Konstruksi Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan Rumah di Jogja

Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan

jogjakosntruksi.com – Konstruksi tinggi anak tangga pengaruhi kenyamanan rumah di Jogja. Bangunan bertingkat memiliki konstruksi tangga untuk mencapai lantai atas. Konstruksi tangga saat ini beragam, mulai dari beton, besi, kayu, hingga kaca. Kenyamanan anak tangga merupakan tugas penting arsitek, ketinggian dan jumlah anak tangga ergonomis menjadi penting dalam desain. Jogja sendiri sebagai kota budaya memiliki beberapa desain khas jawa untuk diadaptasi sebagai desain tangga ergonomis dan kaya nilai budaya.

Kenyamanan rumah tidak hanya ditentukan oleh tata letak dan desain interior, tetapi juga oleh detail teknis seperti tinggi anak tangga. Di Jogja, banyak rumah menggunakan tangga untuk menghubungkan lantai satu dengan lantai dua atau lebih. Jika tinggi anak tangga tidak sesuai dengan standar ergonomis, penghuni bisa merasa cepat lelah saat naik turun tangga, bahkan berisiko mengalami cedera.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Tinggi ideal anak tangga orang jogja atau asia umumnya berkisar antara 15–18 cm. Jika lebih tinggi dari itu, penghuni akan merasa lebih sulit melangkah, terutama anak-anak dan lansia. Sebaliknya, jika terlalu rendah, tangga akan terasa kurang efisien karena jumlah anak tangga bertambah, sehingga lebih melelahkan. Oleh karena itu, konstruksi tangga harus memperhatikan keseimbangan antara tinggi dan kedalaman anak tangga agar nyaman digunakan oleh seluruh anggota keluarga.

Konstruksi Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan Rumah di Jogja

Di Jogja, banyak rumah mengadopsi desain tradisional maupun modern yang memiliki perbedaan dalam konstruksi tangga. Rumah-rumah tradisional Jawa, misalnya, cenderung memiliki tangga dengan anak tangga yang lebih landai untuk memberikan kenyamanan lebih. Sementara itu, rumah-rumah modern sering kali memiliki desain tangga yang lebih curam karena keterbatasan ruang. Pemilik rumah perlu mempertimbangkan faktor ini agar tetap mendapatkan desain yang fungsional tanpa mengorbankan kenyamanan.

Selain tinggi anak tangga, material yang digunakan juga berperan penting dalam kenyamanan dan keamanan penghuni. Material seperti kayu memberikan kesan hangat dan tidak licin, sementara keramik atau marmer lebih elegan tetapi bisa menjadi licin jika terkena air. Oleh karena itu, pemilihan material harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keamanan penghuni rumah. Disarankan menggunakan material kesat seperti kayu atau keramik unpolished. Titis menjelaskan “Karena fungsinya sebagai sirkulasi vertikal lebih baik pakai yang tidak licin,” jelasnya.

Secara keseluruhan, tinggi anak tangga yang ideal dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam rumah. Pemilik rumah di Jogja disarankan untuk mempertimbangkan aspek ergonomis ini saat merancang atau merenovasi tangga agar penghuni dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman. Dengan perencanaan yang baik, tangga tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar lantai, tetapi juga menjadi elemen desain yang mendukung kenyamanan rumah secara keseluruhan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Mitigasi Gempa Jogja Dalam Dunia Konstruksi

Mitigasi Gempa Jogja

jogjakonstruksi.com – Mitigasi gempa Jogja dalam dunia konstruksi. Gempa adalah bencana alam yang hingga saat ini tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Indonesia adalah negara kepulauan yang berada di ring of fire, yang akrab dengan gempa vulkanik dan tektonik. Mitigasi gempa terkait dengan konstruksi  sangat dibutuhkan, apalagi di Jogja yang sudah beberapa kali mengalami gempa tektonik sampai vulkanik.

Mitigasi adalah langkah yang dilakukan sebelum bencana terjadi. Gempa bumi adalah salah satu bencana yang tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Yogyakarta adalah daerah yang kerap terjadi gempa bumi. Misalnya gempa yang mengguncang Yogyakarta pada 2006 yang pada saat itu menjadi headline nasional dalam beberapa pekan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Gempa bumi dibagi menjadi beberapa jenis. Paling umum adalah gempa tektonik dan vulkanik. Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi karena patahan atau pergeseran lempeng bumi, sedangkan gempa vulkanik adalah gempa yang dihasilkan dari aktifitas ataupun letusan gunung berapi. Keduanya merupakan bencana yang tidak bisa diprediksi. Gempa vulkanik memungkinkan untuk bisa dideteksi, namun pada kenyataannya gempa vulkanik juga sulit dideteksi, tetapi dapat diperkirakan seiring dengan aktifitas gunung berapi tersebut. 

Mitigasi gempa terhadap konstruksi adalah bagaimana mengantisipasi, menanggulangi, dan mengurangi dampak dari efek gempa yang menimpa konstruksi. Tim Doma, yaitu Erik, menjelaskan bahwam memang rumah dapat menanggung beban gempa sesuai dengan hitungan struktur yang sudah ada, “Rumah yang ambruk akibat gempa tidak langsung ambruk, ada beberapa saat untuk terjadi kegagalan struktur,” jelas Erik.

Mitigasi Gempa Jogja Dalam Dunia Konstruksi

Selain pentingnya mitigasi, penting juga untuk menghitung struktur bangunan yang akan dibangun karena dengan adanya hitungan struktur rumah akan menjadi lebih aman. Hitungan struktur saat ini sangat digunakan guna kepentingan PGB. Tim Doma, Rycko menjelaskan untuk kebutuhan data PBG selain detail gambar juga dibutuhkan hitungan struktur dari SAP dengan perhitungan lengkap, “Hitungan SAP harus ada untuk kebutuhan PBG di Jogja,” paparnya.

Mitigasi dan kesadaran publik akan adanya bencana alam dan keselamatan pada saat terjadinya bencana merupakan hal yang mutlak. Masyarakat, pemerintah, dan swasta harus saling mendukung satu sama lain. Kerjasama yang apik, dapat menigkatkan awas masyarakat dan tingkat edukasi terhadap pentingnya keselamatan nyawa saat terjadinya bencana alam. Lebih, akan mengurangi signifikan korban jiwa akibat bencana alam dan kegagalan konstruksi bangunan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Lift Cor Percepat Pekerjaan Dak Jogja

Lift Cor Percepat Pekerjaan Dak

jogjakonstruksi.com – Konstruksi lift cor percepat pekerjaan dak Jogja. Pekerjaan dak adalah pekerjaan yang memutuhkan tenaga dan material yang besar. Pekerjaannya yang harus monolit mengharuskan pekerjaan plat lantai atau dak selesai dalam satu kali pekerjaan. Masyarakat Indonesia kadang masih memakai cor manual untuk dak atau plat lantai. Melakukan pekerjaan plat lantai secara terpisah dapat membuat tidak monolitnya dak dan dapat memicu kegagalan konstruksi di masa depan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Urbanisasi atau perpindahan penduduk untuk meninggali daerah urban maupun sub-urban di Yogyakarta sangat pesat. Yogyakarta adalah kota dengan pertumbuhan penduduk yang cepat tidak hanya dari pendatang atau pelajar namun juga dari masyarakatnya sendiri. Hal tersebut selaras dan diiringi dengan pertumbuhan hunian yang semakin pesat. Tidak hanya hunian rumah, namun juga pembangunan kos-kosan ataupun kamar sewa semakin tinggi, apalagi di daerah seputar kampus atau sekolah.

sumber: jogjakonstruksi.com

Pembangunan yang pesat ini mendorong percepatan pembangunan pada kategori di atas. Salah satu hal yang mungkin bisa dipercepat adalah metode pengecoran. Readymix adalah salah satu motode pengecoran yang sangat cepat. Namun, penggunaan readymix dirasa masih mahal dan aksesnya yang kemungkinan sulit jika dilakukan di tempat yang tidak bisa diakses oleh moda readymix. Salah satu solusi pengecoran lainnya adalah lift cor.

Sebenarnya apa itu lift cor? lift cor adalah metode yang digunakan untuk melakukan pengecoran dengan menggunakan alat berupa crane, bak, dan rail untuk menaikan beton pada lantai yang diinginkan. Pengunaan lift cor dirasa lebih cepat saat mendistribusikan beton dan menjaga kelecakannya. Titis selaku pelaksana Doma mengatakan bahwa penggunaan lift cor bisa menghemat waktu 30% pada saat melakukan pengecoran, “Lebih cepat dan menghemat biaya,” jelas Titis.

Meskipun banyak keuntungan yang ditawarkan, namun lift cor memiliki beberapa kekurangan di antaranya adalah, lift cor harus menggunakan operator profesional dan perangkaian alat yang cukup memakan waktu. Namun, waktu tersebut sangat tidak sebanding jika dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyusun tangga dan penyangga bambu untuk cor manual.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Pasar Ngasem Jogja Arsitektur Konstruksi dan Sejarahnya

Pasar Ngasem Jogja Ramai Dikunjungi

jogjakonstruksi.com – Pasar Ngasem jogja arsitektur, konstruksi, dan sejarahnya. Pasar Ngasem awalnya adalah pasar yang menjual satwa khususnya burung. Saat ini gunanya dialihkan sebagai pasar dengan banyaknya penjual jajanan pagi dan tujuan sarapan bagi pengunjung Jogja. Pasar yang berada di Jeron Beteng ini telah mengalami banyak ubahan konstruksi.

Terletak di jalan Polowijan No. 11 Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasar ini sudah dibangun bersamaan dengan Tamansari pada saat penjajahan Belanda. Berdiri sejak tahun 1960, dua abad lebih, pasa ini mampu memutarkan ekonomi sekitar Jeron Beteng.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Pasar Ngasem berdiri di atas tanggul air Istana Tamansari. Pada tahun 2007 terdapat ratusan pedagang yang riuh menjual burung peliharaan. Merpati, tekukur, dan burung kicau lainnya. Pasar Ngasem mahsyur akan pasar yang menyediakan berbagai satwa kicau di Jogja pada tahun 2000-an awal.

sumber: dok. istimewa

Memaknai arsitektur dan konstruksinya dapat disimpulkan bahwa pasar ini dibangun untuk mendukung objek wisata Tamansari. Di antaranya adalah memberikan akses mudah bagi pengunjung ke Tamansari, terletak dengan jalur transportasi kota, jalur wisata Keraton, sehingga dapat memanfaatkan jalur sirkulasi yang ada untuk pengendalian sistem sirkulasi.

Arsitektur Konstruksi Pasar Ngasem

Pasar Ngasem tidak menimbulkan dampak negatif terhadap bangunan-bangunan di sekitarnya termasuk tujuan utama objek wisata. Tim Doma yaitu, Ibnu menjelaskan bahwa keberadaan pasar ini sebagai penunjang objek wisata di sekitarnya, “Pasar Ngasem menjadi penunjang Tamansari dan Keraton,” jelasnya. Ibnu menambahkan, dengan sejarah seperti itu memberikan ciri yang dikaitkan dengan adanya suatu kegiatan perdagangan burung yang jadi tonggak sejarah adanya kegiatan jual beli khusus burung juga menjadi cermin karakter dari kegiatan pada masa itu.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasar Ngasem yang lekat dengan kriteria pemanfaatan potensi lingkungan Tamansari di wilayah kecamatan Keraton Yogyakarta dapat berfugsi sebagai pendukung obyek wisata. Sehingga menurut Ibnu harus dikonservasi seperti saat ini, dengan memperluas area dan merubah fungsinya karena pasar hewan saat ini sudah direlokasi ke Pasti di Jalan Bantul. “Sekarang sudah menjadi tujuan wisata sarapan, pasar burung sudah pindah ke Pasti,” jelas Ibnu.

GAPEKSINDO Sukses Gelar Workshop Pengenaan Sanksi SBU

Workshop Pengenaan Sanksi SBU

jogjakonstruksi.com – GAPEKSINDO sukses gelar workshop pengenaan sanksi SBU. DPD GAPEKSINDO Prov. D.I. Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas penyedia jasa konstruksi mulai dari SBU, PANCEK KPK, DAN SIMPK pada 18 Januari 2025. Workshop pertama menghadirkan pembicara Ir. Fitri Hadiprabowo sebagai praktisi jasa konstruksi, yang mempresentasikan mengenai pengenaan sanksi administratif SBU dan LSBU.

Workshop ini terbagi menjadi tiga bagian bahasan utama yakni, Pengenaan Sanksi Administrasi SBU, PANCEK KPK, dan SIMPK. Pada Selasa, 18 Februari 2025 yang bertempat di ruang meeting Citra Cakra, The Malioboro Hotel. Ir. Fitri memberikan paparan mengenai mekanisme perpanjangan dan pengenaan sanksi keterlambatan perpanjangan. Pemaparan yang diikuti oleh berbagai pertanyaan ini memberikan wawasan luas kepada seluruh penyedia jasa konstruksi di DIY mengenai detail mekanisme perpanjangan dan sanksi SBU. Paparan ini mendapat respon positif dari semua peserta yang sebagian besar berasar dari kalangan penyedia jasa konstruksi di DIY.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Perpanjangan SBU dan sanksi ini sangat penting karena banyak sertifikat badan usaha yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pada PP No. 6 Tahun 2021 dan PP No. 14 tahun 2021 terkait adanya rangkap jabatan pada badan usaha untuk tenaga kerja tetap yang tidak dilaporkan penggantinya dan terlambat melakukan pemenuhan persyaratan minimal jumlah peralatan utama serta Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) seperti yang dikutip pada putusan menteri PUPR BK. 10-Mn/75 pada 1 Februari 2024.

Pembicara pada sesi pertama, Ir. Fitri menekankan bahwa hal ini sangat penting untuk dipahami dan diterapkan kepada seluruh penyedia jasa konstruksi di DIY. Legalitas dan administrasi merupakan aspek fundamental dalam penegakan hukum dan kekuatan hukum proyek, “Legalitas sangat penting untuk dipahami semua penyedia jasa konstruksi atau kontraktor,” jelasnya.

Gapeksindo berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman secara mendasar di sektor konstruksi di DIY. Dengan terselenggaranya workshop ini diharapkan standar mengenai legalitas dan yang berkaitan dengan LSBU semakin meningkat.

Salah satu peserta dari Doma yaitu Agus Pomo Wicaksono, S.T. mengatakan bahwa kegiatan semacam ini harus terus dilakukan agar semua perusahaan mendapat pemahaman yang detail dan terintegritas, “Harus ada lagi agar semua perusahaan termasuk Doma menjadi sadar akan pentingnya legalitas,” pungkasnya.

Doma sebagai salah satu penyedia jasa konstruksi di DIY berkomitmen akan mengikuti semua peraturan dan perundang-undangan yang ada. Peraturan dan legalitas merukapakan hal yang baik dan termasuk bentuk menaati hukum di Indonesia. Agus Pomo selaku Direktur Doma menegaskan agar selalu berpartisipasi dalam workshop ataupun sosialisasi serupa di masa depan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Bekali Kontraktor Jogja GAPEKSINDO Beri Workshop PANCEK KPK dan SIMPK

GAPEKSINDO Adakan Workshop PANCEK KPK dan SIMPK

jogjakonstruksi.com – Bekali kontraktor Jogja GAPEKSINDO beri workshop PANCEK KPK dan SIMPK. DPD GAPEKSINDO Prov. D.I. Yogyakarta menunjukan kembali dedikasi dan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dan kapabilitas kepada penyedia jasa konstruksi atau kontraktor di wilayah DIY. Dengan mengadakan workshop dan sosialisasi bertema “Workshop dan Sosialisasi Pengenaan Sanksi SBU, PANCEK KPK, DAN SIMPK” pada tanggal 18 Januari 2025. Dalam workshop kedua ini mengenai Panduan Cegah Korupsi (Pancek) KPK dan SIMPK (Sistem Informasi Material dan Peralatan Konstruksi). Menghadirkan Pembicara Roro Wide Sulistyowati sebagai Kasatgas Direktorat Antikorupsi Badan Usaha Kedeputian Pencegahan & Monitoring KPK. Sesi kedua dengan Yudha Kurniawan, S.T. sebagai praktisi jasa konstruksi.

Workshop ini terbagi menjadi tiga bagian bahasan utama yakni, Pengenaan Sanksi Administrasi SBU, PANCEK KPK, dan SIMPK. Pada Selasa, 18 Februari 2025 yang bertempat di ruang meeting Citra Cakra, The Malioboro Hotel memberikan paparan mengenai panduan pencegahan korupsi sebagai instrumen sistem manajemen anti penyuapan. Kemudian, Yudha Kurniawan, S.T. memberikan pemaparan mengenai sistem informasi material peralatan konstruksi.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Pemaparan yang diikuti oleh berbagai penyedia jasa konstruksi di D.I. Yogyakarta ini diharapkan memberikan pemahaman secara menyeluruh kepada penyedia jasa konstruksi di DIY mengenai detail PANCEK KPK dan Sistem Informasi material peralatan konstruksi. Paparan ini mendapat respon positif dari semua peserta, yang ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan kepada kedua narasumber. PANCEK KPK yang bertujuan untuk mencegah penyuapan, digitalisasi cegah korupsi dalam dunia konstruksi, dan evaluasi berikut pelaksanaannya, “Pemaparan semacam ini sangat penting untuk diketahui semua elemen khususnya yang bersinggungan langsung dengan pengadaan barang dan jasa di DIY,” jelas Roro Wide Sulistyowati dalam akhir pemaparannya.

Menyambung Pancek KPK disusul oleh, SIMPK yang disampaikan oleh Yudha Kurniawan, S.T. yang memberikan penekanan kepada mekanisme pengenaan sanksi administratif. Pemaparan kedua ini diharapkan mampu menjadikan penyedia jasa konstruksi di DIY dapat menyesuaikan proses bisnis pencatatan sumber daya peralatan dalam mendukung pengadaan barang atau jasa konstruksi di Kementerian Pekerjaan Umum. Yudha menjelaskan, “Mulai dari keputusan pemerintah, pelaksanaan hingga sanksi administrasi harus diketahui semua anggota GAPEKSINDO,” 

Bekali Kontraktor Jogja GAPEKSINDO Beri Workshop PANCEK KPK dan SIMPK

GAPEKSINDO berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan positif semacam ini di masa depan guna meningkatkan literasi dan pemahaman penyedia jasa konstruksi dan peserta pengadaan barang dan jasa DIY. Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan pemahaman PANCEK dan SIMPK dapat dipahami lebih mendetai oleh para peserta. Salah satu anggota aktif GAPEKSINDO sekaligus pesertad dari Doma ataua jogja konstruksi yaitu Agus Pomo Wicaksono, S.T. mengatakan bahwa kegiatan sangat bagus dan dapat meningkatkan pemahaman akan peraturan terbaru dari pemerintah, serta meningkatkan silaturahim antar penyedia jasa konstruksi di DIY. “Bagus dan jelas, saya jadi paham alur dan apa yang menjadi aturan pemerintah terbaru untuk penyedia jasa konstruksi.” jelasnya.

Doma sebagai salah satu penyedia jasa konstruksi di DIY berkomitmen akan mengikuti semua peraturan dan perundang-undangan yang ada. Peraturan dan legalitas merupakan hal yang wajib diikuti dan termasuk menaati hukum yang berlaku di Indonesia. Agus Pomo selaku Direktur Doma menegaskan untuk selalu berpartisipasi dalam workshop ataupun sosialisasi serupa di masa depan. “Bentuk mengikuti apa yang tertuang di peraturan pemerintahan dan bentuk menjadi warga negara yang baik.” tambahnya.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Masjid Syuhada Kotabaru, Masuknya Islam di Kotabaru Jogja

Masjid Syuhada Kotabaru, Masuknya Islam di Kotabaru

jogjakonstruksi.com – Masjid Syuhada Kotabaru, masuknya Islam di Kotabaru Jogja. Masjid Syuhada adalah masjid yang berada di Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Saat in Masjid Syuhada menjadi bangunan warisan budaya dan cagar budaya. Bangunan Masjid ini menjadi simbol masuknya agama Islam dan sejarah di Kotabaru setelah kemerdekaan Indonesia.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Masjid Syuhada dibangun pada 1 Muharam 132H atau pada tanggal 20 September 1952. Dibangun dengan lokasi yang sangat strategis di Jalan I Dewa Nyoman Oka No. 13 Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta. 

Masjid Syuhada saat ini dijadikan bangunan warisan budaya dan cagar budaya yang ditetapkan oleh Gubernur DIY dalam Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 62 Tahun 2013 tentang pelestarian Cagar Budaya dan warisan budaya adalah benda, bangunan, struktur, situs yang perlu dilestarikan keberadaaanya.

Sejarah Masjid Syuhada merupakan tolak ukur masuknya Islam di Kotabaru, setelah elit Belanda pergi dan pendudukan Jepang berhasil diusir rakyat mulai menduduki penuh Kotabaru. Pertempuran Kotabaru yang membuat gugurnya 32 pahlawan pada saat itu, menjadi simbol terbentuknya nama Syuhada. Masjid Syuhada adalah nama yang didasari dari Syahid di mana untuk mengenang jasa pahlawan yang sudah berhasil merebut kembali Kotabaru. Herat sebagai jurnalis senior Jogja berkomentar bahwa Masjid Syuhada memang jadi simbol masuknya Islam di wilayah Kotabaru, “Syuhada adalah pintu masuk islam dan nasionalisme di Kotabaru,” jelasnya.

Presiden Soekarno adalah penggagas sekaligus pemrakarsa yang mendukung pembangunan masjid Syuhada bersama Pakualam VII pada tahun 1952 silam. Masjid ini dibangun dengan tujuan untuk memasukan agama Islam di Kotabaru yang saat itu hanya ada gereja kristen dan katolik. Hingga akhirnya

Masjid Syuhada merupakan bangunan masjid bergaya modern pertama yang dibangun di Yogyakarta. Bangunan masjid ini dibangun dengan arsitek Belanda yang bernama Ir. R Feenstra yang berasal dari N.V Associatie di Djakarta. Herat sebagai jurnalis senior di Jogja mengatakan bahwa kepala pembangunan Masjid Syuhada adalah orang Jogja, “Kepala pekerja Masjid Syuhada pada rilis resmi di data resmi adalah Supono,” tambahnya saat kami lakukan interview di kediamannya di Ngabean.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Salah Pilih Keramik Kamar Mandi (Keramik Polish vs Unpolished)

Salah Pilih Keramik Kamar Mandi

Salah pilih keramik kamar mandi (keramik polish vs unpolished). Dalam dunia konstruksi, pemilihan keramik kamar mandi menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan, terutama dalam memilih antara keramik polish (mengkilap) dan unpolished (tidak mengkilap). Kontraktor dan tenaga ahli konstruksi sering kali memberikan rekomendasi berdasarkan fungsi serta keamanan penggunaan di kamar mandi.

Tim Doma sering mendapati, pertanyaan dari calon owner tentang bagaimana memilih keramik yang cocok. Pemilihan untuk kamar mandi yang notabene bersinggungan langsung dengan air, harus mengutamakan keamanan. Untuk kamar mandi memang seharusnya memakai keramik unpilished yang permukaannya cenderung kasar. Pelaksana Doma Erik mengatakan, “Kamar mandi, memang seharusnya memakai unpolished di sisi lantai. Bahaya kalau licin.”

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Sumber gambar : Istimewa. Yogyakarta, 2025.

Keramik polish memiliki permukaan yang mengkilap karena melalui proses pemolesan tambahan. Jenis ini cocok untuk dinding kamar mandi atau area yang tidak sering terkena air, karena tampilan mengkilapnya memberikan kesan mewah dan lebih mudah dibersihkan dari noda. Namun, permukaannya yang licin bisa berisiko jika digunakan di lantai kamar mandi, terutama dalam kondisi basah.

Disisi lain, keramik unpolished memiliki tekstur yang lebih kasar dan tidak licin, menjadikannya pilihan yang lebih aman untuk lantai kamar mandi. Jenis ini lebih tahan terhadap goresan dan memberikan daya cengkeram yang lebih baik, sehingga mengurangi risiko tergelincir. Walaupun tidak sehalus keramik polish, tampilannya tetap elegan dan cocok untuk konsep kamar mandi minimalis atau natural.

Sumber gambar : Istimewa. Yogyakarta, 2025.

Tim Doma berpendapat, pemilihan keramik kamar mandi harus mempertimbangkan aspek keamanan, fungsi, dan estetika. Untuk kamar mandi rumah tinggal, disarankan menggunakan keramik unpolished pada lantai agar lebih aman, sementara keramik polish dapat digunakan pada dinding untuk meningkatkan tampilan mewah. Dengan kombinasi yang tepat, kamar mandi tidak hanya menjadi lebih aman tetapi juga nyaman dan estetis.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Sahid J-Walk Mall Konsep Green Living Jogja

Sahid J-Walk Mall Konsep Green Living

jogja konstruksi.com – Sahid J-Walk Mall konsep green living Jogja. Sahid Mall yang berada di bilangan Babarsari, Jogja kini nampak sepi. Desain green style living yang diusung sebenarnya cukup unik dan menarik. Sahid J-Walk ini memiliki konsep mixed used pertama di Jogja dengan komplek yang berdiri di lahan dengan luas 8.5000 meter persegi.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Sahid J-Walk dibangun di atas lahan luas di kawasan padat pelajar dan penduduk di bilangan Babarsari, Sleman, DIY. Dibangun pada tahun 2015 silam, bangunan ini menghabiskan anggaran sebangak kurang lebih 650 miliar rupiah. Beberapa bangunan yang menjadi komplek ini antara lain mall, hotel, dan convention hall.

Saat ini, banyak masyarakat Jogja yang berpendapat bahwa mall J-walk kini terlihat sepi. Tenant-tenant yang seharusnya memenuhi wilayah mall kini sudah mulai sepi. Hal ini dikarenakan kurangnya popularitas J-walk dibandingkan dengan mall-mall yang lain yang berada di DIY. Herat selaku masyarakat Yogyakarta dan jurnalis senior berpendapat bahwa popularitas J-walk ini kurang baik di masyarakat golongan menengah, “Saya kurang tau bahkan sangat jarang ke sana kecuali CGV yang murah,” jelasnya.

Desain J-walk sendiri mengusung ide green living atau bisa juga disebut green life style. Pada dasarnya untuk konsep bangunan menggunakan konsep green building, “Green building adalah konsep bangunan dengan efisiensi energi,” jelas Erik.  Green building yang dimaksud adalah bangunan yang sebisa mungkin mengurangi penggunaan energi. Bangunan mall dan kawasan J-walk memiliki orientasi yang memanfaatkan muson dengan menghadap ke utara. Lagi, dengan memanfaatkan bukaan-bukaan yang besar seperti jendela dan pintu-pintu yang mengakibatkan angin dan pencahayaan alami dapat menghemat penggunaan energi listrik hingga 20%-30%, “Bukaan yang besar dapat memanfaatkan udara alami dan pencahayaan alami,” tambah Ibnu.

J-walk ini sangat bagus dari segi desain dan konsep yang diusung. Meskipun saat ini sepi, tidak menutup kemungkinan jika di kemudian hari kawasan ini ramai kembali. Konsep green lifestyle, green living, hingga green building pun mulai digemari. Konsep hemat energi memang sangat didukung, tidak hanya pemerintah lokal namum juga dunia internasional.


Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Pasar Godean Jogja dan Masalah Relokasi Pedagang

Pasar Godean Jogja dan Masalah Relokasi Pedagang

jogjakonstruksi.com – Konstruksi Pasar Godean Jogja dan masalah relokasi pedagang. Pasar Godean telah melakukan revitalisasi besar dan telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan Sri Sultan Hamengku Bowono XI pada 28 Agustus 2024 silam. Saat ini banyak pedagang relokasi yang memutuskan untuk tidak kembali ke Pasar yang telah direnovasi. Bangunan Pasar Godean kini merupakan bangunan dengan perancangan sustainability dan arsitektur nusantara.

Pasar Godean terletak di Jalan Godean tetap di muka jalan Godean. Lokasi yang strategis dan percepatan pertumbuhan dan pemerataan membuat Pasar Godean menjadi pasar yang makin besar. Pasar Godean dirasa sudah tidak mampu menampung semua pedagang dan pengunjung pada waktu yang bersamaan. Lalu, pada 2023 silam wacana revitalisasi pasar godean mulai digalakkan. Tak butuh waktu lama ditahun yang sama, revitalisasi Pasar Godean sudah dumulai. Pembangunan yang ditaksir menelan anggaran sebanyak 89 miliar itu diperkirakan rampung pada Juli 2024.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Peresmian Pasar Godean sudah dilakukan pada 28 Agustus 2024 lalu. Presiden Joko Widodo bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama dengan Bupati Sleman Bu Kustini yang langsung meresmikan Pasar Godean tersebut. Kendati demikian, setelah peresmian tersebut pedagang yang direlokasi sementara enggan untuk pindah. Relokasi sementara ini berjarak satu kilometer ke Barat dari pasar Godean. Herat selalu Jurnalis senior dan kerap mengunjungi pasar bercerita, “Pedagang belum mau pindah, ada kesepakatan setelah lebaran 2025 ini,” jelasnya.

Enggannya pindah para pedagang ini disinyalir karena keraguan akan lahan parkir dan lokasi yang belum ditentukan sepenuhnya. Herat menambahkan ada keraguan akan luasan lahan parkir yang dianggap belum bisa menampung pengunjung yang akan datang, “Mereka takut untuk ke sana (Pasar Induk Godean) karena lahan parkirnya kurang,” tambah Herat. Meskipun begitu, sampai saat ini pembangunan lahan parkir dan relokasi kembali terencana dilakukan setelah lebaran 2025.

Bangunan Pasar Godean sendiri mengusung tema arsitektur lokal nusantara. Konsep yang diusung adalah sustainability building dan arsitektur nusantara. Keindahan Pasar Induk Godean dapat dilihat saat melintasi jalan Godean, posisi pasar ini berada di utara jalan Godean. Desain yang mengusung muatan lokal setempat dapat dilihat dari fasad pagar bumi di bagian depan dan atap yang digunakan. Pada pagar bumi dan atap menggunakan unsur Jawa dan kekratonan Yogyakarta. Atap menggunakan atap bertumpuk dan pagar bumi khas kekratonan Yogyakarta. Arsitektur berkelanjutan pun tak kalah jika dilihat dari desain dengan bukaan yang luas dan atap yang tinggi yang membuat Pasar Godean menjadi pasar dengan pemanfaatan udara dan pencahayaan alami yang baik. Herat menambahkan, “Pasar ini bagus dan nantinya akan jadi ikon di Godean.”

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855