Tilik Perbedaan Profesional dan Tukang Konvensional di Jogja

Tukang Biasa dan Tenaga Profesional Ada Bedanya

jogjakonstruksi.com – Tilik perbedaan profesional dan tukang konvensional di Jogja. Di tengah pesatnya pembangunan kos-kosan, perumahan, dan renovasi bangunan di Yogyakarta, masyarakat kini dihadapkan pada dua pilihan utama dalam menggunakan jasa konstruksi. Tentu saja, yaitu menggunakan tenaga profesional atau tukang biasa. Meski keduanya memiliki keahlian di bidang konstruksi, perbedaan dalam kualitas, harga, hingga tanggung jawab kerja menjadi pertimbangan utama bagi para pengguna jasa.

Pemilihan kedua opsi ini menjadi sulit karena kurangnya pengetahuan umum dan edukasi di masyarakat. Serta, adanya stigma negatif menggunakan tenaga profesional atau kontraktor yang dianggap banyak kejanggalan. Terlebih lagi, SNI dan peraturan daerah yang mengharuskan masyarakat memiliki data dan perhitungan akan huniannya kini menjadi momok yang hanya bisa dikeluarkan oleh tenaga profesional.

Jogja dan Pembangunan Pesat Peran Tenaga Profesional dan Tukang Konvensional

Pertumbuhan sektor properti dan renovasi di DIY semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini mendorong meningkatnya kebutuhan masyarakat akan jasa konstruksi, baik untuk pembangunan rumah baru, renovasi, maupun desain interior. Namun, banyak warga yang masih bingung membedakan antara tenaga profesional dan tukang biasa.

Sumber: Doma Living House

Pada proses pembangunan, tenaga profesional dan tukang konvensional juga memiliki perbedaan signifikan. Menurut Pomo, seorang arsitek, kontraktor, dan konsultan bangunan di Jogja, tenaga profesional biasanya memiliki latar belakang pendidikan formal seperti teknik sipil, arsitektur, atau desain interior. Tenaga profesional ini tergabung dalam organisasi resmi seperti IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) atau PII (Persatuan Insinyur Indonesia). “Mereka tidak hanya merancang, tapi juga memahami struktur bangunan, estetika, hingga efisiensi biaya jangka panjang,” tutur Pomo.

Sementara itu, tukang konvensional cenderung bekerja berdasarkan pengalaman lapangan, tanpa sertifikasi atau pendidikan formal. Tukang konvensional biasanya mengandalkan kemampuan praktik yang sudah diturunkan secara turun-temurun, atau diperoleh dari pengalaman langsung di lapangan. Meski terampil, seringkali mereka bekerja tanpa perencanaan teknis mendalam. Erik menambahkan, biasanya ada kemampuan teknis yang kadang tukang tidak dapat untuk memecahkan masalah baru. “Tukang akan kesulitan dengan material baru dan metode baru, harus bertanya,” Jelas Erik

Perbedaan lainnya adalah dari segi harga dan sistem kerja. Tenaga profesional biasanya memberikan estimasi biaya lengkap, gambar kerja, dan timeline proyek. Mereka juga menawarkan kontrak kerja yang jelas (MoU) dan tanggung jawab hukum jika terjadi kesalahan struktur. Sementara itu, tukang biasa umumnya bekerja secara harian atau borongan tanpa perencanaan detail.

Salah satu owner proyek Doma, Yoga (46), mengaku pernah kecewa saat hanya mengandalkan tukang biasa tanpa arahan profesional, karena pekerjaan lama dan komunikasi yang tidak terjaga. “Saya kira murah, tapi ternyata hasilnya tidak presisi, dan harus dibongkar ulang. Akhirnya malah keluar biaya berkali-kali lipat dan terkesan menyepelekan,” imbuh Yoga.

Pemerintah Dorong Tenaga Profesional dan Edukasi Publik Penggunaan Tenaga Profesional Ganti Tukang Konvensional

Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas PUPR juga mendorong penggunaan tenaga profesional, terutama untuk pembangunan gedung-gedung publik atau rumah bersubsidi, guna menjamin standar keamanan bangunan. Administrasi semacam PBG juga izinnya harus menggunakan tenaga profesional yang sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan serta Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.

Tilik perbedaan profesional dan tukang konvensional di Jogja. Masyarakat juga diimbau untuk menyesuaikan pilihan jasa konstruksi dengan skala dan kebutuhan proyek. Menggabungkan peran tenaga profesional untuk perencanaan dan pengawasan dengan tukang berpengalaman untuk pelaksanaan teknis bisa menjadi solusi terbaik. Juga, dengan edukasi publik untuk menggunakan jasa profesional dan eliminasi stigma buruk tidak mendasar mengenai jasa kontraktor terutama di Jogja.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Menilik Konsep Mundur Munggah Madhep Kali M3K

Masyarakat Harus Tau Mundur Munggal Madhep Kali

jogjakonstruksi.com – Menilik konsep mundur munggah madhep kali M3K. Pemerintah Kota Yogyakarta mulai menerapkan pendekatan tata ruang berbasis budaya dan ekologi melalui konsep Mundur Munggah Madhep Kali (M3K). Konsep ini dinilai mampu mengatasi persoalan ruang, pelestarian lingkungan, hingga revitalisasi budaya sungai di Jogja yang mulai menunjukan geliat masalah hunian kumuh dan RTLH.

Dalam upaya menciptakan harmoni baik antara pembangunan dan pelestarian lingkungan, Pemkot Yogyakarta memperkenalkan konsep Mundur Munggah Madhep Kali (M3K) sebagai strategi pengelolaan kawasan bantaran sungai di Jogja. Konsep ini tak hanya berorientasi pada aspek teknis, namun juga memuat nilai-nilai budaya lokal masyarakat Jawa. Desain arsitektur diharapkan dapat memuat semua aspek muatan lokal ini.

Mundur Munggah Madhep Kali Pondasi Kawasan Pinggir Kali Terbarukan

Secara harfiah Jawa, mundur memiliki makna menjauh ke belakang. Menjauh ke belakang dalam konteks ini adalah mundur dari tepian sungai. Sementara itu, munggah memiliki makna manaikkan. Menaikkan dalam konteks bangunan yaitu naik agar tidak rawan banjir. Lalu, madhep kali berarti menghadap ke sungai sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan makana Jawa terhadap air. Dalam praktiknya, M3K mendorong masyarakat untuk tidak lagi membelakangi sungai, melainkan menjadikannya sebagai ruang interaksi publik, dan sarana umum yang diharapkan mampu menjadi publik space di Jogja.

Sumber: tribunjogja.com/Azka Ramadhan

Pelaksanaan M3K dimulai di beberapa titik bantaran Kali Code dan Kali Winongo. Kedua bantaran itu selama ini identik dengan pemukiman padat dan persoalan sanitasi yang buruk. Pemerintah melakukan pendekatan partisipatif publik bersama pihak swasta, warga, arsitek lokal, serta budayawan untuk mendesain ulang kawasan tersebut. Doma sebagai salah satu kontraktor di Jogja, selalu memiliki peran aktif terhadap masalah ini.

Pengikut serataan pihak swasta selama ini mampu mengurangi dan menanggulangi masalah serupa. Doma pada dua tahun ke belakang selalu mengambil proyek RTLH yang notabene selalu berada di bantaran sungai. Bantaran sungai code di wilayah Cokrodirjan selalu menjadi langganan perbaikan selama tiap tahunnya.

Konsep M3K ini, bukan hanya soal memindahkan bangunan. Lebih dari itu konsep ini, juga memindahkan cara pandang terhadap sungai. Arsitektur sebagai wadah desain dan huni memiliki peran penting dalam mewujudkan konsep ini. Selain itu, edukasi publik harus dilakukan secara menyeluruh sebelum penerapan dan mediasinya dilakukan. Masyarakat harus mengetahui makna dan maksud tujuan M3K. Saat ini, masyarakat benar-benar awam mengenai konsep ini dan bagaimana penerapan dan manfaatnya terhadap kehidupan mereka.

Menilik konsep mundur munggah madhep kali M3K. Bukan tanpa celah, konsep ini memiliki tantangan masih membayangi pelaksanaan M3K. Sebagian warga masih merasa khawatir dengan potensi relokasi dan perubahan fungsi lahan. Pemerintah berjanji akan melibatkan swasta, tenaga ahli, dan warga dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Desa Witowati Menyapa Arsitektur Jawa Klasik

Witowati Arsitektur Jawa Klasik di Sungai Bengawan Solo

jogjakonstruksi.com – Desa Witowati menyapa arsitektur jawa klasik. Menilik desa Witowati di kawasan Jawa Tengah tidak hanya menyuguhkan pemandangan pedesaan yang asri dan unik. Desa Witowati juga menyimpan jejak arsitektur Jawa tradisional yang masih lestari dan hidup di tengah masyarakatnya hingga saat ini. Terbukti dari berbagai desain rumah maupun ruang bersama yang digunakan warganya.

Desa Witowati terletak di lereng perbukitan Wonogiri dan Gunung kidul yang terkenal dengan kesejukannya. Desa Witowati telah berdiri sejak ratusan tahun silam dan dikenal sebagai salah satu desa adat yang berhasil mempertahankan identitas kebudayaannya. Dikutip dari Artikel pemda DIY, nama Witowati sendiri dipercaya berasal dari kata “wito” yang berarti pusat, dan “wati” yang bermakna perempuan bijak. Nama ini merepresentasikan desa sebagai pusat kebijaksanaan tradisional lokal yang hidup dalam keseharian masyarakatnya. Sejak era Mataram Islam hingga zaman kolonial, Witowati menjadi tempat bernaungnya para pengrajin, seniman, dan arsitek rakyat yang mewariskan keterampilan melalui generasi ke generasi di Jawa tengah dan Daerah istimewa Yogyakarta.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Salah satu daya tarik utama Desa Witowati adalah deretan rumah-rumah joglo dan limasan yang masih berdiri kokoh dengan struktur kayu jati dan atap genteng tanah liat. Tidak hanya dari segi bentuk, arsitektur rumah-rumah di desa ini juga mencerminkan filosofi Jawa, seperti pembagian ruang berdasarkan nilai spiritual dan sosial, serta penggunaan ukiran sebagai simbol perlindungan dan keseimbangan. Banyak rumah dibangun tanpa paku logam, melainkan dengan sistem sambungan kayu yang rumit, menunjukkan keahlian luar biasa para tukang bangunan tradisional.

Sumber: Portal DIY Jogja

Desain yang mengacu pada kerajaan Mataram dan Majapahit yang terus dilestarikan pada penerus dan hunian di desa Witowati. Gaya arsitektur jawa klasik yang diusung juga mendapat perhatian dari pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Terbukti dari beberapa bantuan yang digunakan untuk perbaikan dan perencanaan desa yang terletak di kawasan sungai purba bengawan solo ini. Yosafat menjelaskan, desa Witowati menjadi perhatian pemangkui kepentingan akhir-akhir ini karena kekayaan alam dan tradisionalnya yang menarik. “Desa Witowati menjadi perhatian stakeholder kahir-akhir ini karena memiliki keunikan yang hanya ada di kawasn ini,” jelas Yosafat.

Arsitektur Jawa Klasik yang Dipupuk Bersama dan Tantangannya

Dengan kekayaan arsitekturnya, Witowati kini mulai berkembang menjadi tujuan wisata budaya yang menarik. Pengunjung dapat mengikuti tur keliling desa yang dipandu oleh warga, menginap di homestay bergaya tradisional, atau belajar langsung membuat ornamen ukir dan batik khas Witowati. Acara tahunan seperti Grebeg Witowati menampilkan kesenian lokal yang menggabungkan tari, gamelan, dan pameran arsitektur tradisional. Kehadiran wisatawan memberikan pemasukan tambahan bagi masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa bangga akan identitas budaya mereka.

Meski demikian, Witowati tidak luput dari tantangan modernisasi. Meningkatnya pembangunan infrastruktur dan tekanan gaya hidup modern membuat beberapa generasi muda cenderung meninggalkan rumah tradisional untuk membangun hunian bergaya minimalis. Beberapa bangunan tua pun terancam rusak akibat kurangnya perawatan dan perubahan iklim. Namun, semangat kolektif masyarakat dan dukungan dari pemerintah sejak 2023 dan 2024 memberi harapan bahwa desa ini akan terus menjaga. Desa yang jati dirinya sebagai pusat arsitektur Jawa yang hidup dan berkembang di tengah zaman. Witowati bukan hanya desa, tetapi cerminan kebijaksanaan arsitektural yang merangkul masa lalu sambil melangkah ke masa depan

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Danais Jogja Lestarikan Arsitektur Desa Witowati

Danais Bantu Witowati Jaga Budaya dan Lingkungan Jawa Klasik

jogjakonstruksi.com – Danais Jogja lestarikan arsitektur desa Witowati. Desa Witowati yang terletak di Kawasan sungai purba bengawan Solo, Gunungkidul merupakan desa yang sedang diamati pemerintah. Gelontoran danais untuk pembangunan desa dikucurkan sejak 2024 silam. Desa yang hanya disinari Matahari selama 8 jam perhari ini, kontras memiliki 90 persen penduduknya adalah petani. Rumah penduduknya yang kini menjadi perhatian pemerintah mulai dibangun hingga 3 tahun kedepan.

Desa Witowati memiliki keunikan karena letak geografisnya yang berada di kaki sungai purba Bengawan Solo. Membuatnya menjadi desa di Jawa yang hanya disinari matahari selama 8 jam perhari. Hal ini berbeda dengan rata-rata yang diselimuti cahaya sepanjang 9 hingga 10 jam. Desa yang berada di Gunungkidul ini, sedang dirombak dan diberikan treatment khusus oleh pemerintah dan jajarannya lewat danais sejak tahun 2023 silam.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Danais yang dikucurkan ke Desa Witowati ini bertujuan untuk membuat desa ini menjadi desa wisata yang laik untuk wisatawan mancanegara maupun lokal. Desa yang berjarak 74 km dari pusat kota Yogyakarta ini dikucurkan dana 5 Miliar pada tahun 2023. Adapun dana yang digelontorkan adalah untuk pembuatan pagar dan fasad dibeberapa rumah di desa Witowati. Pemanfaatan danais ini tidak hanya untuk mempercantik desa tetapi juga untuk melestarikan budaya desa yang kental dengan desain jawa. Ubahan desain yang sudah turun-temurun menghiasi desain hunian masing-masing penduduk di desa Witowati.

Sumber: Portal DIY Jogja

Jogja Bantu Desa Wujudkan Lokalisasi Wisata Bersama Desain

Danais Yogyakarta, yang diperuntukkan mendukung kekhususan Yogyakarta dalam aspek budaya, dimanfaatkan oleh Desa Witowati secara strategis. Pemerintah desa bersama warga menggagas program revitalisasi bangunan publik dan fasilitas umum agar tampil lebih kompleks. Penataan dengan mengusung konsep arsitektur tradisional Jawa kerajaan Mataram dan Majapahit. Melalui program ini, balai desa, gerbang utama, dan ruang publik lainnya direnovasi dengan sentuhan arsitektur klasik, bata terakota, serta ornamen khas lokal.

Kepala Desa Witowati menyampaikan bahwa program ini tidak hanya fokus pada aspek visual, melainkan juga berakar pada nilai filosofis. Herat dalam liputannya kepada kepala dusun mengatakan “Kami ingin anak cucu kami melihat dan merasakan nuansa budaya Jawa di setiap sudut desa. Ini adalah bentuk nyata pelestarian identitas,” ujar kepala dusun. Warga desa pun turut dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan, menciptakan rasa memiliki yang tinggi terhadap hasil pembangunan.

Danais Jogja lestarikan arsitektur desa Witowati. Dampak dari program ini mulai terasa, terutama dalam sektor pariwisata. Beberapa wisatawan lokal maupun mancanegara mulai berdatangan untuk menikmati keunikan desain dan nuansa tradisional yang terpancar kuat dari wajah desa. Selain itu, desa ini juga mulai mengembangkan paket wisata budaya yang mencakup kuliner, kesenian, dan edukasi arsitektur Jawa. Danais ini akan terus digelontorkan ke desa Wotawati ini selama 3 tahun ke depan hingga penataan dan fasad desa menjadi sesuai perencanaan awal.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Teralis dan Sistem Keamanan Kos Memupuk Psikologi Aman Penghuni

Teralis Menyentuh Psikologi Penghuni Kos

jogjakonstruksi.com – Teralis dan sistem keamanan kos memupuk psikologi aman penghuni. Teralis besi kini menjadi pemandangan umum di hampir semua jendela kamar kos di daerah urban dan semi-urban. Bukan hanya elemen arsitektural, kini teralis telah berubah menjadi simbol perlindungan dan rasa aman. Perasaan aman, bagi ribuan penghuni kos yang mayoritas adalah mahasiswa dan pekerja muda perantauan di Yogyakarta.

Teralis tidak sekadar berfungsi sebagai penghalang fisik terhadap tindak kriminal, tetapi juga menciptakan persepsi rasa aman yang kuat bagi penghuni. Ibnu sebagai peneliti psikologi meruang mengatakan, penelitian dalam bidang psikologi lingkungan menunjukkan bahwa persepsi terhadap lingkungan yang aman dapat menurunkan tingkat stres, kecemasan, dan gangguan lainnya. Gangguan kompleks ini yang umum dialami penghuni kos terutama di daerah rawan kejahatan seperti kampus. “Dengan persepsi tingkat keamanan, dengan kondisi fisik seperti teralis, mampu membuat psikologi keamanan penghuni terpenuhi terutama di lingkungan yang notabene tidak aman,” jelas Ibnu. Teralis menjadi simbol proteksi yang secara tidak langsung memperkuat rasa kontrol atas ruang pribadi.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Bagi banyak penghuni kos, terutama perempuan dan pendatang baru, keamanan merupakan kebutuhan dasar yang bersifat psikologis. Data sebaran Litbang Kompas, menunjukan dengan sejumlah penghuni kos di wilayah Jogja, mengungkapkan bahwa kehadiran teralis, CCTV, dan sistem penguncian ganda membuat mereka lebih tenang saat beraktivitas maupun saat istirahat malam. Tanpa sistem keamanan yang memadai, mereka merasa cemas, waswas, dan terus-menerus dalam kewaspadaan tinggi yang dapat mengganggu kualitas hidup dan studi.

Sumber: Tribun Jogja

Pemilik kos mulai menyadari bahwa keamanan bukan sekadar nilai plus, melainkan keharusan dalam mengelola usaha kos-kosan. Selain memasang teralis, banyak yang kini menambahkan sistem keamanan digital, seperti kamera pengawas CCTV, alarm pintu, serta penjaga malam. Menurut Herat, jurnalis serta pemilik Kos di Bulaksumur, langkah ini meningkatkan kepercayaan orang tua mahasiswa yang mencari tempat tinggal aman bagi anaknya saat studi khususnya di UGM dan UNY. “Keamanan bukan cuma fisik, tapi juga soal ketenangan batin yang akan menjadi ketenangan saat tidak berada di kos juga,” ujar Herat.

Tantangan Keamanan Penghuni dan Psikologis yang Terwujud Pada Teralis Kos

Teralis dan sistem keamanan kos memupuk psikologi aman penghuni. Nanda arsitek psikologis dan peneliti psikologi ruang menekankan pentingnya pendekatan holistik terhadap keamanan kos dan penghuninya. Pengamanan fisik seperti teralis perlu diimbangi dengan upaya membangun komunitas yang suportif. Di sisi lain, penerangan jalan yang cukup serta sirkulasi pengguna yang efektif itu perlu. Lingkungan kos yang mendukung interaksi positif antar penghuni juga dapat memperkuat rasa aman kolektif. Ketika penghuni merasa saling mengenal dan saling menjaga, ancaman eksternal terasa lebih mudah dihadapi.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Paksa Kos dengan Jendela di Lorong Ancaman Nyata bagi Ventilasi dan Pencahayaan Alami

Ancaman Nyata bagi Ventilasi dan Pencahayaan Alami

jogjakonstruksi.com – Paksa kos dengan jendela di lorong ancaman nyata bagi ventilasi dan pencahayaan alami. Fenomena ramainya kos dengan jendela menghadap ke lorong tertutup menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan penghuni dan pemerhati desain dan arsitek lokal. Ketika kebutuhan akan tempat tinggal yang praktis dan ekonomis terus meningkat terutama di Jogja, desain ruang seringkali mengabaikan aspek vital seperti ventilasi dan pencahayaan alami. Membuat penghuni merasa fatigue dan tidak betah berlama-lama di kos, terutama jika untuk belajar.

Desain kos modern dewasa ini kerap memprioritaskan jumlah kamar daripada kualitas hunian. Hal ini memunculkan masalah serius pada aspek pencahayaan alami. Jogja, khususnya di kawasan padat mahasiswa dan pekerja urban, kamar kos yang berjajar rapat dengan jendela menghadap langsung ke lorong menjadi pemandangan umum. Lorong ini biasanya tertutup atau hanya memiliki sedikit akses ke cahaya matahari. Akibatnya, kamar tidak mendapatkan paparan sinar matahari secara langsung, yang berdampak pada kualitas pencahayaan alami. Penghuni pun bergantung sepenuhnya pada lampu listrik sepanjang hari. Hal ini menambah beban biaya listrik serta mengurangi kenyamanan visual karena cahaya buatan tidak mampu meniru spektrum penuh cahaya matahari.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Kurangnya cross ventilation, atau ventilasi silang menyebabkan sirkulasi udara dalam kamar menjadi buruk. Kondisi udara yang buruk meningkatkan risiko gangguan kesehatan dalam jangka panjang. Ventilasi silang memudahkan aliran udara dari dua sisi berlawanan dalam sebuah ruangan. hal ini sangat penting untuk menjaga kualitas udara masuk dan keluarnya. Sayangnya, kamar kos dengan jendela menghadap lorong tidak memiliki akses ke ventilasi silang yang baik. Jendela hanya berfungsi sebagai formalitas, tanpa benar-benar mengalirkan udara segar dari luar. Udara di dalam kamar menjadi lembap dan pengap, terutama pada musim hujan. Penghuni terpaksa menggunakan kipas angin atau AC secara menerus. Pengunaan ventilasi pembantu yang tidak hanya tidak efisien secara energi tetapi juga menimbulkan masalah kesehatan. Pengunaan alat bantu ventilasi dapat menyebabkan iritasi pernapasan, alergi, dan penurunan kualitas tidur.

Sumber: ajaib.co.id

Psikologi dan Pemakai Ruang yang Terancam

Kurangnya cahaya dan udara alami turut berdampak psikologis pada penghuni, dari stres hingga penurunan produktivitas. Kehidupan dalam ruang sempit dan tertutup tanpa pencahayaan serta ventilasi yang memadai dapat memberi dampak psikologis yang nyata. Ibnu peneliti psikologi meruang mengatakan, penelitian menunjukkan bahwa cahaya matahari memiliki peran penting dalam mengatur ritme sirkadian dan memproduksi hormon serotonin. Ketika penghuni kos jarang atau bahkan tidak pernah mendapat cahaya alami, mereka cenderung merasa lesu, bahkan mengalami gejala depresi ringan. “Jika pengguna ruang kurang mendapat cahaya, akan mempengaruhi kehidupan bahkan menyentuh angka depresi yang berlanjut pada kehidupan sehari-hari. Apalagi kos yang dekat dengan lingkungan belajar atau kampus,” jelas Ibnu. Lingkungan yang tertutup dan pengap juga menurunkan konsentrasi dan produktivitas, terutama bagi mahasiswa atau pekerja yang banyak melakukan aktivitas dari dalam kamar.

Paksa Kos dengan Jendela di Lorong Ancaman Nyata bagi Ventilasi dan Pencahayaan Alami. Pengawasan pemerintah dan peran kontraktor lokal seperti Doma, sangat dibutuhkan untuk menjamin kualitas hunian kos yang sehat dan layak. Sayangnya, belum ada regulasi ketat yang mengatur standar minimum ventilasi dan pencahayaan alami di kamar kos. Banyak kontraktor atau pemilik kos hanya fokus pada keuntungan jangka pendek, tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan kenyamanan penghuni. Pemerintah daerah, melalui dinas perumahan atau tata ruang, perlu menyusun dan menegakkan peraturan yang mewajibkan keberadaan jendela yang menghadap langsung ke ruang terbuka, bukan lorong sempit. Selain itu, perlu ada inspeksi rutin dan edukasi bagi pemilik kos untuk memastikan setiap ruang layak huni sesuai prinsip dasar arsitektur sehat.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Sejarah Arsitektur Beda Kota Madya dan Kota Kabupaten Jogja

Tonggak Sejarah Hingga Budaya Kota Madya dan Kota Kabupaten

jogjakonstruksi.com – Sejarah arsitektur beda kota madya dan kota kabupaten Jogja. Sejarah terbentuknya kota madya dan kota kabupaten tak lepas dari sejarah dan perkembangan Yogyakarta. Perkembangan geografis ini tak lepas dari frasa pribumi dan non pribumi. Tata kota dan bentuk kota dipengaruhi dari perencanaan kota tersebut yang akan menjadi pembeda di antara keduanya. Signifikan perbedaanya hingga saat ini menjadi studi yang terus dipercangkan antara urban dan rural.

Sejarah terbentuknya kota kabupaten, sebutlah kota kabupaten Sleman dan Bantul tak lepas dari penjajahan era Belanda. Kota kabupaten di DIY awalnya adalah kota yang dibentuk dari pribumi sendiri ataupun pribumi dari Kota Yogyakarta. Kota yang dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakat kala itu. Arsitektur kota pada kota kabupaten juga terkesan dibuat dengan mengikuti aliran sungai. Berbeda dengan kota madya yang developmentnya berbalik 180 derajat.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Kota Madya sendiri atau kita sering sebut dengan urban adalah kota yang dahulunya dibangun dan dikhususkan untuk warga Belanda dan pemerintahan Belanda. Maka bisa dilihat, dari bentuk tata kota dan letak jalannya yang ditata menggunakan sistem grid dan centre. Ibnu sebagai pengamat yang pernah meneliti perkembangan kota Yogyakarta berpendapat bahwa, Kota Yogyakarta dengan tata kota dan perencanaan kota berbentuk grid sehingga memudahkan pemetaan dan sirkulasi secara kompleks. “Yogyakarta, adalah kota yang ditata oleh pemerintahan Belanda dan insinyur Belanda, oleh karena itu tata kotanya rapi dan berbentuk grid berbeda dengan kota kabupaten,” jelas Ibnu.

Sumber: Radar Jogja

Kontras dengan apa yang terjadi di kota kabupaten. Kota kabupaten, tidak dirancang oleh insinyur Belanda dan notabene hanya diduduki oleh penduduk pribumi yang menata lahannya secara mandiri. Ibnu berkata, kota kabupaten memiliki beberapa ciri khas yakni, aliran air yang masih terbuka serta dukungan terhadap pertanian pada setiap sektor mikronya. “Kota kabupaten, memiliki bentuk yang tidak simetris atau berbentuk bebas, dengan adanya aliran air untuk irigasi persawahan, serta dukungan terhadap akses hewan ternak. Hal-hal ini yang membuatnya berbeda dari kota kota madya,” Jelas Ibnu.

Memaknai kota madya dan kabupaten tak lepas oleh pemerintahan kolonial. Dirujuk dari desain, banyak hal yang bisa dijadikan rujukan terkait metode apa saja yang menunjukkan perbedaan secara administratif dan geografis. Tapi jika dirujuk dari sejarah banyak hal baru yang membentuk perbedaan dikeduanya. Keilmuan yang terus berkembang membuat perbedaan kedua kota itu menjadi kebutuhan madani saat ini tidak hanya di Daerah Istimewa Yogyakarta tapi juga di seluruh Indonesia. Menjadikan perkembangan teori urban dan rural menjadi perbedaan yang menarik dan berbeda dari setiap perkembangan kota di dunia.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Rumah Nelayan Jogja Rencana Sejahterakan Warga Pesisir

Sejahterakan Warga Pesisir Konstruksi Rumah Nelayan

jogjakonstruksi.com – Konstruksi rumah nelayan Jogja rencana sejahterakan warga pesisir. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai membangun rumah bagi para nelayan di kawasan pesisir selatan. Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penyediaan hunian layak dan terjangkau. Pembangunan rumah nelayan dilakukan di beberapa titik strategis seperti di kawasan Pantai Samas dan Pantai Depok. Setiap unit rumah dirancang tahan terhadap cuaca ekstrem dan ramah lingkungan.

Pemerintah dengan upayanya mensejahterakan penduduk pesisir mulai melihatkan pergerakan yang masif. Upaya pembangunan rumah untuk nelayan di beberapa pantai di DIY sejak 2016 diwacanakan mulai dibangun. Pembangunan unit rumah subsidi ini diharapkan mampu membantu masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan dapat memiliki hunian laik huni.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Proyek ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat, mulai dari perencanaan hingga pengawasan konstruksi pembangunannya. Dana pembangunan berasal dari kolaborasi antara APBD DIY dan bantuan pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Total 150 unit rumah direncanakan rampung hingga akhir tahun 2025 di pantai Samas dan pantai Depok.

Sumber: ANTARA/HO-Dokumen DKP Kulon Progo

Dikutip dari laman resmi portal DIY, nelayan yang masuk dalam kategori penerima manfaat adalah mereka yang telah terdaftar secara resmi di koperasi nelayan daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemerintah berharap program ini dapat mendukung produktivitas dan keamanan keluarga nelayan di kawasan pesisir. Masyarakat menyambut baik program ini dan berharap keberlanjutannya untuk generasi mendatang. Herat jurnalis senior DIY mengatakan, program ini memang menjadi pionir di DIY dan dengan harapan mampu membantu masyarakat pesisir profesi nelayan memiliki hunian laik huni dari Pemerintah. “Program yang sudah dicanangkan sejak hampir satu dasawarasa, dan terealisasi tahun ini hingga rampung beberapa untuk membantu masyarakat profesi nelayan di pesisir,” jelas Herat.

Ramah Lingkungan Siasat Utama Rumah Nelayan

Konstruksi rumah nelayan Jogja rencana sejahterakan warga pesisir. Upaya pembangunan ini menuai banyak respon positif dari masyarakat pesisir dan juga dari kalangan praktisi konstruksi di DIY. Upaya menggunakan bahan ramah lingkungan dan ketahanan terhadap cuaca ekstrem pesisir menjadi daya tarik tersendiri. Menggunakan material ramah lingkungan juga menjadi tantangan tersendiri karena jika mengacu pada keilmuan arsitektur untuk pesisir maka metode vernakular bisa dipilih karena memanfaatkan material guna pakai yang diambil dari lingkungan sekitar pantai. Kita berharap semoga rencana pemerintah berkolaborasi bersama msayarakat ini, akan terus diselenggarakan dan bermanfaat bagi seluruh nelayan di Nusantara.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Tanah Tidak Rata Bagaimana Menata Konstruksi Rumah

Menata Rumah di Tanah Tidak Rata

jogjakonstruksi.com – Tanah tidak rata bagaimana menata konstruksi rumah. Pembangunan rumah di atas tanah yang tidak rata kini semakin marak dilakukan, terutama di daerah perbukitan dan dataran tinggi seperti Sleman. Meski penuh tantangan, teknik konstruksi modern mampu menjawab kebutuhan tersebut dengan solusi yang efisien dan aman. Tidak hanya unik, pembangunan pada lahan miring juga menciptakan desain unik dan estetik.

Meningkatnya kebutuhan lahan perumahan di kawasan dengan kontur tanah yang miring dan tidak rata, mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia. Sleman adalah salah satu contoh daerah yang mayoritas memiliki kontur tidak rata dan mengharuskan bangunan untuk dibangun dikondisi yang memiliki sudut kemiringan tertentu. Hal ini memunculkan tren pembangunan rumah di atas tanah tidak rata yang dulunya dianggap kurang ideal.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Pembangunan di lahan tidak rata menghadirkan tantangan seperti risiko longsor, kesulitan dalam pemasangan pondasi, dan biaya tambahan untuk penyesuaian struktur bangunan. Faktor-faktor ini perlu diperhitungkan secara matang oleh arsitek dan kontraktor. Erik selaku pelaksana Doma mengatakan, ada perbedaan signifikan dari rancangan struktur apda bangunan yang dibangun pada tanah yang miring. “Membangun hunian pada kondisi tanah miring membutuhkan struktur yang berbeda misalnya pondasinya harus menahan beban horizontal juga,” jelas Erik.

Sumber: Indosteger

Pomo selaku perencana Doma menambahkan, mengatasi kontur tanah yang miring digunakan berbagai teknik seperti, penggunaan pondasi bertingkat (split-level), hingga pemanfaatan tiang pancang. “Dengan kondisi tanah tertentu kita gunakan banyak metode seperti podasi tidan. Teknologi pemetaan dan simulasi digital turut membantu dalam merancang struktur bangunan yang aman dan efisien.

Menata Menjadi Unik dan Estetis dalam Miring

Rumah di lahan miring tidak hanya unik dari segi bentuk. Terlebih juga menawarkan pemandangan yang lebih luas dan privasi lebih tinggi. Konsep ini banyak diminati terutama untuk hunian pribadi dan vila. Beberapa warga di daerah atas Sleman, menyampaikan kepuasan mereka terhadap hasil konstruksi rumah yang dibangun di lahan tidak rata. Doma menyebutkan bahwa permintaan untuk proyek serupa terus meningkat dalam dua tahun terakhir.

Dengan perencanaan yang tepat dan dukungan teknologi, pembangunan rumah di tanah tidak rata bukan lagi hal yang mustahil. Diharapkan solusi ini bisa menjadi alternatif hunian yang aman, estetis, dan sesuai kebutuhan masa kini. Terutama di kawasan Sleman atas yang pembangunannya menggeliat beberapa waktu terakhir di DIY.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Pentingnya Aplikasi Sealant dalam Konstruksi Bangunan di Jogja

Pentingnya Aplikasi Sealant

jogjakonstruksi.com – Pentingnya aplikasi sealant dalam konstruksi bangunan di Jogja. Dalam dunia konstruksi, penggunaan sealant merupakan salah satu aspek krusial yang sering kali kurang mendapat perhatian. Padahal, sealant memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan bangunan terhadap berbagai faktor lingkungan seperti air, udara, debu, dan suhu ekstrem. Selain itu, sealant juga berfungsi untuk meningkatkan daya tahan struktur dengan mencegah retak dan kebocoran yang dapat memperpendek umur bangunan. Oleh karena itu, penting untuk memahami manfaat sealant, jenis-jenis yang tersedia, serta teknik aplikasinya agar hasil yang diperoleh benar-benar maksimal.

Sealant adalah bahan perekat elastis yang digunakan untuk mengisi celah, retakan, atau sambungan pada berbagai elemen bangunan. Fungsi utama sealant adalah memberikan perlindungan terhadap infiltrasi air, udara, debu, dan faktor eksternal lainnya yang dapat merusak struktur bangunan. Berbeda dengan bahan perekat biasa, sealant memiliki sifat fleksibel yang memungkinkannya menyesuaikan diri dengan pergerakan atau ekspansi material bangunan akibat perubahan suhu atau tekanan.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Salah satu fungsi utama sealant adalah untuk menutup celah-celah pada jendela, pintu, dinding, atap, dan sambungan. Ini bertujuan agar apapun yang terikat dengan beton agar tidak terjadi kebocoran air. Tanpa perlindungan yang memadai, air dapat merembes ke dalam bangunan dan menyebabkan kerusakan struktural maupun pertumbuhan jamur yang berbahaya bagi kesehatan. Erik menjelaskan bahwa jendela aluminium wajib menggunakan sealant pada instalasinya. Sealant dapat membantu kesatuan antara dinding dan kusen aluminium yang bersentuhan langsung. “Kusen alumunium dan daunnya wajib menggunakan sealant, untuk kuat dan kesatuannya,” jelasnya.

Sumber: Bondzil

Di sisi lain, sealant membantu mengurangi infiltrasi udara melalui celah-celah di dinding atau jendela, sehingga suhu dalam ruangan lebih stabil. Hal ini berkontribusi pada efisiensi energi karena sistem pendingin atau pemanas tidak perlu bekerja terlalu keras untuk menjaga kenyamanan dalam ruangan. Perubahan suhu dan kelembaban dapat menyebabkan ekspansi dan kontraksi material bangunan. Sealant yang elastis mampu menyesuaikan diri dengan pergerakan tersebut, sehingga mencegah retak yang dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada bangunan.

Jenis sealant tersedia dalam beberapa jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dalam konstruksi bangunan. Silikon, poliuterene, butana, akrilik, dan epoxy adalah jenis sealant yang sering diaplikasikan alam dunia konstruksi. Namun, Erik menambahkan untuk sealant yang paling mudah dijumpai dan kerap digunakan dalam proyek hunian adalah sealant silikon, karena aplikasi dan cara penggunaannya yang mudah. “Paling sering adalah silikon untuk bahan aluminium dan plafon PVC, mudah dipasang dan dikerjakan,” tambahnya.

Sealant dalam Konstruksi Bangunan di Jogja

Di Jogja, aplikasi sealant dalam konstruksi bangunan sangat penting untuk memastikan ketahanan, serta perlindungan terhadap faktor lingkungan yang dapat merusak struktur bangunan. Dengan memilih jenis sealant yang tepat dan menerapkan teknik aplikasi yang benar, bangunan akan memiliki umur yang lebih panjang dan biaya perawatan yang lebih rendah.

Dalam dunia konstruksi modern, penggunaan sealant bukan hanya sekadar pilihan, melainkan suatu keharusan. Penggunaan sealant kini untuk memastikan kualitas dan ketahanan bangunan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, para profesional konstruksi perlu memahami pentingnya sealant dan menerapkannya dengan baik pada setiap proyek pembangunan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855