Menilik Konsep Mundur Munggah Madhep Kali M3K

Masyarakat Harus Tau Mundur Munggal Madhep Kali

jogjakonstruksi.com – Menilik konsep mundur munggah madhep kali M3K. Pemerintah Kota Yogyakarta mulai menerapkan pendekatan tata ruang berbasis budaya dan ekologi melalui konsep Mundur Munggah Madhep Kali (M3K). Konsep ini dinilai mampu mengatasi persoalan ruang, pelestarian lingkungan, hingga revitalisasi budaya sungai di Jogja yang mulai menunjukan geliat masalah hunian kumuh dan RTLH.

Dalam upaya menciptakan harmoni baik antara pembangunan dan pelestarian lingkungan, Pemkot Yogyakarta memperkenalkan konsep Mundur Munggah Madhep Kali (M3K) sebagai strategi pengelolaan kawasan bantaran sungai di Jogja. Konsep ini tak hanya berorientasi pada aspek teknis, namun juga memuat nilai-nilai budaya lokal masyarakat Jawa. Desain arsitektur diharapkan dapat memuat semua aspek muatan lokal ini.

Mundur Munggah Madhep Kali Pondasi Kawasan Pinggir Kali Terbarukan

Secara harfiah Jawa, mundur memiliki makna menjauh ke belakang. Menjauh ke belakang dalam konteks ini adalah mundur dari tepian sungai. Sementara itu, munggah memiliki makna manaikkan. Menaikkan dalam konteks bangunan yaitu naik agar tidak rawan banjir. Lalu, madhep kali berarti menghadap ke sungai sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan makana Jawa terhadap air. Dalam praktiknya, M3K mendorong masyarakat untuk tidak lagi membelakangi sungai, melainkan menjadikannya sebagai ruang interaksi publik, dan sarana umum yang diharapkan mampu menjadi publik space di Jogja.

Sumber: tribunjogja.com/Azka Ramadhan

Pelaksanaan M3K dimulai di beberapa titik bantaran Kali Code dan Kali Winongo. Kedua bantaran itu selama ini identik dengan pemukiman padat dan persoalan sanitasi yang buruk. Pemerintah melakukan pendekatan partisipatif publik bersama pihak swasta, warga, arsitek lokal, serta budayawan untuk mendesain ulang kawasan tersebut. Doma sebagai salah satu kontraktor di Jogja, selalu memiliki peran aktif terhadap masalah ini.

Pengikut serataan pihak swasta selama ini mampu mengurangi dan menanggulangi masalah serupa. Doma pada dua tahun ke belakang selalu mengambil proyek RTLH yang notabene selalu berada di bantaran sungai. Bantaran sungai code di wilayah Cokrodirjan selalu menjadi langganan perbaikan selama tiap tahunnya.

Konsep M3K ini, bukan hanya soal memindahkan bangunan. Lebih dari itu konsep ini, juga memindahkan cara pandang terhadap sungai. Arsitektur sebagai wadah desain dan huni memiliki peran penting dalam mewujudkan konsep ini. Selain itu, edukasi publik harus dilakukan secara menyeluruh sebelum penerapan dan mediasinya dilakukan. Masyarakat harus mengetahui makna dan maksud tujuan M3K. Saat ini, masyarakat benar-benar awam mengenai konsep ini dan bagaimana penerapan dan manfaatnya terhadap kehidupan mereka.

Menilik konsep mundur munggah madhep kali M3K. Bukan tanpa celah, konsep ini memiliki tantangan masih membayangi pelaksanaan M3K. Sebagian warga masih merasa khawatir dengan potensi relokasi dan perubahan fungsi lahan. Pemerintah berjanji akan melibatkan swasta, tenaga ahli, dan warga dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855