jogjakonstruksi.com – ArsitekTour Jogja wisata liburan konstruksi dan arsitekturnya. Kota Jogja merupakan destinasi wisata dan liburan paling menarik dan dikunjungi dewasa ini. Sebut saja Titik Nol Kilometer Yogyakarta, pasti selalu ramai dikunjungi ribuan wisatawan saat akhir pekan tiba. Pada akhir tahun atau musim liburan, Jogja tercatat pernah dikunjungi jutaan wisatawan lokal maupun mancanegara. Lagi, aktivitas vakansi baru, yakni menilik sekaligus menikmati bangunan bersejarah yang ada di Jogja dan sekitaran pusat kota yang Kita kenal dengan nama ArsitekTour.
Kenali Apa itu ArsitekTour di Jogja
Wisatawan kini tak hanya tertarik dengan budaya dan makanan lokal yang disuguhkan Kota Gudeg ini. Kegiatan dengan melihat kota sebagai ruang hidup dan implementasinya dalam bentuk konstruksi adalah definisi ArsitekTour. Bangunan, rumah tinggal, sampai public space tak lagi hanya menjadi background foto, kini variabel itu menjadi cerita dan perjalanan wisata yang ada di Jogja.
Semua orang yang melakukan ArsitekTour akan mengalami pengamatan bangunan secara sederhana. Mengamati detail bangunan, merasakan nuansa ruang, atmosfer ruang, dan memahami bagaimana fungsi ruang bekerja pada aktivitas sehari-hari. Riko menjelaskan, bagaimana pengalamannya saat melihat gedung BNI46 dan Museum Budaya, yang memiliki detail bentuk dan fasad yang berbeda menarik perhatiannya dan keluarganya. “BNI punya jendela tinggi dan tiang yang banyak, Museum Budaya ada unsur Jawanya,” jelas Riko.
Jogja dan ArsitekTour Konstruksi Bangunan yang Bisa Dikunjungi
Kota Jogja merupakan salah satu kota di Indonesia yang banyak meninggalkan bangunan Belanda dan masih eksis hingga kini. Hal ini terjadi karena Pemerintah Hindia Belanda dulu menjadikan Jogja sebagai salah satu kota kompeni yang berdiri beriringan dengan Keraton Yogyakarta. Bangunan yang sampai saat ini masih berdiri tegak dengan arsitektur Belanda yang kuat, bisa dilihat di kawasan Titik Nol Jogja. Bangunan Bank Negara Indonesia, Kantor Pos Jogja, Benteng Vredeburg, Pasar Beringharjo, dan masih banyak lagi. Bukan sekadar influence dari Belanda, di Jogja banyak juga bangunan menerapkan arsitektur Jawa yang bisa dilihat. Tidak jauh dari titik nol, ada Kompleks Keraton Jogja, kemudian ke selatan Kita bisa lihat Kompleks Kotagede.
Tak hanya kuliner dan budaya yang bisa dinikmati, rugi rasanya jika ke Jogja tapi tidak melakukan ArsitekTour. Pengalaman yang bisa dinikmati dan dirasakan perbedaan dari jendela visi yang lebih nyata. Tak hanya sebagai background foto, lebih jauh bangunan dan konstruksi bersejarah bisa menambah khasanah wisatawan yang mengunjungi Jogja.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika




