jogjakonstruksi.com – Arsitektur jengki gaya unik Asli Indonesia cetusan Ir Soekarno. Arsitektur jengki merupakan gaya bangunan yang lahir dan hadir di Indonesia pada era 1950-an sebagai simbol kemerdekaan. Digagas oleh Ir Soekarno sebagai identitas baru bangsa yang termasuk adaptasi lokal terhadap modernisasi Barat yang dipadukan dengan semangat nasionalisme Indonesia pasca kemerdekaan pada tahun 1945.
Arsitektur Jengki Kebangkitan kemandirian Bangsa
Arsitektur jengki muncul setelah Indonesia merdeka, ketika para arsitek lokal mulai meninggalkan gaya kolonial Belanda, dengan Ir Soekarno sebagai prakarsa arsiteknya. Gaya ini muncul dan ciptakan gaya baru yang mencerminkan semangat kemandirian bangsa pasca kemerdekaan. Nama “jengki” berasal dari kata “Yankee”, istilah populer untuk orang Amerika. Namun, gaya ini bukan tiruan penuh dari arsitektur Amerika, bukan dari bagaimana rumah di Amerika didesain. Sebaliknya, arsitektur jengki merupakan adaptasi dan interpretasi lokal terhadap modernisme dengan karakteristik unik yang hanya berkembang di Indonesia.
Arsitektur jengki memiliki ciri khas yang sangat unik bak adaptasi Belanda dan Jawa yang kental. Ciri khas gaya jengki terlihat dari atap miring tak simetris, bentuk geometris yang berani, garis-garis tajam sponengan, dan penggunaan ornamen sederhana tetapi tetap ekspresif dan kuat. Gaya ini mencerminkan semangat kebebasan, nasionalisme, dan penolakan terhadap pakem kolonial yang sebelumnya mendominasi lanskap arsitektur di Indonesia sampai 1950-an.
Asli Indonesia Tidak Mungkin Ada di Negara Lain Jengki Gagasan Ir Soekarno
Uniknya, arsitektur jengki ini tidak ditemukan di negara lain karena lahir dari konteks sosial, politik, dan humaniora yang sangat khas Indonesia. Arsitektur jengki, merupakan wujud dari keinginan untuk berdikari secara estetika, sejarah, dan budaya. Ibnu berpendapat bahwa arsitektur jengki adalah sebuah jawaban arsitektural atas kemerdekaan dan kemandirian bangsa. “Arsitektur jengki adalah jawaban arsitek lokal, untuk lepas dari bayang desain kolonial dan identitas kemerdekaan bangsa. Bangunan jengki banyak ditemukan di kota-kota seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, terutama di kawasan perumahan yang dibangun pada era 1950–1960-an.”

Arsitektur jengki gaya unik Asli Indonesia cetusan Ir Soekarno. Di Yogyakarta, arsitektur jengki banyak ditemukan di daerah seperti seputar Universitas Gadjah Mada, Rumah Sakit Bethesda, dan banyak rumah di daerah Kotabarat. Bangunan ini masih banyak dihuni sampai saat ini. Bangunan yang ditinggali makin banyak yang muali direnovasi dan berubah gaya menjadi minimalis, tidak lagi jengki.
Kini arsitektur jengki mulai kembali mendapat perhatian, terutama dari kalangan arsitek muda dan pecinta sejarah yang ingin melestarikan warisan budaya modern Indonesia. Upaya dokumentasi dan restorasi pun dilakukan agar gaya jengki tetap hidup sebagai bagian penting dari identitas arsitektur Indonesia. Jika tidak arsitek lokal yang melestarikan gaya lokal lalu apakah siap jika kekayaan kelokalan kita diadopsi negara lain lagi.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Sanditha Setya Wisaksanti




