Desain dan Budaya Rantai Air Pada Rumah di Jepang

Rantai Air Kusari-doi Desain dan Budaya

jogjakonstruksi.com – Desain dan budaya rantai air pada desain rumah di Jepang. Negeri Sakura menyimpan desain yang amat menarik, aliran jatuhnya air hujan bukan hanya soal fungsionalitas, tetapi juga bagian dari estetika dan budaya. Salah satu inovasi yang menonjol adalah penggunaan kusari-doi atau rantai air. Rantai air ini selalu ada di depan rumah penduduk jepang, yang menggantikan talang konvensional pada atap rumah. Rantai ini bukan hanya mengalirkan air hujan dengan lembut dan stagnan, tetapi juga menciptakan suara yang unik dan menenangkan tanpa percikan.

Kusari-doi, yang secara makna langkung berarti rantai air, telah digunakan penduduk Jepang sejak zaman Edo. Rantai ini biasanya terbuat dari logam seperti tembaga atau baja tahan karat, ditumpuk, dan disusun dalam bentuk rantai panjang. Rantai itu kemudian dibentuk agar menjadi rangkaian mirip rantai atau ada bentuk lain seperti, serangkaian mangkuk kecil yang saling bertaut. Fungsinya adalah untuk mengarahkan air hujan dari atap ke bawah dengan cara yang terkontrol, indah, dan anggun.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Berbeda dengan talang biasa yang menyalurkan air secara langsung ke pipa vertikal, kusari-doi memungkinkan air mengalir melalui rantai dengan gerakan spiral atau menetes tenang. Air diharapkan turun dari satu mangkuk ke mangkuk berikutnya dengan aliran khusus yang memaknai zen. Aliran ini menciptakan efek visual yang indah dan suara gemericik halus yang menenangkan, menyerupai suara aliran sungai kecil.

Desain dan Budaya Rantai Air Pada Desain Rumah di Jepang. Banyak rumah tradisional Jepang, kuil, dan bahkan bangunan modern kini mengadopsi sistem ini. Sistem ini menjadi baku di beberapa prefektur yang ada di Jepang. Ibnu yang kala itu menjadi mahasiswa saat berkunjung ke prefektur Shizuoka berkata, tak hanya rumah tradisonal, namun rumah modern juga menanamkan unsur tradisional Jepang pada beberapa aksen rumahnya. Rantai air kusari-doi adalah salah satunya yang banyak dia temui di prefektur ini. “Elemen dan unsur tradisional sangat kental menempel pada desain rumah di Jepang, salah satunya adalah kusari-doi.” jelas Ibnu.

Ikatan Budaya dan Desain dalam bentuk Kusari-doi

Kusari-doi tak hanya karena keindahannya, tetapi juga karena prinsip Zen yang dijunjung dalam arsitektur Jepang. Desain arsitektur yang menjunjung tinggi nilai kesederhanaan, ketenangan, dan harmoni dengan alam. Selain nilai estetika, kusari-doi juga praktis. Karena terbuka, pemilik rumah dapat lebih mudah memantau aliran air dan membersihkannya dari kotoran atau dedaunan. Pada musim hujan, keberadaan rantai air ini bahkan menjadi elemen dekoratif yang hidup, menghidupkan suasana rumah dengan ritme air yang alami.

Sumber: alibaba.com

Desain dan Budaya Rantai Air Pada Desain Rumah di Jepang. Dari kusari-doi kita dapat menarik pembelajaran mengenai kritik arsitektur Nusantara. Jika bisa diimplementasikan di Indonesia, hal-hal sederhana ini bisa menjadi nilai arsitektur yang indah. Ibnu berkata pengikatan budaya dalam desain arsitektur Indonesia kini mulai pudar, dan digantikan dengan desain barat dan minimalistik. “Desain kita (Indonesia) sedikit sekali mengangkat budaya lokal, kita masih banyak adopsi luar negeri,” imbuh Ibnu.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Teruskan Konstruksi Tahap Tujuh Al Amna Bangun Dak Lantai Tiga

Pembangunan Tahap Tujuh Al Amna

jogjakonstruksi.com – Teruskan konstruksi tahap tujuh Al Amna bangun dak lantai tiga. Pada Sabtu, 19 April lalu ba’da maghrib, dilakukan pengajian rutin di Masjid Al-Amna Bausasran bersama Ustad Eki Firdaus sebagai penceramah. Pengajian rutin kali ini bersamaan dengan penandatangan MoU konstruksi lanjutan tahap tujuh pembangunan kompleks Islamic Center Al-Amna. Dana pembangunan kompleks ini seutuhnya dalah sumbangan umat di sekitaran Al-Amna Bausasran dan Umat Muslim di Yogyakarta. Adapun, pembangunan ini adalah pekerjaan lantai dua dengan penutup dak lantai tiga disusul dengan pekerjaan arsitektural lainnya.

Pengajian Sabtu malam selalu rutin dilakukan di masjid Al Amna Bausasran. Sabtu, 19 April lalu dengan penceramah ustadz Eki Firdaus, Masjid Al Amna ramai dikunjungi oleh jamaahnya. Penceramah mengenai bulan syawal dan kegiatan pasca Ramadhan masih hangat disampaikan Ustadz Eki saat Sabtu lalu. Tak hanya itu tapi pengajian Sabtu lalu juga disertai dengan acara penandatanganan MoU untuk pekerjaan lanjutan Islamic Center Al Amna yang akan melanjutkan progres pembangunan tahap tujuhnya.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penandatanganan MoU pekerjaan Al Amna tahap tujuh dilaksanakan setelah selesai pengajian dan diakhiri oleh ceramah ustadz Eki. Surat kontrak konstruksi atau MoU ditandatangani dan disaksikan oleh perwakilan takmir Masjid Al Amna yaitu Pak Sigit. Tak luput juga ada perwakilan dari Jogja Konstruksi selaku partner adalah Pomo dan Erik. Penandatangan ini disaksikan oleh jamaah masjid Al Amna, yang dilanjutkan dengan sholat Isya berjamaah.

Sumber: Doma Living House

Dengan total rencana anggaran biaya sebesar Rp 427 juta, dana ini terkumpul secara kolektif dari donatur dan jamaah masjid Al Amna. Ustadz Eki secara pribadi menyumbang masjid Al Amna dalam bentuk emas yang enggan disebutkan nominal totalnya. Pomo selaku kontraktor dan sekaligus jamaah masjid Al Amna mengatakan dana ini dikumpulkan semenjak akhir 2024 dan puncaknya pada bulan Ramadhan kemarin. “Dana yang diusulkan sudah semenjak akhir 2024 dan berjalan terus penggalangannya sampai Ramadhan kemarin,” jelas Pomo”.

Al Amna Pembangunan Bertahap Dorongan Amal Jariyah

Teruskan Konstruksi Tahap Tujuh Al Amna Bangun Dak Lantai Tiga. Pembangunan Masjid Al Amna, akan dilaksanakan pada bulan April ini. Adapun pekerjaan yang akan dikerjakan adalah beberapa pekerjaan struktural dan beberapa pekerjaan arsitektural. Erik selaku pelaksana Doma menjelaskan bahwa pekerjaan yang utama akan dilakukan pada tahap tujuh ini adalah pekerjaan dag menerus seluas lantai dua yang akan menjadi dag lantai tiga. “Kita akan cor, dag dilantai tiga, dengan beberapa pekerjaan yang minor yang akan kita selesaikan juga di lantai satu,” jelas Erik.

Pekerjaan pembangunan Al Amna ini pertama kali dikerjakan pada tahun 2022 dan sampai saat ini sudah memasuki tahap pembangunan ketujuh. Awalnya Al Amna adalah masjid kampung dengan luasan yang terbilang cukup kecil. Namun, dengan inisiasi jamaah, niat mulia meluaskan Al Amna akhirnya bisa terwujud secara bertahap. Masjid Al Amna membutuhkan total dana sebesar Rp 5,6 Milliar, yang sudah mencapai tahap ke tujuh saat ini. Sampai dengan tahap ke tujuh ini pembangunan sudah menelan hampir Rp 2 Milliar. Pembangunan itu antara lain, gedung barat, gedung timur, kantin dan sebagian masjid.

Kita sebagai umat muslim dan warga jogja mendukung dan terus optimis Al Amna akan bisa rampung secepatnya. Bersama, sekaligus partner pembangunan Masjid Al Amna, tim Jogja Konstruksi mendoakan agar pekerjaan Al Amna lancar dan kompleks Islamic Center ini menjadi ladang amal jariyah bagi takmir dan juga kita selaku partner pekerjaan pembangunan. Aamiin.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Pentingnya MoU Surat Kontrak Kerja Konstruksi dalam Keberlangsungan Proyek

MoU dalam Keberlangsungan Proyek

jogjakonstruksi.com – Pentingnya MoU surat kontrak kerja konstruksi dalam keberlangsungan proyek. Memorandum of understanding (MoU) atau surat kontrak kerja konstruksi memegang peranan vital dalam setiap proyek pembangunan. Dokumen ini bukan hanya menjadi bukti tertulis kesepakatan antara pihak owner dan kontraktor, tetapi menjamin kepastian hukum dan pelaksanaan proyek. Di tengah maraknya pembangunan bangunan di Yogyakarta, pemahaman mendalam tentang kontrak kerja konstruksi menjadi penting bagi semua pihak yang terlibat.

Surat kontrak kerja konstruksi atau lebih kita sering sebut MoU adalah dokumen resmi yang berisi perjanjian antara dua pihak atau lebih terkait pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Umumnya, pihak yang terlibat dalam kontrak ini adalah pemilik proyek (owner) dan perencana pelaksana proyek (kontraktor). Surat perjanjian ini mencakup berbagai aspek penting seperti lingkup pekerjaan, jangka waktu pelaksanaan, nilai proyek, jadwal pembayaran, hak dan kewajiban masing-masing pihak. Tak, kalah penting adalah ketentuan penyelesaian sengketa apabila terjadi perselisihan selama proses pembangunan. Tujuan utama dari kontrak kerja konstruksi adalah untuk menciptakan kepastian hukum, mencegah kesalahpahaman, serta menjaga komitmen masing-masing pihak. Dengan tujuan agar proyek dapat berjalan sesuai rencana dan waktu yang telah ditentukan.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Selain sebagai dokumen yang legal, surat kontrak kerja konstruksi juga berfungsi sebagai acuan utama selama proses pelaksanaan proyek. Erik sebagai pelaksana Doma mengatakan, ketika terjadi perubahan desain, keterlambatan, atau hambatan teknis lainnya, isi kontrak akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah. “Apapun kita jadikan acuan adalah MoU, dan jika ada perubahan maka akan ada berita acara,” jelas Erik. Dalam hal ini, keberadaan kontrak menjadi semacam guidelanes yang menuntun proyek agar tetap berada di jalur yang benar dan tidak merugikan salah satu pihak.

Sumber: Doma Living House

Lampiran dalam Mou atau surat kerja konstruksi sangat beragam. Beberapa lampiran dimaksud yang mana berisi RAB (Rencana Anggaran Biaya), lalu ada Kurva S untuk melihat timeline pembangunan dan estimasi pembangunan dapat diselesaikan dan lain sebagainya. Lampiran yang meliputi, berbagai pokok harga, waktu, dan tanggung jawab masing-masing pihak. Rizky perencana Doma menjelaskan, bahwa lampiran yang berubah karena adanya permintaan akan diubah dengan berita acara dan masuk dalam pekerjaan CCO (Contract Change Order). “Kalau ada permintaan pertambahan ataupun pengurangan maka akan kita buat berita acara untuk CCO,” jelasnya.

Negara Menyaksikan MoU Surat Kontrak Kerja Konstruksi

Pentingnya MoU surat kontrak kerja konstruksi dalam keberlangsungan proyek. Perjanjian kerja sama konstruksi ini sepenuhnya ditandatangai diatas materai agar hukum mengikat sepenuhnya. Terdapat dua salinan dimana satunya akan dibawa oleh owner dan satunya lagi akan menjadi arsip dari penyedia jasa. Erik selaku pelaksana Doma mengatakan, perlu digaris bawahi juga ada hal khusus pada surat kerja sama ini yaitu mengenai force mejeur dan garansi yang dapat terjadi sewaktu-waktu pada struktur konstruksi jika ada bencana alam, dan garansi pasca serah terima. “MoU Doma bagus ada adendum mengenai bencana alam dan garansi setelah pekerjaan selesai,” imbuh Erik.

Juga, surat kontrak kerja konstruksi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi utama dari sebuah kerja sama profesional dalam dunia pembangunan. Kesadaran akan pentingnya dokumen ini perlu terus ditingkatkan, terutama bagi pelaku usaha kecil menengah yang baru memasuki sektor konstruksi. Proyek yang sukses tidak hanya ditentukan oleh kualitas material dan keahlian teknis, tetapi juga oleh kejelasan dan kekuatan kontrak kerja yang mengikat semua pihak secara adil dan transparan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Arsitektur Kolonial Jogja : Warisan Sejarah dalam Konstruksi

Warisan Sejarah dalam Konstruksi Bangunan

jogjakonstruksi.com – Arsitektur kolonial jogja warisan sejarah dalam konstruksi. Jogja tak hanya dikenal sebagai kota pelajar dan budaya, namun juga sebagai kota yang menyimpan banyak jejak sejarah. Bangunan kolonial Belanda dalam bentuk bangunan-bangunan tua saat ini menjadi menarik untuk dilihat sejarah dan metamorfosanya. Dari pusat pemerintahan, lembaga pendidikan, hingga hotel, berbagai bangunan bergaya kolonial tersebar di penjuru kota. Keunikan ini menghadirkan atmosfer tempo dulu yang masih terasa hingga kini.

Jogja memang kaya akan bangunan kolonial bersejarah yang tersebar di berbagai sudut kota. Sebagian besar dibangun pada masa penjajahan Belanda dan masih berdiri kokoh berdiri hingga sekarang. Bahkan banyak bangunan ini yang masih digunakan sesuai fungsi awalnya. Keberadaan bangunan-bangunan ini tidak hanya menambah pesona visual citra kota Jogja. Pesona bangunan kolonial ini juga menjadi saksi bisu dari sejarah panjang yang membentuk keunikan Yogyakarta seperti sekarang.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Bangunan Kolonial pertama yang menarik hati kami adalah Balai Kota Jogja. Terletak di Jalan Kenari, Balai Kota Yogyakarta. Komplek bangunan ini adalah salah satu contoh bangunan kolonial bergaya indis yang masih difungsikan hingga saat ini. Kompleks bangunan kolonial ini saat ini berfungsi penuh sebagai pusat pemerintahan kota. Dibangun pada awal 1900, bangunan dengan gaya arsitektur Indis, perpaduan Eropa dan elemen tropis lokal Indonesia dan akulturasi Yogyakarta. Ibnu yang pernah melakukan kritik arsitektur terhadap bangunan ini mengatakan, ciri uniknya terlihat pada bentuk atap limasan yang tinggi dan plafon yang lebar untuk sirkulasi udara, menjadikannya bangunan yang sesuai dengan iklim tropis Jogja. “Perpaduan Jawa dan Belanda, terasa dalam tiap sudutnya, terutama pada elemen pendukung,” imbuhnya.

Sumber: BPCB DIY

Kita bergerak ke utara sedikit, di jalan Malioboro yakni Hotel Ina Garuda. Hotel ini, dulunya bernama Hotel de Grand van Java, berdiri sejak 1908 dan menjadi salah satu hotel mewah pertama di Yogyakarta pada masa penjajahan Belanda. Berlokasi strategis di Jalan Malioboro, hotel ini menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting, termasuk masa-masa revolusi kemerdekaan. Gaya arsitekturnya menunjukkan sentuhan klasik Eropa dengan pilar tinggi dan jendela bukaan lebar. Desain yang menghadirkan nuansa elegan dan megah khas bangunan kolonial Belanda dan akulturasi arsitektur Yogyakarta.

Selanjutnya kita bergerak ke titik nol bagian selatan jalan Malioboro. Berada di sudut Jalan Malioboro dan Jalan Senopati, Kantor Pos Besar Yogyakarta dibangun pada awal abad ke-20 sebagai bagian dari sistem komunikasi modern pada masa kolonial. Arsitekturnya memperlihatkan fasad simetris, ornamen minimalis, dan dinding tebal khas bangunan kolonial Belanda. Fungsi gedung ini hingga kini masih dipertahankan, menjadikannya sebagai contoh adaptasi fungsi bangunan kolonial dalam konteks modern dan kota urban.

Bangunan Kolonial Jogja Sedikit Orang Tau

Tak kalah unik, dan tak banyak yang tau adalah bangunan beberapa sekolah di Yogyakarta. Ada tiga bangunan sekolah yang sampai saat ini masih berfungsi dan masih memepertahankan desain kolonial yaitu, SMA 3 Yogyakarta, SMA 1 Yogyakarta, dan SMA 2 Yogyakarta. Dikenal sebagai sekolah orang Belanda pada masa Belanda, ketiganya merupakan institusi pendidikan tertua di kota ini. Bangunannya yang masih asli, menampilkan arsitektur kolonial dengan ventilasi tinggi, pintu dan jendela kayu besar, serta tata ruang yang luas. Sekolah-sekolah ini menjadi simbol pendidikan elite masa kolonial yang kini bertransformasi menjadi sekolah unggulan nasional rintisan Internasional.

Bangunan kolonial di Yogyakarta bukan sekadar peninggalan dari masa lalu dan lekat dengan penjajahan, melainkan juga cerminan dinamika sosial politik yang pernah terjadi di kota ini. Keberadaannya memperkaya narasi, sejarah, kekayaan intelektual Yogyakarta. Juga, sekaligus menjadi daya tarik wisata dan kajian arsitektur yang penting dalam perkembangan keilmuan arsitektur di Indonesia. Ibnu menambahkan, menjaga dan merawat bangunan-bangunan ini adalah bentuk penghargaan terhadap perjalanan panjang kota yang penuh cerita dan perjuangan besar orang terdahulu yang keringatnya jatuh membahasi bumi Jogja. “Kita harus mewarat bangunan ini, sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan leluhur,” pungkas Ibnu.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Terbaik Untuk Konstruksi Pasir Merapi Jogja

Pasir Merapi yang Terbaik Untuk Konstruksi

jogjakonstruksi.com – Terbaik untuk konstruksi pasir merapi Jogja. Dalam dunia konstruksi, kualitas material bangunan memegang peran vital dalam menentukan kekokohan dan ketahanan sebuah struktur. Salah satu agregat yang memiliki peranan penting adalah pasir. Di antara berbagai jenis pasir yang tersedia di Indonesia, pasir Merapi dari lereng merapi, dikenal luas sebagai pasir terbaik. Pasir terbaik untuk bangunan karena kualitasnya yang unggul, teksturnya yang kasar namun seragam, serta kandungan mineral yang kaya dan kuat. Tak heran jika pasir Merapi menjadi primadona cantik di kalangan kontraktor dan pengembang properti di Jogja khususnya.

Agregat dan material bangunan memiliki peran krusial dalam menentukan kekuatan dan daya tahan sebuah struktur. Bahan agregat seperti pasir dan kerikil menjadi komponen utama dalam campuran beton, di mana kualitas, ukuran, dan gradasinya sangat memengaruhi kekuatan tekan dan beton. Agregat yang keras dan memiliki permukaan kasar, seperti pasir Merapi, mampu membentuk ikatan yang kuat dengan semen. Sehingga menghasilkan beton yang lebih padat, kokoh, dan kelecakan yang sesuai.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Pasir Merapi berasal dari endapan material vulkanik yang dikeluarkan Gunung Merapi, gunung api paling aktif di Indonesia. Proses letusan yang terus-menerus memperkaya komposisi pasir ini dengan kandungan silika, feldspar, dan mineral vulkanik lainnya. Menurut para ahli, tekstur pasir merapi yang kasar sangat ideal untuk struktur beton karena mampu mengikat beton dengan lebih baik.

Sumber: IDN Times/Pito Agustin Rudiana

Sejalan dengan pendapat di atas, Erik pelaksana Doma menjelaskan bahwa Doma selalu menggunakan agregat pasir merapi untuk seluruh bangunan yang dikerjakan. Menurutnya, pasir merapi adalah pasir yang memiliki ketahanan dan kekuatan paling mumpuni daripada pasir yang lainnya yang pernah ia temui. Baik dari segi kualitas kasat mata sampai data akademis yang menunjukkan bahwa kandungan gradasinya yang luar biasa. “Pasir Merapi memiliki daya ikat yang tinggi karena kandungan silika dan komposisi mineralnya,” ujar Erik, saat kami temui di lapangan dalam proses pembangunan sebuah rumah dua lantai. “Hal ini menjadikannya sangat cocok untuk beton, plester, maupun pekerjaan pasangan bata,” imbuhnya.

Mahal Tak Menurunkan Keinginan Kontraktor Pilih Merapi

Tingginya kualitas pasir Merapi membuatnya banyak diminati di pasar nasional. Bahkan, tidak sedikit proyek-proyek besar di luar Pulau Jawa yang secara khusus mendatangkan pasir dari Merapi. Harga pasir ini pun cenderung lebih tinggi dibandingkan jenis pasir lainnya seperti pasir Bangka atau pasir sungai Jawa, namun sebanding dengan kualitasnya. Titis sebagai pelaksana menjelaskan bahwa pasir merapi memang cenderung sedikit lebih mahal namun memang ketahanan dan kualitasnya terjamin secara kompleks. “Memang harganya sedikit lebih mahal, tapi pasir Merapi memberikan hasil akhir yang jauh lebih kuat dan tahan lama,” tambah Titis.

Pasir Merapi bukan sekadar material dan agregat bangunan biasa. Dari pasir menjadi keyakinan adalah hasil dari kekuatan alam yang bertransformasi menjadi fondasi peradaban manusia dalam hal konstruksi. Dengan kualitas mumpuni dan potensi ekonomi dan sosial yang besar, pasir Merapi telah membuktikan dirinya sebagai salah satu sumber daya alam terbaik yang dimiliki Indonesia di bidang konstruksi. Namun, pengelolaan yang bijak dan sustainability adapt adalah kunci agar potensi ini tetap dapat dinikmati generasi mendatang bagi Indonesia.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Mitos Rumah Jogja dan Emas Tanam di Konstruksi

Konstruksi dan Budaya Menelisik Mitos Tanam Emas

jogjakonstruksi.com – Mitos rumah Jogja dan emas tanam di konstruksi. Dalam budaya tradisional masyarakat Indonesia, pembangunan rumah sering kali tidak hanya mempertimbangkan aspek struktur atau arsitektural, tetapi juga unsur spiritual dan simbolis. Salah satu mitos yang cukup menarik adalah pemberian emas di atap rumah, tepatnya di bagian kuda-kuda atau struktur penopang atap. Praktik ini tidak hanya dilakukan sebagai simbol kemewahan, tetapi diyakini membawa berbagai makna mistis dan keberuntungan.

Mitos mengenai rumah dan pembangunan infrastruktur di Indonesia memang kerap terdengar di telinga kita. Mulai dari hal klenik yang membuat bergidik hingga yang membuat penasaran pasti selalu ada. Jogja, yang lekat dengan kebudayaan Jawa tentunya juga ada hal serupa yang terjadi di lingkungan kita. Mitos dalam membangun sesuatu bukan hanya terletak dalam simbol budaya tetapi juga dalam simbol agama dan akulturasi budaya.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Membangun rumah di Jogja, hangat dengan doa dan harapan agar rumah yang dibangun menjadi sumber rezeki dan membawa keberuntungan. Akulturasi budaya dan harapan ini menjadi padan dengan adanya mitos atau budaya mengenai menanam emas di kuda-kuda bangunan. Erik sebagai pelaksana lapangan berpendapat bahwa kuda-kuda dipilih karena posisinya yang menyangga atap, serta menjadi titik kuat dan tinggi dalam bangunan juga menjadi kepercayaan sebagian orang Jawa dalam membangun rumah. “Kuda-kuda dipilih karena kokoh menahan atap, dan jadi kepercayaan orang Jawa dalam tandur emas,” jelas Erik.

Sumber: Emporio Architect

Mitos ini berkembang di berbagai daerah, terutama di komunitas masyarakat yang masih menjunjung tinggi adat istiadat leluhur. Pemberian emas biasanya berupa serpihan kecil atau perhiasan sederhana yang diletakkan di bagian rumah. Ditanam secara tersembunyi di bagian atas rumah, khususnya saat proses pemasangan kuda-kuda. Banyak yang percaya bahwa emas memiliki energi positif yang bisa menangkal energi negatif atau gangguan makhluk halus. Dengan meletakkannya di titik tertinggi rumah, diyakini rumah tersebut akan mendapatkan perlindungan spiritual, rejeki, dan keharmonisan bagi penghuni rumah tersebut.

Bangunan, Tradisi, Agama, dan Budaya

Emas sejak lama dikenal sebagai simbol kekayaan, kejayaan, dan kekuatan. Dalam tradisi masyarakat Jogja khususnya Jawa, emas juga sering dikaitkan dengan kemurnian dan keabadian. Maka tak heran jika dalam pembangunan rumah adat atau rumah-rumah milik orang berada, emas menjadi bagian dari ritual simbolik yang tidak boleh dilewatkan. Selain sebagai penolak bala, emas yang diletakkan di atap rumah juga dipercaya sebagai penarik energi baik, seolah-olah mengundang keberuntungan dari yang maha kuasa.

Meski terdengar kuno, praktik ini ternyata masih dilakukan hingga kini oleh sebagian masyarakat, terutama yang memiliki latar belakang budaya Jogja khususnya Jawa, Bali, dan Melayu. Dalam pembangunan rumah-rumah tradisional atau rumah tinggal orang-orang terpandang, ritual ini sering disertai doa-doa khusus dan sesajen agar proses pembangunan berjalan lancar dan rumah tersebut menjadi tempat tinggal yang nyaman secara lahir dan batin. Erik mengatakan bahwa praktik seperti ini umum dan masih banyak dilakukan dan tak kadang, kita membantu menanamkannya. “Masih banyak, dan kita harus menghargai dan jika diminta kita akan bantu,” tutur Erik.

Bagi sebagian generasi seperti milenial dan gen-z, mitos ini mungkin dianggap sekadar tradisi lama yang tidak relevan. Namun bagi yang meyakininya, praktik ini merupakan bagian dari penghormatan terhadap leluhur, agama, dan nilai-nilai budaya yang mendalam. Terlepas dari benar atau tidaknya secara logika, tradisi ini menunjukkan bahwa rumah bukan hanya tempat tinggal secara fisik, tetapi juga ruang hidup yang menyatu dengan nilai spiritual.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Taman Kota Itu Penting Apakah Jogja Sudah Punya

Jogja dan Taman Kota

jogjakonstruksi.com – Taman kota itu penting apakah jogja sudah memiliki. Hiruk pikuk Yogyakarta sebagai sebuah kota memiliki peran penting dalam mewujudkan desain berkelanjutan dan kebermanfaatan langsung kepada warganya. Salah satu yang sedang hype dalam desain berkelanjutan saat ini adalah taman kota. Tapi, apakah Jogja sudah punya taman kota seperti kota besar lainnya.

Taman kota adalah ruang terbuka hijau yang disediakan oleh pemerintah di lingkungan perkotaan sebagai tempat publik untuk rekreasi, interaksi sosial, dan pelestarian lingkungan. Taman kota biasanya dilengkapi dengan fasilitas seperti bangku taman, jalur pejalan kaki, taman bermain anak, hingga sarana olahraga. Keberadaan taman kota sangat penting dalam menciptakan keseimbangan antara kawasan terbangun dan ruang hijau di daerah urban.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Dalam konsep desain berkelanjutan yang mempertimbangkan dampak lingkungan, sosial, ekonomi taman kota adalah salah satu hal yang sangat penting. Desain berkelanjutan dengan tujuan dimaksud adalah untuk mengurangi dampak negatif untuk lingkungan dan kesehatan manusia. Taman kota yang memiliki unsur desain kompleks, adalah poin penting dalam mewujudkan Yogyakarta sebagai kota berkelanjutan.

Sumber: Kementerian PUPR

Memahami taman kota sebagai sebuah elemen sepertinya sangat sempit. Taman kota memiliki manfaat yang dapat didistribusikan sebagai fungsinya juga. Manfaat primer dan terarah dari taman kota adalah sebagai wadah fisik sebagai resapan air, paru-paru kota, dan ekologis yangs secara spesifik adalah menciptakan rumah bagi beberapa fauna di wilayah sekitar. Erik berpendapat, Yogyakarta sudah menjadi urban dengan kelas metropolitan di beberapa bagian, maka dari itu taman kota sepertinya sangat diperlukan. “Yogyakarta adalah urban saat ini, maka dari itu taman kota sangat dibutuhkan,” jelas Erik.

Kita Tidak Menyadari Ternyata Jogja Sudah Punya Taman Kota

Fungsi taman kota yang sangat kompleks dan pentingnya dalam hal sosial masyarakat Jogja tentunya perlu diidentifikasi. Ibnu berpendapat, bahwa fungsi dan manfaat taman kota sampai saat ini sudah terpenuhi oleh Alun-Alun Selatan dan Alun-Alun Utara. “Untuk taman kota, sudah terpenuhi syaratnya oleh Alun-Alun Kidul dan Lor,” ujar Ibnu. Menurut Ibnu syarat taman kota untuk mengcover ekologi, sosial rekreasi, edukatif estetika sudah terpenuhi sepenuhnya oleh Alun-Alun Utara dan Selatan. Alun-Alun Utara dan Selatan tidak pernah sepi dikunjungi, dan menjadi pusat kegiatan hampir 24 jam untuk mengakomodir kegiatan sosial dan lainnya masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.

Merujuk syarat taman kota, sepertinya hanya satu hal yang kami rasa kurang. Yakni, adalah volume vegetasi dan jenis heterogen dari macam vegetasi yang ada di kedua halaman Keraton itu. Syarat sebagai paru-paru kota harus sedikit dipertimbangkan, dengan memaksimalkan vegetasi di daerah taman kota serta mengurangi populasi kendaraan bermotor yang memasuki area taman kota. Namun, sebagai warga Jogja kita wajib bersyukur, karena aktivitas kita dapat tercover secara berkelanjutan dengan adanya Alun-Alun yang aktif hampir 24 jam ini.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Ramah Anak Penting Untuk Fasum Wujudkan Jogja KLA

Wujudkan Jogja Kota Layak Anak

jogjakonstruksi.com – Konstruksi ramah anak penting untuk fasum wujudkan jogja KLA. Pemerintah Kota Yogyakarta terus mendorong pembangunan fasilitas umum (fasum) yang mengedepankan prinsip dan desain ramah anak. Hal ini sejalan dengan upaya menjadikan Yogyakarta sebagai Kota Layak Anak (KLA). Rancang desain di mana lingkungan fisik menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Desain ramah anak mencakup berbagai aspek, mulai dari keamanan fisik, aksesibilitas, hingga elemen edukatif dan rekreatif. Desain yang edukatif dan rekreatif juga diharapkan mampu merangsang kreativitas anak di yogyakarta. Fasilitas seperti taman kota, trotoar, taman bermain, hingga ruang publik lainnya dituntut untuk mampu mengakomodasi kebutuhan anak-anak. Desain yang mampu mewadahi dan mengakomodasi dari berbagai usia dan latar belakang.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Dikutip dari laman resmi DPUPKP Kota Yogyakarta, Dian selaku kepala Dinas DPUPKP mengatakan fasilitas umum dimaksud bukan hanya sarana bermain anak tapi juga yang erat kaitanyya dengan pembelajaran bagi anak-anak. “Fasum ramah anak bukan hanya soal ayunan dan perosotan, tapi juga memastikan anak bisa berinteraksi, bermain, dan belajar dengan aman di ruang publik,” ujar Dian Prasetyaningrum.

Beberapa titik di Jogja, seperti Taman Pintar dan Alun-Alun Kidul, mulai menerapkan konsep desain ramah anak ini. Elemen seperti jalur landai, area bermain tanpa sudut tajam, dan penambahan papan informasi edukatif menjadi langkah konkret menuju ruang publik yang lebih ramah anak berbagai usia di Yogyakarta.

Desain Ramah Anak Masa Depan Arsitektur Lokal

Konstruksi desain ramah anak penting untuk fasum wujudkan jogja KLA. Titis selaku tenaga profesional doma menekankan bahwa keberadaan fasum ramah anak tidak hanya penting bagi anak-anak. Desain ini juga akan memepengaruhi hal baik kepada masyarakat dewasa juga nantinya. “Ruang publik yang dirancang dan didesain memperhatikan kebutuhan anak akan menciptakan lingkungan yang lebih khusus dan mendorong interaksi lintas usia,” Jelas Titis.

Sumber: tribunjogja.com/Neti Rukmana

Meskipun begitu, tantangan menuju Yogyakarta menjadi kota layak anak masih ada. Beberapa taman dan fasum di pinggiran kota dinilai masih kurang dalam hal keselamatan dan kenyamanan bagi anak-anak. Oleh karena itu, Pemerintah kota Yogyakarta berkomitmen meningkatkan kolaborasi dengan warga dan pihak swasta, arsitek, dan aktivis anak untuk mewujudkan desain ruang publik yang benar-benar ramah anak di seluruh wilayah Jogja.

Upaya kontinyu ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol kota layak anak, tetapi juga menciptakan generasi masa yang lebih baik. Desain yang mampu memayungi tumbuh kembang anak dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung potensi mereka. Juga, menjadikan pagu baru bagi arsitek seluruh Indonesia untuk membuat desain dengan tujuan edukatif dan bermanfaat untuk lintas generasi dimulai dari anak-anak sebagai tunas baru.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Pentingnya Konstruksi Pemipaan Pada Rumah Tinggal di Jogja

Pentingnya Konstruksi Pemipaan Pada Rumah

jogjakonstruksi.com – Pentingnya konstruksi pemipaan pada rumah tinggal di Jogja. Pertumbuhan pesat pembangunan rumah tinggal di Jogja saat ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana kelayakan pembangunan tersebut. Perhatian terhadap sistem pemipaan mulai menjadi sorotan penting karena pemipaan berdampak pada penggunaan dan pengeluaran limbah. Para ahli konstruksi dan perencana tata ruang menegaskan bahwa instalasi pemipaan yang tepat tidak hanya dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna. Sistem pemipaan yang salah dan tidak memenuhi standar juga berdampak langsung pada kesehatan dan kelestarian lingkungan di Jogja.

Pesatnya pertumbuhan pembangunan rumah tinggal hingga kos-kosan di Yogyakarta dalam beberapa tahun terakhir menjadi fenomena yang mencolok. Didukung oleh status Yogyakarta sebagai kota pelajar dan destinasi wisata utama, kebutuhan akan hunian sementara maupun permanen terus meningkat. Hal ini mendorong banyak pengembang dan individu untuk membangun rumah dan unit kos di berbagai sudut kota. Pembangunan mulai dari area kampus hingga pinggiran kota Yogyakarta. Pertumbuhan ini berlangsung cepat, sering kali tanpa perencanaan infrastruktur yang matang, terutama dalam hal sistem sanitasi dan pemipaan. Kekeliruan akumulasi ini yang akhirnya dapat memicu masalah lingkungan dan kesehatan jika tidak segera ditangani.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Kondisi geografis Yogyakarta yang beragam mulai dari dataran rendah, perbukitan, hingga kawasan rawan gempa menjadikan sistem pemipaan perlu dirancang secara hati-hati. Rumah sederhana dan bangunan kos yang banyak dibangun di kota dan kawasan sub urban kerap menghadapi masalah. Masalah yang terjadi seputar sanitasi tentunya seperti saluran mampet, kebocoran pipa, hingga pencemaran air tanah akibat sistem limbah yang tidak memadai.

Sumber: Cemerlang Samudra Kontrindo

Pekerjaan pemipaan adalah pekerjaan yang harus dilakukan dengan mempertimbangkan kelayakan dan umur bangunan. Erik selaku pelaksana Doma mengatakan, pemipaan sering dianggap sebagai bagian kecil dari konstruksi, padahal itu adalah tulang punggung infrastruktur rumah. “Kesalahan kecil dalam perencanaan bisa berdampak besar di kemudian hari, seperti sanitasi buruk dan beban biaya perbaikan yang tinggi,” ujar Erik.

Lagi, menurut data Dinas Pekerjaan Umum Kota Yogyakarta, sekitar 40% rumah tinggal sederhana yang dibangun dalam lima tahun terakhir mengalami keluhan terkait sistem pemipaan dan sanitasi. Masalah paling umum adalah saluran air limbah yang tidak memenuhi standar, serta pipa air bersih yang tidak tahan terhadap tekanan atau perubahan cuaca. juga, terkait pengaruh pembungan limbah terhadap keberlangsungan lingkungan yang mana kedepannya setiap rumah akan menerapkan sistem amdal yang memadai.

Pemipaan Pada Rumah Tinggal di Jogja

Pemerintah daerah pun mulai mengambil langkah. Melalui program pelatihan tukang dan sosialisasi sanitasi, memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya sistem pemipaan yang sehat dan efisien. Kawasan padat seperti Kotagede dan Sleman, warga mulai menerapkan sistem grey water reuse dan penampungan air hujan sebagai alternatif ramah lingkungan. Pihak Swasta juga mulai gencar dalam melakukan penertiban saluran sanitasi ini. Doma selaku perusahaan konstruksi di Jogja mendukung penuh program pemerintah ini. “Kami mengikuti pelatihan dari gabungan dan pemerintah dalam upaya sanitasi dan pemipaan ini,” ujar Pomo.

Pentingnya konstruksi pemipaan bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga berkaitan langsung dengan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan kota. Di tengah semakin padatnya pemukiman, sistem pembuangan air yang baik menjadi benteng pertama mencegah pencemaran dan penyakit.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Burj Khalifa Buat Sholat dan Puasa Beda Waktu

Konstruksi Burj Khalifa

jogjakonstruksi.com – Konstruksi Burj Khalifa buat Sholat dan Puasa beda waktu. Burj Khalifa adalah gedung tertinggi di dunia untuk saat ini. Umat muslim saat ini sedang khusyuk menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1446 H. Menarik, di Burj Khalifah ada perbedaan waktu berbuka puasa dan sholat tiap harinya. Ketinggian gedung dan gerakan matahari yang membuat ada perbedaan waktu ini.

Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia yang menjulang hingga 828 meter di atas permukaan tanah, bukan hanya menjadi ikon arsitektur dan teknologi, tetapi juga membawa dampak unik dalam hal penentuan waktu ibadah bagi umat muslim. Salah satu fenomena menarik yang terjadi di gedung ini adalah perbedaan waktu sholat dan puasa antara lantai-lantai yang berbeda.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Dalam Islam, waktu sholat dan puasa sangat bergantung pada posisi matahari di langit. Di kota-kota biasa, seluruh wilayah dalam satu zona waktu umumnya mengikuti jadwal yang sama. Namun, di Burj Khalifa, perbedaan ketinggian yang sangat signifikan menyebabkan perbedaan waktu terbit dan terbenamnya matahari antara lantai-lantai bawah dan lantai-lantai atas.

Sumber: SMS Perkasa

Indonesia memiliki tiga zona waktu. Misal editor yang saat ini berada di Lombok akan memiliki perbedaan selisih waktu satu jam dengan kantor yang berada di DIY. Perbedaan zona waktu ini berbeda dengan yang digunakan umat muslim dalam menentukan waktu sholat dan lainnya. Pomo berkomentar bahwa Islam menggunakan pergerakan matahari untuk menentukan waktu sholat dan lainnya. “Sholat, imsak, dan lainnya kita gunakan matahari,” jelasnya. Ibnu menambahkan meskipun tidak jauh namun ada perbedaan waktu sholat meskipun sesama zona waktu. “Saya kuliah di Solo dan waktu di Jogja waktunya terpaut 2 sampai 3 menit,” jelas Ibnu.

Menurut fatwa dari Departemen Urusan Islam dan Kegiatan Amal Dubai (IACAD), perbedaan ketinggian di Burj Khalifa cukup besar sehingga mempengaruhi penentuan waktu ibadah. Oleh karena itu, para penghuni dan pengunjung gedung ini harus menyesuaikan waktu sholat dan berbuka puasa berdasarkan lantai tempat mereka berada.

IACAD menetapkan bahwa perbedaan waktu ibadah di Burj Khalifa dikelompokkan berdasarkan tiga zona utama. Masing-masing terpaut 3 hingga 2 menit dari ketinggian 0 hingga 285 lalu 556 hingga diatas 556. Ini akan membuat seseorang yang berpuasa di lantai tertinggi harus menunggu lebih lama untuk berbuka dibandingkan mereka yang berada di lantai bawah, karena matahari akan terlihat lebih lama di langit sebelum benar-benar terbenam dari perspektif mereka.

Buat Sholat dan Puasa Beda Waktu

Perbedaan ini terjadi karena ketinggian mempengaruhi garis pandang terhadap matahari. Semakin tinggi seseorang berada, semakin lama mereka dapat melihat matahari sebelum akhirnya tenggelam di cakrawala. Fenomena ini mirip dengan pengalaman seseorang yang berada di pantai dan melihat matahari terbenam, kemudian naik ke puncak gedung atau bukit yang lebih tinggi lalu mereka akan melihat matahari kembali muncul di cakrawala dalam beberapa detik atau menit sebelum akhirnya benar-benar menghilang.

Dalam konteks konstruksi Burj Khalifa, hal ini menjadi relevan karena perbedaan ketinggian yang sangat besar antara lantai bawah dan lantai atas. Jika teman-teman yang memiliki rumah dua lantai tenang, Hal itu tidak akan mempengaruhi waktu sholat lantai satu dan dua. Karena batasnya ada di 286 meter jelas Ibnu. “Yang rumahnya dua lantai tidak masalah ya haha, limitnya di 286 meter,” pungkasnya.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855