jogjakonstruksi.com – Pentingnya penerapan K3 pada proyek konstruksi Kita lihat di Rejowinangun Jogja. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 gedung sekolah di Rejowinangun, Kotagede, setelah ada insiden material cor yang mengenai area teras dan halaman warga juga empat sepeda motor.
K3 tidak hanya untuk pekerja di dalamnya, tetapi juga mencakup keselamatan masyarakat, serta fasilitas di sekitar lokasi konstruksi.
Apa yang Terjadi dan K3 sebagai Tolak Ukur Kerja Sesuai dengan Aturan
Insiden yang terjadi pada kemarin Selasa (15/09/2026), menunjukan bagaimana cor dari pekerjaan pembangunan diduga keluar sampai mengenai rumah warga dan juga empat motor yang terparkir. Pekerjaan pengecoran yang pada saat itu menggunakan mesin pompa. Sementara, kondisi lokasi sangat berdekatan dengan permukiman membuat risiko pekerjaan tidak hanya berada di dalam batas area konstruksi. Pemberitaan yang kita dapat, mengenai kejadian tersebut akhirnya melahirkan pertanyaan bagaimana penerapan K3 dan juga sistem keamanan proyek yang seharusnya diterapkan.
K3 Tidak Hanya Melindungi Pekerja
Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 dalam proyek konstruksi pada dasarnya merupakan sistem pengendalian risiko yang harus diterapkan sejak tahap perencanaan hingga serah terima. K3 tidak semata-mata berarti pekerja menggunakan helm, rompi, sepatu keselamatan, atau perlengkapanĀ lainnya. Perlengkapan tersebut memanglah penting, tapi K3 juga mencakup rangkaian tindakan yang jauh lebih luas. Mulai dari identifikasi bahaya, analisa risiko, pengamanan area kerja, pemeriksaan peralatan, bagaimana metode pelaksanaan, pengawasan pekerjaan, hingga perlindungan terhadap pihak lain yang berada di sekitar proyek.
Nah, tragedi serupa seperti yang terjadi diĀ Rejowinangun. Bagaimana batas proyek berdekatan dengan rumah warga, maupun fasilitas umum. Maka, pengelola proyek perlu memperhitungkan masyarakat sekitar sebagai bagian dari pihak yang berpotensi terdampak. Material konstruksi tidak boleh dibiarkan memiliki jalur jatuh, atau berpindah keluar dari area kerja tanpa pengamanan yang memadai.
Bagaimana K3 Sebenarnya Diterapkan
Dari kejadian di Rejowinangun ini, K3 harus lebih dipandang sebagai tanggung jawab bersama antara owner, kontraktor, pelaksana, pekerja, dan pihak terkait lainnya. Setiap pihak memiliki peran untuk memastikan metode kerja sesuai dengan risiko yang akan muncul di lapangan. Pengendalian risiko juga harus disesuaikan dengan kondisi lapangan real, bukan hanya berdasarkan gambar rencana atau asumsi ketika proyek berjalan.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika




