Kenapa Gedung Tinggi Roboh Saat Gempa Myanmar

Gedung Tinggi Roboh Saat Gempa Myanmar

Bangkok, jogjakonstruksi.com – Kenapa gedung tinggi roboh saat gempa Myanmar. Sebuah gempa bumi kuat yang mengguncang Myanmar pada Rabu malam waktu setempat. Gempa ini tidak hanya menimbulkan kerusakan di negara asalnya, tetapi juga berdampak hingga ke Bangkok, Thailand. Salah satu bangunan tua di distrik Din Daeng, Bangkok, dilaporkan roboh akibat guncangan tersebut, memicu pertanyaan besar soal ketahanan struktur bangunan di wilayah rawan gempa. Indonesia yang notabene lekat dengan gempa, harus mempertimbangkan bangunan tahan gempa. Bangunan roboh saat gempa harusnya dapat diminimalisir dengan perhitungan struktur yang tempat.

Badan Meteorologi dan Geofisika di Bangkok, Thailand mencatat gempa yang terjadi di Myanmar memiliki kekuatan 6,8 skala richter, dengan pusat gempa berada di dekat kota Taunggyi, wilayah timur Myanmar. Meskipun pusat gempa berada ratusan kilometer dari Bangkok, getarannya cukup kuat untuk mengguncang beberapa gedung bertingkat di ibu kota Thailand yaitu Bangkok. Akibatnya ada beberapa bangunan yang rusak dan parahnya ada yang roboh. Gedung bertingkat yang roboh sampai disorot publik berada di Bangkok.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Menurut otoritas dari Bangkok dan satuan konstruksi Thailand, bangunan yang roboh tersebut dibangun sudah tua. Bangunan itu dibangun pada pada awal 1980-an dan belum pernah menjalani renovasi struktural besar. Bangunan itu juga diketahui belum sepenuhnya mengikuti standar tahan gempa yang mulai diberlakukan pada dekade terakhir ini. Ahli struktur Supachai dikutip dari CBC mengatakan bangunan ini dibangun pada tahun 1980 an yang mana tingkat kesadaran akan perhitungan struktur dan mitigasi gempa untuk bangunan masih sangat minin literasinya. “Bangunan ini dibangun pada masa ketika kesadaran akan risiko gempa masih rendah di Thailand. Strukturnya tidak dirancang untuk menahan beban lateral dari guncangan seismik,” ujar Insinyur Supachai dari Chulalongkorn University.

Reuters/Athit Perawongmetha

Tim investigasi sementara menyebutkan bahwa lemahnya fondasi dan minimnya elemen struktural penguat menjadi faktor utama runtuhnya gedung. Material seperti beton bertulang yang digunakan tidak memenuhi standar kekuatan saat ini, dan ada indikasi keretakan lama yang tidak pernah diperbaiki. Ibnu dari tim Doma berpendapat sama mengenai ini, Salah satu pertimbangan penentuan umur teknis suatu bangunan, adalah dari periode ulang gempa pada suatu wilayah. “Mungkin, wilayah ini sudah lama tidak diguncang gempa sehingga collapse seketika” jelas Ibnu.

Indonesia yang terletak di ring of fire yang mana gempa akan kerap terjadi dirasa harus mampu mempersiapkan bangunan tahan gempa. Bangunan tahan gempa yang dimaksud adalah bangunan yang mampu memberikan ketahanan waktu ataupun ketahanan struktur pada struktur bangunan tersebut. Kegagalan struktur akibat gempa sangat membahayakan bagi pengguna bangunan. Gempa sampai saat ini adalah salah satu bencana alam yang belum dapat diprediksi kapan terjadinya. Perhitungan struktur yang matang dan perawatan berkala bangunan dirasa sangat penting bagi bangunan yang berada pada wilayah rawan gempa.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855