jogjakonstruksi.com – Program RTLH di Kulon Progo usung Konsep Joglo Limasan Gagrag Jogja. Program RTLH membantu masyarakat mendapatkan rumah lebih layak untuk ditempati. Di, Jogja tepatnya di Kulon Progo, program ini tidak hanya ditujukan untuk perbaikan rumah tetapi juga upaya melestarikan budaya. Salah satu caranya yaitu membangun rumah layak bagi masyarakat dengan menggunakan model Limasan Gagrag Jogja. Cara ini membuat rumah lebih nyaman dan bernilai budaya.
Sebagai penerima manfaat, Mbah Pono warga Kulon Progo. Rumah lamanya sudah rusak dan kini diperbaiki jadi Joglo limasan yang lebih layak. Program ini menunjukkan bahwa rumah tradisional masih relevan di masa kini. Sebagai jasa kontraktor, kami siap berperan untuk membangun atau merenovasi rumah yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan tanpa menghilangkan ciri khas arsitektur Jogja.
Jogja Hadir Perbaiki Rumah Warga Lewat Program RTLH Berkonsep Tradisional
Program RTLH di Yogyakarta membantu warga miliki rumah yang lebih layak dengan tetap mengusung konsep tradisional. Salah satu penerima bantuan adalah Mbah Pono di Kulon Progo. Rumah lamanya yang sudah tidak layak kemudian diperbaiki melalui program tersebut. Pemerintah kemudian memberikan bantuan agar rumah tersebut kembali layak digunakan sebagai tempat tinggal.
Melalui program ini, pemerintah tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga mempertahankan nilai budaya yang masih melekat pada masyarakat. Langkah ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan rumah layak sekaligus pelestarian budaya daerah. Proses rehabilitasi ini kemudian menjadi awal hadirnya rumah baru dengan konsep tradisional khas Jogja.
Desain Joglo Limasan Nyaman dan Jaga Budaya Daerah
Rumah baru Mbah Pono dibangun berkonsep Joglo Limasan sebagai bentuk pelestarian arsitektur tradisional yang masih menjadi identitas Yogyakarta. Desain itu dipilih untuk mempertahankan atap limasan serta penggunaan material yang sesuai dengan ciri khas bangunan tradisional. Tata ruang juga dibuat lebih nyaman sehingga mendukung aktivitas sehari-hari. Terdiri dari 4 ruangan yaitu kamar pribadi, kamar mandi, ruang tamu, dan gudang.
Pemilihan konsep ini membuktikan bahwa rumah tradisional tetap mampu memberikan kenyamanan tanpa mengurangi nilai budaya. Kehadiran Joglo Limasan juga menjadi pengingat bahwa warisan arsitektur daerah masih layak dipertahankan. Hasil pembangunan tersebut kemudian menarik perhatian masyarakat yang ingin melihat langsung bentuk rumah tersebut.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Yulia Nurwita Ningrum. S.P.
Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika




