Kenapa Titik Nol Dijadikan Pusat Wisata Jogja?

Titik Nol Dijadikan Pusat Wisata Jogja?

jogjakonstruksi.com – Kenapa Titik Nol Dijadikan Pusat Wisata Jogja? Titik Nol merupakan penamaan wilayah di bagian simpang empat dekat dengan Kraton Yogyakarta. Titik Nol memiliki sejarah yang sangat melekat dengan Keraton Yogyakarta dan landscape Jogja. Kini, titik nol menjadi destinasi wajib bagi wisatawan lokal hingga mancanegara saat mengunjungi Yogyakarta. Perawatan secara berkala mengenai fasilitas di seputaran titik nol  juga kerap dilakukan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Titik nol saat ini masih belum sepenuhnya diketahui oleh wisatawan yang mengunjungi Jogja. Wisatawan masih banyak yang beranggapan bahwa titik nol adalah Keraton Jogja, Alun-alun, ataupun Tugu Jogja. Hal ini tidak mengherankan karena memang tidak ada nama resmi mengenai titik nol Jogja.

Penamaan titik nol saat ini adalah buntut panjang dari sejarah yang ada di Yogyakarta. Nama ini diambil karena saat itu pada tahun 1970 hingga 1980 ada air mancur pada lokasi ini. Adapula yang menyebutkan bahwa titik nol merupakan garis imejiner garis vertikal utara-selatan, pertemuan antara keraton Yogyakarta, Gunung Merapi, dan Laut Selatan. 

Menurut beberapa warga titik nol adalah pertemuan dari Jalan Khiayi Ahmad Dahlan di Barat, Jalan Malioboro di Utara, Jalan Panembahan Senopati disisi Timur, dan Jalan pengurakan di sisi Selatan. Herat sebagai jurnalis senior pada era 90 an menerangkan “Memang perempatan itu (titik nol) pertemuan jalan besar dan ramai sedari dulu.” Jelas Herat.

Wisatawan lokal maupun mancanegara memadati titik nol hampir dua puluh empat jam. Alasan yang memprakarsai adalah karena aksesnya yang dekat dengan beberapa objek wisata. Titik nol berada di Utara Kraton Yogyakarta, Selatan Jalan Malioboro, Timur Taman Pintar, serta diapit oleh dua gedung Belanda yakni gedung BNI dan Kantor Pos. 

Perawatan secara berkala juga dilakukan oleh pemerintah. Kuatnya daya tarik titik nol Jogja menyebabkan pemerintah kota dan daerah fokus berbenah untuk perawatan daerah ini. Selain menjadi tempat berkumpul titik nol juga menjadi lahan basah untuk pedagang kaki lima di Jogja. “Selain meningkatkan devisa daerah, titik nol juga menjadi devisa masyarakat sekitar.” Tambah Herat saat kami wawancarai.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Ubah Pekarangan Rumah Jadi Sumber Pangan Keluarga Jogja Konstruksi

Ubah Pekarangan Rumah Jadi Sumber Pangan Keluarga

Ubah Pekarangan Rumah Jadi Sumber Pangan Keluarga Di tengah urbanisasi yang semakin pesat, terlebih lagi tantangan global mengenai ketahanan pangan. Penting bagi setiap keluarga mencari alternatif dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Salah satu cara yang mulai banyak diterapkan adalah dengan mengubah pekarangan rumah menjadi sumber pangan keluarga. Selain mendukung ketahanan pangan, ini juga menjadi langkah bijak dalam pemanfaatan ruang secara efisien.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Pekarangan merupakan sebidang tanah dengan batas-batas tertentu yang terdapat di sekitar tempat tinggal. Sebidang tanah ini bisa dimanfaatkan untuk diubah menjadi sumber pangan keluarga dengan menanam tanaman tahunan maupun tanaman pangan semusim. Namun, saat ini masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan pekarangan dengan optimal, karena seringkali dianggap sebagai area kosong dan terbatas tanpa adanya manfaat. Padahal hanya dengan perencanaan dan kreativitas setiap keluarga bisa berkontribusi untuk mengubah pekarangan sebagai sumber pangan yang bisa memberikan hasil nyata.

Namun perlu diingat, fakta di lapangan menunjukkan jika mengubah pekarangan menjadi sumber pangan tidak semudah itu. Perlu perencanaan matang karena penataan bentuk dan pola pekarangan itu berbeda-beda. Luas tanah, ketinggian tempat dari permukaan laut (elevasi), dan keadaan iklim perlu diperhatikan. “Jika dalam dunia konstruksi, desain dan arsitektural menjadi faktor penentu agar pekarangan bisa terealisasikan. Tim Doma bisa membantu mewujudkan area kosong di sekitar rumah menjadi pekarangan yang fungsional.” jelas Ibnu.

Tanaman pangan seperti sayuran, buah-buahan, atau rempah-rempah bisa tumbuh subur di pekarangan rumah apabila mendapatkan perawatan yang baik. Perlu diingat bahwa pancaran sinar matahari itu penting dan pastikan bisa masuk ke halaman rumah. Lalu, ketersediaan air dan juga pupuk perlu diperhatikan agar tanaman pangan bisa tumbuh subur. Para ahli menekankan bahwa setiap keluarga diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki termasuk pekarangan dalam menyediakan pangan bagi keluarga.

Untuk itu, mengubah pekarangan rumah menjadi sumber pangan tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sehari-hari, tetapi juga menciptakan rumah yang lebih efisien dan mandiri. Tanpa perlu lahan luas, setiap keluarga bisa merasakan kepuasaan dan kebahagiaan dengan hasil panen yang dilakukan.

Penulis : Sanditha Setya Wisaksanti

Editor : Ibnu Candra Hakim

Jogja Konstruksi, Mengenal Teknik Split Level

Mengenal Teknik Split Level

Jogja Konstruksi mengenal teknik split level. Konsep split level semakin populer dalam konstruksi di Yogyakarta, terutama untuk rumah dan bangunan di lahan terbatas atau berkontur. Split level adalah teknik desain yang membagi bangunan menjadi beberapa tingkat. Membagi yang tidak sejajar secara langsung, melainkan dengan perbedaan ketinggian lantai antar ruang. Teknik ini banyak digunakan untuk menciptakan ruang yang lebih dinamis dan efisien. Desain yang cocok digunakan terutama di daerah berbukit seperti di kawasan Kaliurang atau Imogiri.

Selain memberikan kesan lebih luas pada rumah, desain split level juga memungkinkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang lebih baik. Dengan berkembangnya tren arsitektur modern dan kebutuhan akan ruang yang fungsional, split level menjadi solusi inovatif bagi masyarakat Jogja. Desain yang memungkinkan memanfaatkan lahan secara optimal tanpa kehilangan estetika. Namun pada pembangunan pada hunian yang memliki split level rumah memiliki beberpa lantai yang pembagi. Pada lansia desain ini kurang ramah karena memiliki bebrapa anak tangga yang membagi level.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Tim Doma menjelaskan, konsep pembangunan split level menjadi topik utama diskusi di kantor. Tim membahas tantangan teknis dalam konstruksi model ini, terutama dalam hal perencanaan struktur pondasi dan kestabilan bangunan. Salah satu poin penting adalah bagaimana menyesuaikan desain dengan kontur tanah agar bangunan tetap kuat dan efisien tanpa memerlukan banyak pekerjaan pemotongan atau pengurukan lahan.

Selain itu, mereka juga mendiskusikan efisiensi biaya dan material yang diperlukan. Karena split level memiliki perbedaan ketinggian antar ruang, pemilihan material struktur seperti beton bertulang dan dinding penahan tanah menjadi perhatian utama. Sistem drainase juga dibahas untuk mencegah masalah kelembaban atau rembesan air di bagian bawah bangunan.

Di sisi desain, diperlukan arsitek untuk memastikan bahwa rumah split level tetap memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang optimal. Dengan diskusi ini, diharapkan proyek pembangunan split level dapat berjalan lancar, menggabungkan estetika, fungsionalitas, dan kekuatan konstruksi yang maksimal.

Meskipun desain split level memiliki banyak keunggulan, ada beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum menerapkannya. Primernya adalah akses yang kurang ramah untuk lansia dan difabel. Hal ini, karena memiliki banyak perbedaan ketinggian ruangan, desain ini bisa menjadi kurang nyaman bagi lansia, penyandang disabilitas, atau anak kecil yang kesulitan menaiki tangga.

Sekundernya adalah biaya konstruksi lebih mahal. Dibandingkan dengan desain rumah satu atau dua lantai, split level memerlukan pondasi yang lebih kompleks. Tidak hanya itu, sering kali butuh dinding penahan tanah, yang dapat meningkatkan biaya pembangunan. Terakhir, sulit untuk merenovasi atau mengubah Tata Ruang. Hal ini dikarena struktur split level dirancang dengan perbedaan ketinggian antar ruang, menambah atau mengubah tata letak bangunan bisa menjadi lebih sulit dibandingkan rumah dengan lantai yang sejajar.

Meskipun memiliki beberapa kekurangan, rumah split level tetap menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin memanfaatkan lahan berkontur secara maksimal dengan desain yang unik dan fungsional.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja Konstruksi, Seperti apa Septic Tank yang Benar?

Seperti apa Septic Tank yang Benar?

Jogja Konstruksi, Seperti apa Septic Tank yang Benar? Dalam dunia konstruksi, septic tank merupakan sistem pengolahan limbah yang berfungsi untuk menampung dan menguraikan kotoran dari toilet. Ini dilakukan sebelum disalurkan ke resapan atau saluran pembuangan. Tim Doma menekankan pentingnya desain septic tank yang tepat agar tidak mencemari lingkungan dan air tanah. Mengingat banyaknya daerah dengan kontur tanah berpori di Jogja dan sekitarnya yang dapat terdampak.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Septic tank yang baik harus memiliki dua atau tiga ruang utama. Ruang penampungan awal untuk mengendapkan limbah padat, ruang kedua untuk proses penguraian oleh bakteri anaerob, dan ruang terakhir untuk menyalurkan air limbah yang telah terurai ke bidang resapan. Tim doma menyarankan material yang kedap air, seperti beton bertulang atau fiberglass, untuk mencegah kebocoran yang dapat mencemari lingkungan. Lokasi pemasangan harus memperhitungkan jarak aman dari sumber air bersih, minimal 10 meter dari sumur agar kualitas air tanah tetap terjaga. Erik menjelaskan “Harus sesuai dengan desain dan prosedur yang ada.”

Septik tank yang tidak menggunakan beton memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan, terutama dalam hal daya tahan dan keamanan. Material seperti plastik atau fiberglass cenderung lebih rentan terhadap tekanan tanah dan perubahan lingkungan, sehingga memiliki risiko kebocoran yang lebih tinggi dibandingkan beton. Kebocoran ini dapat mencemari tanah dan sumber air di sekitarnya, yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Septik tank non-beton juga memiliki kapasitas beban yang lebih terbatas. Membuatnya kurang cocok untuk area dengan lalu lintas berat atau tanah yang kurang stabil. Meskipun lebih ringan dan mudah dipasang, masa pakainya lebih pendek. Sehingga memerlukan penggantian atau perbaikan lebih sering, yang pada akhirnya bisa meningkatkan biaya dalam jangka panjang. Oleh karena itu, untuk penggunaan yang lebih tahan lama dan aman, septik tank berbahan beton tetap menjadi pilihan yang lebih disarankan.

Dengan perencanaan yang tepat, septic tank dapat berfungsi secara optimal dalam mengolah limbah rumah tangga tanpa merusak lingkungan, serta memenuhi standar kesehatan dan sanitasi di Jogja.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Penerapan Open Space di Jogja

Penerapan Open Space di Jogja

Penerapan open space di Jogja. Open space di Jogja merupakan area terbuka yang dirancang untuk berbagai fungsi. Mulai dari ruang hijau, taman kota, hingga area publik yang dapat digunakan untuk aktivitas sosial, budaya, dan rekreasi. Kontraktor dan tenaga ahli seperti Tim Doma dalam bidang tata ruang dan konstruksi memainkan peran penting meliputi dalam perencanaan dan pembangunan open space ini agar tetap selaras dengan konsep keberlanjutan dan estetika kota.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Di Jogja, ruang terbuka seperti Alun-Alun Kidul, Taman Sari, dan kawasan pedestrian Malioboro menjadi contoh nyata bagaimana desain yang baik mampu menciptakan ruang publik yang nyaman. Tidak hanya nyaman tapi juga fungsional, dan ramah lingkungan. Para ahli juga mempertimbangkan faktor seperti sirkulasi udara, vegetasi, serta aksesibilitas. Desain yang aman bagi semua kalangan agar open space dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Perkembangan open space di Yogyakarta sangat dipengaruhi oleh arsitektur dan budaya lokal yang khas. Sebagai kota dengan warisan budaya yang kuat, Yogyakarta mempertahankan ruang-ruang terbuka. Ruang terbuka seperti Alun-Alun Utara dan Selatan, yang sejak zaman Kesultanan berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya.

Seiring waktu, konsep open space terus berkembang dengan mengadopsi elemen arsitektur modern tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional. Misalnya, taman-taman kota seperti Taman Pintar dan Titik Nol Kilometer dirancang dengan mempertimbangkan aspek estetika, keberlanjutan, serta fungsi sosial. Budaya masyarakat yang masih kental dengan konsep kebersamaan juga memengaruhi bagaimana open space digunakan.

Di sisi lain, tantangan utama yang dibahas dalam diskusi adalah alih fungsi lahan dan urbanisasi yang semakin pesat. Hal ini dapat mengancam keberadaan open space. Oleh karenanya, beberapa pakar mengusulkan kebijakan yang lebih ketat dalam perencanaan kota. Regulasi yang melindungi ruang hijau serta penerapan konsep smart city yang ramah lingkungan. Selain itu, Tim Doma Ibnu menambahkan “Partisipasi masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan ruang terbuka juga menjadi perhatian penting.” Keberlanjutan open space sangat bergantung pada kesadaran dan keterlibatan warga. Dengan adanya diskusi yang terus berkembang, diharapkan open space di Yogyakarta dapat tetap menjadi ruang yang inklusif, fungsional, dan berkontribusi pada kualitas hidup masyarakat.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Baru, Paving dari Bahan Plastik Jogja Konstruksi

Hal Baru Paving dari Bahan Plastik

Baru, Paving dari Bahan Plastik Jogja Konstruksi. Tim Doma mau ajak kalian diskusi mengenai teknologi baru mengenai bahan plastik yang diubah menjadi paving. Diskusi tentang paving dari plastik merupakan topik yang menarik karena berkaitan dengan solusi inovatif untuk masalah lingkungan, terutama limbah plastik. Paving dari plastik dibuat dengan mencampur limbah plastik (seperti botol, dan kemasan plastik) dengan bahan tambahan seperti pasir atau agregat. Plastik digunakan sebagai pengikat, menggantikan sebagian atau seluruh bahan tradisional seperti semen dalam paving biasa.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Para ahli dari berbagai bidang telah memberikan pandangan mereka tentang penggunaan paving dari bahan plastik sebagai solusi inovatif dalam mengurangi limbah plastik sekaligus menciptakan material konstruksi yang fungsional. Mengingat kondisi darurat sampah plastik di Yogyakarta mencerminkan masalah yang semakin mendesak, tidak hanya bagi kota ini tetapi juga bagi banyak wilayah lain di Indonesia. Kota Yogyakarta, sebagai destinasi wisata utama dengan populasi yang terus berkembang, menghasilkan limbah plastik dalam jumlah besar setiap harinya. Ditambah masalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang penuh di Yogyakarta, terutama di TPA Piyungan, menjadi isu mendesak yang memerlukan solusi segera.

Kolaborasi dengan sektor swasta seperti perusahaan swasta seperti Doma Living House dan akademisi sangat diperlukan. Untuk mengembangan dan kemajuan teknologi pengolahan sampah sangat bisa membantu mengurangi penumpukan TPA di Piyungan. Membuat teknologi baru dari bahan plastik juga dapat menjadi keuntungan ganda, dalam sektor konstruksi seperti paving berbahan plastik. Dikutip dari medium Dr. Vasudevan dikenal sebagai pelopor teknologi menggunakan plastik bekas untuk infrastruktur jalanbeliau sangat mendukung teknologi baru ini. Beliau percaya bahwa plastik dapat menjadi pengikat yang kuat saat dicampur dengan bahan lain seperti aspal atau agregat.

Tantangan dari teknologi baru juga pasti ada. Tidak semua jenis plastik cocok untuk digunakan dalam paving, seperti plastik berbahaya atau yang mudah meleleh pada suhu rendah. Selain itu juga kekurangan pada suhu panas atau thermal. Plastik bisa meleleh atau kehilangan bentuk jika terpapar suhu tinggi, terutama di area dengan panas ekstrem seperti di Yogyakarta. Regulasi juga belum sepenuhnya ada belum banyak standar baku untuk produksi paving dari plastik, sehingga kualitas produk dapat bervariasi. Lagi, ada resistensi dari beberapa pihak yang meragukan daya tahan atau keamanan produk ini.

Universitas, komkal, dan kontraktor seperti Doma Living House mulai bereksperimen dengan paving plastik untuk proyek seperti trotoar atau area parkir. Ibnu menambahkan “Pengurangan limbah dan teknologi terbarukan akan selalu menjadi prioritas di Doma.”

Kapan Digunakan Jendela Besar? Jogja Konstruksi

Kapan Digunakan Jendela Besar?

Kapan digunakan jendela besar? Jogja Konstruksi. Dalam dunia konstruksi Tim Doma sering menerqapkan penggunaan jendela besar. Jendela model ini sering diterapkan untuk meningkatkan pencahayaan alami, sirkulasi udara, serta memperluas pandangan ke luar ruangan. Kontraktor dan tenaga ahli menyarankan jendela besar pada area yang membutuhkan cahaya alami lebih banyak, seperti ruang tamu, ruang keluarga, atau area kerja, agar ruangan terasa lebih terang dan nyaman.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Jendela besar juga cocok digunakan pada rumah dengan konsep minimalis, modern, atau tropis. Terutama di lokasi dengan pemandangan alam yang menarik, seperti daerah perbukitan atau pantai. Selain itu, pemasangan jendela besar dapat menghemat energi dengan mengurangi kebutuhan pencahayaan buatan di siang hari. Namun, para ahli menekankan pentingnya mempertimbangkan orientasi bangunan agar tidak menyebabkan ruangan terlalu panas akibat paparan sinar matahari berlebih. Oleh karena itu, penggunaan kaca low-E, kaca reflektif, atau tambahan tirai dan kanopi sering direkomendasikan untuk mengoptimalkan kenyamanan ruangan.

Tim Doma sendiri mengibaratkan jedela sebagai kebutuhan vital sebuah rumah. Rycko tim doma mejelaskan “Jendela besar punya banyak keuntungan, salah satunya udara alami dan pencahayaan alami.” Keuntungan lainnya adalah adanya solusi pasti untuk penghematan energi dengan solusi desain. “Jendela besar memungkinkan untuk menghemat penggunaan AC ataupun lampu di siang hari.” jelas Rycko.

Meskipun jendela besar memiliki banyak manfaat, kontraktor dan tenaga ahli juga menyoroti beberapa dampak negatif yang perlu dipertimbangkan sebelum menggunakannya. Salah satu kekurangan utama adalah kelebihan panas akibat paparan sinar matahari langsung, terutama jika jendela besar dipasang menghadap ke arah barat atau timur. Hal ini dapat membuat ruangan terasa lebih panas dan meningkatkan konsumsi energi untuk pendingin udara.

Terakhir, biaya pemasangan dan perawatan jendela besar cenderung lebih tinggi dibandingkan jendela standar. Selain harga kaca yang lebih mahal, pembersihan jendela besar juga memerlukan perawatan ekstra, terutama jika di area tinggi atau sulit dijangkau. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, pemilik rumah perlu memastikan bahwa desain dan material jendela besar sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekitarnya.

Keuntungan dan kekurangan penggunaan jendela besar adalah memilih mana yang paling dominan. Dengan desain yang tepat, jendela besar tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga meningkatkan kualitas udara dan pencahayaan. Juga dalam rumah, menciptakan hunian yang lebih sehat dan efisien secara energi.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Jogja Konstruksi, Wallfoam 3D Kapan digunakan?

Wallfoam 3D kapan digunakan?

Jogja Konstruksi, Wallfoam 3D Kapan digunakan? Dalam industri konstruksi di Indonesia, termasuk di Jogja, wallfoam 3D atau mungkin wallpaper dinding yang sering teman-teman dengar, semakin populer sebagai alternatif pelapis dinding yang praktis dan estetis. Wallfoam adalah material dekoratif berbahan busa PVC atau PE dengan berbagai motif, seperti tekstur bata, kayu, atau pola 3D. Material ini sering digunakan untuk meningkatkan tampilan interior tanpa perlu renovasi besar.

Tim Doma berpendapat, wallfoam sangat cocok digunakan di rumah-rumah modern yang mengutamakan kepraktisan dan estetika. Meskipun tidak sekuat material pelapis dinding konvensional seperti plester, aci, atau cat tembok, wallfoam menjadi solusi yang cepat dan terjangkau untuk mempercantik ruangan. Namun, pemakaiannya lebih direkomendasikan untuk area indoor dengan suhu stabil, karena paparan panas berlebih bisa menyebabkan perekatnya melemah.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Wallfoam 3D di mata kontrsaktor Jogja memiliki beragam pendapat. Kontraktor dan tenaga ahli konstruksi merekomendasikan wallfoam untuk hunian modern, kafe, kantor, hingga ruang komersial. Ini karena memberikan tampilan menarik dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan material konvensional. Selain itu, wallfoam memiliki keunggulan seperti tahan air, mudah dibersihkan, serta mampu meredam suara. Menjadikannya solusi yang cocok untuk lingkungan perkotaan di Jogja. Namun, Ibnu menambahkan “Pemasangan wallfoam sebaiknya di area indoor dengan suhu stabil agar daya rekatnya optimal untuk jangka panjang.”

Menjawab Wallfoam 3D Kapan digunakan?

Dengan berbagai keunggulannya, wallfoam semakin diminati dalam industri konstruksi Indonesia sebagai alternatif dekorasi dinding yang ekonomis dan mudah diaplikasikan. Erik sebagai koordinator pelaksana Doma menyampaikan “Memang praktis, tahan air dan sebagainya, namun tetap masih jarang yang pakai.” Tim Doma yang lain, Ibnu menambahakan “Mungkin belum terdistribusi luas informasinya, namun masyarakat saat ini masih lebih suka yang konvensional.”

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Roster Bisa Dibersihkan Gimana Caranya? Jogja Konstruksi

Roster Bisa Dibersihkan Gimana Caranya?

Roster bisa dibersihkan gimana caranya? Jogja Konstruksi. Tim Doma menjelaskan roster atau ventilasi dinding berlubang, sering digunakan dalam konstruksi untuk meningkatkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Namun, karena bentuknya yang berongga, debu dan kotoran mudah menumpuk pada roster. Kontraktor dan tenaga ahli merekomendasikan pembersihan rutin agar roster tetap berfungsi optimal dan tidak mengganggu estetika bangunan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Langkah pertama dalam membersihkan roster adalah menggunakan kuas atau sikat berbulu lembut untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel di sela-sela lubang. Jika terdapat noda atau kerak yang sulit dibersihkan, dapat menggunakan campuran air dan sabun, lalu disikat dengan spons atau sikat kecil. Roster berbahan beton atau semen, sebaiknya menggunakan lap basah atau semprotan air bertekanan rendah agar tidak merusak permukaannya. Tim Doma, Titis menambahkan “Membersihkan roster harus berkala agar sirkulasi udara juga lancar.” Erik menambahkan. “Dibersihkan dengan kuas dan lap saja secara berkala atau jika sulit dijangkau bisa pakai alat dengan gagang.”

Para ahli juga menyarankan agar roster dibersihkan secara berkala. Minimal sebulan sekali, terutama di area yang berdebu atau sering terkena polusi. Dengan perawatan yang tepat, roster tidak hanya tetap bersih, tetapi juga berfungsi maksimal dalam mendukung ventilasi udara di dalam bangunan.

Meskipun roster sering digunakan dalam konstruksi untuk meningkatkan ventilasi dan pencahayaan alami. Namun, kontraktor dan tenaga ahli mengungkapkan beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum menggunakan roster sebagai dinding.

Roster Bisa Dibersihkan Gimana Caranya? Jogja Konstruksi. Dari segi struktural, dinding yang seluruhnya menggunakan roster memiliki kekuatan yang lebih rendah dibandingkan dinding bata atau beton biasa. Ini dapat berisiko dalam kondisi cuaca ekstrem, seperti angin kencang atau gempa, terutama jika pemasangan dan perancangannya tidak dilakukan dengan baik. Selain itu, penggunaan roster sebagai dinding juga dapat menyebabkan masalah kebocoran saat hujan, terutama jika tidak dilengkapi dengan perlindungan tambahan seperti kanopi atau penghalang air.

Roster Bisa dibersihkan Gimana Caranya? Jogja Konstruksi

Terakhir, meskipun roster dapat membantu sirkulasi udara, di daerah berdebu atau berpolusi tinggi, lubang-lubang roster justru dapat menjadi jalur masuknya debu dan kotoran, sehingga memerlukan pembersihan yang lebih sering agar tetap terlihat rapi dan tidak mengganggu kenyamanan penghuni. Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar penggunaan roster untuk dinding dipertimbangkan dengan baik dari sisi fungsi, estetika, maupun keamanan bangunan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Tips Pasang Kanopi Jogja Konstruksi

Tips Pasang Kanopi

Tips pasang kanopi Jogja Konstruksi. Memasang kanopi merupakan langkah penting dalam meningkatkan estetika dan fungsionalitas bangunan. Kanopi tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari panas matahari dan hujan, tetapi juga memberikan nilai tambah dalam desain arsitektur. Agar pemasangan kanopi berjalan dengan baik, hasilnya kuat, dan tahan lama, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan oleh kontraktor dan tenaga ahli di bidang konstruksi.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Jenis kanopi sangat beragam, dan pemilihannya harus disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik bangunan. Beberapa jenis kanopi yang umum digunakan meliputi baja ringan, galvalum, polikarbonat, kaca, dan membrane. Kanopi baja ringan banyak digunakan karena tahan lama, ringan, dan mudah dipasang. Sementara itu, kanopi kaca atau polikarbonat cocok untuk menciptakan kesan modern dengan pencahayaan alami yang baik. Memilih jenis kanopi yang sesuai akan memastikan fungsi dan estetika tetap seimbang.

Sebelum proses pemasangan, pengukuran area yang akan dipasangi kanopi harus dilakukan dengan teliti. Hal ini penting untuk menentukan jumlah material yang dibutuhkan, seperti rangka, atap, serta baut dan mur. Kesalahan dalam perhitungan material dapat menyebabkan pemborosan atau bahkan kekurangan bahan saat proses pemasangan yang berakibat pada keterlambatan pekerjaan.

Pemasangan kanopi memerlukan keterampilan khusus agar hasilnya presisi dan kokoh. Oleh karena itu, disarankan menggunakan tenaga ahli yang berpengalaman dalam pemasangan kanopi. Profesional yang sudah terbiasa menangani proyek konstruksi akan memastikan pemasangan berjalan lancar dan sesuai standar keamanan.

Pasang Kanopi dengan Jogja Konstruksi

Sudut kemiringan atap kanopi harus diperhitungkan dengan baik agar air hujan dapat mengalir dengan lancar dan tidak menggenang. Biasanya, sudut kemiringan minimal 10-15 derajat sudah cukup untuk memastikan air mengalir ke saluran pembuangan tanpa hambatan. Pengaturan sudut yang tepat akan mencegah kebocoran dan permasalahan lain akibat genangan air.

Baut dan fitting yang digunakan dalam pemasangan kanopi harus memiliki kualitas yang baik agar tidak mudah berkarat dan tetap kuat dalam jangka waktu lama. Pilihlah baut stainless steel atau bahan lain yang tahan terhadap korosi. Penggunaan baut berkualitas rendah bisa menyebabkan struktur kanopi cepat longgar atau bahkan rusak akibat perubahan cuaca ekstrem.

Dengan mengikuti tips di atas, pemasangan kanopi akan lebih optimal, tahan lama, dan memberikan nilai tambah bagi bangunan. Pemilihan material yang tepat, tenaga kerja profesional, serta perhatian terhadap detail pemasangan akan memastikan hasil yang memuaskan. Bagi Tim Doma, memastikan setiap tahap dilakukan dengan baik akan meningkatkan kualitas dan daya saing dalam industri konstruksi.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855