Jogja Konstruksi, Manajemen Komunikasi Pada Konstruksi itu Perlu?

Manajemen Komunikasi Pada Konstruksi Itu Perlu?

Jogja konstruksi, manajemen komunikasi pada konstruksi itu perlu. Menjawab pertanyaan, apakah komunkasi itu sangat vital dalam dunia konstruksi? Komunikasi yang efektif di bidang konstruksi sangat penting karena memastikan kelancaran setiap aspek proyek dari awal hingga selesai. Dalam proyek konstruksi, terdapat berbagai pihak yang terlibat, seperti pemilik proyek, kontraktor, arsitek, estimator, dan pekerja lapangan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Tanpa komunikasi yang jelas, bisa terjadi kesalahpahaman yang berpotensi menyebabkan keterlambatan, kesalahan konstruksi, atau bahkan kecelakaan kerja. Komunikasi yang baik memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, serta membantu dalam pemecahan masalah yang mungkin muncul selama proses pembangunan. Selain itu, komunikasi yang efektif juga penting untuk menjaga hubungan kerja yang harmonis antar tim, memastikan proyek berjalan sesuai anggaran (RAB) dan waktu yang telah ditetapkan (kurva S), serta meningkatkan kualitas hasil akhir dari proyek tersebut.

Komunikasi dengan pemilik rumah (owner project) juga penting. Mengingat perkembangan pembangunan harus dikomunikasikan dengan pemilik rumah, agar perkembangan dan pembangunannya terpantau. Doma sebagai perusahaan jasa kontruksi di Jogja selalu menjaga komunikasi. Baik itu yang bersifat vertikal atau horizontal, Doma selalu mengedepankan komunikasi transparan dan amanah. Erik menjelaskan “Tidak hanya komunikasi verbal, komunikasi tertulis juga kita lakukan dengan laporan progress lapangan mingguan.” Progress mingguan adalah laporan kemajuan proyek yang dibuat oleh tim pelaksana untuk mengukur kemajuan progress di lapangan. “Laporan ini nantinya akan diberikan ke owner dalam bentuk PDF pada awal minggu selanjutnya.” jelas Erik.

Jogja konstruksi manajemen komunikasi pada konstruksi itu perlu. Komunikasi yang aktif dan baik, ternyata dapat menjalin hubungan horizontal baik dengan rekan sejawat, owner, atau pekerja lapangan. Juga, menjaga silaturahim yang diharapkan dapat menjadi kesinambungan antara pekerja dan pemilik rumah. Perlu diingat bahwa tidak hanya komunikasi verbal, namun juga komunikasi tertulis juga sangat dibutuhkan untuk pemaparan data yang aktual. “Sebisa mungkin kita komunikasikan ke semua pihak agar semua tidak ada beban nantinya.” imbuh Rizky.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Railing Tangga Pantai Drini Cegah Resiko Kecelakaan

Railing Tangga Pantai Drini Cegah Resiko Kecelakaan

jogjakonstruksi.com – Railing tangga pantai drini cegah resiko kecelakaan. Wisata di Yogyakarta dewasa ini semakin banyak diminati. Tidak hanya terbatas pada wisata budaya dan kota, tapi juga pada wisata alamnya. Tingginya minat wisata ini harus didukung oleh fasilitas keamanan yang memadai. Insiden yang terjadi di tempat wisata banyak terjadi tidak hanya dari kesalahan individu, tapi juga dari kurangnya fasilitas keamanan dan keselamatan. Salah satu cara meminimalisir kecelakaan pada daerah wisata adalah dengan menerapkan fasilitas penunjang seperti railing pada Pantai Drini, yang positif memberikan tingkat kenyamanan pengunjung.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Wisata di Yogyakarta akhir-akhir ini memang sangat diminati. Tidak hanya wisatawan domestik, namun juga wisatawan dari luar negeri turut meramaikan tempat wisata di Jogja. Wisata yang ramai belakangan adalah wisata alam di Jogja yang mulai dilirik oleh pemerintah daerah sebagai objek wisata alam pariwisata. Gunung kidul contohnya menjadi penyumbang wisata alam terbanyak berupa pantai yang mulai dioperasikan fasilitasnya oleh masyarakat sekitar.

Minat wisata yang tinggi ini jelas membuat devisa daerah menajadi apik. Disisi lain, minat wisata yang kian meninggi ini menjadi mimpi buruk dikarenakan adanya beberapa korban yang diakibatkan fasilitas keamanan yang kurang memadai.

Tim Doma melihat hal positif pada pemasangan railing di Pantai Drini. Railing sendiri adalah bangun konstruksi yang menjadi handle saat akan menuruni anak tangga. Railing sendiri biasanya terbuat dari bahan stainless, besi, kayu, hingga kaca. “Setiap tangga harus memiliki railing, selain kemanan estetika untuk penutup tangga juga perlu.” jelas Erik.

Railing yang kini dipasang mebuat keamanan pengunjung saat menuruni anak tangga menjadi lebih tinggi. Adapun, railing yang dibuat sepajang anak tangga ini diharapkan mampu meminimalisir kecelakaan kecil sampai besar yang terjadi di objek wisata. “Railing ini membuat kenyamanan pengunjung saat turun tangga.” jelas Titis.

Peran pemerintah diharapkan lebih aktif dalam penanggulangan kecelakaan pada tempat objek wisata. Tidak hanya dari SDM tapi juga dari fasilitas yang mumpuni diharapkan dapat meminimalisir potensi kecelakaan yang ada. “Kalau bisa tidak hanya railing tapi juga fasilitas pendukung lain seperti kesesuaian anak tangga dan lainnya agar lebih aman.” jelas Ibnu saat Tim Doma berkunjung ke Pantai Drini.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Ketahui Desain dan Arsitektural Museum di Jogja

Desain dan Arsitektural Museum di Jogja

jogjakonstruksi.com – Ketahui desain dan arsitektural museum di Jogja. Yogyakarta terkenal dengan banyaknya museum, mulai dari museum perjuangan hingga museum Presiden. Kunjungan ke museum semakin diminati oleh semua kalangan untuk mempelajari sejarah, seni, dan arsitektur. Bangunan museum di Jogja memiliki gaya arsitektutal unik yang menjadi daya tarik tersendiri dan dijadikan sebagai landmark atau cagar budaya. Pemerintah aktif melestarikan museum melalui penfidikan dan renovasi.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Yogyakarta memiliki lebih dari dua puluh museum. Mulai dari, museum seni hingga museum pendidikan lengkap ada di yogyakarta. Banyaknya museum ini juga mendukung nama Yogyakarta yang lekat dengan nama kota pelajar. Museum-museum ini terletak tidak hanya di kota Yogyakarta tapi juga banyak terletak di kabupaten Bantul, Sleman, Kulonprogo hingga Gunungkidul. Museum kini mulai diminati kembali oleh kalangan yang lebih luas. Minat ini tumbuh dikarenakan minat sejarah dan pembelajaran langsung yang dewasa ini digemari masyarakat indonesia.

Arsitektur dan gaya bangunan museum khususnya di Jogja memiliki keunikan tersendiri. Contoh museum perjuangan di Mergangsan, Yogyakarta memiliki beberapa identitas yang memaknai identitas museum tersebut. Museum perjuangan memiliki representasi 17 Agustus 1945 “Anak tangga ada tujuh belas, delapan pintu dan empat puluh lima jendela.” Jelas Ibnu yang pernah meneliti dan membaca mengenai sejarah dan meneliti museum perjuangan untuk tugas kuliah. 

Bangunan museum di Yogyakarta banyak yang telah diubah menjadi cagar budaya. Diantaranya, adalah museum Benteng Vredeburg yang telah diubah menjadi cagar budaya semenjak 15 juli 1981. Perubahan ini untuk merawat dan melestarikan bangunan Benteng Vredeburg yang dibangun sejak jaman Belanda.

Peran pemerintah sangat vital untuk merawat dan membiarkan keaslian museum-museum yang telah diubah menjadi cagar budaya ini. Pun juga, dengan peran pihak swasta yang bisa memberikan perawatan berkala tentunya dengan bekerja sama dengan pemerintah. Perawatan bangunan ini membutuhkan peran arsitek berpengalaman dan perusahaan jasa konstruksi yang mampu dan kompeten dalam perawatan bangunan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Bangunan Tamansari Jogja, Tanpa Semen dan Besi?

Konstruksi Bangunan Tamansari Jogja

Konstruksi Bangunan Tamansari Jogja, Tanpa Semen dan Besi?. Pada masa lalu, Tamansari menduduki wilayah sebesar sepuluh hektar dan terdiri dari 57 bangunan seperti pemandian, jembatan gantung, kanal, masjid, lorong bawah tanah.. Saat ini, kompleks Taman sari sudah berkurang luas dan jumlah bangunannya. Tamansari sendiri saat ini, sebagian besar luasnya digunakan oleh masyarakat sebagai hunian. Apalagi akibat gempa besar, banyak bangunannya yang runtuh dan beberapa saat ini digunakan sebagai objek wisata.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Bangunan Tamansari masih kokoh sampai dengan saat ini walaupun dibangun tanpa mengggunakan semen dan besi. Tamansari pada awalnya diperuntukan sebagai kebun Keraton Yogyakarta. Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758 sampai dengan 1765 yang membangun kompleks Tamansari ini.

Tim Doma berkesempatan untuk mengunjungi Tamansari atau yang juga disebut sebagai Water Kasteel akrena bangunan yang dikelilingi oleh kanal yang berisi air. Pintu masuk Water Kasteel ini juga terdapat dua naga pada kedua sisinya yang menambah kesan Jawa. Statue naga ini juga dipercaya dibangun tanpa menggunakan semen dan besi. “Dari yang saya baca, memang tidak menggunakan semen dan besi. Menggunakan blingon, campuran kapur putih, bata merah, dan pasir.”

Konstruksi Bangunan Tamansari Jogja, Tanpa Semen dan Besi?

Beberapa arsitek dari doma, berpendapat bahwasanya kompleks Tamansari sangat menarik sebagai bahan penelitian. “Memang Tamansari menjadi langganan penelitian mahasiswa arsi.” Saat ini, bangunan yang digunakan sebagai objek wisata ada beberapa diantaranya, pulo kenanga, pulo penembung, sumur gumuling, gedhong gapura hageng, gedhong lopak-lopak, pasiraman umbul binangun, dan lain lain. “arsitek Tamansari ini adalah orang Portugis, Demang Tegis”. 

Walaupun didesain oleh arsitek portugis, namun yang mengerjakan tetap penduduk Yogyakarta, Solo, hingga Surabaya jelas ibnu yang membaca lansiran resmi situs Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Terakhir pada 2006, ada renovasi besar yang dilakukan di Tamansari akibat gempa 2006 yang mengguncang Yogyakarta.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Pabrik Madukismo Jogja Dulu, Kini, dan Nanti

Konstruksi Pabrik Madukismo Jogja Dulu Kini dan Nanti

jogjakonstruksi.com – Konstruksi pabrik Madukismo Jogja dulu, kini, dan nanti. Pabrik Madukismo adalah pabrik gula yang menyuplai persediaan gula, alkohol dan spritus  nasional. Sejarah Pabrik Madukismo menyimpan keunikan, mulai dari arsitektur hingga pembangunannya. Saat ini, Pabrik Madukismo adalah pabrik gula aktif satu-satunya di Yogyakarta sekaligus menjadi tempat agrowisata.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Pabrik Madukismo adalah pabrik yang memproduksi gula dan alkohol (spritus). Madukismo dulu didapuk menjadi pabrik penghasil gula guna mensukseskan program pengadaan pangan nasional. Pabrik Madukismo berlokasi di Jalan Madukismo, Regocolo, Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jam operasi pabrik yaitu Senin sampai dengan Kamis pukul 06:30 sampai 15:00 WIB serta Jumat dan Sabtu pukul 06:30 samapi pukul 11:30 WIB. Pabrik ini, awalnya dibangun pada 1913 dan direnovasi kembali pada 1955. Renovasi pada tahun 1955 yang diinisiasi oleh Sultan Hemengku Buwono IX, dilakukan sebagai upaya mempekerjakan 7000 pegawai pabrik gula pada zaman Belanda.

Rell trolley yang masih beroperasi hingga kini mencerminkan ciri modernisasi di zaman Belanda. Akses pengangkutan tebu dan bahan gula jauh lebih mudah, hingga penerapannya juga menumbuhkan keunikan sendiri. “Rel yang menghubungkan bangunan pabrik menjadi nilai plus untuk pengunjung karena bisa keliling area pabrik, juga jadi tahu penyimpanan tebu.” jelas Ibnu. Begitupun dengan aristektural Madukismo yang masih berdiri kokoh menjadi simbol adaptasi arsitektural Belanda-Indonesia.

Kini, Pabrik Madukismo tidak hanya sebagai tempat produksi gula, melainkan juga destinasi agrowisata yang bisa dikunjungi siapa saja. Retribusi biaya masuk sebesar Rp7.000 tergolong murah untuk menikmati keunikan salah satu pabrik tertua di Jogja ini. Bagi sebagian orang yang tinggal di kawasan sekitar pabrik, suara bel yang terdengar pada jam 6 pagi dan jam 9 malam menjadi momen istimewa. “Selalu terdengar suara bel Madukismo saat kecil dulu, sederhana tapi senangnya terasa.” jelas Ibnu.

Madukismo membutuhkan peran pemerintah dalam menjaga bangunan, sejarah, hingga budaya pada pabrik tertua di Jogja ini. Setidaknya sekali seumur hidup berkunjung ke Pabrik Madukismo dan rasakan pengalaman baru yang menyenangkan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Pasang Keramik Jangan Sampai Kopong Jogja Konstruksi

Pasang Keramik Jangan Sampai Kopong

Pasang keramik jangan sampai kopong Jogja Konstruksi. Pemasangan keramik harus dilakukan dengan hati-hati agar hasilnya tidak kopong atau berongga. Keramik yang kopong dapat menyebabkan permukaan mudah retak, pecah, bahkan terlepas seiring waktu. Untuk menghindarinya, pastikan permukaan lantai atau dinding rata dan bersih sebelum pemasangan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Gunakan semen perekat berkualitas dan aplikasikan secara merata menggunakan alat yang tepat seperti notched trowel. Saat menempelkan keramik, tekan dengan kuat dan ketuk perlahan menggunakan palu karet untuk memastikan tidak ada udara yang terperangkap di bawahnya. Setelah pemasangan, periksa dengan mengetuk permukaan keramik. Jika terdengar suara nyaring, itu tanda ada rongga udara yang bisa menyebabkan masalah di kemudian hari. Dengan teknik yang benar, keramik akan terpasang kuat dan tahan lama.

Pemasangan keramik yang benar sangat penting untuk menghindari hasil yang kopong atau berongga di bawah permukaan keramik. Keramik yang kopong bisa menyebabkan masalah seperti retak, mudah pecah, atau bahkan terlepas. Pastikan permukaan lantai atau dinding rata, bersih, dan bebas dari debu atau minyak. Permukaan yang tidak rata akan menyebabkan celah di bawah keramik.

Pilih semen perekat (adhesive) yang sesuai dengan jenis keramik dan lokasi pemasangan (indoor atau outdoor). Perekat yang bagus akan meningkatkan daya rekat keramik. Gunakan notched trowel (alat penggaruk bergigi) untuk mengaplikasikan semen perekat dengan pola garis yang konsisten. Ini membantu perekat tersebar merata di bawah keramik.

Pasang Keramik Jangan Sampai Kopong

Tekan keramik dengan kuat saat menempel, dan lakukan sedikit gerakan memutar atau menggeser untuk memastikan perekat tersebar rata. Pastikan tidak ada udara yang terjebak di bawahnya. Ketuk perlahan permukaan keramik dengan palu karet untuk memastikan keramik benar-benar menempel dan tidak ada area kopong. Setelah pemasangan, ketuk keramik dengan benda keras (seperti gagang obeng) untuk mendeteksi suara kopong. Jika ada suara nyaring atau hollow, bisa jadi ada rongga udara di bawahnya. Biarkan perekat mengering sesuai waktu yang direkomendasikan sebelum mengisi nat atau memberi beban berat di atas keramik. “Kalau sudah terlanjur kopong, keramik biasanya harus dilepas dan dipasang ulang untuk hasil yang lebih kuat dan tahan lama.” jelas Ibnu.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Bata Vulkanik Gunung Merapi Digunakan Masjid Merapi Jogja

Bata Vulkanik Gunung Merapi Digunakan Masjid Merapi Jogja

jogjakonstruksi.com – Bata vulkanik gunung merapi digunakan masjid merapi Jogja. Inovasi bahan bangunan sangat maju dewasa ini. Masjid Merapi termasuk salah satunya yang menggunakan bata dari bahan abu vulkanik Merapi. Pemanfaatan limbah atau vernakular menjadi sesuatu gaya arsitektural yang mulai diminati. Bata ini merupakan campuran dari abu Merapi dan beberapa campuran yang diusulkan Ridwan Kamil. Penawaran desain masjid ini mengalami penolakan awalnya, namun setelah adanya edukasi dan sosialisasi akhirnya masyarakat menerima.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Inovasi bahan bangunan menjadi sesuatu yang diwajibkan dalam dunia konstruksi. Mulai dari pemanfaatan limbah ataupun pemanfaatan material laik pakai. Konsentrasi lingkungan dan bangunan hijau menjadi dasar kuat pemikiran ini. Dunia akademisi dosen dan mahasiswa universitas selalu melakukan inovasi dan bahan terbarukan yang ramah lingkungan untuk mengganti bahan saat ini. “Penelitian IBB (ilmu bahan bangunan) sangat didukung oleh dikti.” jelas Erik yang saat itu menjadi mahasiswa salah satu universitas di Yogyakarta.

Masjid Merapi dibangun pada tahun 2011 setahun setelah erupsi merapi terjadi pada tahun 2010. Masjid ini dibangun di kecamatan Tempel dekat dengan Gunung Merapi. Ridwan Kamil adalah arsitek dari masjid ini, dengan menerapkan vernakular.

Vernakular merupakan gaya berarsitektur dengan memanfaatkan bahan di sekitar lingkungan bangunan. Abu Merapi digunakan sebagai bahan dari bata yang akan digunakan pada pembangunan masjid. Pimilihan abu Merapi dirasa pas karena masjid ini akan berada di kaki gunung Merapi yaitu kecamatan Tempel. Praktis, saat 2010 terjadi erupsi gunung Merapi, dan abu Merapi dirasa baik sebagai bahan campuran bata.

Usulan desain Ridwan Kamil yang saat itu tidak menggunakan kubah sempat ditolak oleh masyarakat. Masyarakat masih ingin memakai kubah, mengingat desain masjid tanpa kubah belum begitu populer atau banyak digunakan di wilayah Indonesia. Akhirnya Ridwan Kamil mencoba menggunakan atap bertumpuk tiga sebagai percampuran adanya gaya Jawa pada desain masjid ini. Masyarakat menerima usulan desain tersebut dengan penggunaan bata abu Merapi yang disusun berlubang-lubang dan kubah atap bertumpuk. 

Penggunaan bata dengan lubang ini diharapkan menjadi inisiasi efisiensi energi. Jumlah lubang yang banyak memungkinkan sirkulasi udara yang lancar dan pencahayaan alami pada sisi dalam masjid. Serta fasad yang berlubang membuat fasad masjid menjadi minimalis dan modern. Meski masjid ini menjadi program CSR, namun sampai saat ini keunikan pembangunan dan desainnya menjadi cerita tersendiri di dunia arsitektur di Yogyakarta.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855