jogjakonstruksi.com – Penataan 23 fasad bangunan jaga karakter Jogja dan Malioboro. Dinas Kebudayaan DIY menata fasad 23 bangunan di Jalan Margo Mulyo dan Jalan Malioboro pada tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari penataan fasad kawasan sumbu filosofi. Pihak Dinas Kebudayaan DIY menerapkan prinsip “selaras, bukan seragam” pada setiap bangunan. Setiap bangunan dikaji dari sejarah, keaslian, kondisi fisik, fungsi dan konteks lingkungannya. Penataan ini bertujuan untuk menjaga karakter Maioboro tanpa menghapyhs ciri khas setiap bangunan.
Penataan Mengikuti Sejarah Bangunan
Dinas Kebudayaan DIY menargetkan 23 bangunan pada 2026 setelah menata 5 bangunan pada 2022, 25 bangunan pada 2023, 15 bangunan pada 2024, dan 5 bangunan pada 2025. Penataan bertujuan menjaga karakter arsitektur dan budaya Malioboro sebagai bagian dari sumbu filosofi, ruang ekonomi, pariwisata, serta kehidupan masyarakat. Pendekatan ini menjaga tampilan kawasan tetap selaras dengan sejarah dan aktivitas masyarakat.
Dinas Kebudayaan DIY menetapkan pendekatan berdasarkan hasil kajian setiap bangunan. Pihaknya menentukan bagian yang perlu diperhatikan, diperbaiki, ditata, atau disesuaikan. Elemen atau bagian yang memiliki nilai sejarah dan keaslian tetap dipertahankan.
Pekerjaan dan Nilai Sejarah
Proses penataan meliputi inventarisasi, survei, dokumentasi, penelusuran seharah dan karakter arsitektur, serta kajian kondisi dan kelayakan bangunan. Pihak Dinas Kebudayaan DIY menggunakan hasil kajian tersebut sebagai dasar pekerjaan. Pendekatan ini menjaga wajah Malioboro tanpa menghapus ciri khas setiap bangunan.
Elemen sejarah dan keaslian bangunan tetap dipertahankan. Penataan yang dilakukan dengan menyesuaikan kondisi fisik dan konteks lingkungan setiap bangunan. Pendekatan ini membuat tampilan kawasan selaras, tapi tidak seragam.
Penerapan bagi Pembangunan Lokal
Penataan fasad dapat menjadi acuan bagi proyek pembangunan di Jogja, terutama pada kawasan dengan nilai sejarah dan aktivitas ekonomi padat. Pemilik bangunan perlu mengkaji kondisi bangunan, mempertahankan elemen khas, lalu menyesuaikan fasad dergan karakter lingkungan sekitarnya. Pendekatan ini membantu pembangunan tetap rapi tanpa menghapus identitas kawasan.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Yulia Nurwita Ningrum
Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika



