jogjakonstruksi.com – Kenapa rumah angker terasa seram dan penjelasan ilmiahnya. Populernya predikat rumah angker karena kelompok asal Jepang, yakni ANNYA, mencari rumah di Indonesia yang punya reputasi sebagai tempat angker untuk uji nyali. ANNYA menghimbau masyarakat Kita untuk merekomendasikan properti yang dianggap angker.
Di balik histeria penampakan dan supernatural, rumah angker sebenarnya juga dapat dilihat dari perspektif psikologi, fungsi bangunan, dan kondisi lingkungan. Selain itu, juga karakter arsitektur yang dapat memengaruhi persepsi manusia terhadap kegiatan meruang.
ANNYA dan Rumah Angker di Indonesia
ANNYA menyampaikan, uji nyali ke Indonesia ini karena ketertarikannya terhadap Kita. Mereka melakukan sayembara bagi masyarakat untuk menemukan rumah yang dianggap angker. Rumah yang dicari dapat berada di berbagai daerah selama memenuhi kriteria yang ditetapkan ANNYA. Ini terutama rumah yang punya reputasi sebagai bangunan angker dan mempunyai sejarah tertentu.
Namun, ketika rumah disebut angker, pertanyaan menarik muncul, yaitu mengapa seseorang dapat merasakan hantu, bayangan, mendengar suara, atau bau bunga misalnya. Dari sudut pandang arsitektur, hal ini tidak otomatis membuktikan keberadaan hantu atau supernatural thing. Ada berbagai faktor psikologis, lingkungan, dan kondisi arsitektur bangunan yang dapat menghasilkan feels bagi seseorang.
Rumah Angker dan Pengaruh Persepsi Manusia
Salah satu faktor paling penting dari rumah angker adalah bagaimana otak kita memproses informasi. Ketika kita sudah tahu sebuah rumah itu punya reputasi sebagai tempat angker, otak akan jadi lebih aware terhadap hal-hal. Misalnya, suara, bayangan, perubahan rona cahaya, ataupun gerakan kecil yang aslinya punya alasan ilmiah.
Kondisi ini disebut confirmation bias effect, di mana kecenderungan manusia untuk lebih memperhatikan informasi yang sudah dimiliki sebelumnya support imagination. Jika seseorang masuk ke sebuah rumah dengan suggest bahwa tempat tersebut ada makhluk gaib, suara pintu yang membuka yang bergerak karena angin, atau bayangan di luar jendela dapat lebih mudah ditafsirkan sebagai sesuatu yang supernatural.
Penelitian mengenai persepsi angker juga menunjukkan bahwa ekspektasi dapat memengaruhi pemikiran Kita. Jurnal kajian psikologi anomali, sampel yang diberi informasi bahwa suatu site itu angker atau berhantu, menunjukan hasil perseptual yang lebih intens dibandingkan sampel informasi site itu hanya sedang direnovasi. Temuan hasil seperti ini menunjukkan bahwa informasi dan ekspektasi dapat memengaruhi cara kita merasakan suatu citra suatu lingkungan. Inilah keindahan ilmu arsitektur bagaimana kita mendapatkan informasi dan mengolahnya menjadi alasan kita dalam meruang. Wallahu a’lam bishawab.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika




