Seremoni Peletakan Batu Pertama Rumah Laili Jogja Konstruksi

Seremoni Peletakan Batu Pertama Rumah Laili Jogja Konstruksi

Seremoni Peletakan Batu Pertama Rumah Laili

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Simbol Awal yang Baik

Peletakan batu pertama melambangkan awal resmi dari proyek pembangunan. Ini merupakan momen simbolis yang menandakan permulaan perjalanan menuju terciptanya rumah atau bangunan yang direncanakan.

  • Harapan dan Doa: Seremoni ini sering diiringi dengan doa atau ritual, tergantung pada budaya atau kepercayaan setempat, untuk memohon kelancaran, keamanan, dan keberkahan dari Allah selama proses pembangunan.
  • Tradisi dan Nilai Budaya: Dalam beberapa budaya, upacara ini dianggap penting untuk menghormati alam, leluhur, atau kekuatan spiritual yang dipercayai menjaga proyek tersebut.

Penyampaian Komitmen

Seremoni ini menunjukkan komitmen semua pihak yang terlibat dalam pembangunan, termasuk pemilik rumah, kontraktor, dan arsitek.

  • Peresmian Awal: Seremoni ini sering dianggap sebagai tanda resmi dimulainya proyek oleh semua pihak yang bekerja sama.
  • Motivasi Tim: Memberikan semangat dan motivasi kepada para pekerja untuk menjalankan proyek dengan baik.

Publisitas dan Dokumentasi

Dalam proyek pembangunan besar, peletakan batu pertama sering dimanfaatkan sebagai momen publik untuk mengumumkan proyek tersebut. Doma sendiri selalu meliput dengan profesional seremoni peletakan pembangunan pertama di setiap proyek yang dibangun.

  • Media dan Publikasi: Proyek besar sering melibatkan media dalam acara ini, sehingga menarik perhatian masyarakat atau calon pembeli (jika proyek bersifat komersial).
  • Dokumentasi Sejarah: Seremoni ini menjadi bagian dari sejarah proyek, yang nantinya dapat dikenang oleh pemilik rumah dan semua yang terlbat.

Penyatuan Persepsi Lingkungan

Upacara ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara semua pihak yang terlibat, termasuk pemilik, kontraktor, pekerja, dan masyarakat sekitar.

  • Kerja Sama dan Sinergi: Momen ini menciptakan atmosfer positif dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama.

Menguatkan Identitas Proyek

Bagi proyek perumahan komersial atau berskala besar, peletakan batu pertama sering digunakan untuk mempertegas identitas proyek, seperti lokasi, konsep, atau tujuan pembangunan.

  • Kepercayaan Investor atau Pemilik: Memberikan keyakinan kepada pemilik atau investor bahwa proyek berjalan sesuai rencana.
  • Citra Profesional: Menunjukkan profesionalisme penyelenggara proyek di hadapan masyarakat atau klien.
    • Bagi proyek perumahan komersial atau berskala besar, peletakan batu pertama sering digunakan untuk mempertegas identitas proyek, seperti lokasi, konsep, atau tujuan pembangunan.

Pomo, selaku Tim Doma yang hadir secara langsung pada peletakan batu pertama, menyampaikan “Kami berharap, dengan dimulainya proyek ini, proses pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai dengan kualitas yang diinginkan, sehingga bisa memberikan hasil yang memuaskan bagi semua pihak yang terlibat.”

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Kesimpulan

Jogja Konstruksi, Pentingnya Resapan Air Saat Musim Kemarau

Pentingnya Resapan Air Saat Musim Kemarau

Jogja Konstruksi, pentingnya resapan air saat musim kemarau. Kebutuhan rumah di Yogyakarta semakin meningkat. Meningkatnya jumlah hunian ini tentu akan membuat resapan air akan semakin menurun. Pekerja konstruksi seperti Doma menyadari akan hal itu. Sumur resapan adalah salah satu langkah paling mudah untuk menanggulangi hal tersebut. Pada kesempatan kali ini Tim Doma akan menjelaskan bahwa pentingnya resapan air di rumah, terutama saat musim kemarau.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Sumur resapan merupakan teknologi sederhana yang bisa membantu mengembalikan keseimbangan air tanah. Tidak hanya untuk menghindari banjir saat hujan, fungsi sumur resapan menjadi lebih kompleks dewasa ini. Selain menjaga keseimbangan lingkungan dan cadangan air tanah sumur resapan menjadi salah satu faktor penting saat musim kemarau. Selama musim kemarau, ketersediaan air tanah cenderung menurun karena kurangnya curah hujan. Sistem resapan air, seperti sumur resapan atau biopori, membantu air hujan meresap ke dalam tanah, yang akan memperbaharui pasokan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari.

Resapan air yang baik akan mengurangi genangan air saat hujan, yang biasanya terjadi di daerah perkotaan yang padat bangunan. Meskipun saat musim kemarau, manfaatnya adalah menghindari kerusakan infrastruktur yang dapat terjadi akibat genangan berulang. Tidak hanya dinding berjamur air yang menggenang bisa menjadi faktor serius kerusakan rumah.

Di daerah dengan banyak pembangunan seperti Yogyakarta, resapan air dapat mencegah erosi tanah. Air yang mengalir secara alami melalui tanah akan mengurangi beban pada saluran drainase dan mengurangi kemungkinan tanah longsor atau kerusakan lainnya.

Mendukung hal tersebut Ibnu berkomentar “Lebih baik masuk ke resapan dari pada ke komunal, lebih bermanfaat dan tidak membebani komunal.” Beberapa daerah, termasuk Yogyakarta, sudah mewajibkan pembangunan sistem resapan air di setiap rumah atau bangunan baru. Hal ini untuk mendukung kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak urbanisasi terhadap ekosistem lokal. “Sudah ada peraturannya, kita harus ikuti itu untuk kebaikan bersama.” imbuh Ibnu.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Memanfaatkan Material Bekas, Memang Bisa? Jogja Konstruksi

Memanfaatkan Material Bekas, Memang Bisa?

Memanfaatkan material bekas, memang bisa? Jogja Konstruksi. Dalam dunia konstruksi, pemanfaatan material bekas semakin populer sebagai solusi ramah lingkungan dan ekonomis. Banyak kontraktor dan tenaga ahli di bidang konstruksi menyarankan penggunaan material bekas untuk mengurangi limbah serta menekan biaya pembangunan. Material seperti kayu, batu bata, kaca, hingga baja bekas sering kali masih memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan kembali dengan sedikit pengolahan.

Menurut para ahli konstruksi, seperti yang sering dibahas dalam konsep sustainable building, material bekas bisa dimanfaatkan tanpa mengurangi kekuatan dan estetika bangunan. Misalnya, kayu dari bangunan lama dapat diolah kembali menjadi furnitur atau lantai, sementara batu bata bekas bisa digunakan kembali untuk dinding. Selain itu, penggunaan material bekas juga membantu mengurangi kebutuhan bahan baru, yang berarti lebih sedikit eksploitasi sumber daya alam.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Para tenaga ahli konstruksi merekomendasikan pemilihan dan pengolahan material bekas secara cermat agar tetap memenuhi standar keamanan dan estetika. Kayu bekas, misalnya, dapat diolah kembali menjadi lantai atau furnitur, sementara batu bata dari bangunan lama bisa digunakan kembali untuk dinding. Selain itu, penggunaan material bekas juga memberikan karakter unik pada rumah, menciptakan desain yang lebih artistik dan berkesan. Dengan perencanaan yang tepat, membangun rumah dari material bekas bukan hanya memungkinkan, tetapi juga menjadi solusi berkelanjutan dalam industri konstruksi.

Di Jogja, tren konstruksi dengan material bekas semakin berkembang. Tim Doma Risky menjelaskan “Bongkaran rumah yang masih bisa dipakai akan kami pakai lagi”. Banyak proyek yang mengusung konsep ramah lingkungan dan memanfaatkan bahan daur ulang untuk menciptakan bangunan yang unik sekaligus berkelanjutan. Oleh karena itu, memanfaatkan material bekas bukan hanya mungkin, tetapi juga menjadi langkah cerdas dalam dunia konstruksi modern.”

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja Konstruksi, Memilih Keramik Untuk Tangga Memang Ada Bedanya?

Memilih Keramik Untuk Tangga

Jogja Konstruksi, memilih keramik untuk tangga memang ada bedanya? Tim Doma telah banyak membangun rumah di Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak hanya bangunan individu tetapi juga bangunan publik. Tangga sebagai elemen penting dalam rumah atau bangunan tingkat memiliki peran vital. Membangun tangga di luar atau dlam memiliki beberpa penyesuaian mulai dari elevasi hingga pilihan keramik atau lantainya. Pemilihan keramik untuk tangga merupakan aspek penting dalam desain dan keamanan bangunan. Tangga adalah salah satu elemen yang sering digunakan, sehingga material keramik yang dipilih harus memenuhi kriteria estetika, fungsionalitas, dan keselamatan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Kriteria pemilihan keramik untuk tangga, mengutamakan keamanan seperti anti slip. Pilih keramik yang memiliki permukaan kasar atau bertekstur untuk mencegah risiko tergelincir, terutama jika tangga sering terkena air. Pomo menjelaskan “Gunakan keramik bertekstur atau dengan finishing matte untuk area tangga luar atau basah.” Pastikan juga keramik memiliki ketahanan yang cukup untuk menahan beban berat dan lalu lintas tinggi. Pilih keramik dengan kekuatan tinggi, seperti yang memiliki spesifikasi PEI (Porcelain Enamel Institute) rating tinggi. lanjut, Pomo “Untuk tangga dengan lalu lintas tinggi, gunakan keramik berdaya tahan tinggi seperti jenis porselen.”

Keramik Untuk Tangga Memang Ada Bedanya?

Tim Doma sendiri banyak melakukan pekerjaan konstruksi tangga yang melibatkan desain arsitektural modern maupun kontemporer. Praktis ini melibatkan ukuran dan corak atau warna pemakaian lantai yang beragam. Ukuran Keramik. Pomo menegaskan “Gunakan keramik 30×60 cm untuk tangga lebar agar tampilan lebih elegan dan tidak terlalu banyak sambungan.” Pilih ukuran keramik yang sesuai dengan dimensi anak tangga dan bordes agar pemasangan lebih rapi dan meminimalkan potongan keramik. Pilih warna dan pola keramik yang sesuai dengan tema atau desain interior ruangan. Warna netral atau motif kayu sering digunakan untuk menciptakan kesan hangat dan alami. Pomo melanjutkan “Tangga rumah modern biasanya menggunakan keramik berwarna abu-abu atau dengan motif batu alam.”

Jogja Konstruksi, memilih keramik untuk tangga memang ada bedanya? Menjawab itu, memilih keramik untuk tangga harus mempertimbangkan aspek keamanan, daya tahan, dan estetika. Pilih keramik yang sesuai dengan kebutuhan penggunaan dan tambahkan elemen keamanan seperti step nosing untuk hasil yang optimal. “Dengan pemilihan yang tepat, tangga tidak hanya fungsional tetapi juga menjadi elemen estetis dalam desain bangunan.” lugas Pomo.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja Konstruksi, Apa Manajemen Kontruksi dan Pentingnya?

Apa Manajemen Kontruksi dan Pentingnya?

Jogja Konstruksi, apa manajemen kontruksi dan pentingnya. Manajemen konstruksi adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian proyek konstruksi. Bertujuan agar selesai sesuai waktu, anggaran, dan kualitas yang diinginkan. Manajemen ini melibatkan banyak pihak, seperti pemilik proyek, kontraktor, subkontraktor, arsitek, dan insinyur, serta mencakup berbagai aspek teknis dan administratif.

Perusahaan konstruksi seperti Doma sangat mengedepankan efisiensi. Efisiensi yang dimaksud adalah dengan menerapkan dan memastikan manajemen konstruksi yang tepat. Manajemen konstruksi selalu diutamakan Tim Doma. K3 sampai dokumen pendukung lain adalah unsur penting manajemen konstruksi.

Lagi menkon atau manajemen konstruksi adalah disiplin ilmu yang bertujuan untuk mengelola seluruh proses proyek konstruksi, dari perencanaan awal hingga penyelesaian. Fokus utama adalah untuk menyelesaikan proyek tepat waktu, sesuai anggaran, dan dengan kualitas yang diharapkan.

Ahli manajemen konstruksi harus memiliki kemampuan untuk merencanakan, mengorganisasi, melaksanakan, dan mengendalikan berbagai aspek proyek, termasuk waktu, biaya, kualitas, sumber daya, risiko, dan keselamatan kerja. Dengan memanfaatkan teknologi modern seperti Building Information Modeling (BIM) dan software manajemen proyek, para profesional di bidang ini dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, sekaligus meminimalkan risiko serta dampak lingkungan. Keberhasilan dalam manajemen konstruksi tidak hanya diukur dari penyelesaian tepat waktu dan sesuai anggaran, tetapi juga dari terciptanya hasil yang memenuhi standar mutu, memberikan manfaat jangka panjang, dan berkontribusi positif bagi masyarakat serta lingkungan. Titis menjelaskan “Menkon itu harus ada, dan merupakan track dari jalannya proyek”.

Meskipun manajemen konstruksi memiliki peran vital dalam keberhasilan proyek, terdapat beberapa kekurangan yang sering dihadapi. Salah satunya adalah kurangnya koordinasi antar tim, yang dapat menyebabkan miskomunikasi dan keterlambatan jadwal. Selain itu, kesalahan dalam estimasi biaya atau waktu sering kali mengakibatkan pembengkakan anggaran dan proyek melewati batas waktu yang ditentukan. Tantangan lainnya adalah kurangnya pemahaman terhadap risiko dan mitigasinya, yang dapat memperburuk situasi saat terjadi perubahan tak terduga di lapangan. Penggunaan teknologi yang tidak optimal atau ketergantungan pada metode tradisional juga dapat menghambat efisiensi dan produktivitas. Titis menambahkan, “Manajemen konstruksi yang lemah sering gagal menangani dampak lingkungan dan K3, yang berpotensi merugikan proyek.”

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Perlu diperhatikan Saat Membangun Kos Jogja Konstruksi

Yang Perlu Anda diperhatikan Saat Membangun Kos-Kosan

Perlu diperhatikan saat membangun kos Jogja Konstruksi. Bangunan kos atau yang kerap kita sebut kos-kosan adalah proyek yang sangat sering sekali dikerjakan Doma Living House. Bangunan kos yang dikerjakan Doma sendiri merupakan bangunan umum yang sepenuhnya dikelola oleh individu atau keluarga. Dalam setahun sendiri, bangunan kos yang dikerjakan Doma pernah mencapai hampir empat unit. Membangun kos di Jogja memerlukan perhatian khusus pada beberapa aspek karena Jogja memiliki karakteristik unik sebagai kota pendidikan, budaya, dan pariwisata. Yogyakarta adalah kota pelajar sejak tahun 1960 yang mana memiliki populasi dan masyarakat yang beragam, terutama mahasiswa. Pada tahun 1990 sampai dengan 2015 rumah penulis merupakan kos putri untuk mahasiswa UMY dan sekitarnya. Bisnis kos sangat menjanjikan untuk investasi dan menempatkan posisi properti luas di Yogyakarta

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Dalam membangun kos, desain adalah hal utama yang harus diperhatikan. Ruang yang fungsional adalah salah satunya dengan desain ruangan efisien, nyaman, dan cukup luas untuk kebutuhan penghuni. Menyediakan ventilasi yang baik dan pencahayaan alami untuk kenyamanan dan kesehatan. Sebagai bangunan umum dan memiliki sifat semi publik maka desain harus menyediakan fasilitas umum seperti dapur umum, ruang tamu, area parkir, atau taman kecil. Desain juga harus disesuaikan dengan ukuran dan kebutuhan primer masing-masing penghuni. Gender peruntukan kos putri atau putra pastinya akan berbeda. “Kita harus sesuaikan dengan yang akan menempati nantinya.” ungkap Pomo dalam interview kami.

Selanjutnya adalah legalitas dan perizinan. Pentingnya bangunan yang diperuntukan untuk usaha, seperti kos ini akan sangat berbeda dari segi administrasi. Pastikan memiliki izin usaha dan sertifikat tanah yang jelas. Semua hal ini bisa dikerjakan oleh tim Doma. IMB (Izin Mendirikan Bangunan) Sesuaikan desain bangunan dengan aturan zonasi di wilayah Jogja. Juga, IMB untuk bangunan kos akan sangat berbeda dari hunian biasa. pembuatan IMB pun sangat membutuhkan peran kontraktor karena detil tenis yang harus disesuaikan dengan daerah Jogja dan PUPR. Terakhir adalah pajak Ketahui kewajiban pajak seperti Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari kos anda.

Tertarik memiliki kos di Yogyakarta dengan prospek yang menjanjikan? hubungi Doma Living House, survey dan konsultasi gratis untuk rencana bangunan kosmu.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Mengapa Butuh Lebih Banyak Bangunan Tahan Gempa Jogja Konstruksi

Mengapa Butuh Lebih Banyak Bangunan Tahan Gempa

Mengapa butuh lebih banyak bangunan tahan gempa jogja konstruksi. Perusahaan konstruksi seperti Doma sangat memperhatikan faktor keamanan. salah satunya adalah keamanan kegagalan konstruksi seperti terdampak gempa. Bangunan tahan gempa menjadi fokus tersendiri dan tantangan bagi tim Doma kedepannya. Bangunan tahan gempa menjadi penting saat ini karena dampak gempa bumi dapat menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur, kehilangan nyawa, dan ekonomi. Pentingnya bangunan tahan gempa di Indonesia tidak bisa dianggap enteng, mengingat kondisi geografis Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik (Pacific ring fire). Indonesia rentan terhadap aktivitas seismik yang tinggi, termasuk gempa bumi, karena terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama. Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

Indonesia sering mengalami gempa bumi besar, seperti gempa Aceh (2004), Yogyakarta (2006), Palu-Donggala (2018), dan Cianjur (2022). Tanpa bangunan tahan gempa, kerusakan akibat bencana ini dapat menjadi lebih parah, baik dalam hal korban jiwa maupun kerugian material. Indonesia memiliki populasi besar yang tersebar di pulau-pulau dengan banyak kota besar. Dalam kawasan urban seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, gempa bumi dapat mengakibatkan bencana besar jika bangunan tidak dirancang untuk menahan guncangan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Kahar S dosen UNS dan Ahli Mitigasi kepada tim doma menjelaskan ” Kesadaran dan edukasi tentang pentingnya bangunan tahan gempa masih kurang di kalangan masyarakat umum.” Pada sesi perkuliahan mitigasi bencana dan berfokus pada penanggulangan pasca gempa Lombok 2018 bersama mahasiswa Kahar S menambahkan “Melibatkan masyarakat dalam pelatihan mitigasi bencana dan memastikan bahwa mereka memahami pentingnya memilih atau membangun rumah tahan gempa.” Diskusi tentang bangunan tahan gempa sangat relevan, terutama di negara seperti Indonesia yang rentan terhadap gempa bumi.

Rumah Dome salah satu teknologi/desain rumah tahan gempa

Indonesia telah mengadopsi standar bangunan tahan gempa melalui Peraturan Gempa Indonesia (SNI 1726:2019). Standar ini dirancang untuk memastikan bangunan mampu menahan gempa yang mungkin terjadi berdasarkan zona risiko seismik di Indonesia. Indonesia memiliki potensi dalam mengembangkan teknologi lokal untuk konstruksi tahan gempa. Seperti penggunaan bahan bangunan lokal yang ringan dan fleksibel, serta penerapan teknologi modern seperti sistem isolasi dasar dan peredam energi.

Butuh Lebih Banyak Bangunan Tahan Gempa

Dengan latar belakang ini, tahan gempa bukan hanya tanggung jawab moral bagi para arsitek, insinyur, dan pengembang. Tetapi juga kebutuhan mutlak untuk melindungi masyarakat Indonesia dari bencana yang tidak terhindarkan. Meningkatkan kesadaran, melatih tenaga kerja konstruksi, dan mematuhi regulasi adalah langkah-langkah penting untuk mencapainya. Gunakan Jasa Konstruksi seperti Doma Living House untuk memastikan dan meminimalisir kerusakan rumah fatal akibat gempa. Tenaga profesional seperti Doma mampu menghitung dan memperhitungkan struktur yang efisien dan aman.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Apakah Manfaat Green Building? Jogja Konstruksi

Apakah Manfaat Green Building?

Apakah Manfaat Green Building? Jogja Konstruksi. Green Building atau bangunan hijau adalah konsep pembangunan yang berfokus pada efisiensi penggunaan sumber daya, pengurangan dampak lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup penghuni. Konsep ini mencakup berbagai aspek desain, konstruksi, dan pengoperasian bangunan dengan tujuan menciptakan keberlanjutan lingkungan. Tujuan Utama Green Building menggunakan material yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.

Mengurangi jejak karbon (carbon footprint) meminimalkan emisi karbon selama pembangunan dan pengoperasian bangunan. Menghemat energi dan air menggunakan teknologi hemat energi dan air untuk mengurangi konsumsi sumber daya. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan penghuni. Menciptakan lingkungan yang sehat dengan kualitas udara, pencahayaan alami, dan kenyamanan termal yang optimal. Mendukung keberlanjutan lingkungan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Bangunan hijau sendiri masih tergolong baru di Indonesia. Sertifikat bangunan hijau yang biasa disingkat BGH sendiri memang belum dimiliki banyak orang. Tim Doma Living House di sisi lain, sudah memiliki satu orang yang memiliki sertifikat BGH Muda 7. Salah satu faktor penting yang utama dalam BGH adalah hemat energi. Memanfaatkan teknologi hemat energi seperti pencahayaan LED, perangkat hemat listrik, dan penggunaan energi terbarukan. Ibnu menjelaskan “Desain jendela besar untuk memaksimalkan cahaya alami dan mengurangi kebutuhan listrik.” Bangunan dirancang untuk memanfaatkan energi secara optimal, seperti penggunaan sistem pencahayaan LED, panel surya, atau desain ventilasi alami. Ibnu menambahkan “Menggunakan kaca rendah emisi (low-E glass) untuk mengurangi panas masuk ke dalam bangunan, sehingga menghemat energi pendingin ruangan.”

Ibnu menjelaskan meskipun banyak keuntungan, tapi tantangan dalam implementasi bangunan hijau ternyata juga cukup banyak. Biaya yang tergolong mahal di awal, ketidaksadaran kontraktor lokal dan kurangnya ketersediaan material karena merupakan metoda dan pendekatan baru, apalagi penerapannya merupakan hal baru di Indonesia. Ibnu mengatakan “Teknologi hijau seperti panel surya atau sistem daur ulang air cenderung mahal di awal, lalu tidak semua pemilik proyek atau kontraktor memahami manfaat bangunan hijau, dan mungkin material ramah lingkungan dan teknologi hijau masih terbatas di beberapa wilayah.” pungkasnya.

Green building apa itu? pentingkah? Jogja Konstruksi. Menjawab itu Ibnu menjelaskan bangunan hijau adalah solusi inovatif untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan. Memaksimalkan energi dan beberapa tujuan di atas yang bertujuan untuk meningkatkan sustainability goal nasional maupun daerah. “Dengan memanfaatkan teknologi modern, material ramah lingkungan, dan desain yang efisien, bangunan hijau tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penghuninya.” imbuh Ibnu.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Tim Jogja Konstruksi Menjelaskan Pentingnya K3 di Lapangan

Pentingnya K3 di Lapangan

Tim Jogja Konstruksi Menjelaskan Pentingnya K3 di Lapangan. Pada awal tahun 2025 ini Tim Doma mendapati proyek renovasi Kos Muslimah di daerah Sewon, Bantul. Projek ini dikerjakan dari awal Januari sampai dengan akhir Januari 2025. Renovasi membutuhkan ketelitian dan keamaan yang sangat tinggi karena membongkar eksisting bangunan cukup memakan waktu dan tenaga. Ketidakcermatan tenaga atau pekerja menjadi momok pelaku konstruksi di Indonesia. Minimnya edukasi menjadi faktor utama dalam banyaknya kasus kecelakaan kerja yang terjadi, terlebih di dunia kontruksi.

Keselamatan, Kesehatan, Kerja (K3) merupakan aspek fundamental dalam dunia konstruksi, bertujuan untuk melindungi pekerja, lingkungan, serta mencegah kecelakaan atau kerugian selama proses pembangunan. Tim konstruksi memahami bahwa K3 tidak hanya tentang mematuhi aturan, tetapi juga menciptakan budaya kerja yang aman dan produktif. K3 adalah peran utama dalam melindungi pekerja konstruksi. Erik selaku Pelaksana Doma berpendapat, “Dengan memakai helm dan sabuk pengaman, risiko cedera kepala atau jatuh dari ketinggian bisa berkurang drastis.” Pekerjaan konstruksi melibatkan risiko tinggi seperti jatuh dari ketinggian, tertimpa material, atau terpapar bahan berbahaya. Penerapan K3 membantu meminimalkan risiko tersebut.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Menjamin Keselamatan pekerja, paparan debu, bahan kimia, atau kerja fisik berat dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang pekerja. Program K3 melibatkan langkah-langkah untuk melindungi mereka. Erik manambahkan, “Pekerja harus menggunakan masker dan alat pelindung diri (APD) saat bekerja di lingkungan berdebu atau beracun misalnya.” Lanjut Erik menjelaskan “Jika proyek tidak mematuhi K3, bisa dikenai denda atau bahkan dihentikan oleh pemerintah.” Di Indonesia, penerapan K3 diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan PP No. 50 Tahun 2012. Pelanggaran terhadap regulasi ini bisa berujung pada sanksi hukum.

Menunjukan reputasi profesional Doma Living House. Proyek yang memprioritaskan K3 menunjukkan komitmen terhadap keselamatan, meningkatkan kepercayaan klien dan masyarakat. “Doma, konstruksi yang selalu mematuhi K3 karena kita bertanggung jawab akan keselamatan pekerja.”

K3 adalah pilar utama dalam setiap proyek konstruksi. Dengan menerapkan K3, Tim Doma tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga memastikan kelancaran proyek dan menciptakan kepercayaan publik. Keselamatan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar dalam dunia konstruksi.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja Konstruksi, Urug itu Buruk?

Urug itu Buruk?

Jogja Konstruksi, Urug itu Buruk? Tanah urug atau urug dalam dunia konstruksi dapat memiliki sifat baik atau buruk tergantung pada tujuan penggunaannya dan kualitas tanah itu sendiri. Jika dijelaskan dari sudut pandang tim konstruksi, urug adalah material tanah yang digunakan untuk mengisi, meratakan, atau meninggikan area pada proyek konstruksi. Jika menggunakan tanah berkualitas baik (misalnya tanah merah atau campuran pasir), dapat memperkuat dasar pondasi dan mengurangi risiko ambles. Juga, Jika proses pengurukan dan pemadatan tidak dilakukan dengan benar, tanah bisa bergerak atau amblas saat menopang struktur di atasnya. Untuk pemadatan tanah, Tim Doma Living House menggunakan alat seperti stamper atau vibro untuk memastikan tanah tidak mudah ambles.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Beberapa jenis tanah urug, seperti tanah lempung, sulit menyerap atau mengalirkan air sehingga mudah mengakibatkan genangan. Tim Jogja Konstruksi juga berdiskusi mengenai urug di lapangan proyek Laili. Bayu mengatakan “Cek dulu tanah urugnya, jangan sampai ada sampah atau bahan organik.” menyetujui pernyataan Bayu, Tahta menambahkan “Tanah ini terlalu lembek, sepertinya kita butuh campuran pasir untuk stabilitas.” Bayu menambahkan “Setuju, lalu kita padatkan per lapisan agar hasilnya tidak amblas.”

Dengan kata lain, tanah urug itu adalah “Alat bantu” untuk menyiapkan permukaan tanah agar sesuai kebutuhan konstruksi. Tanah urug bisa baik atau buruk tergantung pada kualitasnya dan cara penggunaannya. Dalam konstruksi, memilih tanah urug yang sesuai spesifikasi dan melakukan pemadatan dengan benar adalah kunci keberhasilan. Jika kualitas tanah urug tidak ideal, biasanya tim konstruksi akan mencampurnya dengan material tambahan. Material tambahan yang dimaksud seperti pasir atau batu kerikil untuk meningkatkan performanya.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855