jogjakonstruksi.com – Desain Feng Shui tren hunian mulai dilirik di Jogja. Desain rumah Feng Shui kini semakin populer di berbagai kota besar Indonesia. Konsep ini menawarkan keseimbangan energi yang dipercaya membawa keberuntungan dan keharmonisan bagi penghuninya. Yogyakarta sebagai kota budaya ternyata juga memiliki potensi besar untuk menerapkan prinsip-prinsip Feng Shui dalam desain hunian. Meski memiliki akar dari tradisi Tionghoa, penerapan Feng Shui dapat berpadu dengan gaya lokal Jawa.
Populer Desain Feng Shui Kini Mulai Diterapkan
Desain rumah Feng Shui kini kian populer di banyak kota Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pengembang perumahan hingga arsitek muda mulai menawarkan desain hunian dengan sentuhan Feng Shui. Fenomena ini muncul karena banyaknya masyarakat yang mulai meyakini bahwa tata letak rumah dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari. Lagi, sejumlah properti komersial di banyak kota besar seperti Jogja, Jakarta, Surabaya, dan Bandung sudah menjadikan Feng Shui sebagai nilai tambah penjualan. Tren ini membuat masyarakat sadar bahwa rumah bukan hanya tentang hunian, tetapi juga ruang untuk mengatur zen atau energi kehidupan yang baik.
Fang shui, konsep ini menawarkan keseimbangan energi yang dipercaya membawa keberuntungan dan keharmonisan bagi penguna ruang. Feng Shui mengarah pada harmoni antara manusia dengan lingkungannya. Ibnu berpendapat, dalam praktiknya arsitek akan memperhatikan posisi pintu utama, arah cahaya matahari, aliran udara, hingga tata letak ruangan di dalam rumah. “Sebagai contoh, arsitek yang merupakan desainer akan mengatur orientasi dan peletakan bukaan sesuai dengan kaidah Feng Shui,” jelas Ibnu.
Seluruh aspek ini diyakini dapat memengaruhi aliran energi positif dalam meruang. Energi ini sering kita dengar dengan Chi. Dengan penataan yang tepat, penghuni rumah diharapkan merasakan kenyamanan, kesehatan, serta keberuntungan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa desain Feng Shui tidak hanya diminati oleh komunitas Tionghoa, tetapi juga masyarakat luas.
Penerapan Fiskal Feng Shui dan Kombinasi Arsitektur Jawa
Yogyakarta, sebagai kota budaya ternyata juga memiliki potensi besar untuk menerapkan prinsip-prinsip Feng Shui dalam desain hunian. Daerah yang kaya akan tradisi arsitektur Jawa, Yogyakarta memiliki banyak rumah dengan konsep terbuka, halaman luas, dan tata ruang yang mengutamakan keseimbangan. Hal ini sejalan dengan filosofi Feng Shui yang menekankan pentingnya hubungan harmonis antara bangunan dengan alam. Beberapa arsitek Jogja, bahkan sudah mulai menggabungkan prinsip Feng Shui ke dalam rancangan rumah modern di kawasan Sleman dan Bantul. Tidak jarang, calon pembeli rumah di Jogja juga mempertimbangkan arah hadap bangunan serta tata letak ruangan agar sesuai dengan prinsip Feng Shui.
Keseimbangan jadi Orientasi Arsitektur Jawa dan Feng Shui
Meski memiliki akar dari tradisi Tionghoa, penerapan Feng Shui dapat berpadu dengan kearifan lokal Jawa. Dalam budaya Jawa, konsep tata ruang juga erat kaitannya dengan nilai spiritual. Misalnya, arah hadap atau orientasi rumah yang biasanya menghadap ke utara atau selatan, serta keberadaan pendopo sebagai ruang terbuka untuk menerima tamu.
Desain Feng Shui tren hunian mulai dilirik di Jogja. Prinsip ini dapat disandingkan dengan Feng Shui yang menekankan pentingnya keseimbangan dan keterbukaan ruang. Kolaborasi antara nilai Jawa dan Feng Shui justru dapat melahirkan desain rumah yang unik, indah, sekaligus memiliki makna filosofis dalam. Oleh karena itu, penerapan Feng Shui di Jogja menurut kami tidak bertentangan dengan budaya lokal, melainkan bisa saling melengkapi.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika



