jogjakonstruksi.com – Rumah angker di luar negeri tak selalu soal hantu. Di berbagai negara dunia, selama ini banyak bangunan dengan predikat angker yang dikaitkan dengan cerita hantu, peristiwa tragis, atau paranormal activity. Tetapi, bentuk seram yang ada saat orang memasuki sebuah rumah ternyata tidak selalu berkaitan dengan sesuatu yang bersifat supranatural.
National Geographic Tentang Rumah Tua dan Angker
Rumah merupakan salah satu jenis bangunan yang secara umum asosiasinya adalah space untuk berlindung, safe, dan familiar. Oleh karenanya, ketika sebuah rumah punya kondisi tidak familiar muncul kontras yang bisa membuat penghuni atau penguna ruang merasa tidak nyaman. National Geographic menjelaskan bahwa otak manusia secara cepat membangun peta ketika memasuki sebuah ruang atau bangunan. Dinding, sudut, pintu, dan orientasi bisa membuat seseorang tahu posisi serta memperkirakan ke mana mereka aman bergerak. Ketika point tersebut tidak jelas, rasa aman jadi hilang.
Kondisi ini terjadi pada berbagai rumah tua dan bangunan tanpa pemilik di luar negeri yang kemudian mendapat predikat rumah angker. Rumah yang pada awalnya dibangun sebagai tempat tinggal dapat berganti persepsinya setelah tak dihuni lama. Cat lama, dinding rusak, kaca pecah, dapat menciptakan predikat baru bahwa ruang itu kehilangan fungsinya. Dalam kondisi itu, otak menerima data yang tidak biasa dan berusaha lalu memberikan alasan ke lingkungan yang tidak lagi familiar.
Rumah Angker Tak Berarti Ada Fenomena Supranatural
Perspektif arsitektur dan ilmu persepsi, ada teori membedakan antara rasa takut yang ditimbulkan oleh lingkungan, juga tentang keberadaan fenomena gaib. Sebuah rumah dapat terasa menyeramkan oleh fisiknya, pencahayaan, bentuk ruang, sejarah yang sudah ada sebelumnya. Hal ini tidak berdiri sendiri jadi bukti bahwa rumah tersebut ada makhluk gaibnya.
Penelitian mengenai rumah berhantu yang dikutip dari National Geography juga menunjukkan bahwa lingkungan fisik dapat berperan sebagai additional paranormal reason. Sebuah tinjauan penelitian mengenai haunted houses menyebut bahwa faktor lingkungan sangat berperan dalam menentukan experience manusia terhadap haunted house ini. Cerita tentang rumah angker dapat dilihat dari dua mata, sebagai bagian dari budaya dan folklor, bisa juga sebagai fenomena persepsi manusia terhadap ruang.
Kita Ambil Pelajaran untuk Konstruksi di Jogja
Fenomena rumah angker di luar negeri juga memberikan perspektif menarik bagi perkembangan arsitektur lokal kita. Jogja punya banyak sekali bangunan lama, rumah tradisional, hingga bangunan kolonial dan lainnya. Ketika bangunan tersebut tidak terawat, karakter arsitekturnya dapat berubah jadi angker. Desain yang baik harus memperhatikan pencahayaan, orientasi, juga hubungan dengan lingkungan seperti kasus Jogja yang memiliki banyak bangunan bersejarah dan yang lekat dengan predikat angker. Banyaknya bangunan di Jogja harus melalui revitalisasi dan juga perawatan agar kesan dan citra angker itu tidak menjadi penghalang atau menurunkan antusiasme publik terhadap Jogja.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika




