jogjakonstruksi.com – Omah UGM pesona bangunan tradisional Jawa di Jogja. Bangunan Omah UGM jadi contoh bagaimana arsitektur tradisional Jawa di Jogja dirawat dan di lestarikan. Bangunan di Kotagede yang berusia hampir 200 tahun ini, pernah mengalami kerusakan akibat gempa pada tahun 2026. Universitas Gadjah Mada UGM membeli bangunan ini sebagai bagian dari program revitalisasi kawasan di Kotagede. Kini, Omah UGM dimanfaatkan sebagai pusat pelestarian budaya dan pembelajaran arsitektur serta mitigasi bencana yang ada di Jogja.
Pertahankan Karakter dan Arsitektur Tradisional Jawa
Omah UGM masih mempertahankan karakter rumah tradisional Jawa melaui tata ruang seperti pendopo, dalem, dan pringgitan. Pendopo berfungsi sebagai tempat menerima tamu dan mengadakan pertemuan. Dalem menjadi bangunan utama yang menampung ruang-ruang inti rumah. Sementara, pringgitan menghubungan pendopo dengan dalem. Susunan ruang tersebut mencerminkan karakter arsitektur rumah tradisional Jawa.
Katakter arsitektur bangunan terlihat dari bentuk. Ornamen, dan material tradisionalnya. Salah satu cirinya adalah dinding dalam berbahan kayu, bukan tembok. Detail tersebut menggambarkan karakter rumah tradisional di kawasan Kotagede. Keberadaan bangunan ini membantu masyarakat mengenal warisan aristektur Jawa. Nilai tersebut juga menjadi bagian dari identitas kawasan bersejarah.
Revitalisasi Bangunan Jaga Wajah Asli Bangunan Tradisional Jawa di Jogja
Pemulihan Omah UGM dilakukan untuk mendukung pelestarian bangunan bersejarah sekaligus menyediakan ruang pembelajaran arsitektur dan mitigasi bencana di Jogja. Sejumlah bangunan tua di Kotagede, termasuk Omah UGM, mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 5,9 SR pada tahun 2006 lalu. Proses revitalisasi dan pemilihan ini didukung oleh berbagai pihak agar bangunan tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan kembali. Omah UGM kini digunakan oleh Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM untuk kegiatan akademik dan wujud representasi penjagaan wajah desain tradisional Jawa.
Arsitektur rumah Jawa dapat diterapkan sebagai pertimbangan dalam perencanaan pembangunan bangunan modern di Jogja. Omah UGM jadi salah satu contoh pesona bangunan tradisional Jawa di Jogja yang tetap berfungsi dengan baik hingga kini. Bahkan, bangunan ini mendapat perhatian lebih dari masyarakat luas hingga akademisi dalam upaya pelestarian arsitektur tradisional. Pelestarian bangunan bersejarah menunjukkan bahwa regulasi dan arsitektur tradisional tidak akan terpisah dengan karakteristik modern dan minimalis. Malah, menerapkannya akan menjadi citra kota yang tidak akan pernah hilang ditelan jaman.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Yulia Nurwita Ningrum
Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika



