Teralis dan Sistem Keamanan Kos Memupuk Psikologi Aman Penghuni

Teralis Menyentuh Psikologi Penghuni Kos

jogjakonstruksi.com – Teralis dan sistem keamanan kos memupuk psikologi aman penghuni. Teralis besi kini menjadi pemandangan umum di hampir semua jendela kamar kos di daerah urban dan semi-urban. Bukan hanya elemen arsitektural, kini teralis telah berubah menjadi simbol perlindungan dan rasa aman. Perasaan aman, bagi ribuan penghuni kos yang mayoritas adalah mahasiswa dan pekerja muda perantauan di Yogyakarta.

Teralis tidak sekadar berfungsi sebagai penghalang fisik terhadap tindak kriminal, tetapi juga menciptakan persepsi rasa aman yang kuat bagi penghuni. Ibnu sebagai peneliti psikologi meruang mengatakan, penelitian dalam bidang psikologi lingkungan menunjukkan bahwa persepsi terhadap lingkungan yang aman dapat menurunkan tingkat stres, kecemasan, dan gangguan lainnya. Gangguan kompleks ini yang umum dialami penghuni kos terutama di daerah rawan kejahatan seperti kampus. “Dengan persepsi tingkat keamanan, dengan kondisi fisik seperti teralis, mampu membuat psikologi keamanan penghuni terpenuhi terutama di lingkungan yang notabene tidak aman,” jelas Ibnu. Teralis menjadi simbol proteksi yang secara tidak langsung memperkuat rasa kontrol atas ruang pribadi.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Bagi banyak penghuni kos, terutama perempuan dan pendatang baru, keamanan merupakan kebutuhan dasar yang bersifat psikologis. Data sebaran Litbang Kompas, menunjukan dengan sejumlah penghuni kos di wilayah Jogja, mengungkapkan bahwa kehadiran teralis, CCTV, dan sistem penguncian ganda membuat mereka lebih tenang saat beraktivitas maupun saat istirahat malam. Tanpa sistem keamanan yang memadai, mereka merasa cemas, waswas, dan terus-menerus dalam kewaspadaan tinggi yang dapat mengganggu kualitas hidup dan studi.

Sumber: Tribun Jogja

Pemilik kos mulai menyadari bahwa keamanan bukan sekadar nilai plus, melainkan keharusan dalam mengelola usaha kos-kosan. Selain memasang teralis, banyak yang kini menambahkan sistem keamanan digital, seperti kamera pengawas CCTV, alarm pintu, serta penjaga malam. Menurut Herat, jurnalis serta pemilik Kos di Bulaksumur, langkah ini meningkatkan kepercayaan orang tua mahasiswa yang mencari tempat tinggal aman bagi anaknya saat studi khususnya di UGM dan UNY. “Keamanan bukan cuma fisik, tapi juga soal ketenangan batin yang akan menjadi ketenangan saat tidak berada di kos juga,” ujar Herat.

Tantangan Keamanan Penghuni dan Psikologis yang Terwujud Pada Teralis Kos

Teralis dan sistem keamanan kos memupuk psikologi aman penghuni. Nanda arsitek psikologis dan peneliti psikologi ruang menekankan pentingnya pendekatan holistik terhadap keamanan kos dan penghuninya. Pengamanan fisik seperti teralis perlu diimbangi dengan upaya membangun komunitas yang suportif. Di sisi lain, penerangan jalan yang cukup serta sirkulasi pengguna yang efektif itu perlu. Lingkungan kos yang mendukung interaksi positif antar penghuni juga dapat memperkuat rasa aman kolektif. Ketika penghuni merasa saling mengenal dan saling menjaga, ancaman eksternal terasa lebih mudah dihadapi.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Paksa Kos dengan Jendela di Lorong Ancaman Nyata bagi Ventilasi dan Pencahayaan Alami

Ancaman Nyata bagi Ventilasi dan Pencahayaan Alami

jogjakonstruksi.com – Paksa kos dengan jendela di lorong ancaman nyata bagi ventilasi dan pencahayaan alami. Fenomena ramainya kos dengan jendela menghadap ke lorong tertutup menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan penghuni dan pemerhati desain dan arsitek lokal. Ketika kebutuhan akan tempat tinggal yang praktis dan ekonomis terus meningkat terutama di Jogja, desain ruang seringkali mengabaikan aspek vital seperti ventilasi dan pencahayaan alami. Membuat penghuni merasa fatigue dan tidak betah berlama-lama di kos, terutama jika untuk belajar.

Desain kos modern dewasa ini kerap memprioritaskan jumlah kamar daripada kualitas hunian. Hal ini memunculkan masalah serius pada aspek pencahayaan alami. Jogja, khususnya di kawasan padat mahasiswa dan pekerja urban, kamar kos yang berjajar rapat dengan jendela menghadap langsung ke lorong menjadi pemandangan umum. Lorong ini biasanya tertutup atau hanya memiliki sedikit akses ke cahaya matahari. Akibatnya, kamar tidak mendapatkan paparan sinar matahari secara langsung, yang berdampak pada kualitas pencahayaan alami. Penghuni pun bergantung sepenuhnya pada lampu listrik sepanjang hari. Hal ini menambah beban biaya listrik serta mengurangi kenyamanan visual karena cahaya buatan tidak mampu meniru spektrum penuh cahaya matahari.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Kurangnya cross ventilation, atau ventilasi silang menyebabkan sirkulasi udara dalam kamar menjadi buruk. Kondisi udara yang buruk meningkatkan risiko gangguan kesehatan dalam jangka panjang. Ventilasi silang memudahkan aliran udara dari dua sisi berlawanan dalam sebuah ruangan. hal ini sangat penting untuk menjaga kualitas udara masuk dan keluarnya. Sayangnya, kamar kos dengan jendela menghadap lorong tidak memiliki akses ke ventilasi silang yang baik. Jendela hanya berfungsi sebagai formalitas, tanpa benar-benar mengalirkan udara segar dari luar. Udara di dalam kamar menjadi lembap dan pengap, terutama pada musim hujan. Penghuni terpaksa menggunakan kipas angin atau AC secara menerus. Pengunaan ventilasi pembantu yang tidak hanya tidak efisien secara energi tetapi juga menimbulkan masalah kesehatan. Pengunaan alat bantu ventilasi dapat menyebabkan iritasi pernapasan, alergi, dan penurunan kualitas tidur.

Sumber: ajaib.co.id

Psikologi dan Pemakai Ruang yang Terancam

Kurangnya cahaya dan udara alami turut berdampak psikologis pada penghuni, dari stres hingga penurunan produktivitas. Kehidupan dalam ruang sempit dan tertutup tanpa pencahayaan serta ventilasi yang memadai dapat memberi dampak psikologis yang nyata. Ibnu peneliti psikologi meruang mengatakan, penelitian menunjukkan bahwa cahaya matahari memiliki peran penting dalam mengatur ritme sirkadian dan memproduksi hormon serotonin. Ketika penghuni kos jarang atau bahkan tidak pernah mendapat cahaya alami, mereka cenderung merasa lesu, bahkan mengalami gejala depresi ringan. “Jika pengguna ruang kurang mendapat cahaya, akan mempengaruhi kehidupan bahkan menyentuh angka depresi yang berlanjut pada kehidupan sehari-hari. Apalagi kos yang dekat dengan lingkungan belajar atau kampus,” jelas Ibnu. Lingkungan yang tertutup dan pengap juga menurunkan konsentrasi dan produktivitas, terutama bagi mahasiswa atau pekerja yang banyak melakukan aktivitas dari dalam kamar.

Paksa Kos dengan Jendela di Lorong Ancaman Nyata bagi Ventilasi dan Pencahayaan Alami. Pengawasan pemerintah dan peran kontraktor lokal seperti Doma, sangat dibutuhkan untuk menjamin kualitas hunian kos yang sehat dan layak. Sayangnya, belum ada regulasi ketat yang mengatur standar minimum ventilasi dan pencahayaan alami di kamar kos. Banyak kontraktor atau pemilik kos hanya fokus pada keuntungan jangka pendek, tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan kenyamanan penghuni. Pemerintah daerah, melalui dinas perumahan atau tata ruang, perlu menyusun dan menegakkan peraturan yang mewajibkan keberadaan jendela yang menghadap langsung ke ruang terbuka, bukan lorong sempit. Selain itu, perlu ada inspeksi rutin dan edukasi bagi pemilik kos untuk memastikan setiap ruang layak huni sesuai prinsip dasar arsitektur sehat.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Sejarah Arsitektur Beda Kota Madya dan Kota Kabupaten Jogja

Tonggak Sejarah Hingga Budaya Kota Madya dan Kota Kabupaten

jogjakonstruksi.com – Sejarah arsitektur beda kota madya dan kota kabupaten Jogja. Sejarah terbentuknya kota madya dan kota kabupaten tak lepas dari sejarah dan perkembangan Yogyakarta. Perkembangan geografis ini tak lepas dari frasa pribumi dan non pribumi. Tata kota dan bentuk kota dipengaruhi dari perencanaan kota tersebut yang akan menjadi pembeda di antara keduanya. Signifikan perbedaanya hingga saat ini menjadi studi yang terus dipercangkan antara urban dan rural.

Sejarah terbentuknya kota kabupaten, sebutlah kota kabupaten Sleman dan Bantul tak lepas dari penjajahan era Belanda. Kota kabupaten di DIY awalnya adalah kota yang dibentuk dari pribumi sendiri ataupun pribumi dari Kota Yogyakarta. Kota yang dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakat kala itu. Arsitektur kota pada kota kabupaten juga terkesan dibuat dengan mengikuti aliran sungai. Berbeda dengan kota madya yang developmentnya berbalik 180 derajat.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Kota Madya sendiri atau kita sering sebut dengan urban adalah kota yang dahulunya dibangun dan dikhususkan untuk warga Belanda dan pemerintahan Belanda. Maka bisa dilihat, dari bentuk tata kota dan letak jalannya yang ditata menggunakan sistem grid dan centre. Ibnu sebagai pengamat yang pernah meneliti perkembangan kota Yogyakarta berpendapat bahwa, Kota Yogyakarta dengan tata kota dan perencanaan kota berbentuk grid sehingga memudahkan pemetaan dan sirkulasi secara kompleks. “Yogyakarta, adalah kota yang ditata oleh pemerintahan Belanda dan insinyur Belanda, oleh karena itu tata kotanya rapi dan berbentuk grid berbeda dengan kota kabupaten,” jelas Ibnu.

Sumber: Radar Jogja

Kontras dengan apa yang terjadi di kota kabupaten. Kota kabupaten, tidak dirancang oleh insinyur Belanda dan notabene hanya diduduki oleh penduduk pribumi yang menata lahannya secara mandiri. Ibnu berkata, kota kabupaten memiliki beberapa ciri khas yakni, aliran air yang masih terbuka serta dukungan terhadap pertanian pada setiap sektor mikronya. “Kota kabupaten, memiliki bentuk yang tidak simetris atau berbentuk bebas, dengan adanya aliran air untuk irigasi persawahan, serta dukungan terhadap akses hewan ternak. Hal-hal ini yang membuatnya berbeda dari kota kota madya,” Jelas Ibnu.

Memaknai kota madya dan kabupaten tak lepas oleh pemerintahan kolonial. Dirujuk dari desain, banyak hal yang bisa dijadikan rujukan terkait metode apa saja yang menunjukkan perbedaan secara administratif dan geografis. Tapi jika dirujuk dari sejarah banyak hal baru yang membentuk perbedaan dikeduanya. Keilmuan yang terus berkembang membuat perbedaan kedua kota itu menjadi kebutuhan madani saat ini tidak hanya di Daerah Istimewa Yogyakarta tapi juga di seluruh Indonesia. Menjadikan perkembangan teori urban dan rural menjadi perbedaan yang menarik dan berbeda dari setiap perkembangan kota di dunia.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Rumah Nelayan Jogja Rencana Sejahterakan Warga Pesisir

Sejahterakan Warga Pesisir Konstruksi Rumah Nelayan

jogjakonstruksi.com – Konstruksi rumah nelayan Jogja rencana sejahterakan warga pesisir. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai membangun rumah bagi para nelayan di kawasan pesisir selatan. Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penyediaan hunian layak dan terjangkau. Pembangunan rumah nelayan dilakukan di beberapa titik strategis seperti di kawasan Pantai Samas dan Pantai Depok. Setiap unit rumah dirancang tahan terhadap cuaca ekstrem dan ramah lingkungan.

Pemerintah dengan upayanya mensejahterakan penduduk pesisir mulai melihatkan pergerakan yang masif. Upaya pembangunan rumah untuk nelayan di beberapa pantai di DIY sejak 2016 diwacanakan mulai dibangun. Pembangunan unit rumah subsidi ini diharapkan mampu membantu masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan dapat memiliki hunian laik huni.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Proyek ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat, mulai dari perencanaan hingga pengawasan konstruksi pembangunannya. Dana pembangunan berasal dari kolaborasi antara APBD DIY dan bantuan pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Total 150 unit rumah direncanakan rampung hingga akhir tahun 2025 di pantai Samas dan pantai Depok.

Sumber: ANTARA/HO-Dokumen DKP Kulon Progo

Dikutip dari laman resmi portal DIY, nelayan yang masuk dalam kategori penerima manfaat adalah mereka yang telah terdaftar secara resmi di koperasi nelayan daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemerintah berharap program ini dapat mendukung produktivitas dan keamanan keluarga nelayan di kawasan pesisir. Masyarakat menyambut baik program ini dan berharap keberlanjutannya untuk generasi mendatang. Herat jurnalis senior DIY mengatakan, program ini memang menjadi pionir di DIY dan dengan harapan mampu membantu masyarakat pesisir profesi nelayan memiliki hunian laik huni dari Pemerintah. “Program yang sudah dicanangkan sejak hampir satu dasawarasa, dan terealisasi tahun ini hingga rampung beberapa untuk membantu masyarakat profesi nelayan di pesisir,” jelas Herat.

Ramah Lingkungan Siasat Utama Rumah Nelayan

Konstruksi rumah nelayan Jogja rencana sejahterakan warga pesisir. Upaya pembangunan ini menuai banyak respon positif dari masyarakat pesisir dan juga dari kalangan praktisi konstruksi di DIY. Upaya menggunakan bahan ramah lingkungan dan ketahanan terhadap cuaca ekstrem pesisir menjadi daya tarik tersendiri. Menggunakan material ramah lingkungan juga menjadi tantangan tersendiri karena jika mengacu pada keilmuan arsitektur untuk pesisir maka metode vernakular bisa dipilih karena memanfaatkan material guna pakai yang diambil dari lingkungan sekitar pantai. Kita berharap semoga rencana pemerintah berkolaborasi bersama msayarakat ini, akan terus diselenggarakan dan bermanfaat bagi seluruh nelayan di Nusantara.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Tanah Tidak Rata Bagaimana Menata Konstruksi Rumah

Menata Rumah di Tanah Tidak Rata

jogjakonstruksi.com – Tanah tidak rata bagaimana menata konstruksi rumah. Pembangunan rumah di atas tanah yang tidak rata kini semakin marak dilakukan, terutama di daerah perbukitan dan dataran tinggi seperti Sleman. Meski penuh tantangan, teknik konstruksi modern mampu menjawab kebutuhan tersebut dengan solusi yang efisien dan aman. Tidak hanya unik, pembangunan pada lahan miring juga menciptakan desain unik dan estetik.

Meningkatnya kebutuhan lahan perumahan di kawasan dengan kontur tanah yang miring dan tidak rata, mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia. Sleman adalah salah satu contoh daerah yang mayoritas memiliki kontur tidak rata dan mengharuskan bangunan untuk dibangun dikondisi yang memiliki sudut kemiringan tertentu. Hal ini memunculkan tren pembangunan rumah di atas tanah tidak rata yang dulunya dianggap kurang ideal.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Pembangunan di lahan tidak rata menghadirkan tantangan seperti risiko longsor, kesulitan dalam pemasangan pondasi, dan biaya tambahan untuk penyesuaian struktur bangunan. Faktor-faktor ini perlu diperhitungkan secara matang oleh arsitek dan kontraktor. Erik selaku pelaksana Doma mengatakan, ada perbedaan signifikan dari rancangan struktur apda bangunan yang dibangun pada tanah yang miring. “Membangun hunian pada kondisi tanah miring membutuhkan struktur yang berbeda misalnya pondasinya harus menahan beban horizontal juga,” jelas Erik.

Sumber: Indosteger

Pomo selaku perencana Doma menambahkan, mengatasi kontur tanah yang miring digunakan berbagai teknik seperti, penggunaan pondasi bertingkat (split-level), hingga pemanfaatan tiang pancang. “Dengan kondisi tanah tertentu kita gunakan banyak metode seperti podasi tidan. Teknologi pemetaan dan simulasi digital turut membantu dalam merancang struktur bangunan yang aman dan efisien.

Menata Menjadi Unik dan Estetis dalam Miring

Rumah di lahan miring tidak hanya unik dari segi bentuk. Terlebih juga menawarkan pemandangan yang lebih luas dan privasi lebih tinggi. Konsep ini banyak diminati terutama untuk hunian pribadi dan vila. Beberapa warga di daerah atas Sleman, menyampaikan kepuasan mereka terhadap hasil konstruksi rumah yang dibangun di lahan tidak rata. Doma menyebutkan bahwa permintaan untuk proyek serupa terus meningkat dalam dua tahun terakhir.

Dengan perencanaan yang tepat dan dukungan teknologi, pembangunan rumah di tanah tidak rata bukan lagi hal yang mustahil. Diharapkan solusi ini bisa menjadi alternatif hunian yang aman, estetis, dan sesuai kebutuhan masa kini. Terutama di kawasan Sleman atas yang pembangunannya menggeliat beberapa waktu terakhir di DIY.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Pentingnya Aplikasi Sealant dalam Konstruksi Bangunan di Jogja

Pentingnya Aplikasi Sealant

jogjakonstruksi.com – Pentingnya aplikasi sealant dalam konstruksi bangunan di Jogja. Dalam dunia konstruksi, penggunaan sealant merupakan salah satu aspek krusial yang sering kali kurang mendapat perhatian. Padahal, sealant memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan bangunan terhadap berbagai faktor lingkungan seperti air, udara, debu, dan suhu ekstrem. Selain itu, sealant juga berfungsi untuk meningkatkan daya tahan struktur dengan mencegah retak dan kebocoran yang dapat memperpendek umur bangunan. Oleh karena itu, penting untuk memahami manfaat sealant, jenis-jenis yang tersedia, serta teknik aplikasinya agar hasil yang diperoleh benar-benar maksimal.

Sealant adalah bahan perekat elastis yang digunakan untuk mengisi celah, retakan, atau sambungan pada berbagai elemen bangunan. Fungsi utama sealant adalah memberikan perlindungan terhadap infiltrasi air, udara, debu, dan faktor eksternal lainnya yang dapat merusak struktur bangunan. Berbeda dengan bahan perekat biasa, sealant memiliki sifat fleksibel yang memungkinkannya menyesuaikan diri dengan pergerakan atau ekspansi material bangunan akibat perubahan suhu atau tekanan.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Salah satu fungsi utama sealant adalah untuk menutup celah-celah pada jendela, pintu, dinding, atap, dan sambungan. Ini bertujuan agar apapun yang terikat dengan beton agar tidak terjadi kebocoran air. Tanpa perlindungan yang memadai, air dapat merembes ke dalam bangunan dan menyebabkan kerusakan struktural maupun pertumbuhan jamur yang berbahaya bagi kesehatan. Erik menjelaskan bahwa jendela aluminium wajib menggunakan sealant pada instalasinya. Sealant dapat membantu kesatuan antara dinding dan kusen aluminium yang bersentuhan langsung. “Kusen alumunium dan daunnya wajib menggunakan sealant, untuk kuat dan kesatuannya,” jelasnya.

Sumber: Bondzil

Di sisi lain, sealant membantu mengurangi infiltrasi udara melalui celah-celah di dinding atau jendela, sehingga suhu dalam ruangan lebih stabil. Hal ini berkontribusi pada efisiensi energi karena sistem pendingin atau pemanas tidak perlu bekerja terlalu keras untuk menjaga kenyamanan dalam ruangan. Perubahan suhu dan kelembaban dapat menyebabkan ekspansi dan kontraksi material bangunan. Sealant yang elastis mampu menyesuaikan diri dengan pergerakan tersebut, sehingga mencegah retak yang dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada bangunan.

Jenis sealant tersedia dalam beberapa jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dalam konstruksi bangunan. Silikon, poliuterene, butana, akrilik, dan epoxy adalah jenis sealant yang sering diaplikasikan alam dunia konstruksi. Namun, Erik menambahkan untuk sealant yang paling mudah dijumpai dan kerap digunakan dalam proyek hunian adalah sealant silikon, karena aplikasi dan cara penggunaannya yang mudah. “Paling sering adalah silikon untuk bahan aluminium dan plafon PVC, mudah dipasang dan dikerjakan,” tambahnya.

Sealant dalam Konstruksi Bangunan di Jogja

Di Jogja, aplikasi sealant dalam konstruksi bangunan sangat penting untuk memastikan ketahanan, serta perlindungan terhadap faktor lingkungan yang dapat merusak struktur bangunan. Dengan memilih jenis sealant yang tepat dan menerapkan teknik aplikasi yang benar, bangunan akan memiliki umur yang lebih panjang dan biaya perawatan yang lebih rendah.

Dalam dunia konstruksi modern, penggunaan sealant bukan hanya sekadar pilihan, melainkan suatu keharusan. Penggunaan sealant kini untuk memastikan kualitas dan ketahanan bangunan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, para profesional konstruksi perlu memahami pentingnya sealant dan menerapkannya dengan baik pada setiap proyek pembangunan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Rangkul Pejalan Kaki Konstruksi Pedestrian Malioboro Jogja

Malioboro dan Romantisasi Pejalan Kaki di Jogja

jogjakonstruksi.com – Rangkul pejalan kaki konstruksi pedestrian Malioboro Jogja. Malioboro kini terlihat berbeda semenjak libur panjang datang membuat area pedestrian sisi timur bak tumpahan manusia. Area timur pernah diperluas guna mengakomodasi pedestrian di area Malioboro. Peresmian pedestrian ini dilakukan saat matahari telah menyingsing, dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X dan kepala dinas pekerjaan umum Yogyakarta pada kala itu. Tapi, apakah pedestrian di Jogja memang sudah sangat dibutuhkan.

Liburan panjang yang telah usai memang meninggalkan kenangan manis di Jogja. Pasalnya kota yang kaya akan kenangan ini menjadi saksi bisu ramainya musim mudik 2025 kemarin. Diperkirakan 3 juta kepala mengerumuni Daerah Istimewa Yogyakarta pada puncak musim liburan. Keramaian bisa dilihat pada sudut-sudut kota, terlebih jika kita melihat di sepanjang jalan Malioboro Jogja.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Malioboro memang terkenal akan jalan yang menghubungkan tugu dan keraton Jogja. Pada malam hari, ditetapkan sebagai jalan non-kendaraan bermotor. Larangan ini berlaku terutama dari pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. Tujuannya adalah untuk mendukung kawasan Malioboro sebagai jalur pedestrian dan juga untuk meningkatkan statusnya sebagai warisan dunia UNESCO.

Sumber: wisatahappy.com

Hal tersebut mendorong, untuk diperluasnya area kawasan pedestrian di sisi timur Malioboro. Proses pembangunan dilaksanakan dalam beberapa tahap. Dimulai pada tahun 2016 dan selesai pada satu tahun setelahnya. Pembangunan ini memang menjadi pilot project pada perkembangan Malioboro sebagai salah satu destinasi wisata pamungkas di Jogja. Herat sebagai jurnalis senior mengatakan, setelah jadinya perluasan kawasan pedestrian di sisi timur, membuat pengunjung lebih ramai dan kursi yang mendukung dibangun sepanjang pedestrian itu. “Setelah pembangunan (perluasan) pedestrian rampung, semakin banyak wisatwan yang datang sekedar berjalan dan duduk disepanjang jalan,” jelas Herat.

Pedestrian Harmoni Urban Jogja Malioboro Pilot Project

Pedestrian memang menjadi porsi wajib bagi kota urban di negara maju. Pasalnya, dorongan akan transportasi umum dan penguruangan mode mandiri menjadi alasan untuk pengembangan urban dan compact city. Ibnu tim Doma berpendapat, trasportasi umum harus diwadahi dengan pedestrian, keduanya saling membutuhkan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan kemacetan di Jogja yang makin hari makin menjadi. “Mode publik dan pedestrian itu vise versa, keduanya adalah wajib untuk mengurangi macet,”

Pedestrian kini diharapkan mampu diperluas tidak hanya dikawasan Malioboro saja. Namun, juga dibangun diberbagai lokasi trayek dan jalur bus trans jogja di Yogyakarta. Saat ini, pedestrian harus dibangun secara meluas dan masif untuk mendukung perkembangan urban dan compact city yang diharapkan menjadi bentuk dan konsep baru di Jogja.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Elevasi Bangunan dan Fungsinya

Elevasi Integral Nyaman Percantik Desain

jogjakonstruksi.com – Konstruksi elevasi bangunan dan fungsinya. Dalam dunia konstruksi, istilah elevasi dan mezanin semakin sering terdengar seiring meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya desain. Elevasi dalam desain arsitektur tidak hanya mengacu pada aspek estetis, tetapi juga fungsional. Desain elevasi bangunan merujuk pada ketinggian relatif berkala suatu struktur terhadap permukaan tanah. Elevasi ini dapat ditinjau secara langsung terhadap titik referensi atau titik awal tertentu. Namun, lebih dari sekadar angka dalam gambar kerja, elevasi memiliki peran vital dalam aspek keselamatan, kenyamanan, hingga efisiensi energi pada sebuah bangunan.

Elevasi split level atau mezanin mencerminkan banyak hal, mulai dari pengaliran air, mitigasi terhadap banjir, hingga pencahayaan alami dan sirkulasi udara. Di wilayah rawan banjir seperti beberapa daerah di Jogja atau Jakarta, bangunan dengan elevasi tinggi membantu mencegah kerusakan akibat genangan. Hal ini menjadi sangat krusial ketika curah hujan ekstrem makin sering terjadi akibat perubahan iklim. Arsitek dan insinyur kini mempertimbangkan elevasi dalam perencanaan awal, bukan sebagai pelengkap, tetapi bagian integral dan integrasi sistem perlindungan bangunan.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Tak hanya dari aspek keamanan, elevasi juga berpengaruh besar terhadap efisiensi energi. Bangunan yang didesain dengan elevasi yang tepat dapat memaksimalkan pencahayaan dan ventilasi alami, sehingga mengurangi ketergantungan pada lampu dan AC. Ini berarti konsumsi listrik pun bisa ditekan. Di kawasan perumahan modern, rumah-rumah dengan split-level mezanin atau elevasi bertingkat menjadi tren karena dinilai lebih adaptif terhadap kontur tanah sekaligus menambah nilai estetika. Erik sebagai pelaksana Doma berpendapat bahwa, rumah dengan split level atau elevasi akan membuat luas permukaan yang lebih luas dibanding dengan yang tanpa elevasi ditinjau dari volume ruang yang sama. “Dengan adanya mezanin atau split level, intinya rumah dengan elevasi akan membuat cahaya dan udara lebih mudah keluar dan masuk secara leluasa,” jelas Erik.

Sumber: Dekoruma123

Pentingnya elevasi juga terlihat dari sisi kenyamanan penghuni. Rumah dengan lantai utama yang lebih tinggi dari permukaan tanah cenderung lebih sejuk dan bebas serangga, debu, atau polusi. Elevasi membuat ruangan utama dan awalan rumah yakni teras akan timpang dari jalanan yang sejajar dengan lantai utama. Selain itu, elevasi yang dirancang dengan baik bisa menciptakan kesan megah, terutama jika dipadukan dengan akses tangga atau teras bertingkat. Desain seperti ini kerap menjadi desain unggulan dan kebanyakan masyarakat menyebutnya mezanin.

Peran Pemerintah Menjaga Elevasi dalam Desain

Pemerintah melalui Kementerian PUPR pun telah mengatur standar elevasi dalam sejumlah regulasi, terutama untuk pembangunan di kawasan rawan bencana. Ini menunjukkan bahwa fungsi elevasi bukan hanya menjadi perhatian para profesional teknik, tetapi juga menjadi bagian dari kebijakan tata ruang yang berkelanjutan. Elevasi yang sudah diatur bertujuan untuk meminimalisir aspek bencana alam dan force majeur pada hunian. Karena bencana yang terjadi akan mungkin memnuat bangunan mengalami kegagalan struktur jika menggunakan split level secara berlebihan.

Konstruksi elevasi bangunan dan fungsinya. Dengan segala manfaatnya, elevasi bangunan bukan lagi sekadar persoalan desain, melainkan solusi strategis. Solusi strategis dalam menghadapi tantangan iklim, efisiensi energi, serta kebutuhan akan hunian yang aman dan nyaman. Metode pembangunan berkelanjutan dan masa depan, elevasi adalah pondasi abu-abu, namun sangat menentukan kualitas hidup penghuninya dimasa mendatang dan selanjutnya.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Desain dan Budaya Rantai Air Pada Rumah di Jepang

Rantai Air Kusari-doi Desain dan Budaya

jogjakonstruksi.com – Desain dan budaya rantai air pada desain rumah di Jepang. Negeri Sakura menyimpan desain yang amat menarik, aliran jatuhnya air hujan bukan hanya soal fungsionalitas, tetapi juga bagian dari estetika dan budaya. Salah satu inovasi yang menonjol adalah penggunaan kusari-doi atau rantai air. Rantai air ini selalu ada di depan rumah penduduk jepang, yang menggantikan talang konvensional pada atap rumah. Rantai ini bukan hanya mengalirkan air hujan dengan lembut dan stagnan, tetapi juga menciptakan suara yang unik dan menenangkan tanpa percikan.

Kusari-doi, yang secara makna langkung berarti rantai air, telah digunakan penduduk Jepang sejak zaman Edo. Rantai ini biasanya terbuat dari logam seperti tembaga atau baja tahan karat, ditumpuk, dan disusun dalam bentuk rantai panjang. Rantai itu kemudian dibentuk agar menjadi rangkaian mirip rantai atau ada bentuk lain seperti, serangkaian mangkuk kecil yang saling bertaut. Fungsinya adalah untuk mengarahkan air hujan dari atap ke bawah dengan cara yang terkontrol, indah, dan anggun.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Berbeda dengan talang biasa yang menyalurkan air secara langsung ke pipa vertikal, kusari-doi memungkinkan air mengalir melalui rantai dengan gerakan spiral atau menetes tenang. Air diharapkan turun dari satu mangkuk ke mangkuk berikutnya dengan aliran khusus yang memaknai zen. Aliran ini menciptakan efek visual yang indah dan suara gemericik halus yang menenangkan, menyerupai suara aliran sungai kecil.

Desain dan Budaya Rantai Air Pada Desain Rumah di Jepang. Banyak rumah tradisional Jepang, kuil, dan bahkan bangunan modern kini mengadopsi sistem ini. Sistem ini menjadi baku di beberapa prefektur yang ada di Jepang. Ibnu yang kala itu menjadi mahasiswa saat berkunjung ke prefektur Shizuoka berkata, tak hanya rumah tradisonal, namun rumah modern juga menanamkan unsur tradisional Jepang pada beberapa aksen rumahnya. Rantai air kusari-doi adalah salah satunya yang banyak dia temui di prefektur ini. “Elemen dan unsur tradisional sangat kental menempel pada desain rumah di Jepang, salah satunya adalah kusari-doi.” jelas Ibnu.

Ikatan Budaya dan Desain dalam bentuk Kusari-doi

Kusari-doi tak hanya karena keindahannya, tetapi juga karena prinsip Zen yang dijunjung dalam arsitektur Jepang. Desain arsitektur yang menjunjung tinggi nilai kesederhanaan, ketenangan, dan harmoni dengan alam. Selain nilai estetika, kusari-doi juga praktis. Karena terbuka, pemilik rumah dapat lebih mudah memantau aliran air dan membersihkannya dari kotoran atau dedaunan. Pada musim hujan, keberadaan rantai air ini bahkan menjadi elemen dekoratif yang hidup, menghidupkan suasana rumah dengan ritme air yang alami.

Sumber: alibaba.com

Desain dan Budaya Rantai Air Pada Desain Rumah di Jepang. Dari kusari-doi kita dapat menarik pembelajaran mengenai kritik arsitektur Nusantara. Jika bisa diimplementasikan di Indonesia, hal-hal sederhana ini bisa menjadi nilai arsitektur yang indah. Ibnu berkata pengikatan budaya dalam desain arsitektur Indonesia kini mulai pudar, dan digantikan dengan desain barat dan minimalistik. “Desain kita (Indonesia) sedikit sekali mengangkat budaya lokal, kita masih banyak adopsi luar negeri,” imbuh Ibnu.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Teruskan Konstruksi Tahap Tujuh Al Amna Bangun Dak Lantai Tiga

Pembangunan Tahap Tujuh Al Amna

jogjakonstruksi.com – Teruskan konstruksi tahap tujuh Al Amna bangun dak lantai tiga. Pada Sabtu, 19 April lalu ba’da maghrib, dilakukan pengajian rutin di Masjid Al-Amna Bausasran bersama Ustad Eki Firdaus sebagai penceramah. Pengajian rutin kali ini bersamaan dengan penandatangan MoU konstruksi lanjutan tahap tujuh pembangunan kompleks Islamic Center Al-Amna. Dana pembangunan kompleks ini seutuhnya dalah sumbangan umat di sekitaran Al-Amna Bausasran dan Umat Muslim di Yogyakarta. Adapun, pembangunan ini adalah pekerjaan lantai dua dengan penutup dak lantai tiga disusul dengan pekerjaan arsitektural lainnya.

Pengajian Sabtu malam selalu rutin dilakukan di masjid Al Amna Bausasran. Sabtu, 19 April lalu dengan penceramah ustadz Eki Firdaus, Masjid Al Amna ramai dikunjungi oleh jamaahnya. Penceramah mengenai bulan syawal dan kegiatan pasca Ramadhan masih hangat disampaikan Ustadz Eki saat Sabtu lalu. Tak hanya itu tapi pengajian Sabtu lalu juga disertai dengan acara penandatanganan MoU untuk pekerjaan lanjutan Islamic Center Al Amna yang akan melanjutkan progres pembangunan tahap tujuhnya.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penandatanganan MoU pekerjaan Al Amna tahap tujuh dilaksanakan setelah selesai pengajian dan diakhiri oleh ceramah ustadz Eki. Surat kontrak konstruksi atau MoU ditandatangani dan disaksikan oleh perwakilan takmir Masjid Al Amna yaitu Pak Sigit. Tak luput juga ada perwakilan dari Jogja Konstruksi selaku partner adalah Pomo dan Erik. Penandatangan ini disaksikan oleh jamaah masjid Al Amna, yang dilanjutkan dengan sholat Isya berjamaah.

Sumber: Doma Living House

Dengan total rencana anggaran biaya sebesar Rp 427 juta, dana ini terkumpul secara kolektif dari donatur dan jamaah masjid Al Amna. Ustadz Eki secara pribadi menyumbang masjid Al Amna dalam bentuk emas yang enggan disebutkan nominal totalnya. Pomo selaku kontraktor dan sekaligus jamaah masjid Al Amna mengatakan dana ini dikumpulkan semenjak akhir 2024 dan puncaknya pada bulan Ramadhan kemarin. “Dana yang diusulkan sudah semenjak akhir 2024 dan berjalan terus penggalangannya sampai Ramadhan kemarin,” jelas Pomo”.

Al Amna Pembangunan Bertahap Dorongan Amal Jariyah

Teruskan Konstruksi Tahap Tujuh Al Amna Bangun Dak Lantai Tiga. Pembangunan Masjid Al Amna, akan dilaksanakan pada bulan April ini. Adapun pekerjaan yang akan dikerjakan adalah beberapa pekerjaan struktural dan beberapa pekerjaan arsitektural. Erik selaku pelaksana Doma menjelaskan bahwa pekerjaan yang utama akan dilakukan pada tahap tujuh ini adalah pekerjaan dag menerus seluas lantai dua yang akan menjadi dag lantai tiga. “Kita akan cor, dag dilantai tiga, dengan beberapa pekerjaan yang minor yang akan kita selesaikan juga di lantai satu,” jelas Erik.

Pekerjaan pembangunan Al Amna ini pertama kali dikerjakan pada tahun 2022 dan sampai saat ini sudah memasuki tahap pembangunan ketujuh. Awalnya Al Amna adalah masjid kampung dengan luasan yang terbilang cukup kecil. Namun, dengan inisiasi jamaah, niat mulia meluaskan Al Amna akhirnya bisa terwujud secara bertahap. Masjid Al Amna membutuhkan total dana sebesar Rp 5,6 Milliar, yang sudah mencapai tahap ke tujuh saat ini. Sampai dengan tahap ke tujuh ini pembangunan sudah menelan hampir Rp 2 Milliar. Pembangunan itu antara lain, gedung barat, gedung timur, kantin dan sebagian masjid.

Kita sebagai umat muslim dan warga jogja mendukung dan terus optimis Al Amna akan bisa rampung secepatnya. Bersama, sekaligus partner pembangunan Masjid Al Amna, tim Jogja Konstruksi mendoakan agar pekerjaan Al Amna lancar dan kompleks Islamic Center ini menjadi ladang amal jariyah bagi takmir dan juga kita selaku partner pekerjaan pembangunan. Aamiin.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855