jogjakonstruksi.com – Bangunan butuhkan peran vegetasi baik fungsi dan estetika. Vegetasi menjadi elemen penting dalam suatu bangunan untuk menambah estetika dan fungsi. Sejalan dengan desain berkelanjutan, penting untuk memilah vegetasi sesuai ruangan, baik terbuka maupun tertutup. Ini merupakan bentuk harmonisasi antara pemilihan vegetasi sesuai fungsi dan perannya.
Sanding Vegetasi untuk Bangunan Ideal Lagi Estetik
Dalam suatu bangunan idealnya terdapat vegetasi, tanaman, ataupun pohon yang saling bersinergi dengan bangunan. Sejak dulu, masyarakat Indonesia mengasosiasikan halaman dengan suatu space yang lekat akan vegetasi tanaman. Tak jarang banyak pohon perindang dan peneduh tumbuh di halaman. Arsitektur Belanda dan Budaya Jawa juga mendorong sinergi antara bangunan dan vegetasi yang ada. Sebut saja Keraton Jogja, di mana bagian dalam keraton selalu lekat dengan vegetasi sawo kecik karena budaya dan sejarahnya. Lalu, Alun-Alun Kidul memiliki pohon beringin ganda di bagian tengahnya. Ini jadi bukti bahwa peran vegetasi dan bangunan tidak bisa dipisahkan karena ikatan kuat sejarah dan budaya.
Bangunan butuhkan peran vegetasi dari segi fungsi maupun estetika. Jika ditinjau dari segi teknis, manfaat vegetasi akan lebih terlihat secara kuantitatif. Di atas sudah Kita bahas mengenai keterlibatan unsur budaya dan sejarah, maka pada bahasan teknis akan lebih memperlihatkan sisi positif secara utilitas. Ini berarti meliputi guna dalam fungsi, kekuatan, dan estetika yang nantinya diterapkan pada sebuah nilai dari hunian.
Vegetasi sejatinya merupakan unsur untuk melengkapi suatu bangunan. Sejak zaman dahulu vegetasi dinilai mampu mengurangi panas akibat paparan sinar matahari. Perannya juga memberikan warna hijau yang memiliki spektrum dingin dalam desain arsitektur. Bangunan akan terasa kurang lengkap apabila halamannya kosong dan tidak memiliki vegetasi apapun. Kehadiran vegetasi sudah menjadi bagian dari suatu bangunan, baik itu skala kecil ataupun skala besar dalam penggunaanya.
Arsitektur Berkelanjutan Jamah Vegetasi Tepat Sasaran Tepat Guna
Dalam desain modern peran vegetasi sangat penting dan krusial. Kehadiranya menjadi elemen untuk menyatukan fungsi estetika pada bangunan serta penopang lingkungan perkotaan. Untuk tetap menjaga keharmonisan antara pembangunan dan lingkungan pemerintah aktif gaungkan RTH (Ruang Terbuka Hijau) yang diatur dalam Peraturan Presiden. Kabupaten Sleman misalnya, RTH yang dianjurkan adalah 30%, ini termuat dalam Perpres nomor 60 tahun 2020 bahwa setiap pengembang harus mengadakan ruang terbuka hijau sebesar 30% dari total lahan yang dibangun.
Dalam desain modern, vegetasi ambil peran penting di fungsi maupun estetika hunian. Fungsi mengharuskan vegetasi menjadi suatu objek yang mengisi kehampaan arsitektur. Misalnya, space atau ruang kosong dapat diisi dengan menggunakan elemen seperti vegetasi. Terlebih jika vegetasi dapat bermanfaat untuk menghasilkan seperti tanaman pangan, bukan hanya memperindah tapi ciptakan hunian yang berdaya pangan. Sementara segi estetika, mengharuskan vegetasi mengisi sudut-sudut ruang yang dirasa menjadi dead space serta memperindah ruangan soal visibilitas.
Jika di halaman vegetasi akan mudah untuk mendapatkan paparan sinar matahari, bagaimana bila di dalam ruangan. Sanditha berpendapat bahwa pemilihan vegetasi dalam ruangan mengutaman tanaman yang tahan kondisi cahaya minim dan tidak memerlukan banyak air. Lalu, vegetasi di luar ruangan sebaiknya memilih vegetasi perindang barat serta vegetasi penghasil pangan. “Untuk dalam ruangan, pilih vegetasi yang tidak butuh cahaya matahari langsung, warna daunnya tidak hijau dan tahan kondisi kurang air,” tutur Sanditha. “Untuk luar ruangan, lebih bebas karena sinar matahari lebih berintensitas tinggi, terlebih jika di luar dimanfaatkan sebagai perindang, mengurangi sinar matahari masuk ke bangunan dan syukur-syukur bisa menghasilkan pangan,” imbuhnya.
Telisik Kaitan Vegetasi dan Konstruksi
Bangunan butuhkan peran vegetasi baik fungsi dan estetika. Manfaat vegetasi dewasa ini tak lagi dipandang sebelah mata sebagai kebutuhan suatu hunian kompleks. Tetapi juga, sebagai kebutuhan arsitektur untuk mengisi celah fungsi dan estetika bangunan, terlebih fungsi ganda yang menambahkan pangan sebagai hasilnya. Peran tenaga profesional dalam bidang konstruksi dan pertanian tentunya dibutuhkan apabila pemanfaatan vegetasi dirasa perlu disempurnakan kembali. Terlebih jika ditujukan untuk menghasilkan pangan mandiri di sektor rumah tangga akan jadi tren untuk beberapa tahun ke depan. Jadi, manfaat vegetasi akan lebih kompleks, bukan hanya sebagai perindang tetapi juga fungsi pangan dan estetika.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Yulia Nurwita Ningrum




