Penerapan Open Space di Jogja
Penerapan open space di Jogja. Open space di Jogja merupakan area terbuka yang dirancang untuk berbagai fungsi. Mulai dari ruang hijau, taman kota, hingga area publik yang dapat digunakan untuk aktivitas sosial, budaya, dan rekreasi. Kontraktor dan tenaga ahli seperti Tim Doma dalam bidang tata ruang dan konstruksi memainkan peran penting meliputi dalam perencanaan dan pembangunan open space ini agar tetap selaras dengan konsep keberlanjutan dan estetika kota.
Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Di Jogja, ruang terbuka seperti Alun-Alun Kidul, Taman Sari, dan kawasan pedestrian Malioboro menjadi contoh nyata bagaimana desain yang baik mampu menciptakan ruang publik yang nyaman. Tidak hanya nyaman tapi juga fungsional, dan ramah lingkungan. Para ahli juga mempertimbangkan faktor seperti sirkulasi udara, vegetasi, serta aksesibilitas. Desain yang aman bagi semua kalangan agar open space dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Perkembangan open space di Yogyakarta sangat dipengaruhi oleh arsitektur dan budaya lokal yang khas. Sebagai kota dengan warisan budaya yang kuat, Yogyakarta mempertahankan ruang-ruang terbuka. Ruang terbuka seperti Alun-Alun Utara dan Selatan, yang sejak zaman Kesultanan berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya.

Seiring waktu, konsep open space terus berkembang dengan mengadopsi elemen arsitektur modern tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional. Misalnya, taman-taman kota seperti Taman Pintar dan Titik Nol Kilometer dirancang dengan mempertimbangkan aspek estetika, keberlanjutan, serta fungsi sosial. Budaya masyarakat yang masih kental dengan konsep kebersamaan juga memengaruhi bagaimana open space digunakan.
Di sisi lain, tantangan utama yang dibahas dalam diskusi adalah alih fungsi lahan dan urbanisasi yang semakin pesat. Hal ini dapat mengancam keberadaan open space. Oleh karenanya, beberapa pakar mengusulkan kebijakan yang lebih ketat dalam perencanaan kota. Regulasi yang melindungi ruang hijau serta penerapan konsep smart city yang ramah lingkungan. Selain itu, Tim Doma Ibnu menambahkan “Partisipasi masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan ruang terbuka juga menjadi perhatian penting.” Keberlanjutan open space sangat bergantung pada kesadaran dan keterlibatan warga. Dengan adanya diskusi yang terus berkembang, diharapkan open space di Yogyakarta dapat tetap menjadi ruang yang inklusif, fungsional, dan berkontribusi pada kualitas hidup masyarakat.
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Sanditha Setya Wisaksanti




