Pintu uPVC di Jogja Solusi Tahan Lama Ramah Lingkungan

jogjakonstruksi.com – Pintu uPVC di Jogja solusi tahan lama ramah lingkungan. Jogja, kota dengan iklim tropis lembap, menghadapi tantangan besar terkait kerusakan bangunan akibat serangan rayap. Salah satu solusi yang semakin populer di kalangan pemilik rumah dan kontraktor adalah penggunaan pintu uPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride). Penggunaan uPVC sebagai elemen yang terbukti efektif mencegah serangan rayap dan menjaga ketahanan struktur bangunan.

Rayap Tidak Doyan uPVC Lembap juga Menyingkir

Pintu uPVC menjadi alternatif unggulan karena tidak mengandung bahan organik yang disukai rayap. Berbeda dengan pintu berbahan kayu yang rentan diserang serangga pengganggu tersebut. Di Jogja, banyak bangunan yang masih menggunakan kayu sebagai material utama sehingga pergantian ke pintu uPVC akan memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan bangunan. Sejumlah pemilik rumah melaporkan bahwa setelah mengganti pintu kayu dengan uPVC, tidak lagi ditemukan tanda-tanda rayap di sekitar kusen maupun bagian bawah pintu.

Sumber: Windownesia

Material uPVC tidak hanya tahan terhadap rayap, tetapi juga terhadap kelembapan tinggi yang umum terjadi di wilayah tropis Indonesia seperti Jogja. Hal ini bisa semakin diperburuk terutama saat musim hujan. Kelembapan merupakan faktor utama berkembangnya rayap dan penyebab pelapukan pada material kayu. Namun, dengan menggunakan pintu uPVC yang memiliki sifat tahan air dan tidak mudah menyerap kelembapan, risiko tersebut dapat diminimalisir. Hal ini menjadi solusi tepat bagi pemilik rumah yang ingin mengurangi biaya perawatan dan renovasi akibat kerusakan material.

uPVC Dukung Lingkungan dan Budaya

Di samping ketahanannya terhadap rayap, pintu uPVC juga menawarkan keunggulan dari sisi sustainability lingkungan dan efisiensi energi. Produk uPVC modern, umumnya diproduksi dengan teknologi ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. Jogja dikenal sebagai Kota Budaya dan pelestari lingkungan sehingga penggunaan material ini mendapat dukungan dari berbagai komunitas. Arsitektur dan desain interior kini mulai mengedepankan prinsip green building dalam perencanaan proyek.

Pintu uPVC di Jogja solusi tahan lama ramah lingkungan. Permintaan terhadap pintu uPVC di Jogja terus meningkat, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya material bangunan yang tahan lama. Beberapa pengembang perumahan bahkan mulai menawarkan paket rumah dengan pintu dan jendela uPVC sebagai standar. Hal ini menggantikan penggunaan kayu konvensional yang saat ini masih marak digunakan. Langkah ini dinilai strategis karena selain meningkatkan daya tahan bangunan, juga menambah nilai jual properti dimata konsumen yang peduli pada aspek keawetan dan keamanan.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika

Meroket Kini Jikkobukken Rumah Berhantu di Jepang Laris

jogjakonstruksi.com – Meroket kini Jikkobukken rumah berhantu di Jepang laris. Lonjakan harga properti di Jepang membuat rumah-rumah berhantu yang dulu dihindari, kini justru diburu oleh pembeli dan investor.

Rumah-rumah dengan klasifikasi yang pernah menjadi lokasi kematian tragis, pembunuhan, atau juga dianggap memiliki energi negatif. Rumah ini dikenal sebagai Jikkobukken dibaca dalam Bahasa Indonesia. Dulu, rumah-rumah ini umumnya sulit dijual karena stigma angker yang melekat. Namun, dengan meroketnya harga hunian di kota besar seperti Tokyo dan Kyoto, Jikkobukken mulai dilirik sebagai alternatif yang lebih terjangkau.

Harga Rasional dan Kebutuhan Hunian Menjadikan Rumah Berhantu Kini Jadi Idaman

Permintaan terhadap Rumah Jikkobukken meningkat tajam sejak dua tahun terakhir. Hal ini terjadi seiring melonjaknya harga sewa dan nilai tanah di kawasan urban dan suburban. Krisis hunian dan kebutuhan ruang ideal di Jepang membuat kalangan muda dan pekerja menengah ke bawah tidak lagi memiliki banyak pilihan. Hal ini diperparah oleh menurunnya angka pembangunan baru dan meningkatnya urbanisasi seperti banyak prefektur di Tokyo.

Sumber: BBC

Sebagai orang yang pernah berkunjung dalam studi ke Nagoya, Ibnu menjelaskan bahwa banyak rumah berhantu yang sebelumnya ditawarkan dengan diskon besar kini menjadi opsi rasional. Hal ini karena bisa dibeli atau disewa dengan harga jauh di bawah harga rumah biasa. “Jikkobukken biasanya memang disewakan dan dijual dengan harga di bawah standar, yang mana ini menjadi pergerakan besar dalam lingkup arsitektur,” jelas Ibnu.

Tak Hanya Diburu Marjinal Kini Investor Turut Serta Buru Jikkobukken

Fenomena unik ini dimanfaatkan oleh para investor dan ahli properti untuk mengambil Jikkobukken. Ini karena melihat potensi besar dibalik citra angker rumah-rumah tersebut dan menjadikannya investasi properti. Beberapa perusahaan bahkan secara khusus membangun platform online untuk memasarkan rumah-rumah tersebut secara luas dan masif.

Ibnu menambahkan, mereka menyajikan informasi mengenai sejarah kelam properti itu dengan menekankan nilai ekonomis dan potensi hunian ideal melalui renovasi ulang. “Para investor yang menjual kembali Jikkobukken akan transparan menjelaskan sejarah dan potensi yang dimiliki Jikkobukken dengan harga di bawah standar,” jelas Ibnu. Strategi ini ternyata berhasil menarik minat generasi muda yang lebih rasional dan cenderung skeptis terhadap mitos dan hal-hal berbau metafisika.

Menguntungkan Tetapi Masyarakat Umum Masih Tabu Skema Jikkobukken

Lagi, penolakan dari sebagian masyarakat dan perubahan sikap terhadap rumah berhantu mencerminkan realitas ekonomi Jepang yang keras. Tokyo contohnya, harga rumah bisa mencapai ratusan juta yen atau puluhan miliar rupiah untuk hunian biasa. Hal ini membuat Jikkobukken menjadi solusi realistis yang cepat dan bisa menjadi harapan bagi masyarakat golongan marjinal ataupun muda. Beberapa pembeli bahkan melaporkan setelah renovasi dan pembersihan spiritual ringan dengan Mito, rumah tersebut terasa sama seperti normalnya hunian. Normal yang dimaksud adalah tanpa gangguan supranatural yang nyata dan dapat dirasakan atau dilaporkan.

Meroket kini Jikkobukken rumah berhantu di Jepang laris. Pergeseran pendekatan ini menunjukkan transformasi budaya masyarakat Jepang. Budaya dalam memandang kematian dan ruang tinggal yang masih dianggap suci dan gaib. Generasi lebih muda yang tumbuh dengan paparan logika ilmiah serta kesadaran finansial tidak lagi kaku pada mitos. Dengan makna, properti tersebut memenuhi syarat kenyamanan dan keamanan sebagai bangunan laik huni. Rumah yang dulu ditinggalkan karena takut, kini menjadi simbol keberanian dan kecerdikan ahli di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Tidak hanya di Jepang, bisa jadi kita menerapkan gagasan ini sebagai acuan ukur untuk mengadopsi metoda tersebut di Indonesia yang kemungkinan besar relevan.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika

Hunian Double Facade di Jogja dengan Vertical Garden

jogjakonstruksi.com – Hunian double facade di Jogja dengan vertical garden. Konsep double facade dan vertical garden yang menekankan aspek ramah lingkungan dan keberlanjutan kini sangat digemari. Desain ini tidak hanya mempercantik tampilan bangunan, tetapi juga mengoptimalkan efisiensi energi dan kenyamanan termal. Kawasan perumahan yang mengusung konsep hijau ini menjadi representasi arsitektur urban masa depan yang peduli tanggap lingkungan. Penggunaan tanaman pada fasad bangunan turut mendukung upaya pelestarian alam di tengah pertumbuhan urban yang pesat.

Inovasi Urban Harmoni Bangunan Hijau dan Efisiensi Energi di Jogja

Perkembangan urbanisasi di Jogja, mendorong munculnya solusi hunian yang tidak hanya padat dan efisien, tetapi tetap menjaga harmoni dengan alam. Konsep double facade, yakni mengkombinasikan lapisan ganda pada dinding luar bangunan dengan taman vertikal. Ini memberikan solusi inovatif dalam menciptakan hunian yang sejuk tanpa mengandalkan sistem pendingin buatan seperti AC. Inisiatif ini hadir sebagai jawaban atas pertanyaan kebutuhan masyarakat urban akan ruang tinggal yang sehat, hijau, dan efisien energi. Di tengah tantangan iklim dan polusi, konsep hunian semacam ini menjadi angin segar bagi Kota Budaya yang berkembang pesat. Sependapat dengan itu, Ibnu mengatakan, kebutuhan masa depan masyarakat urban akan bergeser menjadi ramah lingkungan dan energi efisien. “Masa depan masyarakat di kota urban akan lebih mementingkan hal berbau lingkungan dan efisiensi energi,” jelas Ibnu.

Sumber: Jasa Vertical Garden

Dengan menerapkan taman vertikal sebagai lapisan luar, sinar matahari langsung dapat diredam sebelum mencapai dinding utama sehingga suhu dalam ruangan tetap stabil dan nyaman. Efek ini mengurangi kebutuhan penggunaan pendingin ruangan yang berdampak langsung pada pengurangan konsumsi listrik. Desain facade ganda juga memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik dan menciptakan ventilasi alami guna mendukung kualitas udara dalam ruangan. Estetika hijau yang ditawarkan oleh tanaman rambat dan elemen alami lainnya menjadikan hunian ini tak hanya nyaman, tetapi juga indah dipandang.

Sinergi Laik Ideal dalam Konsep Masa Depan Bangunan di Jogja

Hunian double facade di Jogja dengan vertical garden. Penerapan prinsip bangunan hijau bukan hanya sekadar tren, tetapi merupakan kebutuhan mendesak dalam menghadapi krisis global. Vertical garden di Jogja menunjukkan bagaimana teknologi dan alam bisa bersinergi untuk menciptakan hunian yang laik, sehat, dan rigid. Bangunan ini dirancang dengan memperhatikan aspek ekologis, termasuk pengelolaan air hujan, pemilihan material bangunan yang berkelanjutan, serta pencahayaan alami. Kehadiran metoda ini memberi inspirasi bagi kontraktor lain untuk mengintegrasikan nilai-nilai SUS (System Usability Scale) dalam setiap proyek perumahan di masa depan.

Dengan memanfaatkan elemen vegetasi lokal dan sistem tanam berbuku, vertical garden berperan sebagai paru-paru mini di tengah padatnya pemukiman urban. Tanaman tidak hanya memperbaiki kualitas udara dengan menyerap karbon dioksida, tetapi juga menurunkan polusi suara serta menciptakan ekosistem bagi serangga dan burung kecil. Inovasi dalam metoda ini membantu menjaga keseimbangan ekosistem mikro di lingkungan perkotaan dan suburban yang kian terdesak oleh beton. Vertical garden di Jogja menjadi bukti bahwa pembangunan kota tetap bisa berlangsung berdampingan dengan kelestarian alam, asalkan dilakukan dengan kesadaran dan inovasi yang diprakarsai akademisi dan ahli.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika

Tali Air Dinding Bantu Proses Hidrasi Bangunan Tropis di Jogja

jogjakonstruksi.com – Tali air dinding bantu proses hidrasi bangunan tropis di Jogja. Tali air di dinding tidak hanya berfungsi mengalirkan air, tetapi juga membantu proses hidrasi semen dan pelepasan panas. Tali air, dewasa ini menjadikannya elemen penting pada bangunan tropis seperti di Yogyakarta.

Memaknai iklim tropis seperti Jogja yang memiliki intensitas sinar matahari dan kelembapan tinggi, mengakibatkan cuaca bersifat fluktuatif. Hal ini memengaruhi kondisi permukaan dinding yang sangat berdampak terhadap kualitas struktur bangunan. Tali air umumnya berbentuk alur atau pemisah horizontal maupun vertikal di permukaan dinding. Secara arsitektural, mampu memperindah dinding dan memberikan rongga unik antara satu plester aci dan bagian lainnya. Tali air juga memberikan fungsi jeda waktu lebih lama bagi semen untuk mengeluarkan kelembapan. Pengeluaran kelembapan ini diperlukan selama proses hidrasi, terutama pada tahap awal setelah pembangunan.

Hidrasi Semen Plester Aci Pada Rumah Tropis di Jogja

Proses hidrasi semen yang optimal sangat bergantung pada keseimbangan antara air dan suhu lingkungan. Pun, tali air secara tidak langsung membantu menciptakan kondisi tersebut. Dinding yang terkena panas matahari langsung dan air di permukaan semen dapat cepat menguap sebelum proses pengerasan berlangsung sempurna.

Sumber: eCatalog sinarmasland

Kehadiran tali air membuat celah dan rongga agar kelembaban bisa keluar. Lalu, menjadikannya jalan air agar air bisa melewati tali air dengan sempurna dan memungkinkan sebagian air tetap berada lebih lama di area tertentu. Juga, memberikan kelembapan tambahan yang mendukung reaksi hidrasi semen pada plester dan aci dinding. Hal ini sangat bermanfaat bagi bangunan baru atau renovasi dinding, terlebih di Jogja agar tidak mudah retak atau keropos karena pengerasan yang terlalu cepat akibat suhu tropis.

Pelepasan Panas Pada Konstruksi Tali Air Selain Sisi Arsitektural

Tali air juga berperan dalam mempercepat pelepasan panas kalor dari dinding bangunan. Tujuannya mengurangi suhu berlebih yang dapat merusak lapisan permukaan dan kenyamanan dalam ruangan. Struktur tali air menciptakan jeda antar bidang sehingga dinding memiliki ruang tambahan untuk sirkulasi udara mikro di permukaannya. Ini membantu mendinginkan dinding yang menyerap terik sepanjang siang dan mencegah akumulasi panas yang bisa menimbulkan efek “oven” pada bagian dalam bangunan. Di Jogja suhu siang hari bisa sangat tinggi, strategi ini menjadi solusi pasif efektif tanpa ketergantungan pada pendingin udara.

Manfaat tali air sebagai jalur hidrasi dan pelepas panas semakin diperkuat oleh sifat material semen yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan kadar air, terutama di lingkungan tropis. Bangunan yang tidak dilengkapi tali air seringkali mengalami keretakan dini atau lapisan dinding yang cepat terkelupas karena dehidrasi atau ekspansi termal berulang. Dengan tali air, distribusi suhu dan kelembapan menjadi lebih seimbang di seluruh permukaan dinding. Ini penting untuk menjaga ketahanan struktural jangka panjang dan meminimalkan biaya perbaikan rutin.

Estetika dan Perlindungan Efektif dari Tali Air

Penggunaan tali air di dinding kini tak lagi hanya dipandang dari sisi estetika atau perlindungan dari air hujan. Lebih jauh, juga sebagai bagian dari teknik pengendalian iklim mikro pada bangunan tropis seperti di Jogja. Ibnu menjelaskan bahwa penggunaan tali air dewasa ini tidak hanya estetika, tetapi juga fungsi secara teknis. “Saat ini, segala macam rupa arsitektural mikro tidak hanya soal estetika, lebih dari itu fungsi dan sustainability saat ini dipentingkan,” imbuh Ibnu.

Tali air dinding bantu proses hidrasi bangunan tropis di Jogja. Arsitek, kontraktor, hingga pemilik rumah kini mulai menyadari bahwa desain tali air yang tepat dapat memberi kontribusi signifikan terhadap performa termal dan struktural bangunan. Dengan biaya tambahan yang relatif kecil, manfaat yang ditawarkan sangat besar, baik untuk kenyamanan penghuni maupun ketahanan material terhadap cuaca tropis yang ekstrem.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika

Kos Kamar Mandi Dalam dan Luar di Jogja Pilih Mana

jogjakonstruksi.com – Kos kamar mandi dalam dan luar di Jogja pilih mana. Kos di Jogja hadir dengan berbagai pilihan fasilitas, termasuk perbedaan antara kamar mandi dalam dan kamar mandi luar. Kedua pilihan ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semua tergantung pada kebutuhan dan gaya hidup, warna, serta personalisasi penghuni. Selain itu, faktor perawatan kamar mandi juga menjadi pertimbangan penting sebelum memilih.

Perbedaan Kecil Signifikan Kamar Mandi Dalam dan Luar di Kos Jogja

Yogyakarta sebagai Kota Pelajar, menyediakan beragam tipe kos yang menyesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa maupun pekerja. Salah satu perbedaan mencolok adalah pada fasilitas kamar mandi. Sebagian kos menyediakan kamar mandi dalam yang terletak langsung di dalam kamar. Sementara, yang lain memilih desain kamar mandi luar untuk digunakan bersama.

Sumber: Cove Blog

Kamar mandi dalam menuntut tanggung jawab penuh dari penghuni untuk menjaga kebersihannya setiap hari karena tidak ada sistem pembersihan bersama. Disisi lain, kamar mandi luar biasanya dibersihkan secara berkala oleh pengelola kos. Namun, risiko kurang higienis secara taraf individu bisa terjadi jika tidak semua penghuni menjaga kebersihan dengan baik.

Bagi mereka yang mengutamakan kenyamanan dan memiliki jadwal padat di kos, kamar mandi dalam bisa menjadi pilihan ideal. Sementara itu, kamar mandi luar lebih cocok bagi penghuni yang mencari opsi hemat atau lebih terbiasa hidup komunal. Dalam perawatannya, penting untuk rutin membersihkan kamar mandi dalam minimal dua pekan sekali. Begitu juga bagi pengguna kamar mandi luar, menjaga kebersihan setelah digunakan adalah kunci hidup bersama yang nyaman.

Gender Pengaruhi Kebutuhan Privasi Kamar Mandi Dalam dan Luar di Kos Jogja

Ibnu menjelaskan bahwa gender bisa menjadi penentu dalam pemilihan kos dengan fasilitas kamar mandi dalam ataupun luar. “Biasanya gender akan dominan dalam pemilihan ini, cowok cenderung memilih praktis dengan kamar mandi luar, sedangkan cewek cenderung memilih kamar mandi dalam karena tingkat privasi yang tinggi,” jelas Ibnu.

Jenis kelamin dalam keilmuan arsitektur memang menjadi variabel penting. Dalam penataan, personalisasi, dan penandaan bisa jadi wanita akan lebih kuat dibandingkan pria karena personal space wanita cenderung lebih tinggi. Tetapi, memang tidak semua kos wanita akan memiliki kamar mandi dalam. Kembali lagi tergantung dengan preferensi dan kebutuhan pribadi masing-masing individu. Keilmuan bisa memberikan petunjuk secara ilmiah dan terstruktur. Namun, pada akhirnya empiris dan data yang akan menentukan pengambilan keputusan dan kebijaksanaan.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika

Cross Ventilation dan Cahaya Alami Nako Bangunan di Jogja

jogjakonstruksi.com – Cross ventilation dan cahaya alami nako bangunan di Jogja. Iklim tropis seperti di Jogja, kebutuhan akan bangunan yang sejuk, hemat energi, dan tetap estetis budaya menjadi perhatian utama para arsitek kini. Jendela nako, dengan desain bilah kaca horizontal yang dapat diatur sudut bukanya, kembali populer sebagai elemen desain yang adaptif saat ini. Banyak rumah tradisional di Jogja yang biasanya dibangun dengan pertimbangan sirkulasi udara alami. Tren ini kini mulai dipadukan dengan pendekatan modern yang mengandalkan jendela nako untuk mendukung ventilasi silang atau cross ventilation. Hal ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan termal dalam ruangan, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada alat pendingin ruangan.

Dari Cross Ventilation sampai Pencahayaan Alami Jendela Nako Punya Semua

Ventilasi silang bekerja dengan prinsip adanya dua bukaan pada sisi berseberangan ruangan. Konsep berseberangan ini memungkinkan aliran udara dapat melintas dan membawa udara panas keluar. Jendela nako memungkinkan bukaan yang lebih fleksibel dibandingkan jendela biasa. Membuat udara luar lebih mudah masuk dan keluar sesuai arah angin. Di Jogja, suhu siang hari bisa sangat tinggi, sirkulasi udara yang efektif sangat membantu menjaga suhu dalam ruangan tetap nyaman. Penerapan jendela nako juga cocok untuk rumah dengan lahan terbatas karena tidak memakan banyak ruang saat dibuka, sekaligus memberikan keamanan karena bilah kacanya tetap terjaga di dalam rangka jendela.

Sumber: iDEA Online

Pencahayaan alami telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari pendekatan arsitektur tropis. Dengan posisi jendela nako yang dapat diatur sesuai kebutuhan, pemilik rumah dapat mengontrol seberapa banyak cahaya yang masuk ke dalam ruangan. Di pagi dan sore hari, bilah jendela bisa dibuka lebih lebar untuk memaksimalkan cahaya alami. Sementara pada siang terik, sudut bilah bisa diubah untuk menahan sinar langsung sambil tetap membiarkan cahaya menyebar.

Rumah tradisional Jawa Jogja seperti joglo, dikenal dengan langit-langit tinggi dan bukaan besar. Dengan menerapkan budaya dan fungsinya, semakin lengkap dengan jendela nako. Menciptakan nuansa terang, sejuk, dan tetap terhubung dengan alam sekitar. Erik mengatakan, pemanfaatkan elemen bangunan dalam desain bisa membantu efisiensi energi secara makro. “Elemen dan bahan bangunan bisa sangat signifikan untuk mendukung rencana desain secara menyeluruh,” imbuh Erik.

Jendela Nako Budaya dan Identitas Bangunan

Penggunaan jendela nako bukan hanya solusi fungsional, tetapi juga menjadi representasi dari adaptasi arsitektur tradisional. Desain arsitektur yang bertransformasi mengikuti kebutuhan zaman dan manusia. Arsitek di Jogja mulai mengeksplorasi ulang elemen terlupakan seperti jendela nako untuk menyelaraskan nilai budaya, estetika, dan kenyamanan hunian. Rumah lawas di kawasan Kotagede dan Kotabaru, misalnya, mulai direnovasi dengan mengombinasikan material lama dengan jendela nako berbingkai kayu atau logam ringan, menghadirkan wajah baru tanpa meninggalkan identitas asli bangunan.

Cross ventilation dan cahaya alami nako bangunan di Jogja. Tren ini menjadi bukti bahwa pendekatan desain ramah lingkungan tidak harus mengorbankan nilai budaya atau estetika. Sebaliknya, elemen seperti jendela nako membuktikan bahwa solusi sederhana bisa memberikan dampak besar. Dampaknya meliputi menghemat energi, menjaga kesehatan penghuni, maupun melestarikan warisan arsitektur lokal. Di tengah tantangan perubahan iklim dan urbanisasi, jendela nako menjadi perwujudan nyata bahwa inovasi terbaik sering kali berasal dari pengetahuan lama yang dihidupkan kembali secara bijak.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika

Lagi Rumah Subsidi Mengecil Bijaksana atau Bencana

jogjakonstruksi.com – Lagi rumah subsidi mengecil bijaksana atau bencana. Ukuran rumah subsidi di negeri ini semula 18 meter persegi, kini kembali menyusut menjadi 14 meter persegi. Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan besar di publik, apa yang terjadi dan apakah ukuran baru ini masih ideal untuk masyarakat berpenghasilan rendah?

Susutnya Kebijakan untuk Rumah Subsidi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat secara resmi mengumumkan perubahan standar minimum luas rumah subsidi. Jika sebelumnya, rumah subsidi memiliki luas 18 meter persegi untuk tipe 21, kini ukuran minimum ditetapkan menjadi hanya 14 meter persegi. Penyesuaian ini merupakan bagian dari kebijakan terbaru untuk efisiensi lahan dan biaya konstruksi nasional.

Sumber: detikcom

Kembali banyak masyarakat yang mempertanyakan alasan dibalik penyusutan ini. Di platform X misalnya, berbagai kalangan menyuarakan kekhawatiran mengenai kenyamanan dan kelayakan hunian yang semakin terbatas luasnya. Beberapa pengamat dan ahli perumahan pun mempertanyakan urgensi dan dampaknya terhadap kualitas hidup penghuni.

Kebijakan Untuk Publik Tanpa Jejak Pendapat Publik Polemik Rumah Subsidi

Pemerintah beralasan bahwa keterbatasan lahan di kawasan padat serta kenaikan harga bahan konstruksi mendorong perubahan kebijakan ini. Dengan mengurangi ukuran luasan rumah, pengembang dapat menjaga harga tetap terjangkau. Pun, juga sambil mempercepat pembangunan unit-unit baru yang mulai dipersiapkan. Meski demikian, keputusan ini tidak lepas dari kritik pedas atas kurangnya konsultasi publik pra produksi.

Banyak pihak termasuk ahli dan akademisi meragukan tingkat ideal rumah 14 meter persegi sebagai hunian jangka panjang. Ukuran yang sangat terbatas membuat penghuni sulit memiliki ruang gerak yang laik. Lagi, bagi keluarga kecil dan berencana menambah anggota keluarga baru dirasa sangat tidak memungkinkan. Aktivitas harian seperti memasak, ibadah, belajar anak, atau menerima tamu menjadi tantangan rumit tersendiri dalam ruang tak ideal ini.

Pemerhati Kritik Kebijakan Baru Pemerintah Soal Rumah Subsidi

Sejumlah ahli dalam dunia konstruksi dan pemerhati perumahan desak pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan ini. Mereka menekankan bahwa rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga sarana tumbuh kembang keluarga. Ukuran hunian harus sejalan dengan standar kelayakan hidup, bukan semata efisiensi anggaran.

Lagi rumah subsidi mengecil bijaksana atau bencana. Kontraktor di Jogja, Ibnu berpendapat bahwa rumah adalah awal mula personal space terbentuk. Penggunaan ruang pertama seperti rumah akan menentukan bagaimana orang tersebut membentuk personal spacenya di lingkungan luar. “Rumah yang tidak ideal sangat mempengaruhi personal space orang tersebut, kita harus memperhatikan kebutuhannya juga,” jelas Ibnu.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika

Konstruksi Masjid Jogokariyan Jogja Tampung 1000 Jamaah

jogjakonstruksi.com – Konstruksi Masjid Jogokariyan Jogja tampung 1000 jamaah. Mengenal konstruksi 3 lantai Masjid Jogokariyan yang terus berjalan, jadi tren positif yang signifikan. Masjid yang berada di kawasan strategis Kota Jogja ini dirancang untuk menampung hingga 1000 jamaah. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan ruang ibadah bagi warga dan pengunjung dari berbagai daerah yang berkunjung secara periodik di Jogokariyan.

3 Lantai Bantu Tampung Jamaah Lebih Banyak

Konstruksi 3 lantai Masjid Jogokariyan Jogja ini merupakan bentuk respon atas perkembangan jumlah jamaah yang kian meningkat. Dengan kapasitas tampung mencapai 1000 jamaah, harapannya masjid ini mampu menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial yang representatif di wilayah Yogyakarta.

Sumber: Jurnal Islam

Menurut Herat takmir Masjid Jogokariyan, desain arsitektur bangunan memadukan unsur tradisional dan modern. Setiap lantai difungsikan secara optimal: lantai dasar untuk shalat lima waktu, lantai dua untuk kajian dan kegiatan pendidikan, serta lantai tiga sebagai ruang serbaguna untuk kebutuhan masyarakat.

Masjid Jogokariyan Pusat Dakwah Baru Di Kota Budaya

Pembangunan Masjid Jogokariyan Jogja ini melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat melalui donasi dan gotong royong. Herat mengatakan, “Konstruksi 3 lantai Masjid Jogokariyan, tampung capai 1000 jamaah, ini bukan hanya proyek fisik konstruksi, tapi juga semangat umat yang membantu.”

Harapannya, masjid ini akan semakin memperkuat peran sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan masyarakat di tengah Kota Jogja. Sekaligus, menjadi simbol kemajuan fasilitas keagamaan yang inklusif dan berbudaya. Konstruksi Masjid Jogokariyan Jogja tampung 1000 jamaah. Ibnu menambahkan, Masjid Jogokariyan kini telah menjadi salah satu destinasi keagamaan di Jogja bagi Umat Muslim di Indonesia. Posisinya menjadikan salah satu masjid di Kota Jogja dengan perkembangan yang signifikan setiap tahunnya. “Di kota pendidikan dan budaya ini tumbuh satu masjid yang dibangun dari umat dan untuk umat itu sangat unik,” ujar Ibnu.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika

Urban Farming Kelurahan Bausasran Hijau Tengah Kota Jogja

jogjakonstruksi.com – Urban farming Kelurahan Sayur Bausasran Hijau tengah Kota Jogja. Kelurahan Sayur Bausasran, yang terletak di tengah Kota Yogyakarta, menjadi contoh keberhasilan urban farming atau pertanian dalam kota. Melalui pemanfaatan lahan sempit dan teknologi sederhana pertanian, warga berhasil menciptakan lingkungan hijau yang produktif dan mandiri secara pangan sekunder.

Program Dari Masyarakat Untuk Masyarakat

Kelurahan Bausasran kini dikenal sebagai salah satu percontohan urban farming di Yogyakarta. Di tengah padatnya permukiman Kota Jogja, warga memanfaatkan pekarangan rumah dan gang-gang sempit. Pemanfaatan ini menyebar hingga ke dinding dan menerapkan metode vertikal untuk menanam berbagai jenis sayuran, seperti kangkung, bayam, cabai, dan selada.

Sumber: Panen Talks

Program ini digagas oleh warga setempat bekerja sama dengan kelurahan dan komunitas pecinta lingkungan. Dengan prinsipnya yaitu gotong royong, warga Bausasran menyulap kampung mereka menjadi kawasan hijau yang asri dan produktif pangan.

Menurut Ketua RW setempat yaitu Pomo, urban farming tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan hari-hari, tetapi juga meningkatkan kepedulian lingkungan dan mempererat sosial antarwarga. “Dulu gang sempit dan nonproduktif. Sekarang bisa jadi sumber sayur setiap hari,” ujarnya.

Inspirasi Kelurahan Lain di Kota Yogyakarta

Selain menanam sayur, warga juga mempraktikkan pengelolaan sampah organik menjadi kompos. Pupuk kompos ini, nantinya akan digunakan untuk menyuburkan tanaman sayuran. Sanditha berpendapat, mereka juga memanfaatkan teknologi hidroponik dan vertikultur untuk mengatasi keterbatasan lahan, serta pupuknya didapat dari olahan mandiri. “Masyarakat Cokro seperti Pak Pomo memang memanfaatkan lahan untuk sayuran dengan metode hidroponik dan vertikultur, pupuknya juga olahan sendiri,” jelas Sanditha.

Dengan semangat gotong royong, Kelurahan Bausasran membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah hambatan untuk mewujudkan kemandirian pangan dan kelestarian lingkungan di tengah kota. Sekaligus menjadi kegiatan yang menyatukan masyarakat dengan hubungan sosial karena gotong royong.

Urban farming Kelurahan Sayur Bausasran Hijau tengah Kota Jogja. Keberhasilan Kelurahan Bausasran menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Jogja untuk mengembangkan pertanian dan pangan mandiri kota. Sebagai solusi hijau, sehat, dan mandiri di tengah tantangan urbanisasi yang kian menjepit.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika

Vegetasi Dalam dan Luar Ruangan Kunci Estetika dan Fungsi

jogjakonstruksi.com – Vegetasi dalam dan luar ruangan kunci estetika dan fungsi. Pemilihan vegetasi yang tepat untuk area teras kini menjadi perhatian utama dalam desain arsitektur hunian modern. Vegetasi memberikan kenyamanan, kualitas udara yang lebih baik di dalam dan luar ruangan, tampilan yang cantik, bahkan menghasilkan pangan pendukung.

Vegetasi Ideal Ranah Arsitektur Lanskap

Arsitek lanskap mulai merekomendasikan vegetasi yang tidak hanya estetik, tetapi juga adaptif terhadap perubahan iklim dan mudah dirawat. Tanaman seperti lidah mertua, palem kuning, hingga pakis menjadi favorit. Tanaman dengan fasad untuk area semi-terbuka karena kemampuannya memberikan kesan tropis yang asri apalagi dikondisi seperti kota Jogja.

Sementara itu, vegetasi yang cocok untuk bagian luar ruangan semacam teras atau taman kecil di bagian depan rumah, seperti tanaman perindang, tanaman bunga, dan tanaman hias berdaun lebar. Pemilihan vegetasi ini sangat cocok karena merupakan tanaman yang suka dengan paparan sinar matahari. Selain tahan terhadap sinar matahari langsung, tanaman-tanaman ini juga memberi kesan eksotis dan asri pada fasad rumah.

Sumber: Mitra10

Tak hanya dari sisi estetika, pemilihan tanaman juga mempertimbangkan fungsi. Ibnu berpendapat bahwa vegetasi yang dipilih tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi lebih ke fungsi dan apa yang didapat dari fungsi itu menjadi estetika “Kami selalu mengedepankan vegetasi dengan fungsi yang bisa meneduhkan dan menyerap polusi, sekaligus memperindah ruang,” ujar Ibnu.

Fungsi dan Estetika Vegetasi Kunci Penghijau Juga Penghasil Pangan

Tren terbaru menunjukkan bahwa banyak pemilik rumah kini mulai melakukan pemberdayaan vegetasi pangan. Tanaman penghasil pangan ditanam dengan metode vegetasi dalam pot, vertical garden, dan sistem hidroponik. Bahkan tidak hanya sebagai vegetasi penghasil pangan saja, tetapi juga sebagai elemen dekoratif pada teras mereka. Ini sejalan dengan konsep green living yang mengedepankan keselarasan antara manusia dan alam dalam ruang hunian.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa pemilihan vegetasi tetap harus disesuaikan dengan iklim lokal, pencahayaan alami, dan sirkulasi udara. Tanaman yang tampak indah belum tentu cocok dengan kondisi bangunan di lingkungan tropis seperti Indonesia. Sanditha berpendapat bahwa tanaman untuk dalam dan luar ruangan memiliki perbedaaan yang signifikan mulai dari kebutuhan cahaya dan air. “Tanaman di dalam ruangan haruslah yang tidak mati meskipun kurang cahaya matahari dan air, sebaliknya untuk luar ruangan,” jelasnya.

Arsitektur masa kini tidak lagi sekadar soal bentuk dan fungsi bangunan saja. Lebih dari itu, juga bagaimana menghidupkan ruang melalui elemen alami seperti vegetasi. Rumah yang didesain dengan tanaman yang tepat dapat menjadi ruang transisi yang menyenangkan, sehat, dan menenangkan bagi penghuninya. Apalagi, saat ini tren vegetasi halaman mulai berubah dan dimodifikasi menjadi vegetasi penghasil pangan, seperti sayuran hijau dan lainnya.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855