ITB Hadirkan Inovasi Rumah Bambu Modular Hunian Tahan Gempa

ITB Hadirkan Inovasi Rumah Bambu Modular Hunian Tahan Gempa

jogjakonstruksi.com – ITB hadirkan inovasi rumah bambu modular hunian tahan gempa. Rumah bambu modular inovasi yang dirancang untuk hunian tahan guncangan gempa dikembangkan peneliti Institut Teknologi Bandung ITB. Dirancang dengan sistem bongkar pasang agar setiap komponen dapat dirakit dengan lebih mudah dan efisien. Bambu diolah dengan teknik rekayasa untuk meningkatkan nilai gunanya sebagai bahan konstruksi terbarukan. Melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, pengembangan ini juga diarahkan untuk mendukung penyediaan hunian pascabencana dan memberdayakan material yang tersedia disekitarnya.

Mudah Dirakit Sistem Konstruksi Bambu ITB

Komponen rumah dibuat melalui teknik laminasi dengan merekatkan bilah-bilah bambu yang telah dipotong sesuai ukuran. Bambu surat, bambu tali, bambu ampel, dan bambu mayan menjadi jenis material yang digunakan dalam penelitian. Ukuran komponen 30 dan 60 cm diterapkan dalam rancangan sistem bongkar pasang. Setiap bagian dihubungkan menggunakan mekanisme interlock.

Kuncian horizontal dibentuk melalui susunan komponen yang berselang-seling, sedangkan gaya gesek digunakan pada sambungan vertikal. Dengan sistem ini, komponen dapat diproduksi, disimpan, dan dikirim untuk dirakit di lokasi pembangunan. Rancangan tersebut berpotensi mempermudah penyediaan hunian dalam situasi darurat. Pengujian struktur tetap diperlukan untuk memastikan keamanan sesuai standar yang berlaku.

Memberdayakan Masyarakat Rumah Bambu Kolaborasi Inovasi dan Vernakular

Proses pengolahan bambu dirancang agar dapat dilakukan dengan peralatan manual yang ringan dan tidak membutuhkan listrik. Pendekatan ini memungkinkan kegiatan produksi ditempatkan lebih dekat dengan wilayah penghasil bambu. Peluang pendapatan masyarakat dapat ditingkatkan melalui pembuatan komponen konstruksi, bukan hanya penjualan bahan mentah. Selain itu, kebutuhan distribusi material berpotensi dikurangi.

Untuk penerapan pascabencana, komponen bangunan dapat dipersiapkan sebelum dibutuhkan dan dirakit setelah dikirim ke lokasi terdampak. Di Jogja, pendekatan serupa dapat dikaji melalui pemanfaatan bambu lokal dan pelatihan tenaga konstruksi. Kerja sama antara pemerintah, peneliti, dan pelaku usaha diperlukan agar kualitas bahan serta keamanan bangunan tetap diperhatikan. Dengan persiapan yang sesuai, konstruksi bambu dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung pembangunan hunian berkelanjutan.

Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami

Penulis : Yulia Nurwita Ningrum

Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855