jogjakonstruksi.com – Rumah dengan pintu berhadapan benarkah jadi pantangan di Jogja. Posisi pintu utama yang berhadapan langsung dengan pintu belakang dipercaya dapat membuat rezeki cepat keluar dari rumah. Kepercayaan ini muncul dari pandangan tradisional tentang aliran energi di dalam rumah.
Namun, tidak ada bukti ilmiah bahwa posisi kedua pintu tersebut menentukan rezeki atau kesialan penghuni. Meski begitu, penataan pintu tetap perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kenyamanan dan sirkulasi ruang.
Mitos Pintu Berhadapan dalam Kepercayaan Tradisional Jawa
Dalam kepercayaan tradisional, pintu utama dianggap sebagai jalur masuk energi ke dalam rumah. Pintu belakang kemudian dipandang sebagai salah satu jalur keluarnya energi. Ketika kedua pintu berada dalam satu garis lurus, energi dari pintu masuk dipercaya bergerak terlalu cepat dan langsung meninggalkan rumah melalui pintu belakang. Pandangan ini muncul karena anggapan bahwa rezeki penghuni juga ikut keluar melalui pintu belakang.
Kepercayaan itu banyak dibahas dalam tata ruang tradisional dan dan juga feng shui. Pintu utama yang berhadapan langsung dengan pintu belakang dipercaya membuat energi positif keluar dari rumah tanpa sempat menyebar ke ruangan lain. Oleh karena itu, sebagian orang memilih memberi jarak atau sekat di antara kedua pintu. Pandangan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan budaya, bukan aturan yang terbukti secara ilmiah.
Posisi Pintu Tetap Perlu Dipertimbangkan
Tidak ada penelitian yang membuktikan posisi pintu dapat membuat rezeki hilang. Dari sisi rumah, pintu yang saling berhadapan dapat membentuk jalur ruang yang terlalu lurus dan memengaruhi pembagian area. Pemilik rumah dapat menggunakan partisi, rak, kabinet, atau sekat ringan di antara pintu utama dan pintu belakang agar ruang terasa lebih nyaman. Penataan seperti ini juga dapat diterapkan pada rumah di Jogja yang perlu memperhatikan kondisi iklim tropis.
Sekat di antara kedua pintu membuat pandangan tidak langsung menembus ke area belakang sekaligus menciptakan ruang transisi. Penataan ini juga membantu menjaga privasi tanpa menghilangkan fungsi bukaan rumah. Di Jogja, sirkulasi udara perlu diperhatikan karena berada di wilayah tropis, sehingga posisi pintu dan jendela sebaiknya tetap memungkinkan udara mengalir dengan baik. Saat membangun rumah baru, pemilik sebaiknya mempertimbangkan fungsi ruang, pencahayaan, sirkulasi udara, dan kebutuhan keluarga sejak tahap pembuatan denah.
Rancang Rumah dengan Tata Ruang yang Tepat
Mitos tentang pintu tetap menjadi bagian dari budaya dalam menata rumah. Pemilik rumah dapat menjadikannya sebagai pertimbangan tambahan, bukan sebagai penentu rezeki atau nasib penghuni. Dalam rencvana membangun rumah kita di Jogja, pemilik sebaiknya menggunakan tenaga profesional agar tata ruang dan konstruksi sesuai dengan kebutuhan laik bangunan. Posisi pintu utama dan pintu belakang dapat dibahas sejak tahap pembuatan denah.
Penempatan partisi, ruang tamu, serta jalur udara perlu disesuaikan dengan luas lahan dan kegiatan penghuni. Juga, kondisi iklim tropis di Jogja juga membuat pencahayaan dan sirkulasi udara perlu diperhatikan sejak awal pembangunan. Tenaga profesional seperti Doma, dapat membantu menyesuaikan tata ruang dengan kondisi lahan dan kebutuhan penghuni. Mitos dan budaya boleh menjadi bahan pertimbangan, tetapi wujud ilmiah seperti keamanan, kenyamanan, privasi, dan fungsi bangunan tetap menjadi dasar utama dalam pembangunan.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Haqqina Jasmine Rahmatika
Editor : Yulia Nurwita Ningrum




