jogjakonstruksi.com – Meroket kini Jikkobukken rumah berhantu di Jepang laris. Lonjakan harga properti di Jepang membuat rumah-rumah berhantu yang dulu dihindari, kini justru diburu oleh pembeli dan investor.
Rumah-rumah dengan klasifikasi yang pernah menjadi lokasi kematian tragis, pembunuhan, atau juga dianggap memiliki energi negatif. Rumah ini dikenal sebagai Jikkobukken dibaca dalam Bahasa Indonesia. Dulu, rumah-rumah ini umumnya sulit dijual karena stigma angker yang melekat. Namun, dengan meroketnya harga hunian di kota besar seperti Tokyo dan Kyoto, Jikkobukken mulai dilirik sebagai alternatif yang lebih terjangkau.
Harga Rasional dan Kebutuhan Hunian Menjadikan Rumah Berhantu Kini Jadi Idaman
Permintaan terhadap Rumah Jikkobukken meningkat tajam sejak dua tahun terakhir. Hal ini terjadi seiring melonjaknya harga sewa dan nilai tanah di kawasan urban dan suburban. Krisis hunian dan kebutuhan ruang ideal di Jepang membuat kalangan muda dan pekerja menengah ke bawah tidak lagi memiliki banyak pilihan. Hal ini diperparah oleh menurunnya angka pembangunan baru dan meningkatnya urbanisasi seperti banyak prefektur di Tokyo.

Sebagai orang yang pernah berkunjung dalam studi ke Nagoya, Ibnu menjelaskan bahwa banyak rumah berhantu yang sebelumnya ditawarkan dengan diskon besar kini menjadi opsi rasional. Hal ini karena bisa dibeli atau disewa dengan harga jauh di bawah harga rumah biasa. “Jikkobukken biasanya memang disewakan dan dijual dengan harga di bawah standar, yang mana ini menjadi pergerakan besar dalam lingkup arsitektur,” jelas Ibnu.
Tak Hanya Diburu Marjinal Kini Investor Turut Serta Buru Jikkobukken
Fenomena unik ini dimanfaatkan oleh para investor dan ahli properti untuk mengambil Jikkobukken. Ini karena melihat potensi besar dibalik citra angker rumah-rumah tersebut dan menjadikannya investasi properti. Beberapa perusahaan bahkan secara khusus membangun platform online untuk memasarkan rumah-rumah tersebut secara luas dan masif.
Ibnu menambahkan, mereka menyajikan informasi mengenai sejarah kelam properti itu dengan menekankan nilai ekonomis dan potensi hunian ideal melalui renovasi ulang. “Para investor yang menjual kembali Jikkobukken akan transparan menjelaskan sejarah dan potensi yang dimiliki Jikkobukken dengan harga di bawah standar,” jelas Ibnu. Strategi ini ternyata berhasil menarik minat generasi muda yang lebih rasional dan cenderung skeptis terhadap mitos dan hal-hal berbau metafisika.
Menguntungkan Tetapi Masyarakat Umum Masih Tabu Skema Jikkobukken
Lagi, penolakan dari sebagian masyarakat dan perubahan sikap terhadap rumah berhantu mencerminkan realitas ekonomi Jepang yang keras. Tokyo contohnya, harga rumah bisa mencapai ratusan juta yen atau puluhan miliar rupiah untuk hunian biasa. Hal ini membuat Jikkobukken menjadi solusi realistis yang cepat dan bisa menjadi harapan bagi masyarakat golongan marjinal ataupun muda. Beberapa pembeli bahkan melaporkan setelah renovasi dan pembersihan spiritual ringan dengan Mito, rumah tersebut terasa sama seperti normalnya hunian. Normal yang dimaksud adalah tanpa gangguan supranatural yang nyata dan dapat dirasakan atau dilaporkan.
Meroket kini Jikkobukken rumah berhantu di Jepang laris. Pergeseran pendekatan ini menunjukkan transformasi budaya masyarakat Jepang. Budaya dalam memandang kematian dan ruang tinggal yang masih dianggap suci dan gaib. Generasi lebih muda yang tumbuh dengan paparan logika ilmiah serta kesadaran finansial tidak lagi kaku pada mitos. Dengan makna, properti tersebut memenuhi syarat kenyamanan dan keamanan sebagai bangunan laik huni. Rumah yang dulu ditinggalkan karena takut, kini menjadi simbol keberanian dan kecerdikan ahli di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Tidak hanya di Jepang, bisa jadi kita menerapkan gagasan ini sebagai acuan ukur untuk mengadopsi metoda tersebut di Indonesia yang kemungkinan besar relevan.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika




