Jika Jogja Banjir Efek Terhadap Rumahmu Apa Ya

Jika Jogja Banjir

jogjakonstruksi.com – Jika Jogja banjir efek terhadap rumahmu apa ya. Berita banjir sedang marak akhir-akhir ini, terakhir di Bekasi beberapa waktu lalu yang menyita perhatian nasional. Jogja memang sering terjadi hujan akhir-akhir ini. Jika terjadi banjir di Jogja layaknya di Bekasi apa yang akan terjadi pada hunian kita. Hunian yang kerap terkena banjir bisa saja mengalami kerusakan yang bahkan tidak terlihat oleh kasat mata.

Pada awal bulan Maret 2025, wilayah Bekasi mengalami banjir besar yang berdampak luas. Banjir ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan meluapnya sungai di wilayah tersebut. Akibatnya, 17 kecamatan dan 40 desa di Kabupaten Bekasi terdampak dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 1,5 meter. Namun, jika Jogja terdampak banjir apa yang akan terjadi.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Banjir di Jogja bukanlah hal yang sering terjadi, tetapi ketika hujan deras mengguyur dalam waktu lama, beberapa daerah di Jogja berisiko mengalami genangan atau bahkan banjir parah. Jika itu terjadi, rumah-rumah di Jogja bisa terkena dampaknya, baik dari segi kerusakan fisik maupun dampak lingkungan yang lebih luas.

Sumber: Pradito Rida Pertana/detikJogja

Banjir dapat menyebabkan kerusakan struktural pada rumah, terutama bagi bangunan yang tidak memiliki fondasi kuat. Air yang menggenang dalam waktu lama dapat mengikis material bangunan seperti semen, bata, atau kayu. Pada beberapa kasus, tekanan air yang tinggi dapat merobohkan dinding rumah atau merusak lantai dan atap. Rumah-rumah di daerah yang sering terkena banjir biasanya mengalami penurunan kualitas bangunan lebih cepat dibandingkan rumah di daerah yang aman dari banjir.

Jika Jogja Banjir Efek Terhadap Rumahmu

Genangan air yang lama dapat menyebabkan lantai menjadi licin, rusak, atau bahkan terangkat jika menggunakan material seperti keramik atau kayu. Dinding rumah juga sering kali mengalami perubahan warna akibat rembesan air, bahkan bisa ditumbuhi jamur yang tidak hanya merusak estetika tetapi juga membahayakan kesehatan penghuni rumah.

Untuk mengurangi dampak banjir terhadap rumah warga di Jogja, diperlukan langkah-langkah pencegahan yang lebih baik. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama dalam meningkatkan sistem drainase, membuat tanggul atau embung untuk menampung air hujan, serta menerapkan konsep pembangunan rumah tahan banjir.

Ibnu menjelaskan, warga juga disarankan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir, seperti dengan membuat rumah yang lebih tinggi, menggunakan material bangunan yang tahan air, serta memiliki sistem pengamanan listrik yang lebih baik. “Warga harus siapa, juga konstraktor Jogja seperti Doma, tekis cegah banjir secara hunian dan mitigasi,” punggah Ibnu. Selain itu, penting bagi setiap warga untuk selalu mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini dari pemerintah agar dapat melakukan evakuasi dengan cepat jika banjir besar terjadi.

Erik berpendapat, banjir di Jogja dapat menyebabkan kerusakan serius pada rumah warga, baik secara struktural maupun dari segi eksternal. “Banjir tidak hanya merusak rumah namun juga social,” jelas Erik. Selain itu, dampak jangka panjang seperti ancaman kesehatan dan kerugian ekonomi juga menjadi tantangan besar bagi masyarakat yang terkena banjir. Oleh karena itu, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan sangat penting untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana banjir di masa depan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Arsitektur Guest House Jogja Pancing Minat Pemudik 1446 H

Arsitektur Guest House Jogja Pancing Minat Pemudik

jogjakonstruksi.com – Arsitektur Guest House Jogja Pancing Minat Pemudik 1446 H. Mudik menjadi tradisi tahunan yang dinantikan oleh perantau di seluruh Indonesia, terutama saat libur lebaran. Jogja sebagai salah satu kota budaya dan tujuan wisata utama. Selain itu mengalami lonjakan jumlah pemudik yang kembali ke kampung halaman sekaligus wisatawan yang ingin menikmati keindahan kota yang kaya akan budaya dan sejarah ini.

Selain mengandalkan rumah keluarga, banyak pemudik kini memilih guest house sebagai tempat menginap sementara. Gaya arsitektur guest house yang unik, nyaman, dan ramah kantong menjadi daya tarik utama. Tak hanya sebagai tempat beristirahat, guest house di Jogja kini mengusung konsep arsitektur yang lebih menarik dan beragam. Dari gaya jawa klasik, keraton, hingga modern minimalis, untuk memenuhi kebutuhan pemudik yang menginginkan kenyamanan layaknya rumah sendiri di Jogja.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Arsitektur Guest House Jogja Pancing Minat Pemudik 1446 H. Sebagai kota yang kaya akan budaya dan sejarah, arsitektur guest house di Jogja sering mengadopsi elemen-elemen lokal yang mencerminkan identitas khas Jogja. Namun, seiring perkembangan zaman, konsep arsitektur semakin bervariasi, mengikuti tren dan selera pasar. Arsitektur dengan mengadopsi gaya Keraton atau jawa yang paling banyak dijumpai. Menurut Herat sebagai jurnalis senior dan warga Jogja, guest house semakin populer dan making banyak dijumpai di gang-gang kota Jogja. “Menjamur dan sering saya jumpai di gang-gang kita,” jelasnya.

Sumber: traveloka.com

Arsitektur Guest House Jogja

Guest house dengan desain Keraton Jogja atau rumah tradisional Jawa seperti joglo dan limasan masih menjadi favorit. Konsep ini tidak hanya menghadirkan kesan klasik, tetapi juga menciptakan suasana nostalgia bagi pemudik yang rindu dengan rumah khas pedesaan Jawa. Material utama yang digunakan biasanya adalah kayu jati, yang memberikan kesan hangat dan elegan. Selain itu, banyak guest house bergaya tradisional yang dilengkapi dengan pendopo atau ruang terbuka untuk bersantai.

Gaya modern minimalis semakin diminati karena kesederhanaan desainnya yang tetap fungsional. Guest house dengan arsitektur ini biasanya memiliki ciri khas dengan aspek minimalis modern. Yakni, pencahayaan alami, efisiensi energi, dan pemilihan warna yang cenderung neutral dan alami. Konsep tropis juga sering diterapkan dengan menambahkan taman kecil, kolam ikan, atau pepohonan di area guest house agar menciptakan suasana yang lebih asri dan segar.

Untuk pemudik yang ingin beristirahat dari hiruk-pikuk kota, banyak guest house di Jogja yang menawarkan konsep eco-living dengan pemandangan sawah atau hutan. Fitur utama guest house dengan konsep ini adalah bangunan semi-terbuka yang memungkinkan sirkulasi udara alami. Konsep ini memberikan pengalaman menginap yang lebih tenang dan nyaman, cocok bagi pemudik yang ingin melepas penat setelah perjalanan jauh.

Pancing Minat Pemudik

Musim mudik membawa dampak positif bagi bisnis penginapan di Jogja, khususnya guest house yang menawarkan kenyamanan dan harga terjangkau. Dengan berbagai konsep arsitektur yang menarik, dari rumah tradisional Jogja hingga gaya modern minimalis, guest house menjadi pilihan favorit pemudik yang menginginkan pengalaman menginap yang lebih personal dan nyaman.

Keunggulan seperti harga yang lebih ekonomis, suasana homey, lokasi strategis, serta fasilitas yang mendukung aktivitas keluarga. Membuat guest house semakin diminati di Jogja. Ditambah dengan sentuhan budaya lokal yang khas, pengalaman menginap di guest house Jogja tidak hanya sekadar tempat beristirahat semata. Tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan mudik yang lebih berkesan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Menikmati Konstruksi Ruang Terbuka Lippo Seven Sky Jogja

Ruang Terbuka Lippo Seven Sky Jogja

jogjakonstruksi.com – Menikmati konstruksi ruang terbuka Lippo Seven Sky Jogja. Menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman, sambari menikmati langit malam dengan kudapan di meja terdengar sangat menyenangkan. Hal tersebut dapat dirasakan masyarakat Jogja saat mengunjungi Seven Sky Lippo. Mengusung konsep arsitektur modern konsep ruang terbuka, terbukti apik dan cocok untuk diterapkan di Lippo Mall. Ruang terbuka, mungkin asing terdengar bagi setiap masyarakat yang membaca atau mendengar, jadi apa itu ruang terbuka.

Ingin menghabiskan weekend di Jogja, atau sekedar menikmati sunset di Jogja, anda dapat mengunjungi Lippo Seven Sky. Tempat berkumpul bersama dengan nuansa modern dan ruang terbuka akan sangat nyaman dan wajib dikunjungi oleh wisatawan atau masyarakat Jogja. Terletak di bilangan Laksda Adisutjipto 32-34, Lippo Seven Sky menjadi destinasi menarik dan terjangkau warga Jogja dan Sleman.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Desain arsitektur Seven Sky di Lippo Plaza dirancang dengan konsep arsitektur modern dan ruang terbuka. Menggabungkan elemen fungsional dan estetika untuk menciptakan pengalaman ruang terbuka yang nyaman dan menarik. Salah satu aspek utama dari desainnya adalah tata letak terbuka yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan kota dari ketinggian, menjadikannya daya tarik utama bagi pecinta kuliner dan hiburan malam.

Struktur utama rooftop ini menggunakan kombinasi material seperti baja ringan, kaca tempered, dan elemen kayu. Guna untuk menciptakan kesan industrial modern yang tetap hangat dan ramah aksen pencahayaan ditambahkan. Penggunaan pencahayaan lampu LED tersembunyi (hidden lamp) serta lampu gantung dekoratif juga memberikan suasana yang lebih hidup, terutama saat malam hari.

Menikmati Konstruksi Ruang Terbuka Lippo Seven Sky Jogja

Dari segi konstruksi, rooftop ini didesain dengan sistem struktur yang mampu menahan beban dan bobot tambahan tanpa mengorbankan stabilitas bangunan utama. Teknik waterproofing (anti air) yang canggih diterapkan untuk memastikan atap plaza tetap tahan terhadap cuaca ekstrem, sementara sistem drainase (pengairan) yang efisien menghindari genangan air. Selain itu, area seating dan pedestrian (jalur pejalan kaki) dirancang dengan material lantai unpolished anti-slip untuk menjaga keamanan pengunjung.

Beberapa bagian rooftop juga dilengkapi dengan kanopi transparan atau semi-terbuka yang berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan sinar matahari langsung, Ibnu berpendapat bahwa tanpa mengurangi kesan terbuka dari desain keseluruhan penggunaan bahan trasnparan dapat mendukung konsep ruang terbuka. “Dengan kaca dan kanopi trasnparan memperkuat identitasnya sebagai ruang terbuka,” jelasnya. Dengan perencanaan yang matang, Rooftop Seven Sky tidak hanya menjadi tempat bersantai yang estetis tetapi juga merupakan contoh arsitektur rooftop yang dirancang dengan pertimbangan struktural yang kuat dan inovatif. Apakah anda tertarik untuk mengunjunginya?

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Tim Doma Makan Ingkung Syukuran Bangun Rumah Warga Jogja

Syukuran Bangun Rumah Warga Jogja

jogjakonstruksi.com – Tim Doma Makan Ingkung Syukuran Bangun Rumah warga Jogja. Dalam budaya Jogja atau Jawa, proses pembangunan rumah tidak hanya sekadar fisik membangun tempat tinggal, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam. Salah satu tradisi penting yang masih dijaga hingga kini adalah syukuran pembangunan rumah atau yang sering disebut selametan atau slametan.

Slametan, tradisi ini dilakukan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelancaran pembangunan rumah. Serta memohon keselamatan bagi penghuni rumah di masa mendatang dan generasi selanjutnya. Selain itu, syukuran juga dipercaya dapat menolak bala atau hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Mengingat dalam kepercayaan Jawa, pembangunan rumah harus dilakukan dengan perhitungan tertentu agar membawa keberkahan bagi penghuninya.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Syukuran ini biasanya dilakukan dalam beberapa tahap, tergantung pada adat dan kebiasaan setempat. Jogja sendiri memiliki satu momen penting dalam tradisi ini adalah saat peletakan batu pertama atau pendirian tiang utama rumah (yang disebut saka guru dalam rumah adat Joglo). Pada tahap ini, pemilik rumah bersama keluarga dan ustadz atau tokoh masyarakat, akan menggelar doa bersama. Doa yang dipimpin oleh ustadz atau pemuka agama sepuh di site pembangunan. Ritual ini disertai dengan penyajian sesaji yang berisi berbagai jenis makanan, seperti tumpeng, ayam ingkung, dan jajanan pasar. Semua yang memiliki makna simbolis sebagai harapan atas kehidupan yang harmonis dan berkecukupan di rumah baru.

Sumber: Doma Living House

Tim Doma Makan Ingkung

Selain saat memulai pembangunan, syukuran juga dilakukan setelah rumah selesai dibangun. Acara ini lebih meriah karena sekaligus menjadi ajang silaturahmi dengan tetangga dan kerabat. Biasanya, acara ini diawali dengan pembacaan doa, lalu diikuti dengan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan. Titis selaku Tim Doma mengatakan, di beberapa daerah, ada juga tradisi membagikan nasi berkat kepada para tamu sebagai simbol berbagi rezeki dan harapan agar rumah yang baru dibangun senantiasa membawa berkah bagi pemiliknya dan lingkungan sekitarnya. “Ada Ingkung seperti ini, ada juga bancakan yang dibagaikan” jelasnya.

Melalui tradisi syukuran ini, masyarakat Jawa tidak hanya menunjukkan rasa syukur atas rumah yang baru mereka bangun, tetapi juga menjaga nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial mereka. Tradisi ini juga mencerminkan bagaimana budaya Jogja dan Jawa sangat menghargai keseimbangan antara aspek fisik dan spiritual dalam kehidupan, termasuk dalam membangun tempat tinggal yang nyaman dan penuh berkah. Jadi gimana menurut kalian?

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Arsitektur Konstruksi Kuldesak Apakah Cocok di Jogja

Arsitektur Konstruksi Kuldesak Apakah Cocok di Jogja

jogjakonstuksi.com – Arsitektur konstruksi kuldesak apakah cocok di Jogja. Jogja atau Yogyakarta kini menghadapi masalah besar, yakni urbanisasi dan migrasi yang tiap tahun terus meningkat. Peningkatan jumlah penduduk yang pesat mendorong pemerintah dan akademisi untuk menciptakan penataan kota agar tidak overload. Kuldesak bisa jadi ide atau usulan yang baik bagi pemerintah Jogja. Tapi, apa sebenarnya arsitektur kuldesak itu.

Jogja saat ini mengalami pertumbuhan urbanisasi yang pesat. Menghadapi berbagai tantangan seperti kemacetan, meningkatnya harga tanah, serta tekanan terhadap lingkungan dan budaya masyarakat. Urbanisasi dan migrasi ini tidaklah buruk sebenarnya, karena dapat meningkatkan ekonomi mikro Jogja. Herat jurnalis senior dan masyarakat Jogja, berpendapat bahwa pertambahan penduduk akibat mahasiswa membawa keuntungan untuk usaha mikro sampai dengan kecil menengah. “Adanya mahasiswa seperti di UGM ekonomi warga sekitar menjadi terbantu, macam kos dan tempat makan,” jelasnya.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Kalian pasti pernah bermain game GTA San Andreas, dimana rumah CJ berada. Nah kluster rumah CJ itulah yang disebut kuldesak. Arsitektur dan konsep yang menarik untuk dikaji dalam mengatasi permasalahan peningkatan jumlah penduduk yang pesat adalah kuldesak. Konsep ini mengusung prinsip desa yang mandiri dan berkelanjutan di dalam kawasan perkotaan, sehingga menciptakan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian budaya serta lingkungan.

Sumber: Rumah123

Penerapannya di Jogja, kuldesak bisa diterapkan dengan mempertahankan elemen-elemen khas budaya Jogja seperti rumah tradisional Joglo, pekarangan yang luas, serta tata ruang yang berorientasi pada guyub warga. Namun, perlu dikombinasikan dengan infrastruktur modern yang mendukung mobilitas dan ekonomi lokal.

Jogja memiliki kawasan perkotaan yang semakin padat, terutama di pusat kota seperti Malioboro gowongan, Kotagede, dan daerah sekitar kampus-kampus besar. Dengan konsep kuldesak, desa-desa atau kampung di sekitar kota bisa dikembangkan menjadi pusat-pusat mandiri, sehingga mengurangi tekanan populasi di pusat kota. Konsep ini menekankan ruang hijau dan ekosistem berkelanjutan. Jogja yang memiliki sejarah panjang dalam pengelolaan lahan berbasis budaya agraris bertani dapat mengadaptasi model ini untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.

Kuldesak Apakah Cocok di Jogja

Jogja sering menghadapi masalah kemacetan, terutama saat musim liburan dan jam sibuk. Dengan desain kuldesak yang mengutamakan akses pejalan kaki dan transportasi ramah lingkungan, ketergantungan pada kendaraan pribadi bisa dikurangi. Salah satu tantangan besar urbanisasi adalah hilangnya identitas budaya. Dengan mengadopsi desain kuldesak yang tetap mempertahankan elemen arsitektur tradisional Jogja, seperti penggunaan material lokal dan tata ruang khas desa, identitas budaya bisa tetap terjaga.

Arsitektur kuldesak berpotensi menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan urbanisasi di Yogyakarta. Dengan mengedepankan keseimbangan antara modernitas dan pelestarian budaya serta lingkungan, konsep ini dapat membantu menciptakan kota yang lebih berkelanjutan dan nyaman bagi warganya. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada perencanaan yang matang, kolaborasi antar pemangku kepentingan, pemerintah serta komitmen untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian budaya lokal.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja Bagian Utara Lebih Ramai Ketimbang Selatan Kenapa?

Jogja Bagian Utara Lebih Ramai Ketimbang Selatan

jogjakonstruksi.com – Jogja bagian Utara lebih ramai ketimbang Selatan kenapa?. Jogja, menjadi kota dengan pertumbuhan penduduk yang cukup pesat. Pertumbuhan penduduk yang pesat seiring dengan banyaknya infrastruktur atau konstruksi bangunan yang terbangun di Jogja. Tidak hanya fasum, bangunan pribadi pun banyak berdiri di wilayah Jogja. Tapi, banyak anggapan masyarakat Jogja mengganggap bahwa Jogja bagian utara lebih ramai dan padat ketimbang bagian selatan. Fenomena ini juga dirasakan beberapa ahli topologi dan perencanaan kota.

Pertumbuhan masyarakat di Jogja, dikutip dari BPS Indonesia adalah 0,98 persen yang meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 0,93 persen. Pertumbuhan ini cukup pesat mengingat luas daerah Jogja yang tidak terlalu luas.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Dorongan pesatnya penduduk di Jogja mengalami peningkatan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah urbanisasi dan migrasi, terutama karena Jogja dikenal sebagai pusat pendidikan dengan banyak universitas ternama. Setiap tahun, ribuan mahasiswa dari berbagai daerah datang untuk menempuh pendidikan, dan banyak di antara mereka memilih menetap setelah lulus. Selain itu, perkembangan ekonomi dan sektor pariwisata yang terus berkembang juga menarik banyak pendatang untuk bekerja dan berbisnis di kota ini. Akibatnya, kepadatan penduduk semakin meningkat, yang berdampak pada kebutuhan infrastruktur, perumahan, serta layanan publik di Jogja.

Sumber: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Utara Lebih Ramai Ketimbang Selatan Kenapa?

Hal menarik ada di masyarakat mengenai anggapan akan fenomena Jogja bagian Utara lebih ramai dibanding Selatan. Hal ini tidak semerta karena anggapan masyarakat semata, namun data membuktikan pertumbuhan kabupaten Sleman yang mana adalah Jogja bagian utara lebih pesat dibandingkan dengan Bantul yang mana bagian Selatan Jogja. Jika dilihat dari kacamata awam juga bisa terlihat dengan banyaknya bangunan baru yang tumbuh dan berdiri di Sleman dan sebagian Kodya Yogyakarta bagian utara.

Tapi, sebenarnya jawaban dari pertanyaan tersebut jawab dijawab dengan ilmu morfologi sederhana. Secara alami manusia lebih suka tinggal di tempat-tempat yang datar dan tidak memiliki kontur yang terjal. Jogja bagian kota dan utara memiliki kontur dan penataan yang cukup landai dibanding dengan bagian selatan. Ibnu sependapat dengan itu, menjelaskan bahwa penduduk atau masyarakat lebih menyukai daerah datar seperti Jogja dan sebagian Sleman juga dengan dukungan air bersih. “Masyarakat akan memilih yang lebih landai dan menghindari perbukitan dan batu an besar,” jelasnya.

Selain itu, dukungan Fasum seperti Universitas dan Rumah sakit contohnya lebih banyak di bagian Utara Jogja. Sebut saja, UGM, UNY, UPN dan banyak PTS lainnya berada di Utara bagian Jogja. Ibnu menegaskan, hal ini membuat pertumbuhan penduduk khususnya pendatang akan lebih terkonsentrasi pada Jogja bagian Utara. Menyambung datangnya pendatang atau mahasiswa, terlihat jelas maraknya fasilitas pendukung seperti rumah sakit dan mall yang lebih dominan berdiri di Jogja bagian Utara. “Jogja Utara banyak kampus dan fasilitas umum seperti mall jadi wajar saja,” pungkasnya.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Kontur Jogja Cocok Untuk Orientasi Konstruksi Bangunan Utara Selatan

Kontur Jogja

jogjakonstruksi.com – Kontur Jogja cocok untuk Orientasi konstruksi bangunan utara selatan. Yogyakarta memiliki kontur unik, dengan Gunung Merapi yang terletak di bagian utara dan jajaran pegunungan di selatan. Meskipun wilayah selatan menanjak, kontur ini tidak terlalu ekstrim, sehingga secara keseluruhan wilayah DIY terasa landai. Keunikan tersebut memungkinkan penerapan konsep arsitektur hijau, seperti sirkulasi udara alami, secara lebih maksimal pada bangunan-bangunan di Yogyakarta.

Daerah Istimewa Yogyakarta, atau kerap kita sapa dengan nama Jogja adalah Salah satu provinsi di Indonesia. Provinsi ini memiliki satu kota madya dan empat kabupaten. Jogja adalah kota, lalu Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunung Kidul adalah kabupaten yang mengapit Kota Jogja. Provinsi ini adalah daerah istimewa karena sejarahnya dalam kemerdekaan Indonesia. Selain dikenal sebagai kota pelajar, Jogja juga acap dengan sejarah dan tujuan wisata.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Jogja menjadi tujuan wisata bukan hanya keramahan warganya, namun juga karena suasana daerah yang terasa sejuk dan asri. Hal tersebut bukan suatu kebetulan, karena Jogja memiliki ketinggian sangat ideal yakni 112 mdpl. Ketinggian ini sangat ideal untuk suatu wilayah urban karena akan memiliki suhu dan tingkat kelembapan yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah. Membuat Jogja menjadi kota yang nyaman untuk dihuni dan ditinggali untuk waktu yang lama.

Sumber: Rumah123

Kontur Jogja memiliki sifat menanjak dan menurun yang stagnan. Utara akan lebih tinggi dibanding Selatan, Pakem itu yang tertanam pada masyarakat Jogja. Ketinggian yang ideal dan kontur yang stagnan membuat Jogja menjadi daerah yang sangat mumpuni untuk sifat bangunan modern. Erik menjelaskan kontur ini tidak akan terasa jika dirasakan, harus menggunakan alat ukur dan perhitungan kontur panjang. “Tidak akan terasa karena jalan apsti dibuat selandai mungkin, tapi jika diukur panjang maka akan terlihat jika daerah semakin ke utara akan semakin tinggi,” pungkas Erik.

Kontur Jogja Cocok Untuk Orientasi Konstruksi Bangunan Utara Selatan

Sifat kontur dan ketinggian ideal ini, menciptakan hunian yang memiliki orientasi selatan dan utara menjadi opsi paling baik di Jogja. Memanfaatkan angin muson yang terjadi tiap tahun, dapat mendukung desain arsitektur hijau dan efisiensi energi yang lebih maksimal. Dengan memanfaatkan angin secara maksimal diharapkan pemakaian air conditioner menjadi dapat diminimalisir bahan dieliminasi.

Lagi, orientasi bangunan utara selatan juga dapat memaksimalkan pencahayaan matahari dan mengurangi termal dari cahaya matahari dengan sumbu barat dan timur. Pun, dengan memanfaatkan cahaya dapat mengurangi penggunaan energi untuk lampu pada siang hari. Termal yang menurun karena panas cahaya matahari juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan air conditioner. Menarik punya rumah di Jogja, kan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Interior Keraton Jogja Menarik Jadi Referensi Hunianmu

Interior Kraton Jogja

jogjakonstruksi.com – Konstruksi interior Keraton Jogja menarik jadi referensi hunianmu. Keraton Jogja yang terletak di pusat kota Jogja selain menjadi cagar budaya, tempat wisata, namun juga menjadi hunian keluarga kerajaan Sultan Hamengku Buwono X saat ini. Terdiri dari serangkaian ruang-ruang terbuka di dalam Keraton yang disebut plataran. Dominasi warna hijau Keraton dan warna alam seperti cokelat menambah kesan interior Jawa yang kental.

Keraton Yogyakarta, berada di sentral kota Yogyakarta. Setiap warga Jogja dan wisatawan pasti tak asing dengan hunian kesultanan Yogyakarta ini. Beralamatkan di jalan Rotowijayan 1 Yogyakarta, bangunan megah ini dapat langsung dilihat dari jalan Malioboro dan Alun-alun utara Yogyakarta.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Walaupun Yogyakarta secara resmi sudah menjadi bagian NKRI pada tahun 1945, komplek bangunan Keraton Yogyakarta saat ini masih ada dan masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan keluarganya. Juga, menjadi tempat menjalankan tradisi kesultanan dan kebudayaan hingga saat ini.

Saat ini, Keraton menjadi tempat wisata bagi para wisatawan. Pengunjung dapat menikmati bangunan dan interiornya yang sangat unik. Herat sebagai warga Jogja sekaligus jurnalis senior menjelaskan, Keraton boleh dikunjungi dengan retribusi dan menjadi tempat wisata museum dan belajar mengenai arsitektur jawa. “Boleh dikunjungi, Ada retribusinya selain menjadi museum juga menjadi tempat menimba ilmu berbagai rumpun keilmuan,” jelasnya.

Bicara mengenai interior kita wajib mengetahui kekenatalan arsitektur Jawa yang ada pada bangunan Keraton Jogja. Bangunan Keraton ini terbagi dari dua tipologi, yaitu bangsal dan gedhong. Bangsal adalah bangunan tanpa dinding, struktur penyangganya adalah kolom dan tiang. Sedangkan, gendhong adalah bangunan dengan dinding di sekelilingnya dengan bahan batu alam dan batu bata.

Bangunan bangsal dan gedhong ini, memiliki sisi interior yang amat unik, dengan disusun menggunakan material dominan kayu. Kayu sendiri menjadi struktur hingga partisi pada bangunan gedhong dan bangsal. Mulai dari kolom, balok, hingga struktur atap didominasi menggunakan kayu. Warna juga tak kalah luput dari interior arsitek Jawa Ini, yang mana menggunakan warna hijau keraton, abu-abu, cokelat, dan emas yang dominan pada pengecatan kayu dan bagian bangunan lainnya.

Konstruksi Interior Keraton Jogja Menarik Jadi Referensi Hunianmu

Interior Keraton sangat menarik untuk diadaptasi di hunian rumah tinggal dengan menambahakan unsur warna di atas kita bisa membuat hunian kita memiliki citra Keraton Yogyakarta. Ibnu sebagai tenaga ahli doma berpendapat bahwa memberikan warna dan ornamen kecil dapat mengubah interior hunian menjadi memiliki rasa Keraton. “Beri aksen warna seperti hijau keraton dan abu-abu, berasa menjadi Keraton. Mungkin bisa ditambahi ornamen kecil seperti lampu gantung dan interior pendukung berbagan kayu,” jelas Ibnu.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Plengkung Gading Jogja Resmi Ditutup Ada Konstruksi Apa?

Plengkung Gading Jogja Resmi Ditutup

jogjakosntruksi.com –  Plengkung gading jogja resmi ditutup, ada konstruksi apa?. Plengkung Gading, salah satu konstruksi bersejarah yang menghubungkan Alun-Alun Selatan dengan kawasan Gading di Yogyakarta, resmi ditutup. Penutupan ini dilakukan untuk peremajaan konstruksi agar situs cagar budaya yang juga dikenal sebagai Plengkung Nirbaya tetap lestari dan terjaga sebagai warisan sejarah.

Plengkung Gading adalah salah satu bangunan atau konstruksiyang terdapat di Jogja. Terdapat empat plengkung dulunya. Saat ini hanya ada tiga plengkung, karena dua plengkung termasuk salah satunya Plengkung Gading sudah ditutup. Plengkung sendiri merupakan bagaian dari beteng yang mengelilingi kraton dan alun-alun Jogja. Herat sebagai jurnalis senior menjelaskan bahwa plengkung merupakan bangunan sejarah dan penghubung kraton dan luar “plengkung seperti terowongan kecil dan sebagai lubang tembus beteng” jelas Herat.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami.

sumber: DetikNews

Plengkung Gading, Wijilan, Ngabean merupakan cagar budaya yang dimiliki oleh Kota Yogyakarta. Sejarah Plengkung Gading sendiri sangat menarik dan lekat dengan perkembangan kekratonan Yogyakarta dan Kota Yogyakarta itu sendiri. Plengkung Gading adalah beteng keliling di sekitar Kraton Jogja, Dibangun pada mas pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755 hingga 1792. Plengkung Gading menjadi salah satu pintu masuk ke alun-alun selatan hingga saat ini. Herat sebagai jurnalis senior mengatakan, bagian atas plengkung digunakan sebagai pos jaga prajurit dan memantai apa-apa saja yang masuk ke kraton. “Dulu sebagai pos jaga dan jadi pusat pemantauan masuk keluar kraton,” jelasnya.

Dikutip dari situs resmi Kemendikbud, pada tahun 1934, dinas purbakala dari Belanda yang bernama Dr. F.D.K. Bosch melakukan upaya rekonstruksi terhadap bangunan atau cagar budaya berupa candi di DIY dan Jawa Tengah. Dr. Bosch kemudian mengusulkan kepada gubernur Jogja, yang saat itu menajbat adalah orang Belanda bernama, Johannes Bijleveld untuk menyelamatkan dan meremajakan plengkung yang ada di sekitar keraton.

Upaya peremajaan, kembali dilakukan pada 15 Maret lalu. Kini, plengkung Gading resmi ditutup dan saat ini pekerjaan konstruis masih berlangsung pada sisi selatan dan utara plengkung. Upaya revitalisasi ini adalah upaya kesekian kalinya untuk menyelamatkan cagar budaya ini. Plengkung yang dirasa saat ini dapat membahayakan pengguna jalan harus ditutup sesegera mungkin. Herat menjelaskan bahwa saat ini akses dari selatan untuk menuju alun-alun selatan yogyakarta masih bisa diakses dari sisi barat dan timur. “kita bisa masuk lewat tamansari dan wijilan,” jelasnya. Sekaligus sebagai masyarakat Jogja, Herat mendukung betul upaya pemerintah untuk melestarikan cagar budaya ini.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Perbedaan Tukang Konstruksi Dalam Negeri dan Luar Negeri

Tukang Konstruksi Dalam Negeri dan Dalam Negeri

jogjakonstruksi.com – Perbedaan tukang konstruksi dalam negeri dan luar negeri. Tukang konstruksi, atau tenaga kerja di bidang pembangunan, adalah profesi yang mendunia. Selain di Indonesia, pekerjaan ini juga ada di luar negeri. Profesi seperti mandor tukang, tukang batu, tukang kayu, dan tukang besi sering terdengar dalam proyek konstruksi atau pembangunan. Namun, terdapat perbedaan signifikan antara tukang konstruksi dalam negeri dan luar negeri.

Tenaga kerja konstruksi atau lebih familiar dengan nama tukang merupakan pekerjaan tertua yang ada. Kegiatan membangun bangunan, dan membuat sesuatu patung merupakan sejarah dari tukang batu. Pekerjaan yang didominasi oleh kaum adam ini tersebar ke seluruh penjuru dunia, negara Indonesia merupakan salah satunya. Namun, meskipun sama dalam hal predikat pekerjaan sebagai tenaga konstruksi, tukang dalam negeri dan luar negeri memiliki banyak perbedaan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Perbedaan tukang dalam negeri dan luar negeri yang paling terlihat adalah dari unsur tabiat saat bekerja. Tukang luar negeri sangat mematuhi peraturan dan himbauan tenaga ahli. Sedangkan, mirisnya tukang dalam negeri kita seperti kurang memperhatikan peraturan dan himbauan tenaga ahli di lapangan. Hal ini dapat terlihat dari lokasi pekerjaan yang tidak rapi dan seragam K3 yang disediakan enggan digunakan. Asuransi, tukang luar negeri menggunakan asuransi dengan cover penuh penggunaan K3, sedangkan tukang lokal masih abai dalam asurasi keselamatan ataupun kesehatan kerja.

Sumber: dok. pribadi

Lebih lagi, menurut Erik salah satu tenaga ahli Doma mengatakan bahwa perilaku tukang seperti ini karena sudah menjadi budaya dan kurangnya campur tangan ahli dalam kegiatan K3 sejak dahulu. “Karena memang sejak dahulu perhatian terhadap K3 kurang, dan terbawa sampai saat ini,” jelas Erik.

Perbedaan Tukang Konstruksi

Hirarki tukang di Indoneisa sebenarnya juga cukup menarik, dari atas adalah mandor lalu kepala tukang dilanjutkan oleh tukang dan pembantu tukang. Mandor adalah pemimpin tukang dalam suatu proyek, di bawahnya menyusul kepala tukang yang bertanggung jawab akan pekerjaan satu bahan atau bagian tertentu. Tukang adalah pekerja yang mengerjakan satu bahan atau bagian tertentu, yang material pakainya dilayani oleh pembantu tukang. Hirariki seperti ini cukup baik, namun jika kita berkaca dari tukang luar negeri mereka memakai tukang dengan kompetensinya masing-masing dalam melakukan suatu pekerjaan.

Selain itu, jika kita membahas mengenai kompetensi perbedaan lain yang cukup signifikan adalah taraf pendidikan. Menyedihkan, namun pekerjaan tukang dalam negeri masih dipandang rendah dan memiliki stigma negatif di masyarakat. Mendasar pada hal itu, tukang di Indonesia rata-ratanya adalah pekerja dengan pendidikan di bawah sekolah dasar. Berbeda dengan tukang luar negeri yang sudah memiliki kompetensi khusus dan vokasi yang jelas.

Peran pemerintah dan swasta sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja konstruksi di Indonesia. Erik menjelaskan bahwa jika tukang sudah mendapat kompetensi yang layak, hasil infrastruktur akan menjadi lebih baik di masa depan. “Kita perbaiki dari tenaga (tukang), kalau tenaga ahli sudah sangat banyak yang bagus,” jelas Erik. Pendidikan K3 adalah peranan vital dalam menjaga lingkungan kerja terutama tukang bangunan yang memiliki pekerjaan dengan risiko paling tinggi di Indonesia.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855