jogjakonstruksi.com – Material dinding reusable dorong konstruksi berkelanjutan. Industri konstruksi dunia kini hadapi tekanan besar untuk menekan emisi karbon dan mengurangi limbah konstruksi.
Di tengah upaya tersebut, inovasi material dinding reusable atau dinding yang dapat dibongkar dan digunakan lagi muncul sebagai solusi menjanjikan. Penelitian di Austria, mateial ini mampu mengurangi emisi karbon melalui tiga siklus penggunaan bangunan, juga reduce limbah konstruksi yang selama ini jadi masalah.
Inovasi Material Reusable jadi Solusi Limbah Konstruksi Modern
Material reusable ini berangkat dari permasalahan klasik dalam dunia konstruksi. Selama beberapa dekade, bangunan yang punya material berkualitas banyak dibongkar dan menghasilkan tumpukan limbah besar. Bata dan elemen dinding yang sebenarnya masih layak pakai umumnya hancur saat proses pembongkaran karena menggunakan perekat permanen seperti mortar dan semen.
Akibatnya, material tersebut tidak dapat dimanfaatkan kembali dan berakhir sebagai limbah konstruksi. Peneliti dari Graz University of Technology Austria bersama produsen bata Austria mengembangkan sistem dinding prefabrikasi. Dinding prefabrikasi dengan sambungan reversible yang membuat dinding dibongkar tanpa merusak struktur utamanya.
Hasil Uji Buktikan Dinding Reusable Penuhi Standar Konstruksi
Melalui ini, umur pakai material tidak lagi bergantung pada umur bangunan. Ketika sebuah gedung mencapai akhir masa, dinding dapat dilepas, dipindahkan, dan dipasang kembali pada proyek lain tanpa kehilangan strukturnya. Pendekatan ini sejalan dengan konsep circular construction atau konstruksi sirkular yang banyak diterapkan di berbagai negara maju untuk kurangi konsumsi siklus hidup material bangunan.
Hasil ujinya menunjukkan bahwa sistem dinding reusable tetap memenuhi standar kekuatan dan kestabilan. Para peneliti bahkan berhasil membangun struktur demonstrasi skala penuh, lalu di bongkar, dan merakit kembali di lokasi berbeda dengan hasil yang tetap optimal. Temuan ini membuktikan bahwa konsep reuse dalam material bangunan tidak hanya memungkinkan secara teori, tetapi juga dapat diterapkan dalam proyek konstruksi nyata.
Penggunaan Material Ramah Lingkungan ini Dukung Green Building Jogja
Produksi bata konvensional membutuhkan energi tinggi karena melibatkan pembakaran pada suhu sangat tinggi. Dengan menggunakan kembali material , kebutuhan produksi bata baru dapat ditekan. Peneliti memperkirakan bahwa penggunaan sistem dinding reusable mampu mengurangi emisi karbon sekitar 60 persen dibandingkan metode konstruksi bata konvensional selama tiga siklus penggunaan bangunan.
Jogja, termasuk memiliki tingkat pembangunan yang pesat. Dengan temuan ini penggunaan material kembali menjadi salah satu opsi green building di Jogja. Pemerintah dan profesional diharapkan mampu bekerja sama dan juga menerapkannya di Indonesia, khususnya Jogja.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika




