Doha Qatar Mulai Konstruksi 3D Printing Jogja Berpeluang Ikuti Jejaknya

Doha Qatar Mulai Konstruksi 3D Printing Jogja Berpeluang Ikuti Jejaknya

jogjakonstruksi.com – Doha Qatar mulai konstruksi 3D printing Jogja berpeluang ikuti jejaknya. Ashghal (Kementerian Pekerjaan Umum Qatar) umumkan dimulainya proyek konstruksi menggunakan teknologi pencetakan 3D printing pada pertengahan 2026 mendatang. Proyek percontohan ini akan membangun dua gedung sekolah di Doha, dengan masing-masing seluas 20.000 m2. Ashghal memiliki cita besar dengan sistem yang diklaim lebih efisien, ramah lingkungan, dan cepat. Teknologi 3D printing ini diprediksi akan mengubah rona industri konstruksi dunia. Pun, membuka peluang penerapannya di Indonesia, khususnya di kota seperti Jogja yang tengah berkembang sebagai pusat pendidikan dan inovasi teknologi.

3D Printing Doha Qatar Konstruksi Efisien Biaya Waktu dan Mutu

Ashghal, Dinas Infrastruktur Qatar, menyatakan bahwa proyek konstruksi dengan sistem 3D printing akan dimulai pada tahun depan. Langkah ini menjadikan Qatar sebagai salah satu negara di Timur Tengah yang paling progresif dalam mengadopsi teknologi konstruksi mutakhir. Pemerintah Qatar menilai teknologi ini dapat menjadi solusi terhadap tingginya biaya dan waktu pembangunan konvensional. Selain itu juga, mendukung visi negara untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di Qatar.

Membangun sekolah, keduanya dirancang menggunakan printer raksasa yang mampu mencetak struktur beton langsung di lokasi proyek. Lagi, melalui teknologi ini, material konstruksi dapat diatur secara presisi, mengurangi brangkal atau sampah, dan mempercepat proses pembangunan. Setiap lapisan dinding akan dicetak secara bertahap sesuai desain digital, tanpa perlu bekisting kayu atau besi yang biasanya digunakan dalam metode tradisional. Selain efisiensi, metode ini juga meminimalkan penggunaan tenaga kerja manual dan meningkatkan keselamatan di lokasi proyek.

Teknologi 3D Printing Indonesia Mulai Uji Coba Jogja Setelahnya

Konstruksi 3D printing adalah metode pembangunan yang menggunakan printer khusus berukuran raksasa untuk mencetak bahan bangunan lapis demi lapis berdasarkan permodelan tiga dimensi. Proses ini mirip dengan printer biasa yang mencetak tinta di kertas, hanya saja skala dan materialnya jauh lebih besar serta katalisatornya berupa beton khusus atau campuran pasir dan polimer. Di Indonesia, teknologi ini masih dalam tahap eksperimen, tetapi memiliki potensi besar untuk mengatasi masalah keterbatasan lahan, biaya tinggi, dan kebutuhan perumahan dan permukiman cepat.

Di Jogja, penerapan 3D printing dalam konstruksi bisa menjadi langkah brilian. Sebagai kota pendidikan dan penelitian, Jogja memiliki sumber daya manusia dan institusi akademik yang dapat berkolaborasi untuk kembangkan teknologi 3D printing konstruksi. Lagi, kota ini tengah mengalami pertumbuhan permintaan bangunan pendidikan dan hunian sementara mahasiswa (kos) yang pesat. Dengan 3D printing, pembangunan dapat dilakukan lebih cepat dan sustain.

Dari Doha Qatar Ayo Adopsi 3D Printing Guna Pembangunan Tanah Air Lebih Baik

Proyek Ashghal di Qatar menjadi tonggak penting dalam sejarah konstruksi modern. Ini menandai pergeseran dari metode tradisional menuju era digital cepat dan tepat guna. Ibnu berpendapat, jika teknologi ini diadaptasi secara luas, termasuk di Indonesia, memungkinkan ke depan pembangunan gedung, rumah, bahkan infrastruktur publik dapat dilakukan hanya dengan mencetak desain digital. “Luar biasa jika kita sudah adaptif dengan ini, saya yakin kedepan membangun hanya seperti ngeprint dari SketchUp” jelasnya. Jogja, dengan karakter ilmiah dan inovatifnya, berpotensi menjadi pionir penerapan teknologi ini di Tanah Air dan mari kita doakan bersama.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855