel di Indonesia tidak lepas dari tantangan. Infrastruktur dan manufaktur teknologi dalam negeri yang masih terbatas. Indonesia masih bergantung pada impor panel surya dan komponennya, sehingga biaya investasi awal cukup tinggi. Terlepas dari itu berbeda dengan SDM, sebut saja ITB yang sudah mengusai teknologi ini sejak lebih dari dua dekade yang lalu.

Merealisasikan penerapan genteng solar panel secara luas di Indonesia, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Pemerintah perlu merumuskan kebijakan dukung lingkungan yang mendorong inovasi energi terbarukan, memberikan subsidi diawal, lalu proses perizinan dan pemasangan. Sementara itu, edukasi publik menjadi penting agar masyarakat memahami manfaat jangka panjang dari investasi energi matahari, baik dari sisi finansial, keberlanjutan desain, dan lingkungan.

Jika diadopsi dengan bijak, genteng solar panel bisa menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian energi dan target nol emisi karbon di Indonesia. Belajar dari kesuksesan China, Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaatkan sumber daya alamnya yang melimpah dan menjadi contoh negara berkembang yang berhasil bertransformasi ke arah energi hijau. Serta menjadikan masyarakat lebih bijak menggunakan energi secara mandiri karena semua potensi energi akan dikelola secara mandiri dan bertangung jawab.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Rusun Jogja Sajikan Kehangatan Pemukiman di Lahan Sempit

Rusun Bantuan Pemerintah Atasi Lahan Kumuh

jogjakonstruksi.com – Rusun Jogja sajikan kehangatan pemukiman di lahan sempit. Masyarakat Jogja kini dihadapkan pada masalah yang kompleks. Lahan tinggal semakin sempit, sedangkan pertumbuhan penduduk yang semakin membludak, memaksa masyarakat kecil tidak memiliki pengharapan memiliki hunian laik huni. Solusi rusun yang digagas pemerintah dimaksudkan untuk menciptakan pengharapan kepada masyarakat Jogja untuk memiliki hunian layak huni ditengah cepatnya pertumbuhan penduduk.

Pertumbuhan penduduk yang kian hari melonjak, menggelitik pemerhati kota dan daerah. Pertumbuhan yang pesat tidak diiringi oleh penyediaan lahan tinggal yang layak. Masalah timbul akibat lahan yang tidak bisa menampung, baik penduduk maupun pendatang adalah terbentuknya tempat kumuh. Pada tahun 2024 tercatat, terdapat beberapa tempat di kawasan pinggir sungai yang menjadi lahan hidup tidak layak masyarakat.

Lahan tidak layak ini menimbulkan isu baru, berupa slum area. Slum area adalah lahan kumuh yang menjadi titik tinggal masyarakat notabene secara ilegal. Pemilihan lahan pinggir sungai sudah menjadi tradisi yang silih berganti ditangani pemerintah dari tahun ke tahun. Kembalinya orang ke lahan pinggir sungai karena pengaharapan memiliki rumah di Jogja yang sudah semakin sulit karena tingginya harga agraria di Jogja.

Rusun Memberikan Pengharapan Laik Huni

Rusun adalah metode yang kini sedang diambil pemerintah, stakeholder, dan lapisan masyarakat Jogja untuk mengatasi masalah ini. Dengan memanfaatkan lahan pemerintah dan sultan ground yang diubah menjadi rusun. Dibangun dengan beberapa lantai yang diharapkan, mampu memberikan dampak positif dalam mengatasi masalah ini. Terbukti, rusun yang dibangun pemerintah dalam kurun waktu satu dekade terakhir mampu mengatasi masalah lahan huni hidup di kawasan Cokrodirjan.

Sumber: Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta

Pembangunan rusun dalam lahan sultan ground saat ini direncanakan dalam 12 atau 16 kamar. Karena pembangunannya dilakukan dalam lahan sempit diharapkan mampu menampung dan menjadi pilot project rusun-rusun berikutnya di Jogja. Rusun yang akan dibangun saat ini masih disewakan dalam bentuk waktu setengah dasawarsa bagi satu masyarakat. Harga yang ditawarkan pun tergolong relatif rendah dibandingkan dengan landhouse di Jogja yang sudah sangat tinggi.

Elemen masyarakat yang berdampak dalam hunian laik huni adalah elemen masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Pendapatan perkapita perhari dirasa tidak memungkinkan untuk elemen ini memiliki hunian laik huni landhouse di Jogja. Selain itu, kesiapan dalam memiliki hunian di Jogja dirasa sudah sulit, mengingat harga tanah di kawasan Jogja semakin meroket. Sebut saja di Wirobrajan yang harga tanah permeternya sudah mencapat 8 juta rupiah permeter.

Peran Pemerintah Hadirkan Hunian Vertikal Layak Huni

Pemerintah dan sektor swasta memiliki peran vital dalam mewujudkan hunian laik huni bagi seluruh elemen masyarakat di Jogja. Selain itu, pihak keraton juga diharapkan mendukung penuh upaya ini. Penggunaan sultan ground yang dijadikan hunian laik huni berupa rusun dapat menjadi gagasan pokok. Hunian laik vertikal sudah dibangun di beberapa daerah di Jogja, dan terbukti mampu menciptakan hunian sewa murah bagi masyarakat.

Rusun Jogja sajikan kehangatan pemukiman di lahan sempit. Saat ini, metode demand permintaan masih menjadi sarana tolok ukur untuk pembangunan rusun baru di sultan ground. Kesadaran masyarakat untuk memiliki hunian laik huni harus dipupuk sedari dini. Penghidupan layak dengan memiliki hunian layak huni penting sebagai jaminan memiliki kehidupan yang sehat dan baik. Upaya rusun memang gagasan yang harus dipublikasikan secara menyeluruh agar masalah kompleks hunian layak huni ini bisa segera terselesaikan di Jogja.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Teruskan Konstruksi Tahap Tujuh Al Amna Bangun Dak Lantai Tiga

Pembangunan Tahap Tujuh Al Amna

jogjakonstruksi.com – Teruskan konstruksi tahap tujuh Al Amna bangun dak lantai tiga. Pada Sabtu, 19 April lalu ba’da maghrib, dilakukan pengajian rutin di Masjid Al-Amna Bausasran bersama Ustad Eki Firdaus sebagai penceramah. Pengajian rutin kali ini bersamaan dengan penandatangan MoU konstruksi lanjutan tahap tujuh pembangunan kompleks Islamic Center Al-Amna. Dana pembangunan kompleks ini seutuhnya dalah sumbangan umat di sekitaran Al-Amna Bausasran dan Umat Muslim di Yogyakarta. Adapun, pembangunan ini adalah pekerjaan lantai dua dengan penutup dak lantai tiga disusul dengan pekerjaan arsitektural lainnya.

Pengajian Sabtu malam selalu rutin dilakukan di masjid Al Amna Bausasran. Sabtu, 19 April lalu dengan penceramah ustadz Eki Firdaus, Masjid Al Amna ramai dikunjungi oleh jamaahnya. Penceramah mengenai bulan syawal dan kegiatan pasca Ramadhan masih hangat disampaikan Ustadz Eki saat Sabtu lalu. Tak hanya itu tapi pengajian Sabtu lalu juga disertai dengan acara penandatanganan MoU untuk pekerjaan lanjutan Islamic Center Al Amna yang akan melanjutkan progres pembangunan tahap tujuhnya.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penandatanganan MoU pekerjaan Al Amna tahap tujuh dilaksanakan setelah selesai pengajian dan diakhiri oleh ceramah ustadz Eki. Surat kontrak konstruksi atau MoU ditandatangani dan disaksikan oleh perwakilan takmir Masjid Al Amna yaitu Pak Sigit. Tak luput juga ada perwakilan dari Jogja Konstruksi selaku partner adalah Pomo dan Erik. Penandatangan ini disaksikan oleh jamaah masjid Al Amna, yang dilanjutkan dengan sholat Isya berjamaah.

Sumber: Doma Living House

Dengan total rencana anggaran biaya sebesar Rp 427 juta, dana ini terkumpul secara kolektif dari donatur dan jamaah masjid Al Amna. Ustadz Eki secara pribadi menyumbang masjid Al Amna dalam bentuk emas yang enggan disebutkan nominal totalnya. Pomo selaku kontraktor dan sekaligus jamaah masjid Al Amna mengatakan dana ini dikumpulkan semenjak akhir 2024 dan puncaknya pada bulan Ramadhan kemarin. “Dana yang diusulkan sudah semenjak akhir 2024 dan berjalan terus penggalangannya sampai Ramadhan kemarin,” jelas Pomo”.

Al Amna Pembangunan Bertahap Dorongan Amal Jariyah

Teruskan Konstruksi Tahap Tujuh Al Amna Bangun Dak Lantai Tiga. Pembangunan Masjid Al Amna, akan dilaksanakan pada bulan April ini. Adapun pekerjaan yang akan dikerjakan adalah beberapa pekerjaan struktural dan beberapa pekerjaan arsitektural. Erik selaku pelaksana Doma menjelaskan bahwa pekerjaan yang utama akan dilakukan pada tahap tujuh ini adalah pekerjaan dag menerus seluas lantai dua yang akan menjadi dag lantai tiga. “Kita akan cor, dag dilantai tiga, dengan beberapa pekerjaan yang minor yang akan kita selesaikan juga di lantai satu,” jelas Erik.

Pekerjaan pembangunan Al Amna ini pertama kali dikerjakan pada tahun 2022 dan sampai saat ini sudah memasuki tahap pembangunan ketujuh. Awalnya Al Amna adalah masjid kampung dengan luasan yang terbilang cukup kecil. Namun, dengan inisiasi jamaah, niat mulia meluaskan Al Amna akhirnya bisa terwujud secara bertahap. Masjid Al Amna membutuhkan total dana sebesar Rp 5,6 Milliar, yang sudah mencapai tahap ke tujuh saat ini. Sampai dengan tahap ke tujuh ini pembangunan sudah menelan hampir Rp 2 Milliar. Pembangunan itu antara lain, gedung barat, gedung timur, kantin dan sebagian masjid.

Kita sebagai umat muslim dan warga jogja mendukung dan terus optimis Al Amna akan bisa rampung secepatnya. Bersama, sekaligus partner pembangunan Masjid Al Amna, tim Jogja Konstruksi mendoakan agar pekerjaan Al Amna lancar dan kompleks Islamic Center ini menjadi ladang amal jariyah bagi takmir dan juga kita selaku partner pekerjaan pembangunan. Aamiin.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Burj Khalifa Buat Sholat dan Puasa Beda Waktu

Konstruksi Burj Khalifa

jogjakonstruksi.com – Konstruksi Burj Khalifa buat Sholat dan Puasa beda waktu. Burj Khalifa adalah gedung tertinggi di dunia untuk saat ini. Umat muslim saat ini sedang khusyuk menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1446 H. Menarik, di Burj Khalifah ada perbedaan waktu berbuka puasa dan sholat tiap harinya. Ketinggian gedung dan gerakan matahari yang membuat ada perbedaan waktu ini.

Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia yang menjulang hingga 828 meter di atas permukaan tanah, bukan hanya menjadi ikon arsitektur dan teknologi, tetapi juga membawa dampak unik dalam hal penentuan waktu ibadah bagi umat muslim. Salah satu fenomena menarik yang terjadi di gedung ini adalah perbedaan waktu sholat dan puasa antara lantai-lantai yang berbeda.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Dalam Islam, waktu sholat dan puasa sangat bergantung pada posisi matahari di langit. Di kota-kota biasa, seluruh wilayah dalam satu zona waktu umumnya mengikuti jadwal yang sama. Namun, di Burj Khalifa, perbedaan ketinggian yang sangat signifikan menyebabkan perbedaan waktu terbit dan terbenamnya matahari antara lantai-lantai bawah dan lantai-lantai atas.

Sumber: SMS Perkasa

Indonesia memiliki tiga zona waktu. Misal editor yang saat ini berada di Lombok akan memiliki perbedaan selisih waktu satu jam dengan kantor yang berada di DIY. Perbedaan zona waktu ini berbeda dengan yang digunakan umat muslim dalam menentukan waktu sholat dan lainnya. Pomo berkomentar bahwa Islam menggunakan pergerakan matahari untuk menentukan waktu sholat dan lainnya. “Sholat, imsak, dan lainnya kita gunakan matahari,” jelasnya. Ibnu menambahkan meskipun tidak jauh namun ada perbedaan waktu sholat meskipun sesama zona waktu. “Saya kuliah di Solo dan waktu di Jogja waktunya terpaut 2 sampai 3 menit,” jelas Ibnu.

Menurut fatwa dari Departemen Urusan Islam dan Kegiatan Amal Dubai (IACAD), perbedaan ketinggian di Burj Khalifa cukup besar sehingga mempengaruhi penentuan waktu ibadah. Oleh karena itu, para penghuni dan pengunjung gedung ini harus menyesuaikan waktu sholat dan berbuka puasa berdasarkan lantai tempat mereka berada.

IACAD menetapkan bahwa perbedaan waktu ibadah di Burj Khalifa dikelompokkan berdasarkan tiga zona utama. Masing-masing terpaut 3 hingga 2 menit dari ketinggian 0 hingga 285 lalu 556 hingga diatas 556. Ini akan membuat seseorang yang berpuasa di lantai tertinggi harus menunggu lebih lama untuk berbuka dibandingkan mereka yang berada di lantai bawah, karena matahari akan terlihat lebih lama di langit sebelum benar-benar terbenam dari perspektif mereka.

Buat Sholat dan Puasa Beda Waktu

Perbedaan ini terjadi karena ketinggian mempengaruhi garis pandang terhadap matahari. Semakin tinggi seseorang berada, semakin lama mereka dapat melihat matahari sebelum akhirnya tenggelam di cakrawala. Fenomena ini mirip dengan pengalaman seseorang yang berada di pantai dan melihat matahari terbenam, kemudian naik ke puncak gedung atau bukit yang lebih tinggi lalu mereka akan melihat matahari kembali muncul di cakrawala dalam beberapa detik atau menit sebelum akhirnya benar-benar menghilang.

Dalam konteks konstruksi Burj Khalifa, hal ini menjadi relevan karena perbedaan ketinggian yang sangat besar antara lantai bawah dan lantai atas. Jika teman-teman yang memiliki rumah dua lantai tenang, Hal itu tidak akan mempengaruhi waktu sholat lantai satu dan dua. Karena batasnya ada di 286 meter jelas Ibnu. “Yang rumahnya dua lantai tidak masalah ya haha, limitnya di 286 meter,” pungkasnya.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Tim Doma Makan Ingkung Syukuran Bangun Rumah Warga Jogja

Syukuran Bangun Rumah Warga Jogja

jogjakonstruksi.com – Tim Doma Makan Ingkung Syukuran Bangun Rumah warga Jogja. Dalam budaya Jogja atau Jawa, proses pembangunan rumah tidak hanya sekadar fisik membangun tempat tinggal, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam. Salah satu tradisi penting yang masih dijaga hingga kini adalah syukuran pembangunan rumah atau yang sering disebut selametan atau slametan.

Slametan, tradisi ini dilakukan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelancaran pembangunan rumah. Serta memohon keselamatan bagi penghuni rumah di masa mendatang dan generasi selanjutnya. Selain itu, syukuran juga dipercaya dapat menolak bala atau hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Mengingat dalam kepercayaan Jawa, pembangunan rumah harus dilakukan dengan perhitungan tertentu agar membawa keberkahan bagi penghuninya.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Syukuran ini biasanya dilakukan dalam beberapa tahap, tergantung pada adat dan kebiasaan setempat. Jogja sendiri memiliki satu momen penting dalam tradisi ini adalah saat peletakan batu pertama atau pendirian tiang utama rumah (yang disebut saka guru dalam rumah adat Joglo). Pada tahap ini, pemilik rumah bersama keluarga dan ustadz atau tokoh masyarakat, akan menggelar doa bersama. Doa yang dipimpin oleh ustadz atau pemuka agama sepuh di site pembangunan. Ritual ini disertai dengan penyajian sesaji yang berisi berbagai jenis makanan, seperti tumpeng, ayam ingkung, dan jajanan pasar. Semua yang memiliki makna simbolis sebagai harapan atas kehidupan yang harmonis dan berkecukupan di rumah baru.

Sumber: Doma Living House

Tim Doma Makan Ingkung

Selain saat memulai pembangunan, syukuran juga dilakukan setelah rumah selesai dibangun. Acara ini lebih meriah karena sekaligus menjadi ajang silaturahmi dengan tetangga dan kerabat. Biasanya, acara ini diawali dengan pembacaan doa, lalu diikuti dengan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan. Titis selaku Tim Doma mengatakan, di beberapa daerah, ada juga tradisi membagikan nasi berkat kepada para tamu sebagai simbol berbagi rezeki dan harapan agar rumah yang baru dibangun senantiasa membawa berkah bagi pemiliknya dan lingkungan sekitarnya. “Ada Ingkung seperti ini, ada juga bancakan yang dibagaikan” jelasnya.

Melalui tradisi syukuran ini, masyarakat Jawa tidak hanya menunjukkan rasa syukur atas rumah yang baru mereka bangun, tetapi juga menjaga nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial mereka. Tradisi ini juga mencerminkan bagaimana budaya Jogja dan Jawa sangat menghargai keseimbangan antara aspek fisik dan spiritual dalam kehidupan, termasuk dalam membangun tempat tinggal yang nyaman dan penuh berkah. Jadi gimana menurut kalian?

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Interior Keraton Jogja Menarik Jadi Referensi Hunianmu

Interior Kraton Jogja

jogjakonstruksi.com – Konstruksi interior Keraton Jogja menarik jadi referensi hunianmu. Keraton Jogja yang terletak di pusat kota Jogja selain menjadi cagar budaya, tempat wisata, namun juga menjadi hunian keluarga kerajaan Sultan Hamengku Buwono X saat ini. Terdiri dari serangkaian ruang-ruang terbuka di dalam Keraton yang disebut plataran. Dominasi warna hijau Keraton dan warna alam seperti cokelat menambah kesan interior Jawa yang kental.

Keraton Yogyakarta, berada di sentral kota Yogyakarta. Setiap warga Jogja dan wisatawan pasti tak asing dengan hunian kesultanan Yogyakarta ini. Beralamatkan di jalan Rotowijayan 1 Yogyakarta, bangunan megah ini dapat langsung dilihat dari jalan Malioboro dan Alun-alun utara Yogyakarta.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Walaupun Yogyakarta secara resmi sudah menjadi bagian NKRI pada tahun 1945, komplek bangunan Keraton Yogyakarta saat ini masih ada dan masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan keluarganya. Juga, menjadi tempat menjalankan tradisi kesultanan dan kebudayaan hingga saat ini.

Saat ini, Keraton menjadi tempat wisata bagi para wisatawan. Pengunjung dapat menikmati bangunan dan interiornya yang sangat unik. Herat sebagai warga Jogja sekaligus jurnalis senior menjelaskan, Keraton boleh dikunjungi dengan retribusi dan menjadi tempat wisata museum dan belajar mengenai arsitektur jawa. “Boleh dikunjungi, Ada retribusinya selain menjadi museum juga menjadi tempat menimba ilmu berbagai rumpun keilmuan,” jelasnya.

Bicara mengenai interior kita wajib mengetahui kekenatalan arsitektur Jawa yang ada pada bangunan Keraton Jogja. Bangunan Keraton ini terbagi dari dua tipologi, yaitu bangsal dan gedhong. Bangsal adalah bangunan tanpa dinding, struktur penyangganya adalah kolom dan tiang. Sedangkan, gendhong adalah bangunan dengan dinding di sekelilingnya dengan bahan batu alam dan batu bata.

Bangunan bangsal dan gedhong ini, memiliki sisi interior yang amat unik, dengan disusun menggunakan material dominan kayu. Kayu sendiri menjadi struktur hingga partisi pada bangunan gedhong dan bangsal. Mulai dari kolom, balok, hingga struktur atap didominasi menggunakan kayu. Warna juga tak kalah luput dari interior arsitek Jawa Ini, yang mana menggunakan warna hijau keraton, abu-abu, cokelat, dan emas yang dominan pada pengecatan kayu dan bagian bangunan lainnya.

Konstruksi Interior Keraton Jogja Menarik Jadi Referensi Hunianmu

Interior Keraton sangat menarik untuk diadaptasi di hunian rumah tinggal dengan menambahakan unsur warna di atas kita bisa membuat hunian kita memiliki citra Keraton Yogyakarta. Ibnu sebagai tenaga ahli doma berpendapat bahwa memberikan warna dan ornamen kecil dapat mengubah interior hunian menjadi memiliki rasa Keraton. “Beri aksen warna seperti hijau keraton dan abu-abu, berasa menjadi Keraton. Mungkin bisa ditambahi ornamen kecil seperti lampu gantung dan interior pendukung berbagan kayu,” jelas Ibnu.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855