jogjakonstruksi.com – NEOM kota baru Arab Saudi terancam mangkrak. Proyek ambisius NEOM di Arab Saudi yang digadang-gadang sebagai kota futuristik terbesar di dunia kini terancam mangkrak. Ini dipicu karena membengkaknya biaya konstruksi mencapai angka fantastis hingga dua kali lipat.
Rencana besar yang melibatkan pembangunan kota linear sepanjang 170 kilometer bernama The Line itu kini menghadapi berbagai tantangan. Seperti, pendanaan dan realisasi teknologi yang belum sepenuhnya siap di Arab Saudi. Selain finansial, situasi ekonomi global yang tak tentu dan turunnya harga minyak memaksa kemampuan pemerintah Saudi dalam mendanai megaproyek tersebut. Ibnu berpendapat bahwa tantangan teknis lapangan, kondisi gurun, serta ambisi yang lampaui teknologi saat ini dapat menghambat bahkan menggagalkan proyek NEOM. “Dari berita, jelas dengan segala teknologi maju yang belum ada saat ini juga kondisi gurun bisa membuat jadwalnya mundur,” jelasnya.
Kota Masa Depan dengan Anggaran Fantastis NEOM jadi Mimpi Arab Saudi
NEOM jadi proyek kebanggaan Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang diluncurkan pada tahun 2017 dengan visi ciptakan kota masa depan tanpa emisi karbon. Kota ini, berbasis Artificial intelligence (AI) dan energi terbarukan. Namun, dari laporan terbaru menunjukkan bahwa proyek ini mengalami tekanan besar karena biaya konstruksi yang membengkak jauh dari perkiraan awal. Estimasi sekitar 500 miliar dollar kini disebut dapat meningkat dua kali lipat, seiring kebutuhan infrastruktur dan teknologi canggih yang bertambah. Beberapa kontraktor seperti Samsung dan Hyundai bahkan dilaporkan menunda pekerjaan karena keterlambatan pembayaran dan revisi desain yang terus berubah.
Bagian ambisius lainnya dari NEOM adalah The Line yaitu kota linear tanpa jalan raya grid, membentang sepanjang 170 kilometer di barat laut Arab Saudi. Kota ini dirancang untuk menampung lebih dari 9 juta penduduk, dengan konsep transportasi underground berkecepatan tinggi dan ekosistem digital. Namun, laporan lapangan menunjukkan bahwa pembangunan baru mencapai beberapa kilometer saja, sementara sistem teknologi seperti AI dan sistem trasnportasi integrasinya masih sebatas konseptual. Kurangnya kesiapan teknologi, ditambah kebutuhan energi dan pendinginan ekstrem di kawasan gurun, membuat proyek ini berjalan jauh lebih lambat dari rencana semestinya.
Mangkrak Bukan Berarti Tidak Dilanjutkan NEOM Mimpi Arab dan Tamparan Ekonomi Global
Arab Saudi yang notabene masih bergantung pada minyak, kini menghadapi dilema besar. Harga minyak mentah dunia turun akibat konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi global sehingga memengaruhi kapasitas fiskal pemerintah untuk mendanai megaproyek seperti NEOM. Pendapatan negara yang menurun membuat pemerintah harus memilih prioritas antara menjaga stabilitas ekonomi domestik atau melanjutkan proyek dengan investasi jangka panjang yang belum tentu segera memberikan keuntungan. Beberapa pengamat memperkirakan bahwa pemerintah Saudi mungkin akan menunda proyek NEOM.
Selain faktor ekonomi, sultinya teknis di lapangan menjadi masalah serius. NEOM dibangun di wilayah gurun nan tandus. Lagi, gurun akan dapat mencapai suhu lebih dari 45°C dengan kondisi tanah yang sulit untuk konstruksi besar. Di sisi lain, pekerjaan konstruksi memerlukan sistem pendingin, air bersih, dan logistik raksasa yang mana ini dapat memperlambat pengerjaan proyek. Insinyur NEOM juga menghadapi kesulitan dalam mengintegrasikan sistem energi terbarukan, jaringan transportasi, serta infrastruktur AI dalam waktu yang bersamaan. Para analis menyebut, visi futuristik NEOM mungkin terlalu ambisius untuk diwujudkan dalam jangka waktu singkat tanpa lonjakan inovasi teknologi yang signifikan.
NEOM kota baru Arab Saudi terancam mangkrak. Meski menghadapi segudang tantangan, pemerintah Arab Saudi tetap menegaskan komitmennya terhadap Saudi Vision 2030. Visi yang menjadikan NEOM sebagai simbol transformasi ekonomi negara Arab Saudi di masa depan. Namun, dengan tekanan biaya yang meningkat, ketidakpastian global, serta tantangan teknis yang kompleks, masa depan proyek ini kini berada di persimpangan antara mimpi futuristik dan tamparan ekonomi global dewasa ini.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika




