Rangkul Pejalan Kaki Konstruksi Pedestrian Malioboro Jogja

Malioboro dan Romantisasi Pejalan Kaki di Jogja

jogjakonstruksi.com – Rangkul pejalan kaki konstruksi pedestrian Malioboro Jogja. Malioboro kini terlihat berbeda semenjak libur panjang datang membuat area pedestrian sisi timur bak tumpahan manusia. Area timur pernah diperluas guna mengakomodasi pedestrian di area Malioboro. Peresmian pedestrian ini dilakukan saat matahari telah menyingsing, dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X dan kepala dinas pekerjaan umum Yogyakarta pada kala itu. Tapi, apakah pedestrian di Jogja memang sudah sangat dibutuhkan.

Liburan panjang yang telah usai memang meninggalkan kenangan manis di Jogja. Pasalnya kota yang kaya akan kenangan ini menjadi saksi bisu ramainya musim mudik 2025 kemarin. Diperkirakan 3 juta kepala mengerumuni Daerah Istimewa Yogyakarta pada puncak musim liburan. Keramaian bisa dilihat pada sudut-sudut kota, terlebih jika kita melihat di sepanjang jalan Malioboro Jogja.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Malioboro memang terkenal akan jalan yang menghubungkan tugu dan keraton Jogja. Pada malam hari, ditetapkan sebagai jalan non-kendaraan bermotor. Larangan ini berlaku terutama dari pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. Tujuannya adalah untuk mendukung kawasan Malioboro sebagai jalur pedestrian dan juga untuk meningkatkan statusnya sebagai warisan dunia UNESCO.

Sumber: wisatahappy.com

Hal tersebut mendorong, untuk diperluasnya area kawasan pedestrian di sisi timur Malioboro. Proses pembangunan dilaksanakan dalam beberapa tahap. Dimulai pada tahun 2016 dan selesai pada satu tahun setelahnya. Pembangunan ini memang menjadi pilot project pada perkembangan Malioboro sebagai salah satu destinasi wisata pamungkas di Jogja. Herat sebagai jurnalis senior mengatakan, setelah jadinya perluasan kawasan pedestrian di sisi timur, membuat pengunjung lebih ramai dan kursi yang mendukung dibangun sepanjang pedestrian itu. “Setelah pembangunan (perluasan) pedestrian rampung, semakin banyak wisatwan yang datang sekedar berjalan dan duduk disepanjang jalan,” jelas Herat.

Pedestrian Harmoni Urban Jogja Malioboro Pilot Project

Pedestrian memang menjadi porsi wajib bagi kota urban di negara maju. Pasalnya, dorongan akan transportasi umum dan penguruangan mode mandiri menjadi alasan untuk pengembangan urban dan compact city. Ibnu tim Doma berpendapat, trasportasi umum harus diwadahi dengan pedestrian, keduanya saling membutuhkan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan kemacetan di Jogja yang makin hari makin menjadi. “Mode publik dan pedestrian itu vise versa, keduanya adalah wajib untuk mengurangi macet,”

Pedestrian kini diharapkan mampu diperluas tidak hanya dikawasan Malioboro saja. Namun, juga dibangun diberbagai lokasi trayek dan jalur bus trans jogja di Yogyakarta. Saat ini, pedestrian harus dibangun secara meluas dan masif untuk mendukung perkembangan urban dan compact city yang diharapkan menjadi bentuk dan konsep baru di Jogja.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855