jogjakonstruksi.com – Sliding base bagi bangunan tahan gempa dan penerapannya di Jogja. Sliding base dewasa ini mulai mendapat atensi sebagai pendekatan baru membangun rumah tahan gempa di nusantara. Berbeda dengan konsep fixed base yang membuat struktur bekerja dengan distribusi energi gempa melalui sistem struktur, sliding base memungkinkan bagian bangunan bergerak relatif ketika menerima gempa yang diteruskan ke struktur dapat diminimalisir. Inpsirasi sliding base diambil dari sistem struktur rumah adat Omo Hada di Nias.
Gempa dan Inovasi Sliding Base
Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat potensi gempa tinggi karena berada di kawasan ring of fire dan lempeng tektonik. Hal ini membuat kebutuhan terhadap bangunan yang mampu menahan gempa dalam teoritik semakin penting. Selama ini, prinsip konstruksi tahan gempa umumnya berjalan pada kemampuan struktur menahan gaya lateral geser. Rekayasa struktur, sliding base menawarkan filosofi berbeda, yakni mengurangi interaksi langsung antara gerakan tanah dan bangunan sehingga sebagian energi gempa dapat diredam pada bagian dasar bangunan.
Teorinya sliding base adalah sistem yang memungkinkan bangunan mengalami pergeseran pada bagian base bawah saat gempa terjadi. Di antara sloof dan pondasi ditempatkan suatu bidang atau material dengan karakteristik gesekan lateral. Saat gempa sampai pada magnitudo tertentu, bagian bangunan dapat bergerak tidak mengikuti pondasi diharapkan gaya lateral gempa ke struktur bisa dikurangi. Penelitian rumah kayu Hada di Nias, menunjukkan konsep sliding base menggunakan material geser di antara dasar beton dan pondasi, sehingga struktur atas dapat bergerak ketika ada gempa. Rumah kayu Hada di Nias terbukti lebih tahan gempa karena menerapkan metode ini.
Jogja Gempa dan Prinsip Pengurangan Dampak pada Struktur
Pada sistem fixed base, hubungan antara bangunan dan bumi relatif kaku sehingga ketika tanah bergerak akibat gempa, struktur menerima gerakan tersebut. Sementara pada sliding base, sebagian gerakan terjadi pada bidang dasar dan menempatkan kolom pada gerakan yang tidak mengikuti struktur bawah. Konsep tersebut bukan berarti bangunan dibiarkan bergerak tanpa kontrol. Justru dalam sliding base, pergerakan tersebut dirancang, dibatasi, dan dikendalikan.
Jogja merupakan wilayah yang memiliki risiko gempa cukup tinggi. Gempa Jogja 2006 menampar Kita bahwa kualitas dan ketahanan bangunan harus menjadi bagian penting. Penerapan teknologi baru seperti sliding abse bisa jadi penyelamat. Ini terutama pada bangunan yang membutuhkan tingkat perlindungan tinggi saat gempa terjadi.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika



