jogjakonstruksi.com – Cat terang atau gelap mana yang lebih baik dan Tepat digunakan di Jogja. Memilih cat dinding bukan hanya soal estetika. Lebih jauh, ini juga dapat memengaruhi kenyamanan rumah, terutam di daerah tropis seperti Jogja.
Korelasi Cat Terang dan Gelap pada Desain dan Kenyamanan
Hubungan warna cat kini jadi perhatian karena ternyata ada pengaruh warna dinding terhadap temperatur atau suhu bangunan. Berdasarkan referensi dari detik, dalam pemberitaan tersebut, dinding dengan warna gelap dapat menyerap sekitar 70 sampai 90 persen energi panas sinar matahari. Sebagian energi yang diserap ini kemudian berubah jadi panas dan dapat menuju ke dalam bangunan melalui proses konduksi dinding. Artinya, warna cat memang bukan satu faktor yang menentukan panas atau dinginnya rumah, tetapi dapat menjadi salah satu variabel yang ikut memengaruhi.
Penggunaan warna terang pada eksterior luar dapat jadi pilihan yang cukup beralasan. Ini terutama pada bidang dinding yang terkena sinar matahari langsung dalam waktu yang lama. Misalnya, warna putih, krem, hingga biru muda, punya kemampuan reflektan yang lebih tinggi dibandingkan warna gelap. Banyaknya energi cahaya yang dipantulkan, dan energi yang diserap pada permukaan dinding dapat jadi variabel kenaikan atau penurunan suhu internal rumah.
Mengapa Cat Gelap Lebih Banyak Menyerap Panas
Secara sederhana, warna visi oleh mata berkaitan dengan bagaimana suatu permukaan menyerap dan memantulkan energi cahaya. Di mana, permukaan berwarna gelap biasanya menyerap lebih banyak energi jika dibandingkan dengan permukaan berwarna lebih terang.
Dikutip dari detik, penulis membaca mengenai teori LRV atau Light Reflectance Value, yakni nilai reflektivitas cahaya yang dapat digunakan untuk memilih warna. Nilai LRV berada pada rentang 0 hingga 100 dalam skala warna yang dapat diterima cahaya dalam prisma warna dan gamut. Nilai yang mendekati 0 menunjukkan warna yang sangat gelap dan memiliki daya serap energi tinggi. Lalu, nilai yang mendekati 100 menunjukkan warna yang sangat terang dan reflect lebih banyak cahaya. Dengan melihat LRV, pemilik rumah dapat memiliki parameter yang lebih objektif dibandingkan sekadar memilih warna berdasarkan tampilan katalog.
Mana yang Cocok di Jogja
Di Jogja, informasi mengenai LRV dapat jadi salah satu pertimbangan dalam warna finishing interior rumah. Kontraktor, arsitek, konsultan, juga owner dapat mempertimbangkan warna bukan hanya berdasarkan hal viral dan tren, tetapi juga berdasarkan karakteristik performa sains. Pendekatan tersebut dapat membantu menghasilkan bangunan yang lebih sesuai dengan iklim tropis di Jogja yang umumnya punya cahaya matahari menerus sepanjang tahun.
Lalu muncul pertanyaan apakah cat gelap tidak boleh digunakan di Jogja. Jawabannya tentu saja tidak. Warna gelap tetap dapat digunakan dalam desain bangunan di Jogja, tetapi penggunaannya sebaiknya dilakukan secara sains. Warna hitam, atau abu-abu gelap dapat memberikan karakter arsitektur yang kuat, modern, elegan, dan modern. Masalahnya bukan semata-mata pada warna gelap, tetapi pada lokasi, luas bidang cat, dan tingkat paparan matahari pada permukaan yang dicat pada waktu ke waktu. Monggo warga Jogja, bisa memilih dan memilah mana yang kiranya tepat digunakan di lingkungan tinggal masing-masing. Atau konsultasi dengan professional, untuk mempertimbangkan banyak variabel seperti diatas agar lebih tepat dan laik dalam fungsi, kekuatan, dan estetikanya.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika




