Intip Desain dan Konstruksi Perpustakaan Dunia dari Jogja

Intip Desain dan Konstruksi Perpustakaan Dunia

jogjakonstruksi.com – Intip desain dan konstruksi perpustakaan dunia dari Jogja. Gedung perpustakaan adalah bangunan yang dikhususkan untuk mengumpulkan, mengelola, dan menyediakan informasi dalam berbagai format yang tersusun dan terindex. Di luar Indonesia bangunan perpustakaan ternyata berbeda dan unik dari segi kacamata masyarakat Indonesia. Bangunan perpustakaan dengan desain nyaman dan fungsional akan membuat pengunjung sekaligus pustakawan menjadi betah berlama-lama di dalamnya. Dalam banyak bentuk, perpustakaan di berbagai negara memiliki beberapa perbedaan dan desain yang menarik dalam kekhasannya.

Gedung perpustakaan identik dengan bangunan besar dengan berbagai rak menjulang tinggi, berisi buku dan kesan lampau. Hal tersebut tidaklah salah, mengingat perpustakaan di Indonesia khususnya di Jogja memang sudah dibangun sejak jaman Belanda. Perpustakaan UGM misalnya, perpustakaan ini dibangun pada 1951 dan masih dalam wilayah Keraton, sampai saat ini bangunan tersebut masih terlihat kokoh dan menjadi landmark di wilayah Keraton Yogyakarta.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Selain menjadi sebuah bangunan kompleks, perpustakaan juga menjadi bangunan inklusif di sebagian waktu. Dewasa ini, perpustakaan mulai ramai kembali karena minat baca generasi muda dan pelajar aktif atau biasa kita sebut gen-z kembali tinggi. Hal ini kontras dengan beberapa waktu lalu, yang dinilai perpustakaan menjadi sepi karena minat baca kalangan muda dan pelajar yang dinilai rendah karena digitalisasi. Di luar negeri hal tersebut ternyata sangat berbeda, dimana perpustakaan sangat modern dan berubah desainnya seiring waktu dan ubahan fungsional.

Sumber: disdikbud.acehtengahkab.go.id

Desain yang nyaman dan unik membuat berbagai perpustakaan di mancanegara ini sangat menarik untuk diintip. Perpustakaan Trinity di Irlandia, masuk dalam perpustakaan tertua di dunia Trinity Library menawarkan desain yang tak akan dijumpai di Indonesia. Desain dengan kolom menjulang tinggi hingga atap berbahan kayu, menambah kesan nyaman dan sunyi untuk pustakwan. Lagi, desain kayu sangat cocok untuk negara lima musim karena akan menjadi hangat di musim dingin vise versa. Ditambah, dengan jendela besar yang dominan membuat resapan cahaya pada siang hari menjadi maksimal dan siklus efisiensi energi pun terbentuk.

Perpustakaan Clementinum, Praha, Ceko. Perpustakaan yang dirasa paling sempurna sisi arsitekturnya ini memiliki desain yang sangat luar biasa. Dengan panel lantai kayu di seluruh bangunan, dan kolom kayu menjulang tinggi membuat perpustakaan tertua di Ceko ini menjadi sangat eksklusif bagi pembaca dan pengunjung. Lagi dengan atap tinggi dan jendela besar, desain yang menghasilkan udara alami saat summer dan cahaya alami saat winter. Desain yang mewadahi berbagai musim adalah desain sempurna dari Clementium, Praha. Arsitektur yang memudahkan pengunjung dan pembaca yang memuat persentase besaran ruang menjadi lebih besar ruang publik dari pada volume rak buku.

Adaptasi Desain Modern Pada Perpustakaan

Tak kalah menarik, perpustakaan Seikei di Tokyo yang mana desain dan arsitekturnya sangat modern. Berbeda dari perpustakaan-perpustakaan sebelumnya, perpustakaan Seikei malah mengacu pada arsitektur modern dan minimalis. Ibnu yang pernah berkunjung ke Seikei Library mengatakan, desain perpustakaan ini sangat modern, buku yang dicari sangat mudah dijumpai. Kurangnya adalah, buku Jepang masih mendominasi dan kurangnya bahasa Internasional. “Sangat modern dan menarik ada kapsul bagi mahasiswa sangat unik, sayang terkendala bahasa jelasnya,”. Ruang publik yang dapat diakses semua sangat kontras dengan ruang private seperti kapsul-kapsul yang disediakan untuk mahasiswa dapat berkumpul dan belajar yang diharapkan tidak mendapat distraksi dari luar.

Desain yang beragam ini tentunya sangat terikat dalam variabel fungsi dan keadaan regional. Dimana jika di Eropa seperti Trinity dan Clementium menggunakan elemen kayu sebagai bahan utama, karena kondisi klimatologi perbedaan negara lima musim. Hal itu yang menyebabkan bangunan di Indonesia jarang menggunakan kayu karena tingkat kelembaban yang tinggi. Sedangkan di lain sisi, Seikei memiliki desain yang sangat modern karena Jepang yang lebih flaksibel dalam desain arsitekturnya dan tingkat kemajuan teknologinya yang pesat.

Perbedaan bangunan perpustakaan dunia ini tidak hanya dilihat dari fasadnya. Namun, juga dari fungsi, kekuatan, dan estetikanya yang membuatnya menjadi memiliki kekhasan masing-masing. Perpustakaan yang fungsi dan kapabilitasnya bisa dikatakan serupa di seluruh dunia, ternyata memiliki perbedaan singnifikan dalam nilai fungsi dan bentuk bangunan. Semoga pembaca semua dapat memiliki kesempatan untuk mencicipi kandang buku menarik lainnya di seluruh dunia.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855