jogjakonstruksi.com – Mirip di Jogja fenomena Akiya rumah ditinggal di Jepang. Fenomena rumah ditinggal atau kosong, Akiya kian marak di Jepang. Jumlah rumah yang ditinggal penghuninya terus meningkat akibat penurunan populasi dan urbanisasi. Pemerintah maupun komunitas lokal mulai mencari solusi agar rumah-rumah tak terpakai bisa dimanfaatkan kembali. Di Jogja fenomena ini mulai banyak ditemukan dan bagaimana masyarakat serta Pemerintah Jogja menyikapi hal ini.
Fenomena Akiya Akibat Sosial dan Budaya Jepang yang Bergeser
Fenomena rumah kosong atau Akiya kian marak di Jepang. Di berbagai penjuru Jepang, khususnya di daerah pedesaan dan kota kecil, rumah kosong yang ditinggalkan oleh pemiliknya saat ini telah jadi pemandangan umum. Ibnu menjelaskan, rumah ini sering kali terbengkalai, tidak terawat, dan beberapa kasus menjadi sumber masalah lingkungan maupun keamanan. “Rumah kosong menjadi masalah sosial seperti kriminalitas dan masalah kebersihan kalau di Jepang,” jelas Ibnu.

Jumlah rumah yang ditinggal penghuninya terus meningkat akibat penurunan populasi dan urbanisasi. Data dari Kementerian Dalam Negeri Jepang mencatat bahwa lebih dari 13% dari total rumah di Jepang di kategorikan sebagai Akiya. Penyebab utamanya adalah penuaan penduduk, rendahnya kelahiran, dan urbanisasi yang menyebabkan generasi muda meninggalkan rumah keluarga mereka.
Akiya Bank Respon Pemerintah Jepang dan Masalah Serupa di Jogja
Pemerintah maupun komunitas lokal mulai mencari solusi agar rumah-rumah tak terpakai ini bisa dimanfaatkan kembali, merupakan bentuk respons terhadap krisis hunian. Banyak macam program mulai dijalankan, seperti Akiya Bank. Program ini memungkinkan warga untuk membeli rumah kosong dengan harga sangat murah, bahkan gratis dalam beberapa kasus. Selain itu, pemerintah daerah memberikan insentif pajak dan bantuan renovasi untuk menarik pemilik baru. Insentif dan kepemilikan ini, ditujukan baik dari dalam maupun luar negeri. Cara ini dilakukan agar ada yang bersedia tinggal atau membuka usaha dengan memanfaatkan Akiya.
Layaknya Jepang, tren rumah yang tak berpenghuni dan terbengkalai kini muncul di sejumlah wilayah di Yogyakarta. Terutama di daerah pinggiran kota dan perkampungan lama yang masyarakatnya tidak menetap didaerah tersebut. Rumah-rumah ini ditinggal tanpa penghuni selama bertahun-tahun, dan tidak sedikit yang mulai rusak atau menjadi tempat berkembangnya penyakit dan kriminalitas.
Sosial dan Budaya jadi Akar Masalah Akiya di Jogja
Rumah yang ditinggal pemiliknya karena pindah kota atau warisan yang tak terurus menjadi pemandangan umum di beberapa wilayah di Jogja. Rumah-rumah tersebut merupakan milik warga yang telah pindah ke kota besar atau luar negeri, sementara ahli warisnya tidak berniat menempati atau merawat bangunan itu. Alasan lain bisa terkait dengan persoalan administrasi seperti kepemilikan lebih dari satu atau warisan yang belum selesai. Membuat banyak rumah di Jogja tidak bisa dijual maupun dimanfaatkan.
Serupa dengan Jepang, Pemerintah Jogja pun memiliki inisiatif primer. Pemerintah Jogja dan masyarakat mulai mendorong pemanfaatan kembali Akiya lokal untuk mengatasi potensi masalah sosial dan ekonomi. Beberapa ide telah muncul, seperti program pendataan rumah kosong oleh kelurahan, serta kerja sama dengan komunitas arsitektur ataupun urban planning. Program ini ditujukan untuk mengubah Akiya lokal jadi hunian sewa murah, ruang kreatif, ataupun guest house. Cara ini bisa dijadikan peluang dalam menata kota berbasis kearifan lokal dan ekonomi kerakyatan.
Mirip di Jogja fenomena Akiya rumah ditinggal di Jepang. Ibnu menjelaskan, memahami berbagai fenomena yang muncul akibat adanya pergeseran fungsi kompleks dan kurva perubahan, penggunaan rumah dan jumlah hunian layak di Jepang sama seperti di Jogja mengalami perubahan, maka lahirlah Akiya. “Tingkat modernisasi dan beberapa fungsi yang berubah harus dipenuhi masyarakat mendorong lahirnya gaya dan situasi yang baru,” jelas Ibnu.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Yulia Nurwita Ningrum



