Konstruksi Burj Khalifa Buat Sholat dan Puasa Beda Waktu

Konstruksi Burj Khalifa

jogjakonstruksi.com – Konstruksi Burj Khalifa buat Sholat dan Puasa beda waktu. Burj Khalifa adalah gedung tertinggi di dunia untuk saat ini. Umat muslim saat ini sedang khusyuk menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1446 H. Menarik, di Burj Khalifah ada perbedaan waktu berbuka puasa dan sholat tiap harinya. Ketinggian gedung dan gerakan matahari yang membuat ada perbedaan waktu ini.

Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia yang menjulang hingga 828 meter di atas permukaan tanah, bukan hanya menjadi ikon arsitektur dan teknologi, tetapi juga membawa dampak unik dalam hal penentuan waktu ibadah bagi umat muslim. Salah satu fenomena menarik yang terjadi di gedung ini adalah perbedaan waktu sholat dan puasa antara lantai-lantai yang berbeda.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Dalam Islam, waktu sholat dan puasa sangat bergantung pada posisi matahari di langit. Di kota-kota biasa, seluruh wilayah dalam satu zona waktu umumnya mengikuti jadwal yang sama. Namun, di Burj Khalifa, perbedaan ketinggian yang sangat signifikan menyebabkan perbedaan waktu terbit dan terbenamnya matahari antara lantai-lantai bawah dan lantai-lantai atas.

Sumber: SMS Perkasa

Indonesia memiliki tiga zona waktu. Misal editor yang saat ini berada di Lombok akan memiliki perbedaan selisih waktu satu jam dengan kantor yang berada di DIY. Perbedaan zona waktu ini berbeda dengan yang digunakan umat muslim dalam menentukan waktu sholat dan lainnya. Pomo berkomentar bahwa Islam menggunakan pergerakan matahari untuk menentukan waktu sholat dan lainnya. “Sholat, imsak, dan lainnya kita gunakan matahari,” jelasnya. Ibnu menambahkan meskipun tidak jauh namun ada perbedaan waktu sholat meskipun sesama zona waktu. “Saya kuliah di Solo dan waktu di Jogja waktunya terpaut 2 sampai 3 menit,” jelas Ibnu.

Menurut fatwa dari Departemen Urusan Islam dan Kegiatan Amal Dubai (IACAD), perbedaan ketinggian di Burj Khalifa cukup besar sehingga mempengaruhi penentuan waktu ibadah. Oleh karena itu, para penghuni dan pengunjung gedung ini harus menyesuaikan waktu sholat dan berbuka puasa berdasarkan lantai tempat mereka berada.

IACAD menetapkan bahwa perbedaan waktu ibadah di Burj Khalifa dikelompokkan berdasarkan tiga zona utama. Masing-masing terpaut 3 hingga 2 menit dari ketinggian 0 hingga 285 lalu 556 hingga diatas 556. Ini akan membuat seseorang yang berpuasa di lantai tertinggi harus menunggu lebih lama untuk berbuka dibandingkan mereka yang berada di lantai bawah, karena matahari akan terlihat lebih lama di langit sebelum benar-benar terbenam dari perspektif mereka.

Buat Sholat dan Puasa Beda Waktu

Perbedaan ini terjadi karena ketinggian mempengaruhi garis pandang terhadap matahari. Semakin tinggi seseorang berada, semakin lama mereka dapat melihat matahari sebelum akhirnya tenggelam di cakrawala. Fenomena ini mirip dengan pengalaman seseorang yang berada di pantai dan melihat matahari terbenam, kemudian naik ke puncak gedung atau bukit yang lebih tinggi lalu mereka akan melihat matahari kembali muncul di cakrawala dalam beberapa detik atau menit sebelum akhirnya benar-benar menghilang.

Dalam konteks konstruksi Burj Khalifa, hal ini menjadi relevan karena perbedaan ketinggian yang sangat besar antara lantai bawah dan lantai atas. Jika teman-teman yang memiliki rumah dua lantai tenang, Hal itu tidak akan mempengaruhi waktu sholat lantai satu dan dua. Karena batasnya ada di 286 meter jelas Ibnu. “Yang rumahnya dua lantai tidak masalah ya haha, limitnya di 286 meter,” pungkasnya.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855